Suami Rasa Musuh

Suami Rasa Musuh
Bab 77


__ADS_3

Bab 77


Pertemuan tak sengaja


Vivi meraih sambungan interkom yang berbunyi di sampingnya. Lamunannya seketika buyar karena suara deringannya.


''Ya,'' sahut Vivi.


''Atur langsung jadwalnya,'' titah Vivi setelah mendengar berita di seberang telepon.


Vivi mencari beberapa dokumen yang ada dilemarinya dan menyiapkan beberapa bahan. Tak lama setelah itu, Bagas datang menghampirinya.


''Ini yang kita butuhkan besok siang,'' Bagas menyerahkan dua buah berkas penting yang di butuhkan untuk bertemu client besok siang.


''Kamu sudah atur jam tempatnya kan?'' sambung Vivi.


''Sudah, besok jam dua siang di restoran XZ.'' jawab Bagas.


Vivi mengangguk paham, usai membahas pekerjaan mereka pun kembali beraktifitas seperti semula.

__ADS_1


Selesai dari bekerja, Vivi berencana untuk belanja kebutuhan putri kecilnya Viona.


Saat sore hari jalanan sangat macet, namun Vivi terus melajukan mobilnya dengan sabar. Tujuannya ialah Mall terbesar di kotanya.


Saat memasuki halaman parkir Vivi tak sengaja melihat sosok Aji yang juga baru selesai memarkirkan mobilnya. Vivi menajamkan penglihatannya jika yang ia lihat tidak salah.


''Akhirnya, aku bisa ketemu juga sama kamu Aji.'' Gumam Vivi dan dengan semangat ia turun dari mobil untuk mengejar langkah Aji yang sudah mulai memasuki pusat perbelanjaan.


Vivi langsung memeluk tubuh Aji dari belakang dan mendekapnya dengan sangat erat seolah tak ingin kehilangan untuk yang kedua kalinya.


''Aji, aku kangen banget sama kamu.'' Vivi semakin mengeratkan pelukannya. Sementara orang yang di peluknya menggeliat tak nyaman dan berusaha melepaskan.


''Heh! Ngapain kamu peluk-peluk suami orang!'' maki wanita tersebut.


''Eh!'' Vivi mendongak dan menatap wajah pria yang ia kira adalah Aji.


''Maaf, saya salah orang.''


Dengan menahan malu Vivi langsung berlari meninggalkan orang tersebut.

__ADS_1


Sampailah Vivi di depan toilet dan ia melihat dengan jelas orang yang kini ada di hadapannya adalah Aji. Namun, di sampingnya ada seorang wanita yang di gandeng olehnya membuat wajah Vivi seketika langsung berubah masam.


Tanpa mengeluarkan suara sedikit pun mereka melewati Vivi begitu saja. Aji dan Mika menuju ke restoran untuk menikmati makan mereka.


Vivi mengepalkan tangannya dan ingin sekali mengejar mereka, tapi dia tidak ingin malu untuk ke dua kalinya di tempat yang sama.


tanpa sadar, Vivi melangkah mengikuti Mika dan Aji hingga sampai di restoran. Entah apa yang ada di fikirannya hingga ia lupa dengan tujuannya sendiri.


Dengan memegang sebuah buku menu, Vivi menutup wajahnya dan ikut memesan minuman. Matanya sesekali mengintip ke arah pasangan yang semula ia ikuti.


''Sayang, sebaiknya kita pindah tempat aja.'' bisik Aji pada Mika yang posisi duduknya membelakangi Vivi. Secara perlahan mereka berdua pindah ke tempat lain.


Saat Vivi mencobq untuk mengintip kembali, namun targetnya sudah menghilang entah kemana. Ia nampak kehilangan karena mencoba menoleh ke kanan dan kiri.


Brakk


Vivi menggebrak meja hingga membuat para pengunjung lain menatap sinis ke arahnya. Namun Vivi sudah tidak peduli lagi dengan tatapan serta cibiran orang yang ada di sana. Vivi langsung meninggalkan tempat tersebut hingga pas di pintu keluar ia di hadang oleh security karena belum membayar pesanan minumnya.


''Maaf, bu. Ibu belum bayar, jadi harap bayar dulu pesanan ibu baru boleh keluar.'' Security tersebut mengarahkan Vivi menuju ke meja kasir.

__ADS_1


__ADS_2