
Bab 109
''Lembur? Kamu serius, Mas!'' tanya Mika dengan heran.
sepertinya Mika sangat percaya dengan apa yang barusan Anwar ucapkan padanya. Mika merasa kasihan pada Anwar, dia pun langsung menarik kursi untuk Anwar duduk dan menyiapkan makanan untuk sang suami.
''mau pakai lauk apa Mas?'' tutur Mika dengan penuh perhatian.
''Sayur asem, sayang. Banyakin kuah sama kacangnya. Terus tempe gorengnya juga,'' sahut Anwar.
Keduanya pun makan dengan sangat lahap. Masakan bi Nunung sangat enak dan bikin pengen nambah terus.
Usai makan siang, Mika teringat akan janji Anwar yang akan membawa dirinya ke toko pusat. Yaitu Glamour, toko pertama sekaligus pusat utama.
''Mas, tapi baju kamu kok masih kaos oblong kayak kemarin ya, kamu bohongin aku? Sebenarnya kamu tadi nggak kerja kan?'' cecar Mika yang mulai sadar. Entah mengapa dia suka linglung. Sensian dan sensitif.
Anwar pun tersenyum semanis mungkin dan kemudian mendendekati Mika.
''Iya, maaf ya sayang. Mas memang belum pergi ke kantor. Mas tidur dulu karena tadi sakit sebentar,'' terang Anwar tanpa mau berbohong pada sang istri.
''Ohhh, tapi sudah sembuh kan? Ayo kita pergi sekarang,'' ajaknya.
''Oke, Mas mandi sebentar ya,'' ujar Anwar.
Mika mengangguk setuju, dia pun menunggu Anwar sambil menonton siaran telepisi. Menonton berita siang yang menampilkan banyaknya aksi pencurian di berbagai daerah.
__ADS_1
Mika meraih toples yang ada di atas meja. Ada keripik pisang di sana. Dia mengunyah keripik tersebut dengan sangat fokus pada informasi berita yang dia tonton. Hingga Anwar usai bersiap dan kemudian menghampiri dirinya.
''Yuk, kita berangkat sekarang,'' ajak Anwar.
''Yuk,'' Mika pun meninggalkan ruang tamu lalu mengekori Anwar.
''Aku udah nggak sabar, pengen banget ketemu banyak konsumen dan bertemu banyak orang.'' celetuk Mika.
''Seneng banget yang di bolehin kerja,'' ledek Anwar.
''Iya dong, kerja kan bisa menghilangkan kebosanan.'' Mika mencebik.
Tak lama setelah menempuh perjalanan sepuluh menit, mereka pun tiba di tempat tujuan.
Hanya saja, di sana tak ada lagi Meisya sahabat Mika. Meski begitu, Mika sangat senang bisa bertemu dengan mereka.
Rina sebagai orang yang di percaya oleh Anwar untuk menghandle semua urusan tokonya pun ikut bahagia melihat sang atasan datang.
''Bagaimana toko, Rin. Aman?'' tanya Anwar yang kini sudah duduk di ruang pribadi miliknya.
''Aman pak,'' jawab Rina.
''Bagus! Oh ya, mulai hari ini, Mika akan kembali bekerja di toko kita,'' ucap Anwar.
''Benarkah pak, baiklah,'' ucap Rina berbinar. Dia ikut senang mendengarnya.
__ADS_1
''Iya, mari kita breafing sebentar,'' tukas Anwar.
''Baik, Pak.'' Rina bergegas mengumpulkan para staff untuk breafing.
Setelah itu Anwar menyampaikan apa-apa saja yang perlu mereka ketahui dan jalankan untuk proses kelancaran toko miliknya.
''Dan saya minta, kalian menurut pada apa-apa saja yang si perintahkan oleh Mika. Karena mulai sekarang, toko ini akan di atur oleh Mika.'' tegas Anwar. Pasalnya para taff mereka tidak ada yang tahu jika Mika kini sudah menjadi istri bos mereka.
Semua staff tampak mengangguk paham dan mulai kembali bekerja seperti semula.
''Oke, sekarang kamu sudah puas? Kamu boleh melakukan apa saja sesuai keinginan kamu. Tapi ingat, Mas tidak mau kamu bekerja berlebihan hingga kamu kecepakan dan membuat anak kita kelelahan juga. Ingat, kamu masih hamil muda.'' peringat Anwar pada Mika.
''Iya, aku tahu kok. Aku bisa mengatur porsi kerja ku sendiri.'' Mika mengangguk.
''Sekarang, ikut dulu ke ruangan, Mas.'' Anwar menarik lembut tangan Mika menuju ke ruanf pribadinya kembali.
''Mas, nggak enak di liatin staff lain.'' Mika berusaha melepas genggaman tangan Anwar.
''Memangnya kenapa? Kamu kan is...'' ucapan Anwar tersendat tak kala Mika langsung membungkam mulut Anwar dengan telapak tangannya. Kebetulan Rina yang melihatmenjadi sedikit aneh dengan sikap dua orang yang ada di dekatnya.
''Dilarang, aku nggak mau kamu membocorkan tentang status kita.'' sungut Mika begitu mereka sudah ada di dalam.
''Hmmh, baiklah, tapi ada syaratnya.'' bisik Anwar.
''Apa? Dikit-dikit pakai syarat. Udah kayak mau daftar urusan penting aja,'' kesalnya.
__ADS_1