
Bab 118
Mencoba mendekati
''Taruh saja di situ, Rin.'' titah Anwar tanpa menoleh dia terus menatap layar laptopnya yang menyala.
''Baik pak,'' Rina meletakkan berkasnya di sisi Anwar. Dia memperhatikan pak bosnya yang mulai membaca beberapa dokumen penting.
''Apa bapak sudah sarapan?'' tanya Rina.
''Sudah,'' jawab Anwar dengan singkat.
''Oh ya, tadi saya buat kue kebanyakan pak, sudah saya bagi-bagi sama teman yang lain. Dan saya sudah menyiapkan khusus untuk bapak, saya ambil sebentar,'' ujar Rina segera keluar mengambil kotak kue yang dia siapkan khusus untuk Anwar. Padahal juga dia tidak membuat banyak, dia hanya membuat khusus untuk sang bos sebagai langkah awal untuk bisa lebih dekat dengan orang yang dia sukai itu.
''Ini, pak. Semoga bapak suka dengan rasanya, ya,'' ucap Rina pelan. Dia meletakkan kotak kue itu di samping meja Anwar. Pria itu tidak menoleh barang satu detik pun dia tidak perduli apa yang akan Rina lakukan. Yang penting dia memberi tugas pada gadis itu dan di jalankan dengan benar.
''Air minum saya mana, Rin? Kok belum di siapkan.'' ucap Anwar saat Rina hampir keluar dari ruangannya.
''Oh iya, sebentar ya pak saya ambilkan sebentar,'' sahut Rina. Dia sebenarnya sengaja belum menyiapkan itu. Karena dia ingin dekat dengan pria bercambang tipis yang selalu membuat malamnya berfantasi luar biasa.
''Ini, pak. Maaf, tadi saya lupa.'' Rina meletakkan air di meja di samping kotak kue miliknya. Rina membuka kotak tersebut dan aroma kue coklat vanila menguar dari sana. Aroma itu sangat mengggodda. Anwar meliriknya sekilas dan meraih air minum yang di siapkan untuknya.
''Silahkan di cicip pak, apa rasanya enak atau tidak. Karena ini pertama kali sata bikin jenis ini,'' pinta Rina pelan.
''Nanti saja, saya masih kenyang,'' jawab Anwar.
Rina menunduk kecewa karena jerih payahnya tak di hargai. Bosnya secara langaung telah menolak. Tapi dia tidak akan kehabisan akal untuk bisa mendekatinya. Meski cara yang di lakukan oleh Rina biasa saja. Dia akan berjuang untuk menarik perhatian pria itu.
__ADS_1
Rina membiarkan kuenya terbuka dan tampilannya benar-benar minta di lahap. Rina keluar kembali bekerja seperti biasa.
Saat siang hari, Anwar menelepon sang istri menanyakan wanitanya itu.
Iya Mas, ini masih lama, mas sudah makan siang?
Tanya Mika di seberang telepon.
Mas belum makan siang, masi ingin memakanmu, canda Anwar membuat Mika tersipu. Sudah satu minggu mereka tidak berolah raga. Anwar masih menahannya karena ingin istrinya itu mengumpulkan tenaga dan nanti lebih bisa memenuhi permintaanya.
Anwar mengulurkan tangannya untuk meregangkan otot dan pinggangnya. Pria itu pun keluar sebentaye untuk mengecek para staffnya yang sebagian sedang beristirahat.
Tampak Rina baru saja pulang dari membeli dua bingkus makanan menghampirinya.
''Bapak mau makan siang?'' tanya Rina dan Anwar mengangguk pelan.
''Ini pak, saya sudah beli dua nasi rendang, yang pernah bapak beli waktu itu,'' ujar Rina. Anwar pernah membeli nasi tersebut dan memberi komentar rasanya yang enak. Lokasinya tidak jauh dari tempat kerja.
''Biar saya siapkan piringnya ya pak,'' Rina nampak berbinar senang. Karena Anwar menerima pemberiannya.
''Terima kasih atas perhatian mu Rin. Tapi saya hari ini ingin pulang dan makan di rumah, istri saya sudah memasak,'' ucap Anwar membuat Rina langsung lesu.
Anwar menyerahkan bungkusan itu pada Rina dan menyuruhnya untuk makan bersama teman yang lain saja.
Silvi yang kebetulan baru keluar dari gudang di lantai dua melihat raut kesedihan di wajah temannya itu.
''Kamu kenapa sedih gitu mbak?'' sapa Silvi yang melihat kepergian Anwar.
__ADS_1
''Nih, buat kamu, makan!'' Rina menaruh bungkusan itu dengan kasar ke tangan Silvi.
Silvi yang paham pun langsung berlari mengejar Rina dan membujuknya agar tidak berkecil hati atau pun sedih karena baru memulai sudah di tolak.
''Mbak, yuk ini kita makan bareng. Harganya mahal loh, nggak baik di sia-siakan. Hasil keringatmu tidak boleh di abaikan,'' ujar Silvi yang mulai membuka bungkusan tersebut. Mereka tengah duduk di samping bangunan yang ada gazebonya. Memang toko milik Anwar ini menyediakan tempat khusus untuk bersantai. Pengunjung pun bisa menikmati pemandangan taman kecil di luar menghadap ke kolam kecil.
''Mbak butuh tenaga biar bisa berhasil deketin pak bos. Pelan-pelan aja, jangan langsung semua tindakan mbak ambil, lakukan saja apa yang di perintah. di selipin sama perhatian kecil mbak,'' nasehat Sivi memberi masukan pada Rina.
Rina yang semula tak bersemangat kini dia menjadi punya semangat. ''benar juga yang kamu bilang, Sil.'' dua gadis itu menikmati makan siang bersama hingga waktu istirahat habis dan mereka kembali melakukan rutinitas mereka.
Anwar menysul sang istri saat hari sudah sore di pusat kecantikan, dua wanita itu baru saja keluar dari memanjakan diri. Setelah membeli beberapa keperluan mereka pulang beriringan.
''Ini mas, aku buatkan kopi pakai krimer,'' ucap Mika menyodorkan secangkir kopi di ruang tengah.
''Makasih sayang.'' Anwar mengecp pipi sang istri sekilas. Perlakuan manis dari Anwar membuat Mika tersipu dan wajahnya merona.
Hal-hal kecil yang dia lakukan untuk suaminya selalu di puji dan tak pernah lupa pria itu mengucapkan terima kasih di sertai dengan kecuhphan manis.
Mika dan Anwar bersantai di ruangan tersebut sambil menonton drama yang sedang populer di bulan ini. Tawa riang terdengar dari keduanya.
Sementara Anggi di dalam kamar sedang asik berselancar di dunia maya. Dia sedang menstalking akun kakak iparnya itu. Siapa tahu dia bisa menemukan cowok tampan dan baik hati yang bisa dia jadikan pasangan hidup.
Lucu memang, tapi karena dia memang suka berselancar dengan dunia itu Anggi senang menjalaninya. Hari ini kontennya sudah selesai di edit dan berhasil di upload ke yutub. Folowernya yang sudah jutaan dan setia mengikuti kegiatan apa pun yang Anggi tonjolkan.
Anggi membuka akun media sosial milik Mika dan melihat foto-foto masa Mika di bangku kuliah, di sana ada Aji dan juga Bagas. Foto-foto itu berbagai macam pose unik dan jail.
Ada juga foto Vivi terselip di sana meski waktu itu Mika belum mengenalnya. Karena foto itu tag dari Aji akun yang saling bertautan. Mika memang jarang membuka akun mendsosnya karena menurutnya tidak terlalu penting.
__ADS_1
Masih banyak foto-foto kebersamaan Mika dan Aji di sana, tapi tidak ada foto anwar di akun tersebut. Jiwa kepo Anggi meronta, tapi dia tidak akan langsung bertanya. Akan di lakukam tahapan-tahapannya.
Tertera dengan jelas tanggal dan juga tahun di setiap laman foto yang sudah sangat lama itu. Anggi tersenyum saat menemukan foto cowok yang sedang jongkok menghadap ke kolam. Dia tidak tahu namanya tapi dia menyukainya.