
Bab 116
Mau tidak mau akhirnya Mika ikut juga pergi bersama Anwar menuju ke bandara, tanpa cuci muka, tanpa ganti baju. wanita itu pergi sambil memejamkan mata dan sesekali melihat keadaan dan lanjut tidur lagi di dalam mobil. dalam perjalanan Anwar kembali mendapat panggilan telepon dari sang adik.
''Ya, halo,'' jawab Anwar.
'' Kak, udah di mana. Kok lama banget sih sampainya, udah kesemutan aku nunggunya.'' rutuk Anggi yang sudah tidak sabar ingin segera sampai di rumah dan mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.
'' Iya Iya bawel. Sabar sedikit dong sebentar lagi Kakak sampai kok. tunggu ya,''
'' ya deh Buruan. udah ngantuk nih.'' tukas Anggi dan mengakhiri panggilan teleponnya.
10 menit kemudian Anwar tiba di tempat Anggi menunggu kedatangannya. gadis itu berteriak histerius seperti biasa. Karena sangat merindukan sosok kakaknya.
'' lama banget sih sampainya, Kak.'' pekik Anggi seraya langsung memeluk sang kakak. Dia sangat rindu dan Anwar pun membalasnya dengan begitu erat.
sementara di dalam mobil Mika yang terbangun karena mendengar suara jeritan dari gadis yang sedang memeluk Anwar dibuat kaget hingga matanya melek sempurna.
'' kurang ajar, dasar pria buaya! suka banget sih dipeluk sama cewek lain,'' sungut Mika. dia selalu menggerutu karena tidak tahu siapa gadis yang saat ini berada dalam pelukan sang suami. karena Anggi menggunakan masker penutup kepala dan juga berkacamata hitam. lalu mereka pun masuk ke dalam mobil setelah selesai memasukkan barang-barang bawaan Anggi ke dalam bagasi.
Anggi duduk tepat di belakang kursi kemudi, Mika memasang wajah garang dan menatap tajam ke arah Anwar. Mika menatap wanita yang ada di belakang melalui kaca dia, merasa suara wanita itu seperti familiar tapi dia tidak mau menyapanya.
akhirnya Mika memutuskan untuk diam saja, tatapan matanya fokus ke depan menelusuri setiap Jalan aspal yang dilalui. Anwar dan Anggi sama-sama saling diam, karena sang adik benar-benar lelah dan Gadis itu pun tertidur lelap.
Anwar sengaja tidak memberitahu pada Mika tentang siapa yang saat ini ada di belakang mereka biar menjadi kejutan untuk sang istri jika nanti sudah tiba di rumah. setelah 20 menit perjalanan Mereka pun tiba di rumah.
Anwar membangunkan sang adik sementara Mika langsung keluar dari dalam mobil dan membanting pintunya dengan sangat keras. Mika sangat kesal Anwar hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah sang istri.
__ADS_1
Sepertinya dia sangat cemburu,
'' bangun bangun, woi. kita udah sampai.'' Anwar menepuk-nepuk pipi Anggi hingga Gadis itu pun bangun menggeliatkan tubuhnya yang terasa remuk redam.
'' Eh udah sampai ya Kak.'' Anggi pun keluar dan langsung menyelonong masuk tanpa a i u e o dia menuju ke dalam kamar pribadinya yang berada di lantai 2.
sementara Anwar sibuk mengeluarkan barang-barang yang ada di bagasi dibantu oleh dua asistennya.
''Bibi Tolong bawa masuk barang-barangnya ke dalam,ya,'' Titah Anwar pada bi Nunung dan juga Pak Cecep sebagai penjaga rumah tersebut.
'' baik Tuan, '' jawab keduanya serentak.
''Mas kamu itu maunya apa sih! sengaja ya?'' Cerocos Mika begitu Anwar tiba di dalam kamar.
'' Ya ampun sayang, kamu kenapa sih marah-marah Terus. Nanti cepat tua loh,'' ledek Anwar tapi malah membuat Mika semakin marah.
''Tunggu dulu Sayang, eits, sebaiknya kamu mandi dulu,Sayang biar seger. Pikiran juga lebih fresh oke!'' Anwar menuntun Mika menuju kamar mandi tanpa peduli omelan yang panjang lebar ngelantur ngalor ngidul.
Hanya butuh waktu 3 menit saja tubuh Mika sudah dibalut dengan handuk putih dan rambutnya ba*sah membuat Anwar sangat terkejut melihat sang istri yang mandinya lebih kilat dari bebek. Ingin rasanya Anwar kembali berkomentar tapi urung dia lakukan karena wajah Mika mengeluarkan aura yang terlihat sangat mendung.
Anwar tetap sengaja tidak memberitahu biar istrinya itu tahu sendiri saat menemui Anggi di lantai 2.
Mika memasang baju daster lalu keluar dari kamar,
'' di mana dia?'' seru Mika mencari sosok wanita yang tadi di jemputnya.
'' Dia ada di lantai 2 sayang, Ayo kita ke sana. Mas akan temanin kamu.'' ajak Anwar menggandeng tangan Mika menaiki satu persatu anak tangga hingga sampai di depan kamar Anggi.
__ADS_1
Anwar yang ingin mengetuk pintu kamar sudah di dahului oleh Mika yang langsung menyelonong masuk tanpa permisi. Saat sudah tiba di dalam kamar Mika menatap ke sekeliling karena kamar itu kosong. Tapi dia mendengar suara gemercik air di dalam kamar mandi.
Tak lama kemudian gadis yang dicarinya keluar dari dalam kamar mandi dan betapa terkejutnya Mika saat melihat sosok Anggi keluar dari kamar mandi.
Mika berteriak histeris dan berlari kencang menghampiri Anggi yang sedang ba*sah-bas*ahan.
" Anggi!" pekik mika yang langsung memeluk tubuh ba*sah anggi.
"ini serius kamu nggi, kok kamu nggak bilang , kapan kmu pulangnya? Kakak kangen banget sama kamu." Mika merangkull Anggi.
Sama halnya dengan Anggi yang kaget melihat Mika ada di rumah kakaknya dengan baju daster dan rambut gemvel karna belum di sisir.
"Nanti aku certain ya kak, tapi kok kakak bisa ada di sini," tanya anggi penasaran. Dia menatap Mika dari atas hingga bawah.
''Apa kakak habis kehujanan, apa di luar hujan lebat.'' Anggi membuka tirai jendela untuk memastikan cuaca di luar yang ternyata biasa saja dan malah terlihat cerah.
Mika jadi merasa malu dengan penampilannya yamg amburadul. Niat hati ingin menyerang wanita yamg berkedok teman itu. Tapi pada kenyataannya dia malah di pertemukan dengan adik sekaligus sahabat baginya.
''Aduh, buruan kamu ganti baju terus kita certa ya. Kakak pengen cerita banyak sama kamu.'' Ujar mika untuk menghilangkan rasa insecure nya. Anwar yang melihat keduanya saling melepas rindu memutuskan untuk turun ke bawah dan membiarkan dua wanita yang dia sayangi itu bersama.
Dia memilih menuju ke halaman belakang rumah untuk melihat ikan ikannya yang ada di dalam kolam. Pak cecep yang sedang memberi umpan ikan ke dalam kolam menyapa Anwar yang menghampirinya.
Mika dan anggi sudah turun ke bawah. Anggi menunggu Mika merapikan tampilannya yang semula acak kadul yang sudah mirip gembel itu.
Dua wanita itu kembali berpe lukan dengan di iringi tawa riang bersama. Anggi yang sudah sangat penasaran karena Mika berada di dalam kamar utama dan pakaiannya nampak lengkap. seperti sudah tinggal lama di rumah itu.
''Ayo kak, ceritakan semuanya apa yang sudah kakak lalui aku siap mendengarnya,'' titah anggi dengan antusias.
__ADS_1
Mika diam sejenak, dia bingung ingin bercerita dari mana mulanya.