
Bab 93
Serangkaian alat medis yang melekat di tubuh Mika, kini akhirnya mulai di lepas satu persatu. Mika sudah mulai membaik dan tekanan darahnya sudah stabil. Bu Dina nampak bahagia melihat kondisi putrinya saat ini setelah beberapa hari terbaring dan tak membuka mata.
Perlahan-lahan jari Mika bergerak-gerak setelah bu Dina sering mengajak Mika berbicara.
''Kamu sudah sadar, Nak.'' seru bu Dina saat ia menangkap gerakan dari jari Mika. wanita itu pun langsung segera memanggil dokter untuk selanjutnya.
Dokter datang dan mulai memeriksa, setelah itu sang dokter tersenyum dan memberikan kabar bahagia jika kondisi Mika sudah semakin baik.
''Syukurlah, kondisinya sudah mulai membaik.'' ucap sang dokter.
Sementara di tempat lain
Di bandara
__ADS_1
Seorang wanita bersama anak kecil yang berada dalam gendongannya, ia tengah menatap ke luar jendela. Vivi Veronica nampak sedih tapi ia berusaha untuk menahan air matanya.
Vivi pergi meninggalkan kota penuh kenangan ini demi mencari kebahagiaan untuk dirinya sendiri. Meski sulit, tapi dengan kesadaran yang penuh dan mencoba untuk ikhlas melepas semuanya, Vivi rela. Ia kini telah menyadari kesalahannya dalam hidup. Ia akan berusaha menjadi wanita yang baik dan melupakan masa lalu.
***
Aji tiba di sebuah rumah sakit yang sudah ia telusuri untuk mencari keberadaan Mika. Ia sangat senang saat mengetahui ada nama Mika di sana.
Siang ini, orang tua Mika tengah keluar untuk beristirahat. Anwar yang kebetulan menjaga Mika tiba-tiba mendapatkan telepon dari seseorang sehingga ia harus keluar daei ruang perawatan karena suara dering ponselnya takut mengganggu Mika yang sedang beristirahat.
Air matanya tiba-tiba saja keluar tanpa permisi. Ia tak menyangka karena kejadian malam itu membuat Mika harus mengalami kecelakaan. Aji sangat ingin sekali memberikan pelajaran pada pria yang sudah melukai Mika hingga seperti ini.
Maaf ya man teman, author nggak bisa up dengan benar untuk part ini. Karena kondisi badan tidak fit dan di dunia nyata sedang banyak banget masalah. Mohon maaf juga jika isinya tidak sesuai.
Mohon maaf jika isinya malah curhatan bukan isi cerita si novel itu sendiri. Mohon dukungannya dan serta doanya ya man teman.
__ADS_1
Terima kasih bnyak buat yang masih mau membaca kisah ini sampai di sini. Besok semoga bisa up dengan baik.
"Mika, aku ada di sini. Kamu harus janji untuk segera sembuh dan kita akan bersama lagi." bisik Aji di sisi Mika.
Wanita itu nampak menggerakkan kelopak matanya dan perlahan lahan membuka matanya.
Meski pandangan di awal nampak buram dan tidak jelas, Mika berhasil melihat seseorang yang kini ada di sisinya dengan senyum mengembang.
"Aji, kamu kah itu," lirih Mika dengan suara yang tidak jelas. Ia berusaha untuk mengeluarkan sisa suara yang telah beberapa hari terpendam karena kondisinya swdang sakit.
"Iya ini aku, kamu baik-baik saja kan. Aku senang bisa menemukan mu Mi," ujar Aji dengan mengusap lembut wajah Mika yang masih nampak pucat.
Ia pun memberikan sentuhan lembut yang membuat Mika merasa nyaman dan tidak ingin menyudahi kenyamanan ini secepatnya.
"Di mana semua orang?" tanya Mika
__ADS_1