Suami Rasa Musuh

Suami Rasa Musuh
Bab 82


__ADS_3

Bab 82


Mengintai


Aji melajukan mobilnya mengikuti mobil yang tadi ia duga adalah mobil mantan dari bos Mika sewaktu bekerja di toko.


Saat mobil yang ia buntuti memasuki kawasan seperti rumah kosong, Aji menghentikan mobilnya dari jauh. Matanya terus awas mengamati bangunan tersebut. Namun, ia tidak bisa mendapatkan hasil yang banyak karena rumah tersebut berpagar tinggi dan tidak nampak apa-apa.


Setidaknya Aji pulang dengan harapan. Ia pun langsung memberi informasi tempat yang ia curigai tersebut pada polisi. Ia serahkan semua pada pihak yang berwajib agar aman.


***


Anwar memasuki mention sembari menatap ponselnya untuk mengawasi cctv. Nampak dengan jelas jika ada seseorang yang mengikuti dirinya. Ia tidak tahu siapa itu dan akan waspada jika itu adalah orang yang akan menyelamatkan Mika.


Anwar segera menemui Mika dan menyiapkan makanan. Wanita tawanannya itu sulit sekali untuk di suruh makan. Sudah dua hari Mika tidak mau mengisi perutnya membuat Anwar geram. Namun, ia tidak ingin melukai fisik wanita itu dan hanya membiarkan saja.


Hari ini juga, Anwar akan membawa Mika ke luar kota untuk mendatangi kediaman rumah orang tua Mika yang lumayan jauh.


Pria berbaju hitam itu menatap Mika yang wajahnya nampak pucat dan matanya terlihat cekung seperti tengkorak hidup membuat hatinya teriris. Akan tetapi, niatnya untuk menikahi Mika tidak pernah punah.


Anwar berlutut di hadapan Mika yang menunduk dan terpejam, di belainya dengan lembut wajah Mika yang terlihat sangat tersiksa dengan keadaannya saat ini.

__ADS_1


Saat sentuhan lembut dari jemari Anwar mendarat di pipinya, Mika membuka matanya secara perlahan. Tatapannyq nampak sendu membuat Anwar semakin tidak tega.


Dengan penuh perhatian dan lembut, Anwar melepaskan semua tali yang sejak kemarin iq lilitkan di tubuh Mika.


Secara perlahan, Anwar membawa Mika ke atas ranjang dan mulai mengambil makanan yang tadi sudah ia siapkan.


"Mi, kamu makan, ya." pinta Anwar dengan pelan. Tak tega rasanyq melihat Mika lemah dan tak berdaya seperti saat ini.


Mika hanya menggeleng lemah, tubuhnya pun terasa sangat lemah dan bergetar. Anwar pun berfikir dengan keras untuk mencari cara agar Mika mau mengisi perutnya yang terus berdendang dan terdengar jelas di telinga Anwar.


"Mi, ayolah isi perutmu itu, cacing yang ada di dalam sana sudah pada konser." jelas Anwar.


"Hueek!"


Mika mengeluarkan makanan yang tadi di suapkan oleh Anwar.


"Aku akan mengulangnya dengan cara yang sama hingga kamu mau menurut sayang." tukas Anwar dan memasukkan kembali sesuap makanan ke dalam mulutnya. Dengan gerakan yang cepat, Mika membekap mulutnya sendiri menolak tindakan Anwar.


Namun, Anwar menekan kuat tengkuk Mika dan kembali mengulang cara yang sama. Hal yang terjadi pun menjadi sama, Mika kembali memuntahkan makanan tersebut ke lantai dan tubuhnya benar-benar lemah sekarang. Rasanya untuk mengucapkan sebuah kata saja sudah sulit.


Tak puas Anwar melihat Mika yang memuntahkan kembali makanannya, Anwar kembali mengulang untuk yang ke tiga kalinya dan meraih kembali tengkuk Mika. Bibirnya ia tahan hingga lama agar Mika tidak memuntahkan kembali apa yang sudah ia pindahkan dari mulutnya.

__ADS_1


Cukup lama Anwar membiarkan mulut mereka menyatu dan mendorong makanan itu dengan lidahnya. Mika yang sudah tidak tahan pun dengan terpaksa menelan makanan itu ke dalam perut.


"Hah hah hah," Mika terengah karena hampir kehabisan napas. Melihat usahanya sedikit berhasil, Anwar tersenyum tipis. Ia mengulum bibirnya dan meraih segelas air putih dan memberikannya pada Mika.


Pada akhirnya, Mika mau makan dan menghabiskan makanan tersebut membuat Anwar mengembangkan senyum lebarnya.


Segelas susu yang sudah anwar buatkan untuk Mika pun di paksa untuk di minum hingga tetes terakhir.


Mika merasakan perutnya begitu penuh, "aku sudah sangat kenyang mas, jangan kamu paksa lagi!" ujar Mika dengan sinis.


"Baiklah," Anwar memindahkan piring itu ke nakas dan mengusap lembut bibir Mika yang terdapat sisa makanan yang nempel di sudut bibir.


"Istirahatlah, susu ini sangat bagus untukmu. Aku pastikan jika kamu terbangun nanti tubuh mu akan terasa lebih segar." Anwar menarik selimut dan menutup tubuh Mika hingga ke bagian dada. Di kecupnya dengan sayang kening Mika layaknya seperti istrinya sendiri.


Mika mendengus dan menghapus jejak bibir Anwar yang tertinggal di keningnya dengan kasar. Anwar yang menyaksikan itu hanya bisa menggeleng kepala saja.


"Istirhatlah. Nanti kamu akan melakukan perjalanan yang jauh." titah Anwar membuat Mika yang sudah hampir memejamkan mata jadi tertunda karena mendengar ucapan Anwar.


seolah tatapan yang di layangkan oleh Mika pada Anwar untuk menuntut penjelasan yang rinci, Anwar pun membuka suara.


"Kamu tenang saja, sayang. Aku bisa jamin jika kamu akan merasa sangat bahagia dan kamu akan mengucapkan kata terimakasih sama aku," ungkap Anwar dan mendapatkan tatapan malas dari Mkka.

__ADS_1


__ADS_2