
Satu minggu kemudian, Aji dan Mika telah pulang ke kerumah mereka. Aji sangat berharap liburannya ini membuahkan hasil.
Saat ini, mereka sedang duduk di ranjang mereka untuk melepas lelah habis dari perjalanan.
Barang-barang sudah di tata rapi kembali pada trmpatnya, serta pakaian kotor pun telah di sikat bersih.
"Mi, semoga apa yang di inginkan segera tercapai ya" Mika sedang bersandar di bahu suaminya.
"Kenapa Pa, kamu udah kepengen banget ya? atau cuma mau ngabuli permintaan ibu?" tanya Mika.
"Kepengen aku tu sama kayak kepengen ibu sama ayah, ya udah.. kita istirahat aja dulu. Lusa kita baru masuk kerja" Aji merangkum wajah istrinya lalu di kecupnya pipi, mata serta bibirnya. Lalu melorot ke kasur dan menatik selimut.
'Semoga apa yang kulakukan ini berhasil, aku sudah menukar obat Mika dengan vitamin yang warnanya serupa' Aji berdoa dalam hatinya.
Aji kemudian tidur memeluk pinggang Mika dengan sayang, serta di belai lembut wajahnya.
Sementara Mika menatap serta menelisik wajah suaminya itu, tangannya ia rapatkan memeluk leher Aji. Kemudian mereka memejamkan mata menjemput mimpi.
Sementara di tempat lain, Vivi sedang duduk di depan teras rumahnya. Ia mengamati pepohonan yang ada di depan rumahnya serta pohon depan rumah tetangga.
Tiba-tiba saja ada keinginan yang menggebu saat melihat pohon belinjo di depan rumah tetangga sedang berbuah, dan kulit buahnya sudah merah.
"Kok aku pengen banget ya makan kulit melinjo yang merah-merah itu, kesana dulu deh" Vivi berjalan menuju pohon belinjo milil tetangga di seberang jalan.
__ADS_1
"Siapa yang mau ngambilin, tinggi banget sih? di lihat dari depan rumah tadi nggak setinggi ini deh" Vivi berkacak pinggang setelah sampai di bawah pohon itu.
"Kenapa mbak, kok mondar-mandir di bawah pohon? mau maling ya" ucap anak kecil yang sedang bermain sepeda bersama dengan temannya kebetulan lewat di hadapan Vivi.
"Eh, sembarangan aja!" Vivi melotot ke arah anak-anak tersebut.
"Hahaha...." mereka segera kabur mendayung sepeda masing-masing.
"Ah!! aku ada ide" Vivi tersenyum senang sambil merogoh ponsel di saku celana pendeknya.
Vivi mendial nomor Aji, ia menunggu hingga sambungannya di jawab.
[ Halo,..] suara serak khas bangun tidur terdengar dengan jelas di seberang sana.
[ Kamu kok mintanya aneh sih Vi, minta cariin aja sama siapa kek yang ada di sana. Aku capek baru pulang ] Suara Aji terdengar pelan seperti akan berbisik. Karena ia menjauh dari kamar agar Mika tak mendengar obrolan mereka.
[ Tapi aku maunya sore ini sekarang Ji,... ]Vivi kembali merengek.
Sementara Aji hanya menggelengkan mendengar permintaan aneh dari Vivi. Kenapa harus dirinya, kenapa tidak orang lain saja.
'Jangan-jangan Vivi hamil.. Huaa!!' Aji membulatkan matanya tidak percaya.
Ia segera kekamar dan menulis sesuatu di kertas lalu ia selipkan di dekat ponsel Mika di atas nakas. Ia pergi meninggalkan Mika yang masih pulas.
__ADS_1
***
Aji tiba di depan rumah Vivi dan memarkirkan motornya di bawah pohon kaktus. Vivi terlihat senang melihat kedatangan Aji, ia segera menghampiri Aji dan langsung memeluk tubuh pria itu.
"Aku kangen banget sama kamu Ji.." ucap Vivi sambil mengeratkan pelukan yang tak berbalas itu, Aji segera melepaskan tangan Vivi yang melingkari tubuhnya.
"Kamu apaan sih Vi, main peluk-peluk! orang yang liat nanti salah sangka!" Aji merasa kesal dengan tingkah Vivi.
Setelah rangkulannya terlepas, Vivi menitikkan air mata. Ia menangis, dan menghapus air matanya dengan kasar.
"Loh?? kok kamu malah nangis" Aji menjadi bingung melihat tingkah Vivi.
Vivi segera berlari masuk ke rumahnya dan berpas-pasan dengan pembantunya. Aji segera menyusul Vivi.
Pembantu Vivi merasa heran sendiri melihat nonanya berlari ke atas menaiki tangga menuju kamarnya.
"Vi, kamu ini kenapa? kok kayaknya sensitif gitu?" Aji meraih tangan Vivi yang baru sampai di depan pintu kamarnya.
"Kamu jahat Ji, aku kan kangen sama kamu" Vivi kembali memeluk tubuh Aji.
Aji pun terlihat pasrah, ia bingung dengan sifat bosnya ini sekaligus temannya.
Vivi sejak semalam sudah merasakan kesensitifan atas sikapnya. Ia juga tidak mengerti dengan dirinya.
__ADS_1