
Bab 112
Setelah mendapatkan rujak yang Mika inginkan, mereka pun kembali pulang. Anwar tidak ingin Mika kembali kelelahan. Dia akan bekerja saja dari rumah dan akan keluar sesekali jika itu penting.
''Sayang, mandi dulu. Kok malah langsung mau tidur,'' cegah Anwar saat mereka tiba dalam kamar.
''Males mau mandi, nggak pengen kena air,'' rengek Mika.
''Jangan gitu dong, ayo sini mas mandiin kalau kamu nggak mau mandi sendiri,'' goda Anwar.
Mika pun pura-pura tidak dengar dengan ucapan suaminya. Dia menutup tubuhnya dengan selimut membuat Anwar semakin gemas dan gencar menggodanya.
Srakk
Selimut itu terbang melayang ke udara dan jatuh lunglai ke lantai. Anwar merangkak naik ke tempat tidur dan kembali menggoda Mika.
''Ayo sayang, Mas mandikan kamu. Kamu bau asem sekali,'' ucap Anwar mengendus tubuh dan leher Mika.
''Iiih, geli Mas,'' protes Mika dengan menahan tawa. Sementara Anwar terus melancarkan jurus mengusal tubuh Mika dengan bibirrnya.
Mika terbahak karena tidak tahan menahan rasa geli di setiap lekuk tubuhnya yang di kusal oleh sang suami.
''Iya Mas, ampun. Aku akan mandi sekarang juga,'' elak Mika menahan kepala Anwar yang akan kembali menyerangnya.
''Biar Mas yang memandikan mu. Kamu terlalu lama,'' Anwar langsung membopong tubuh Mika menuju ke kamar mandi.
Mika merangkul leher Anwar dan menatap wajah Anwar yang begitu tampan di tumbuhi rambutt halus di sekitar dagunya. Mika menyentuh dagu Anwar dan mengusapnya dengan lembut.
''Apa kamu ingin merasakan sen sasi dari daguku ini, hmm?'' ucap Anwar seraya menurunkan Mika di atas bak mandi.
__ADS_1
Di tatapnya wajah Mika yang setiap hari semakin cantik di matanya. Perlahan dia sudah bisa melihat akan rasa yang dia miliki untuk Mika. Wanita itu sudah terbuka sedikit hatinya akan menerima dia dalam hidup kedepannya.
Anwar membe lai wajah Mika dengan punggung jarinya. Ia menyapukan setiap sentuha di pipi mulus Mika. Anwar menatapnya penuh cinta.
Pria itu mulai memiringkan wajahnya, Mika pun menikmatii sentuha itu hingga ke dua bola matanya terpejam meresapi rasa yang ada.
Bibirr Anwar mulai menyentuh bibirr Mika dengan lembut. tangan Anwar merangkum wajah Mika penuh penghayatan.
Mika merasakan hangatnya sentuha Anwar pada bibirr mungilnya. Ada letupan-letupan kecil di rongga da da nya hingga napasnya mulai memburu.
Lengannya pun sudah melingkar sempurna di ceruuk leher Anwar mengimbangi sen sasi yang Anwar beri untuknya.
Decapaan dem decaapan mulai menghiasi ruang kamar mandi yang cukup luas itu. Tatapan mata Anwar sudah nampak sayu.
Mika yang paham akan keinginan lelaki di hadapannya ini pun mengangguk untuk memeberi lampu hijau. Sejujurnya, ada gejolak dalam dirinya yang juga ingin merasakan percintaann atas dasar mau sama mau tanpa ada paksaan. Meski beberapa bulan lalu, dia di perlakukan dengan sangat kejam. Tapi semua itu sudah berlalu. Meski sakitnya membekas, Mika mencoba menutupnya dengan senyum. Dia mencoba melupakan kenangan buruk menjadi kenangan indah. Dia ingin membuat kenangan manis agar lupa rasa pahitnya di cintai bahkan mencintai.
''Mas,'' panggil Mika pelan. Suaranya sedikit parau karena napasnya memburu. Anwar memberinya serangan kecil di tap titik sensitip yang membuat Mika terang sang.
''Emmhh, aahh,'' leng*uhan Mika terdengar seksi dan mengg*air*ahkan bagi Anwar.
Dia sudah berhasil meloloskan helaian benang yang menempel di tubuh sang istri hingga menampilkan gunung kembar yang sudah membusung kencang dan tegang. Di masa kehamilan, tubuh Mika mulai lebih berisi dari sebelumnya dan Anwar sangat menyukainya.
''Kamu begitu indah dan menggo*da sayang,'' ucap Anwar.
''Mas,'' Mika mera ba da da bidang Anwar naik turun.
Anwar pun kembali memberikan gigitan kecil di setiap inci kulit Mika dengan lembut.
Akhirnya pertempuran yang penuh cinta itu pun terjadi dengan sangat panas meski di dalam kamar mandi dingin.
__ADS_1
''Berbaliklah sayang,'' perintah Anwar yang sudah siap dengan sabun dan spons berbusa untuk menggosok punggung sang istri.
Mika menikmatii lembutnya usapan sabun di punggungnya. Usapan itu pun di imbangi dengan nakalnya tangan Anwar yang tidak ingin melepaskan dua pepaya yang menggantung dengan indah.
''Mas,'' panggil Mika menghadap ke arah Anwar.
''Iya sayang,'' jawab Anwar dengan mesra.
''Maafkan sikapku selama ini yang belum bisa menerimamu sepenuh hati, mulai sekarang aku akan belajar menerima kamu.'' Mika menempelkan kepalanya di da da bidang Anwar.
''Sampai kapan pun dan selama apa pun, perasaanku padamu tidak akan berubah. Aku akan setia menunggu sampai cinta itu tumbuh dengan sendirinya dalam hati kamu,'' Anwar menyentil dagu Mika dengan genit.
Mika mengangguk dengan senyum yang tulus. Dia pun membilas tubuhnya dengan aie bersih.
Mereka keluar dari dalam kamar mandi secara bersamaan. Anwar sibuk mengeringkan rambutnya dengan handuk meski ada hairdryer di kamarnya.
Mika menyiapkan baju kaos oblong tipis dan juga celana pendek bahan katun untuk Anwar kenakan. Pakaian Anwar sudah dia siapkan dan pria itu langsung memakainya.
Mika mematut dirinya di depan cermin dan melihat wajahnya sendiri di pantulan cermin.
''Kamu sunggu cantik, aku sangat mencintai kamu,'' Anwar mengecupp kening Mika dan membelaai bibirr tipisnya dengan lembut. Rasanya tidak puas jika belum menyentuh bibirr yang sudah membuatnya candu itu.
''Sekarang waktunya kita beristirahat, apa kamu lapar dan ingin makan sesuatu?'' tanya Anwar sebelum dirinya menjamah tempat tidur.
''Untuk saat ini aku masih kenyang, lagian ada roti-rotian kalau aku lapar, aku ingin tidur Mas.'' Mika memposisikan diri dengan nyaman. Saat Anwar berbaring di sisinya Mika mulai menelusup masuk ke da da Anwar mencari kenyamanan di sana. Anwar pun tersenyum bahagia karena Mika benar-benar mulai berubah. Wanita itu tidak lagi bersikap dingin, bahkan sekarang terkesan cerewet dan banyak maunya. Tapi Anwar lebih suka yang seperti itu ketimbang dia di diamkan tanpa mau berbicara apa maunya.
Kebahagiaan sessorang memang tidak bisa di ukur dengan sesuatu yang sempurna, tapi bahagia itu datang dengan sendiri atas perubahan sikap yang melunak dan menyingkirkan ego. Anwar mengusap puncak kepala Mika hingga wanita dalam dekapannya tertidur dengan pulas. Dirinya yang lelah dengan rutinitas kerja dan di tambah mengerjai istrinya juga ingin melelapkan diri ke alam mimpi.
''Tetaplah menjadi wanita yang cerewet agar aku tidak kesepian, berikan suasana berbeda dalam rumah tangga kita,'' bisik Anwar yang tentu tidak bisa di dengar oleh Mika sama sekali.
__ADS_1
Anwar memejamkan mata dengan wajah yang tenang, hatinya sangat bahagia dan berbunga-bunga. Harapannya di saat dia terbangun, semua bisa dia raih dengan penuh kemenangan.
Jemput kebahagiaan dengan meninggalkan ego.