
''Aku memutuskan untuk menuruti permintaan mu, Vi. Kita akan menikah secepatnya, tetapi aku ingin kita menikah di tempat lain'' ucap Aji memberi keputusan. Dalam fikirannya, pasti Mika baru bisa hamil setahun kemudian.
''Akh, aku senang mendengarnya sayang!!'' Vivi langsung memeouk erat tubuh Aji. Tetapi, Aji merasa sangat berdosa atas apa yang baru saja ia ucapkan. Pasti Mika akan marah besar jika semua ini terungkap. Tapi, demi nama baik ia memilih jalan ini.
''Kita berangkat besok lusa bagaimana?'' tanya Vivi seraya melepaskan pelukannya.
''Ya, terserah kamu'' jawab Aji.
Vivi kembali memeluk Aji dan bergelayut manja, Aji hanya membiarkan saja atas perlakuan Vivi terhadap dirinya.
''Aku mencintaimu, Ji'' ucap Vivi. Namun, Aji tak ingin menanggapi. Dalam benaknya, ia hanya menanamkan rasa tanggung jawab dan tidak akan jatuh cinta pada Vivi. Karena cintanya hanya milik Mika istrinya.
''Aku akan siapkan semua keperluan kita besok, dan aku akan menjadikan kamu direktur di sini. Kamu mau kan sayang?'' ucap Vivi yang membuat Aji kaget.
''Apa kamu bilang, Vi, mau angkat aku jadi direktur? kamu tidak sedang bermimpikan. Kamu sadar dengan ucapanmu itu?'' cecar Aji.
''Aku sadar, Aji, sangat sadar. Aku akan memberikan segalanya untukmu asalkan kamu membahagiakan aku'' ucap Vivi dengan manja.
Tiba-tiba saja Aji merasa tersihir akan tawaran Vivi yang di janjikan untuknya. Itu artinya, hidupnya akan menjadi lebih baik. Dan ia bisa membeli apapun yang ia inginkan. Tanpa sadar, ia tersenyum bangga pada dirinya sendiri.
Ingatannya kembali pada dirinya di masa kuliah dulu. Dimana ada dirinya, di situ lah ada Vivi. Vivi selalu siap sedia membantu apa saja tanpa memikirkan apapun. Vivi yang dulu di beri amanah sang kakek untuk mengurus pabriknya dan kini menjadi hak milik dirinya.
''Makasih, Vivi, aku baru sadar. kamu dari dulu sangat baik padaku. Maaf!. Tapi, untuk saat ini aku masih sangat mencintai Mika'' ujar Aji. Dan ucapannya barusan, membuat Vivi mengerucutkan bibirnya. Aji yang melihat reaksi Vivi menjadi gemas. Karena pasalnya dulu, hubungan pertemanan mereka sangat dekat di jaman kuliah dulu. Aji yang suka usil, kini ia menjumput bibir Vivi yang mengkerucut seperti silit ayam. Umbit-umbit. (Maaf pakai bahasa jawa. Aku nggak tau bahasa indonesianya manyun yang sambil menggerakkan bibirnya itu apa bahasanya)
''Bibir kamu ini, tolong di kondisikan. Nanti bahaya'' ucap Aji sambil menekan bibir Vivi dengan jarinya.
''Kamu harus belajar mencintai aku juga dong. Kan aku calon istri kamu'' masih dengan nada manja Vivi berucap.
''Aku tidak bisa janji, aku akan kembali keruanganku'' Aji beranjak dari kursinya dan menekan langkahnya.
Vivi langsung ikut berdiri dengan dan merangkum wajah Aji, lalu ia melumet bibir Aji sekilas. ''Selamat bekerja sayang, besok setelah kita menikah, aku akan meresmikan jabatanmu yang baru'' lanjut Vivi.
Aji yang mendapatkan lumetan dari bibir Vivi yang terasa manis, membuat aliran darahnya menghangat. Namun, dengan segera ia melanjutkan langkahnya.
__ADS_1
''Sampai nanti!'' ucap Aji dan langsung membuka pintu, lalu ia menuju ruangan miliknya.
Vivi merasa sangat puas dengan pencapaiannya saat ini, ia sudah berhasil menguasai Aji. Dengan harta yang ia miliki saat ini, ternyata memudahkan langkahnya. Dan ia akan memastikan, Aji pasti bisa menjadi miliknya seutuhnya.
**
Mika sedang mengunjungi toko baju tempatnya saat masih bekerja, ia menemui Meisya di tempat biasa mereka makan siang. Mereka sedang makan bersama di warung langganannya.
''Gimana yang gue saranin kemarin, Mei? udah lu laksana'in?'' tanya Mika di sela-sela makan mereka yang hampir selesai.
''Udah, dan gue udah introgasi dia'' jawab Meisya.
''Terus? apa hasilnya''
''Dia bilang, lagi proses'' sahut Meisya dengan lemah.
''Proses apa, Mei, lu nggak tanya??''
Meisya hanya menggeleng lemah. Dan mengakhiri acara makannya. Mika pun menyudahi makannya dan menyuruh Meisya agar segera kembali bekerja, karena terlihat mobil pak Anwar memasuki pelataran toko.
''Gue masuk dulu ya, Mi. Lu mau pulang atau mau kemana?'' tanya Meisya sambil keluar dari warung.
''Gue mau ke mall TCW aja, biar nggak bosen di rumah. Ya udah, tu ojol gue udah sampai'' tunjuk Mika pada kang ojek yang berhenti tak jauh dari hadapan mereka.
''Oke, hati-hati ya'' Meisya melambaikan tangannya hingga Mika berlalu.
Beberapa menit kemudian, Mika sampai di tempat tujuan. Setelah membayar ongkos, ia langsung masuk ke dalam ruangan yang dingin dan tak terlalu ramai. Tujuannya langsung ke lantai atas. Ia akan cuci mata untuk mencari barang yang siapa tahu ada diskonan.
Saat Mika hendak menapakkan kakinya di eskalator, tiba-tiba ada seseorang yang menyenggol lengannya.
''Maaf kak, saya tidak sengaja'' ucap gadis tersebut.
''Oh, ia enggak apa-apa'' balas Mika.
__ADS_1
Mereka menapakkan kakinya ke eskalator dan naik ke lantai atas.
'' Sendirian aja ya kak?'' tanya gadis tersebut dengan ramah.
''Iya'' jawab Mika dengan singkat. Dan tujuan mereka pun sama.Yaitu menuju ke stand sepatu dan sandal.
''Loh, kakak kesini juga, kebetulan aku juga sendirian. Oh ya, kenalin'' gadis tersebut mengulurkan tangannya. ''Nama saya Anggi kak'' gadis tersebut menyebutkan namanya.
Mika pun menyambut uluran tangan gadis tersebut dan juga menyebutkan namnya.
''Mika''
''Senang berkenalan dengan kakak''
Anggi yang merasa nyaman berbicara dengan Mika, akhirnya mengakrabkan diri. Mereka terus mengobrol ngalor ngidul sambil memilih ukuran sandal yang akan di beli.
Anggi bercerita bahwa ia baru saja tiba di kota tersebut. Dan ia ternyata adalah adik kandung Anwar. Mika tak menyangka, ternyata dunia itu sempit. Setelah mereka lelah mencari dan mencari yang tak pada akhirnya tak ada yang cocok. Mereka memutuskan untuk mencari tempat untuk menikmati minum. Mereka masih terus saja mengobrol hingga minuman pesanan mereka datang.
''Kakak kenapa tidak bekerja lagi di tempat kak Anwar, sayang banget loh kak. Dari pada kakak bosen di rumah terus'' ujar Anggi.
''Sudah ada rencana sih, tapi, kakak masih bingung'' sahut Mika.
''Oh, kak Anwar itu baik loh orangnya kak. Kakak kan juga udah kenal lama kan? percaya deh sama aku'' jawab Anggi dengan penuh keyakinan.
''Makasih ya udah nemenin aku'' ucap Mika.
''Aku dong yang harusnya makasih, karena aku di sini enggak ada temen. Punya sepupu tapi sibuk dengan pekerjaannya, jadi aku jalan sendirian deh'' jawab Anggi yang merasa senang mendapat teman baru.
Hingga hari berubah menjadi sore mereka masih mengobrol. Pada akhirnya kehabisan bahan obrolan, dan memutuskan untuk pulang.
''Hati-hati ya kak Mika'' ucap Anggi, mereka berpisah di depan halaman mall tersebut.
Saat Anggi hendak masuk ke dalam mobilnya, ia melihat wanita yang turun dari mobil sebelahnya. Dan ia sangat yakin bahwa itu adalah sepupunya.
__ADS_1
''Kak Vivi'' panggil Anggi ke seseorang di depannya.