Suami Rasa Musuh

Suami Rasa Musuh
Part 36


__ADS_3

Karena hasrat yang tak bisa tersalurkan, Aji langsung meraih ponselnya dan mengirim pesan pada Vivi. Karena ia melihat ke arah Mika yang sedang tertidur dengan pulas. Sebenarnya hatinya di liputi rasa kesal karena Mika yang menyebabkan sang panjul jadi on. Tetapi, dengan tidak tanggung jawabnya Mika membiarkannya begitu saja tanpa berniat membantu walau hanya urut mengurut. Yang ada malah di tinggal bobok cantik. Tanpa berpikir lebih lama lagi, Aji memilih meninggalkan Mika sendiri di tengah malam.


Dengan langkah perlahan Aji keluar dari kamar dan menutup pintu dengan sangat hati-hati. Ia pun sesekali menoleh ke belakang untuk memastikan bahwa istrinya tidak terbangun. Di rasa aman, Aji langsung masuk ke dalam mobilnya dan perlahan meninggalkan rumahnya menuju rumah Vivi.


Dalam perjalanan, Aji terus saja mengeluss si panjul yang sudah memberontak dari dalam sangkar. Ia pun memacu mobilnya lebih cepat dan tak lama kemudian, ia pun sampai di rumah yang akan menjadi pelampiasannya.


Saat sudah keluar dari mobilnya, Vivi sudah menyambutnya dengan wajah yang berbinar serta bergelayut manja dan senyum begitu menggoda. Membuat pertahanannya rontok seketika.


''Aku sudah tidak tahan sayang!!'' Aji berbisik di telinga Vivi. Suaranya terdengar sangat berat karena gejolak dalam dirinya yang harus segera di tuntaskan.


''Ayo! aku akan siap memuaskanmu, kapan pun kamu mau beibh!!'' sambut Vivi dengan suara erotisnya.


Langsung saja Aji dan Vivi berjalan berdampingan saling menautkan lengan di pinggang pasangannya. Lalu, mereka naik ke lantai atas di mana di sana terletak kamar Vivi. Setelah mereka masuk ke dalam dan mengunci pintu, Aji langsung saja merengkuh tubuh Vivi dan menyambar bibir seksi yang bergincu coklat itu dengan rakus.

__ADS_1


Walau begitu, Vivi dengan pasrah menerima dan membalas pagutan Aji yang tak kalah rakusnya. Seperti orang yang kehausan akan belaiann dan cumbuuan. Tanpa menunggu lebih lama, Aji langsung menanggalkan pakaiannya dan juga pakaian yang di kenakan Vivi. Kemudian ia melemparkan ke sembarang arah. Namun, bibir mereka tak ada yang saling melepas. Sungguh panjang sekali tarikan napas mereka.


Hingga keduanya sudah polos tanpa ada embel-embel yang melekat di body masing-masing. Aji langsung mendorong pelan tubuh Vivi ke kasur empuknya. Ia mulai mengabsen setiap lekuk tubuh Vivi dengan kecupan dan juga gigitan kecil. Tak lupa pula, ia memberikan hisapann pada leher Vivi sebagai tanda kuasanya atas diri Vivi malam ini.


Melihat sesuatu yang di miliki Vivi sudah sangat basahh, serta si panjul juga sudah tegak hormat siap memandu pembacaan teks proklamasi. Aji langsung menggesekkk gesekkan panjul di area sensitif Vivi yang begitu merekah.


Vivi yang sudah tidak tahan akhirnya mengeluarkan suara auman yang begitu erotiss dan menambah semangat Aji untuk segera mendeklarasikan teks pancasila.


''Ahhh.....masukinnn sayaanggg, kamu jangan lama-lama di luarr situ, kamu membuatku frustasi jika begitu saayanggh..'' desahh Vivi yang tak sabar lagi untuk segera di masukkin tiang milik Aji yang warnanya sudah sangat mengkilap bak pohon pinang yang di oles oli bekas.


''Ahhh...yeaa, lebih cepat sayanggg... ahh, aku ingin lebih dalamm...'' lenguhan Vivi yang begitu merdu membuat Aji memacu lebih cepat pinggangnya dan menusukk lebih dalam di lu bang hangat Vivi.


Hingga waktu satu jam acara tusuk menusuk bak mesin jahit yang sedang beroperasi di tengah malam yang panas itu akhirnya selesai. Tubuh keduanya ambruk dan nafas yang terengah. Senyum kepuasan pada keduanya terbit menghiasi wajah mereka yang masih di aliri keringat basi.

__ADS_1


''Thankyou so much, Vivi'' Aji mengecup kening Vivi dengan lembut dan hangat.


''Yeah..Aku akan memprioritaskan kepuasanmu sayang.'' Vivi memejamkan matanya menikmati lembutnya bibir Aji yang menyentuh keningnya.


'Tak apalah, nikmati saja dulu waktu yang ada. Urusan di rumah, nanti di urus belakangan saja. Yang penting puas dan tidak bikin sakit kepala.' Itu yang terpikir di benak Aji saat ia menjamah tubuh wanita di pelukannya.


Lalu keduanya tertidur sambil berpelukan karena sudah lelah bermain keringat. Mereka terlelap dalam keadaan yang membahagiakan.


-


-


-

__ADS_1


Aku butuh guru buat belajar menulis nganu nih. Siapa yang bersedia mengajari aku tunjuk tangan ya!!


__ADS_2