
Bab 78
''Kamu suka tempatnya?'' tanya Aji saat mereka tiba di sebuah taman. Sore menjelang malam langit senja nampak bersinar memerah. sembari menikmati sunset di sebuah taman khusus bunga melati, Aji dan Mika duduk menghadap ke arah sungai terbesar di indonesia.
''Iya, aku baru tau tempat ini. Apa kamu sering ke sini?'' selidik Mika seraya menikmati suasana yang pas sesuai dengan moodnya.
''Baru pertama kali.'' ujar Aji.
Menu pesanan mereka berupa menu makanan seafood pun datang di antarkan oleh pramusaji. Keduanya mulai mencicipi menu terbaru dari dan andalan di tempat itu.
''Cobain deh, sayang. Ini enak banget,'' Aji menyodorkan sesuap makanan ke depan bibir Mika. Mika dengan malu-malu membuka mulutnya, lalu melahap dengan pelan suapan yang Aji berikan.
Tanpa mereka sadari, ternyata di sana ada sepasang mata yang menatap keromantisan mereka dengan tatapan menghunus. Tangannya mengepal kuat dan otaknya bekerja dengan cepat untuk melakukan sebuah tindakan.
''Ayo cicip yang ini lagi, ini juga enak.'' Aji kembali menyodorkan sesuap dan Mika melahapnya. Namun, karena rasanya lebih pedas membuat Mika tersedak.
Uhuk uhuk uhuk
Mika terbatuk dan mengibaskan wajahnya yang terasa panas karena menahan pedas. Air putih pun langsung ia teguk hingga habis. saking semangatnya Aji menyuapi Mika hingga ia lupa jika Mika tidak bisa makan makanan yang terlalu pedas.
''Maaf, sayang. Aku nggak sengaja, kamu nggak papa kan?'' tanya Aji dengan raut khawatir. Dia mengelus punggung Mika dengan lembut hingga Mika merasa rileks.
Setelah menyelesaikan makan sore mereka, Mika merasa ingin buang air. Dia pun ijin pada Aji untuk pergi ke toilet.
__ADS_1
''Aku mau ke toilet dulu, ya. Kamu tunggu aja di sini.'' pamit Mika pada Aji.
''Iya, jangan lama-lama ya, sayang.'' ujar Aji dengan manja. Rasanya ia tidak ingin jauh-jauh dari Mika dan selalu dekat.
Mika pun melenggang berjalan menuju ke toilet yang tersedia di restoran tersebut. Nuansa alam yang terasa sejuk memikat mata dan mendinginkan pikiran. Aroma bunga-bunga yang bermekaran pun membuat jalan pernapasan terasa nyaman.
Saat Mika keluar dari dalam toilet, lengan kekar seseorang menariknya dan membekap mulut Mika dengan sapu tangan. Hanya dalam hitungan detik, Mika sudah pingsan dan lunglai. Pria tersebut tersenyum licik lalu menggendong tubuh Mika ala bridal style.
Pria bermasker hitam itu memasukkan Mika ke dalam mobilnya dengan hati-hati. Dengan terburu-buru ia memacu mobilnya dengan kencang dan membawa Mika pergi jauh.
Setelah lumayan jauh dari lokasi restoran yang Mika kunjungi bersama Aji. Pria bermasker hitam itu membuka penutup mulutnya dan tersenyum bahagia. Di belainya pipi mulus Mika dengan begitu lembut. Ia masih terus memacu mobilnya melewati jalanan yang sepi dan setiap pinggir jalan banyak pohon-pohon mahoni. Kemana Mika akan di bawa oleh pria itu?
Setibanya di sebuah mantion mewah yang letaknya di tengah-tengah hutan yang elit, pria tersebut memasukkan mobilnya ke dalam garasi. Sekilas dari luar, rumah tersebut nampak seperti bangunan kosong tak terawat dan terkesan angker. Namun begitu masuk ke dalamnya, suasana bak istana kerajaan. Sungguh sangat mewah dan membuat mata bersinar terang karena ketakjubannya.
Tubuh Mika di baringkan di atas ranjang king size bersprei putih dan di posisikan senyaman mungkin.
''Sungguh sangat sulit sekali mendapatkan cinta darimu, sayang.'' lengan kekar itu kembali membelai wajah Mika yang nampak tenang dalam tidur pingsannya.
Suara rintik hujan mulai membasahi bumi, Aji yang merasa sudah sangat lama menunggu Mika ke toilet pun mencoba menyusulnya.
''Mi, kamu di mana?'' Aji memeriksa setiap bilik yang pintunya terbuka. Ia pun tak memperdulikan teguran dari wanita-wanita yang lain karena ia masuk begitu saja.
Aji menghubungi nomor Mika namun tidak di angkat. Aji kembali ke mejanya dan mendapati tas Mika ada di kursi yang tadi dia duduki.
__ADS_1
''Ya ampun, kamu kemana sayang,'' Aji sangat cemas memikirkan Mika yang tiba-tiba hilang tanpa sebab. Aji langsung segera mencari informasi di sana, namun sayang. Di tempat itu tidak ada kamera cctv sama sekali. Hingga Aji kesulitan mencari keberadaan Mika. Dia pun bertanya pada setiap orang yang berkunjung ke tempat itu. Meski tidak ramai, dan Aji berusaha menelusuri tempat itu seorang diri.
Arrggh
''Kemana kamu Mi, kenapa kamu menghilang begitu aja. Please jangan bikin aku khawatir seperti ini,'' racau Aji menelusuri setiap tempat yang mungkin bisa di kunjungi. Perasaan Aji sudah tidak karuan dan kacau. Dia pun menuju ke mobilnya dan melaju menyusuri jalanan yang mereka lalui tadi. Gelapnya malam diiringi hujan rintik yang dingin membuat jiwa Aji semakin kalut.
Sementara di sebuah rumah tipuan itu, pria yang selama ini mendamba cinta dari wanita yang ia nanti dan harapkan sedang mencumbunya dengan mesra.
Entah bius dengan dosis berapa ratus Cc yang di berikan pada Mika hingga wanita malang itu tidak juga sadarkan diri.
''Maaf ya sayang, aku terpaksa melakukan ini padamu. Setelah ini, kamu akan menjadi milikku seutuhnya.'' gumam pria yang tak lain adalah mantan bos Mika di toko baju.
Bibirnya yang basah mengecup dengan mesra puncak dada Mika yang terekspos dengan sempurna. Seluruh tubuh Mika ia jelajahi tanpa terlewat sedikit pun.
Jemarinya dengan lembut memainkan area sensitif Mika dan membuat pria itu mengerang sendiri. Hawa dingin di luar sana semakin membuat jiwa seorang Anwar semakin menggebu menikmati lembut dan mulusnya tubuh Mika.
Anwar mulai memasuki inti tubuh Mika dan menikmati setiap irama yang ia ciptakan sendiri. Hingga ia mendapatkan pelepasan pertama dan ambruk di atas tubuh Mika.
''Terima kasih, sayang. Aku akan bertanggungjawab atas semua yang aku lakukan. Aku mencintaimu, Mika Biola.'' Anwar mengecup bibir Mika dan **********. Lalu ia pindah ke samping Mika dan menyelimuti tubuh mereka dengan selimut. Hati pria tersebut sangat puas bisa menjalankan misinya dengan baik. Ia sangat yakin jika setelah ia bisa merenggut kehormatan Mika. Maka Mika bisa menjadi miliknya seutuhnya.
Tepat pukul lima pagi, Mika mulai membuka matanya dan menatap langit-langit ruangan yang terasa asing baginya.
''Di mana ini?'' Mika menatap tubuhnya yang di selimuti selimut tebal dan tanpa sehelai pakaian. Mika membelalakkan matanya begitu sadar dan menatap ke samping. Tubuhnya sontak terjingkat saking kagetnya karena seorang pria yang ia kenal tidur di sampingnya tanpa busana sama seperti dirinya.
__ADS_1
''Apa yang terjadi padaku?'' gumam Mika ketakutan.