Suami Rasa Musuh

Suami Rasa Musuh
Part 47


__ADS_3

"Hai..." sapa seseorang tersebut. Mika pun langsung menoleh ke sumber suara dan ia membulatkan matanya saat melihat siapa yang datang menyapa dirinya.


"Hai... Anggi?" Mika langsung menghadap ke arah Anggi dan memeluknya "apa kabar?" tanya Mika seraya melepas pelukannya.


"Aku baik kak, kakak makin cantik aja" pujinya melihat penampilan Mika yang memang sangat cantik.


"Ah, kamu terlalu berlebihan. Kamu juga sangat cantik. Oh ya, kamu sendirian?" tanya Mika.


"Sama siapa aku kak kalau enggak sendiri. Nasib comblo ya begini" cerocos Anggi.


Kini, mereka tengah mengikuti acara pembukaan serta ramah tamah yang di ucapkan oleh si pembawa acara. Mereka saling mengobrol dan sesekali fokus mendengarkan.


Tibalah saatnya memotong pita peresmian restoran tersebut. Anwar tengah memegang gunting yang di beri hiasan pita berwarna merah dan bersiap untuk memotong tali pita yang panjang. Anwar meminta Mika untuk mendampinginya dan memegang gunting secara bersama. Anggi di posisi sebelah kanan, Anwar berada di posisi tengah dan Mika berada di sebelah kiri Anwar. Suara Aba-aba pun di serukan.


Satu..


Dua...


Tiga...


Ctasss!!


Pita pun terpotong, suara tepuk tangan riuh mengiringi acara peresmian tersebut. Para tamu pun banyak memberikan ucapan selamat pada pemilik rezto tersebut.


Prokk prokk prokk


"Selamat ya kakakku..." Anggi memeluk sang kakak dan di balas oleh Anwar. Mika pun ikut mengucapkan selamat padanya dengan cipika cipiki sekilas. Ehh!! kok cipika cipiki nih.


"Terimakasih semuanya" ucap Anwar menyambut semua ucapan dari para hadirin. Kini, semua para tamu undangan di persilahkan untuk menikmati jamuan yang telah di persiapkan. Menu yang di sediakan ialah menu yang akan di sediakan di rezto tersebut untuk kedepannya.


"Kak, ayo kita cicipin makanannya. Semua terlihat begitu menggoda!" seru Anggi mengajak Mika untuk menikmati hidangan.


"Iya, semua menunya terlihat begitu menggugah selera" dengan penuh semangat mereka menikmati makanan.

__ADS_1


"Apakah aku boleh bergabung" Anwar mendatangi meja tempat Mika dan Anggi menikmati makanan mereka.


"Sini-sini kak, kenapa kakak lama banget!" Anggi mempersilahkan kakaknya untuk bergabung.


"Iya, kakak menemani partner kerja dulu'' balas Anwar.


''Gimana, Mi? apakah rasa makanannya ada yang kurang pas di lidah?'' tanya Anwar sambil memperhatikan Mika yang tengah fokus menikmati sepiring dessert yang berbau coklat.



Sumber foto dari geogle.


''Ini enak kok, rasa coklatnya pas. Enggak pahit dan enggak terlalu manis. Pas di lidahku, mas.''


''Ehm, ehm, aku nggak kakak tanyain nih!'' tegur Anggi yang melihat kakaknya hanya fokus pada Mika.


''Oh, adikku, kamu tidak perlu kakak tanyain. Karena kamu itu pemakan segala!'' canda Anwar pada sang adik.


''Kakak kira aku karnivora?'' sebal Anggi.


''Adiknya jangan di katain dong, mas. Liat tuh mukanya udah sangar penget nerkam orang!'' Mika pun ikut bercandain Anggi.


''Ish, kalian kompak sekali meledek aku ya...'' Anggi mencolet dessert dari piring Mika, lalu ia coletkan ke hidung Mika. Setelahnya, ia tertawa cekikikan.


''Hahaha, lucu sekali wajahmu kak. Mirip sama pinokio!'' tawa Anggi sambil menunjuk hidung Mika yang belepotan.


''Ya ampun, kamu mau juga nih, nih, biar tambah manis dan di makan semut!'' Mika membalas memoles wajah Anggi dengan dessert nya.


''Kalian kok malah perang wajah sih! hadehh!'' Anwar menggelengkan kepalanya, adiknya itu di manapun pasti selalu bikin rame.


Mereka tertawa bersama karena wajah keduanya sudah penuh dengan coklat. Hingga akhirnya, keduanya pergi ke toilet bersama untuk membersihkan wajah serta memoles kembali wajahnya dengan make up yang selalu standby di dalam tas kecilnya.


''Maaf ya kak, aku udah bikin wajah kakak celemotan gitu'' ucap Anggi saat keduanya sudah berada di depan cermin di toilet.

__ADS_1


''Enggak apa, kakak malah seneng. Jadi, enggak kaku pertemanan kita'' jawab Mika sambil membersihkan wajahnya dengan kapas.


''Iya kak, aku pokoknya seneng banget malam ini ketemu sama kakak lagi. Besok kalau ada waktu, kita jalan bareng ya kak. Aku udah menetap disini soalnya. Dan misalnya kakak butuh temen curhat, aku juga siap jadi pendengar yang baik.'' Cerocos Anggi sambil terus membersihkan wajahnya. Setelah beberapa menit, mereka selesai dengan ritualnya dan kembali lagi ke tempat semula.


Setelah mengobrol cukup lama, Mika pun berpamitan pulang pada Anwar dan juga Anggi selaku pemilik acara.


''Nggi, kakak pulang dulu ya, udah malem.'' Pamit Mika.


''Biar di anter ya kak,...''


''Enggak usah, kakak bisa kok sendiri'' tolak Mika.


''Kak, anterin dong. Ini udah malem, ntar kalo ada apa-apa gimana?'' pinta Anggi pada Anwar.


''Iya bawel. Mi, biar aku mas antar ya, kalo enggak, nanti mas di omelin sama Anggi'' sahut Anwar.


''Baiklah. Tapi, acaranya kan belum selesai mas.''


''Biar nanti Anggi yang mengurusnya.'' Anwar menepuk lengan Anggi sebagai persetujuan.


''Beres bos!!'' Anggi menyetujuinya.


Setelah itu, Anwar dan Mika keluar bersama dan menuju ke mobil masing-masing. Anwar membuntuti mobil Mika dari posisi belakang hingga mereka sampai di rumah Mika.


''Makasih, mas. Aku masuk dulu ya'' Mika melambaikan tangannya, dan di balas lambaian yang sama oleh Anwar.


Setelah mengantar Mika sampai di rumah dengan aman, Anwar kembali ke reztonya untuk menyelesaikan acaranya yang ia tinggal hingga semua tamu puas dan pulang ke tempat masing-masing.


-


-


-

__ADS_1


Sampai di sini dulu ya, susah banget rasanya mau genepin.


__ADS_2