
Eve merasa begitu bahagia namun juga begitu takut saat Sean menjodohkannya dengan Ax, pria yang sangat ia cintai.
Eve takut kalau Ax akan menolaknya, bahkan Eve takut Ax akan membencinya.
Tapi pria itu juga yang sudah mengambil mahkota berharga miliknya. Jadi bukankah memang sudah sepantasnya Ax menikahinya?. Eve terus saja bergelut dengan hatinya.
Berbeda dengan Ax, bukan ini yang Ax inginkan. Ax ingin menikah dengan Eve, gadis yang ia cintai. Tapi Ax tidak pernah tahu di mana Eve saat ini. Ia juga mengingat bahwa mereka telah melakukan hubungan terlarang. Dalam hati Ax terus saja meminta maaf kepada Eve.
***
"Bagaimana Tuan Bryan, apakah Anda bersedia menikahkan putramu dengan adikku?" Tanya Sean yang kini berada di perusahaan miliknya.
"Baiklah Tuan Sean, putraku sudah menyetujui lamaran Anda. Tapi alangkah lebih baik jika kita pertemukan dulu adik Anda dengan putra ku agar mereka bisa saling mengenal?" Papar Bryan kepada Sean.
Namun Sean menolaknya. Sebenarnya ia sendiri juga takut bila Bryan melihat bahwa Eve lah yang akan di jodohkan dengan putranya, maka ia akan menolaknya dengan alasan Eve adalah putrinya.
"Saya menolaknya Tuan. Karena saya sudah mempersiapkan pesta pernikahan mereka, dan lusa mereka akan menikah," tegas Sean membuat Bryan terperanjat.
"Maaf Tuan Sean, apakah pernikahan ini tidak terlalu cepat?" Tanya Bryan. Ia tidak menyangka bahwa Sean akan menikahkan adiknya dan putranya dengan segera.
"Tentu saja tidak, karena lebih cepat, lebih baik," tandas Sean membuat Bryan terdiam. Ia memikirkan apakah Ax akan menyetujuinya nanti.
Dua hari berlalu
Kini keluarga besar Bryan berada di AS untuk melaksanakan pernikahan putranya dan adik dari Tuan Sean. Sean ingin acara pernikahan itu di gelar di sana dan menjadi pesta pernikahan termegah di negara tersebut.
Banyak tamu undangan yang berdatangan untuk menghadiri pesta pernikahan tersebut. Bahkan banyak aktor dan aktris Hollywood yang turut hadir di sana.
Tak ayal banyak awak media yang menyiarkan acara pernikahan termegah itu.
Dan kini Ax telah resmi memperistri adik dari pemilik perusahaan terbesar di dunia.
Ax belum melihat pengantinnya, karena Sean telah menyuruhnya untuk menunggu di altar. Sean mengatakan bahwa dirinya sendiri yang akan menyerahkan adiknya kepada Ax di altar nanti.
__ADS_1
Bryan dan Aya berharap Ax akan bahagia dengan pernikahan ini. Sementara Bintang saat ini merasa bingung mencari di mana keberadaan Divya yang beberapa saat lalu tiba-tiba saja menghilang, mungkin gadis itu tersesat, pikir Bintang.
Ia pun perlahan berjalan menjauhi keluarganya dan mencari di mana saudaranya itu.
"Menyusahkan saja," gumam Bintang seraya berjalan mencari di mana Divya berada.
Sementara di sisi lain, Eve terlihat nampak begitu cantik dengan balutan busana bak putri raja. Namun Ia mengenakan penutup kepala saat Sean membawanya untuk mengantarnya ke altar.
Jadi wajah Eve masih menjadi tanda tanya besar bagi semua orang yang ada di dalam pesta pernikahan tersebut, termasuk Ax.
Semua orang berdiri saat melihat Sean membawa mempelai wanita yang masih membuat semua orang begitu penasaran tersebut.
Hampir semua orang disana berbisik membicarakan bagaimana rupa dari pengantin wanita tersebut.
Sedangkan Ax pun menatap datar ke arah Sean yang berjalan ke arahnya dengan membawa gadis yang kini sudah berstatus sebagai istrinya.
Sejenak Ax menghembuskan nafasnya untuk mengusir segala kerisauan yang mulai menggerogoti hatinya.
"Seharusnya Eve yang menjadi istri ku sekarang," batin Ax seraya menatap Sean dan istrinya yang mulai mendekat ke arahnya.
"Aku akan menyerahkan adikku kepadamu. Dan sebaiknya Kau memberikan begitu banyak kebahagiaan untuknya atau kalau tidak Kau akan tahu akibatnya nanti, adik ipar," ucap Sean dengan sedikit ancaman.
Ax hanya mengangguk dan berkata, "baiklah."
Sean memberikan tangan Eve kepada Ax, dan menyerahkannya untuk bersama pria yang kini sudah menjadi suaminya.
"Aku sudah menepati janjiku untuk menikahkan kalian dengan adat dari keluarga mu. Dan sekarang Kau juga harus melakukan adat dari keluarga kami bahwa Kau harus mencium istri mu di depan kita semua," ucap Sean.
Ax sangat keberatan dengan semua itu, tapi Sean memang telah menuruti semua keinginan keluarganya dengan menikahkan dirinya dengan adat dari Indonesia.
Mau tidak mau Ax pun menyetujuinya. Dengan berat hati Ax pun mulai mendekatkan dirinya kepada istrinya dan perlahan menyingkap penutup kepala sang pengantin wanita.
Ax mengerutkan keningnya saat melihat pengantinnya menundukkan kepalanya. Hingga tangannya pun mengulur menyentuh dagu Eve dan membuatnya mendongak menatapnya.
__ADS_1
Ax seakan terpaku saat melihat wajah sang pengantinnya.
"Apakah mata ku mulai berhalusinasi karena terlalu menginginkan Eve yang menjadi pengantinnya?" Ucap Ax dalam hati.
Sementara Eve merasa takut kalau Ax tidak akan menerima dirinya sebagai pengantinnya. Ia terus menatap Ax yang kini masih terkejut dan terpaku.
"Apa yang Kau lakukan?!, Ayo tunggu apa lagi. Kami menunggumu mencium sang pengantin wanita!" Desak Sean.
Hingga membuat Ax tersadar. Ia pun mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Eve. Namun sebelum mencium bibir istrinya, Ax ingin memastikan apakah istri di depannya itu apakah Eve atau bukan.
Ax membisikkan kata-kata di dekat telinga Eve.
"Apakah Kau benar-benar Eve?" tanya Ax memastikan. Ia tidak yakin karena ia tahu kalau nama istrinya bukan Eve melainkan Ashy.
Eve sedikit menganggukkan kepalanya dan menatap mata Ax. Dalam hatinya ia masih begitu khawatir kalau Ax akan menolak pernikahan ini. Hingga membuatnya kembali menundukkan wajahnya.
Melihat anggukkan kepala Eve membuat senyum merekah di bibir Ax. Lalu dengan gerakan cepat ia kembali menarik dagu Eve dan membenamkan sebuah ciuman di bibir merah istrinya.
Melihat hal itu, Sean tersenyum dan bertepuk tangan. Kini ia telah menyerahkan adiknya kepada seorang pria yang akan melindunginya.
Sementara orang-orang yang melihatnya pun juga bertepuk tangan melihat pasangan pengantin yang tengah berciuman itu.
"Sayang, apa mataku ini salah?. Pengantin wanita itu kenapa terlihat seperti Eve?" Aya bertanya kepada Bryan yang kini juga menyadari hal yang sama.
"Kita akan mengetahuinya nanti sayang."
Ax masih mencium Eve yang memejamkan matanya merasakan sebuah ciuman yang membuatnya begitu nyaman. Entah berapa lama mereka berciuman, hingga membuat para tamu pun terus bersorak karena merasa cemburu melihat pasangan tersebut.
Hingga perlahan Ax mulai melepaskan tautan bibirnya dari bibir Eve. Ax mengusap lembut sudut bibir Eve yang basah karena ciumannya.
Ax tidak berkata apa-apa, ia pun menggenggam tangan Eve dan tersenyum menatap semua tamu undangan yang begitu riuhnya.
"Aku titipkan adikku untuk mu, semoga kalian bahagia," ucap Sean dan membalikkan badannya berjalan meninggalkan kedua pengantin tersebut.
__ADS_1
Ax benar-benar merasa sangat bahagia, namun ia mengerutkan keningnya karena merasa bingung. Sean mengatakan Eve adalah adiknya, Lalu bukankah dia juga kakaknya?.
***