
Pagi ini, Mika sedang duduk bersantai di depan ruang tv sambil mengikir kuku. Setelah itu, ia mewarnai kukunya dengan nail polish berwarna soft pink. Satu persatu kukunya ia poleh dengan hati-hati agar tidak belepotan. Setelah selesai, ia meniup-niup kukunya yang baru saja ia poles dan ia rentangkan di depan wajahnya untuk mengamati hasil karya nya.
''Sudah cantik, sekarang aku akan bersiap!'' Mika beranjak dari tempat duduknya hendak ke kamar untuk mengambil tas serta dompet.
Saat sampai di ambang pintu kamarnya, ia melihat Aji yang sedang memakai baju hendak bersiap.
''Mau kemana?'' tanya Mika sambil memperhatikan pergerakan suaminya. Walau sebenarnya ia sudah tahu akan kemana suaminya itu pergi.
''Aku harus berangkat keluar kota sayang, ada urusan pekerjaan'' jawab Aji tanpa menoleh. Ia fokus memasang kancing kemejanya.
''Ohhh. Berapa lama kamu di sana?''
''Hari senin mungkin sudah pulang, tergantung situasi nanti'' Aji menggendong ranselnya ke punggung.
__ADS_1
''Aku berangkat dulu ya sayang, kamu baik-baik di rumah. Jangan macam-macam, dan kabari aku terus ya'' Aji mengecup kening Mika dan mencubit lembut pipi Mika. Dan ia berlalu dari kamar mereka.
Dengan kasar Mika langsung menghapus jejak yang baru saja di beri oleh sang suami. Hatinya benar-benar sesak mendapati suaminya akan pergi. Bukan ia tidak tahu, tapi ia masih memilih untuk diam sejenak hingga waktunya tiba.
'Dasar pembohong, kamu pikir aku bodohh ya. Untuk saat ini, nikmatilah kebahagiaanmu bersamanya. Bersenang-senanglah!' Mika tersenyum miris dan hampir saja air matanya tumpah dari pelupuk matanya. Ia langsung mendongak ke atas dan mengedipkan matanya agar air itu tidak terjun bebas. Lalu, ia menyusul ke depan untuk melihat sang suami yang akan pergi ke luar kota.
Aji yang sedang memanaskan mesin mobil sambil memainkan ponselnya melihat ke arah Mika yang berjalan ke arahnya.
''Pa, ATM kamu yang warna gold mana'' Mika menengadahkan tangannya ke Aji. Dan hal itu, membuat Aji merasa heran.
''Aku sedang ingin memakai yang itu, yang biasa aku pakai kemarin ketelen di mesin ATM. Jadi ngurusnya besok hari senin'' Mika membuat alasan.
''Tapi, ini aku perlu buat urusanku di luar kota nanti sayang'' Aji menolak dengan halus.
__ADS_1
''Oh, jadi kamu tidak ingin memberikan ATM itu! baiklah. Silahkan pergi!" Mika membalik badannya dan kembali menuju rumah.
Aji menimang-nimang permintaan Mika, dan ia mengeluarkan uang cash dari dalam tasnya. Dari pada uang yang ada di tabungan, mending uang yang ini saja. Begitulah pikir Aji, ia langsung turun dan menyusul Mika ke dalam rumah. Hendak memberikan uang yang sudah ia genggam di dalam amplop.
Di lihatnya Mika sudah berganti pakaian dengan dress selutut berwarna coklat susuu dan memperlihatkan bahu putihnya sebelah kanan. Make up natural serta tas mini tersampir indah di bahu sebelah kiri. Rambut panjangnya ia urai begitu saja.Dengan perpaduan warna yang pas menambah kesan kecantikan Mika.
"Aku harus berangkat sekarang, kamu pakai ini dulu ya sayang!" Aji meletakkan amplop tersebut ke genggaman Mika.
" Kamu mau ke mana sepagi ini sayang?" tambahnya lagi. Karena penampilan istrinya pagi ini begitu memukau di matanya.
"Ada urusan. Sudah, sana pergilah! nanti kamu terlambat malah aku yang di salahin!" usir Mika pada Aji dengan mengibaskan tangannya.
"Baiklah, kamu jangan lupa memberi kabar padaku sayang" Aji pun melangkah keluar kembali menuju mobilnya. Sedangkan Mika mengamati kepergian Aji dengan tatapan nanar. Ia langsung membanting pintu dan menguncinya dengan kasar. Ternyata, hatinya tak sekuat besi baja. Sebentar lagi, ia akan melihat adegan yang akan menambah sakit di hatinya.
__ADS_1
Mika sudah bekerja sama dengan Bagas beberapa hari yang lalu sejak kejadian malam itu. Bagas pun tak menolak permintaan Mika. Karena Bagas juga sudah sangat yakin dengan apa yang selama ini ia perhatikan. Ia akan membuat perhitungan nanti untuk sahabatnya itu.
Bagas dan Mika memang jarang berkomunikasi karena yang bersahabatan adalah suaminya. Ia hanya sesekali bertegur sapa karena menjaga perasaan hati suaminya. Ia takut jika ia terlalu dekat dengan lelaki lain malah menyebabkan cemburu pada suaminya. Namun, tidak lagi untuk saat ini. Sejak ia mengetahui suaminya bermain di belakangnya, Mika langsung mengorek semua informasi dari Bagas.