Suamiku Arogan

Suamiku Arogan
Extra part 2


__ADS_3

Orang bilang melakukan enak-enak adalah hal ternikmat bagi pasangan suami istri. Namun yang Divya rasakan saat ini adalah sakit yang sangat sakit. Tidak ada rasa nikmat seperti yang orang-orang katakan.


Divya hanya mendesis kesakitan. Entah berapa kali kuku-kuku Divya yang menancap di punggung suaminya untuk menekan rasa sakitnya.


"Ssst sakit sekali," ringis Divya.


"Maafkan Aku sayang. Tahanlah sebentar lagi. Nanti pasti tidak akan sakit lagi," bisik Sean.


Sementara Divya tak menjawabnya. Ia hanya mengumpat dalam hatinya. Perkataan suaminya tak terbukti. Nyatanya yang ia rasakan malah semakin ngilu.


Saat junior dibawah sana telah masuk dengan sempurna. Sean mulai menggerakkan tubuhnya maju mundur dengan perlahan.


Awalnya Divya merasa begitu sakit di bawah sana. Namun lama-lama rasa yang awalnya begitu sakit, kini berganti dengan sebuah rasa nikmat yang luar biasa.


Divya pun mencabut umpatan-umpatan dalam hatinya. Kini ia baru merasakan apa yang orang-orang katakan. Sungguh rasa nikmat yang tak dapat di ungkapkan dengan kata-kata.


Divya hanya menikmati permainan dari suaminya. Ia bagaikan bayangan yang mengikuti kemana suaminya mengombang ambingkan tubuhnya.


"Ahhh... Eum... Sean...," de..sah Divya. Bibirnya terus saja me..ra..caukan nama suaminya.


Sementara Sean merasa puas melihat istrinya yang begitu menikmati permainan yang ia ciptakan.


"Di, ahhh...."


Sean terus saja memompa milik istrinya dengan ritme yang begitu cepat.


Divya merasakan begitu hampir gila merasakan sebuah kenikmatan yang tiada pernah ia rasakan. Rasanya sungguh sangat nikmat.


Seolah raganya hampir terlepas dari tempatnya. Ia terus mengikuti kemana suaminya membawanya. Tubuhnya terombang-ambing. Peluh terus saja bercucuran dari tubuh keduanya.


Hingga hantaman kenikmatan yang membuat Divya melayang pun hampir tercapai.


Semakin cepat Sean memompa tubuhnya, semakin terasa pula ledakan kenikmatan yang tiada tara.


"Ahhh... Sean... Aku...mau...aaaahhhh...." Divya rasanya sudah tak dapat lagi menahan ledakan miliknya.


"Tunggu sayang... Bersama.... Ahhh... Di...."


Sean semakin mempercepat ritmenya.


"Seaaaaannn...."


"Divya...."


Keduanya saling menyebutkan nama masing-masing saat ledakan kenikmatan itu mendera keduanya.


Sean segera membaringkan tubuhnya di samping Divya. Membawa tubuh istrinya masuk kedalam pelukannya dan tertidur dalam satu selimut yang sama.


"Terimakasih sayang, Aku mencintaimu," ucap Sean sebelum memejamkan matanya sembari memberikan kecupan di kening istrinya.


Sementara Divya, jangan di tanya lagi. Karena ia sudah mencapai kedalam alam mimpi.


Dan malam itu menjadi malam yang begitu membahana bagi keduanya.


***


Beberapa hari berlalu.


Sebuah keluarga besar tengah menyantap makan malam bersama. Bryan dan Aya benar-benar merasa bahagia melihat putra putrinya kini terlihat nampak begitu bahagia.


Namun tinggal satu putranya saja yang kini belum hadir di sana.


Bintang lah yang belum hadir di sana. Entah mengapa, putranya yang satu itu begitu berubah akhir-akhir ini.

__ADS_1


Mungkinkah karena beberapa waktu lalu Bryan dan Aya telah menolak hubungannya dengan kekasihnya?


Beberapa waktu lalu Bintang sempat memperkenalkan kekasihnya kepada orang tuanya. Rencananya Bintang ingin melamar kekasihnya.


Namun Bryan dan Aya menolak mentah-mentah hubungan putranya.


Bintang sempat marah dengan orang tuanya yang menolak hubungannya tanpa alasan.


Sean memperkenalkan kekasihnya yang bernama Alesha. Alesha memang begitu cantik dan anggun.


Tapi Bryan dan Aya begitu tak menyukai kekasih putranya. Ada sesuatu yang membuat mereka tidak menyetujui hubungan putranya tersebut.


Setelah kejadian tersebut, Bintang menjadi lebih pendiam. Bahkan ia tak lagi bergabung dengan yang lainnya saat sedang berkumpul.


Aya dan Bryan begitu khawatir dengan putranya itu. Tapi ia juga tidak bisa menyetujui hubungan putranya.


"Hai semuanya!" Bintang menyapa seluruh anggota keluarganya.


Semua orang menoleh ke arah Bintang ,tak terkecuali Bryan dan Aya.


Bintang datang dengan membawa seorang perempuan yang ia genggam tangannya. Namun perempuan itu bukanlah kekasih Bintang yang sempat Bintang perkenalkan kepada mereka.


Perempuan ini nampak lain. Bila sebelumnya Bintang membawa Alesha yang begitu cantik dan anggun. Namun yang Bintang bawa saat ini berbeda.


Dia membawa seorang perempuan yang nampak tidak terlalu menarik.


Tapi berbeda dengan Aya. Ia malah tersenyum girang saat melihat putranya menggandeng tangan seorang gadis berkacamata.


"Siapa gadis yang Kau bawa sayang?" tanya Aya kepada Bintang.


"Namanya Alvia Alianza Mam, dia adalah calon istri Ku," ucap Bintang membuat semua orang di sana melongo tak percaya.


"Sayang, Kau tidak bercanda kan? Bagaimana mungkin Kau tiba-tiba mengenalkan seorang gadis untuk Kau jadikan istri? Bukankah sebelumnya Kau...."


"Kau boleh menikah dengan dengannya Bintang. Kami merestui mu untuk menikah dengan gadis pilihan mu saat ini Bintang," ucap Bryan membuat Aya dan semuanya menatapnya.


Bryan tersenyum, lalu iapun berjalan menghampiri Bintang dan Via.


"Papa merestui kalian. Via, selamat datang di keluarga besar kami," ucap Bryan mengusap kepala Via.


Sementara Aya juga menghampiri Bintang dan Via.


"Mama juga merestui kalian berdua, mari nak kita makan bersama. Kami adalah keluarga baru mu sekarang," ucap Aya lembut dan membawa Via duduk di dekat kursi milik Bintang.


Aya yakin suaminya punya alasan kenapa Ia menyetujui permintaan putranya untuk menikah dengan gadis yang putranya bawa saat ini.


Sementara Bintang terdiam sejenak, lalu ia tersenyum menatap Bryan. "Terimakasih sudah merestui Bintang kali ini Pa," ucapnya.


Bryan memeluk putranya. Lalu mengajaknya untuk bergabung dengan yang lainnya.


Sementara Eve dan Divya begitu senang dan terus saja cerewet kepada Via. Menurut mereka Via nampak begitu malu-malu saat ini. Tidak seperti Alesha, kekasih Bintang sebelumnya. Dan mereka sangat menyukainya.


***


Acara pernikahan Bintang terlaksana dengan sangat lancar. Namun pernikahannya diadakan tidak terlalu meriah. Karena Bintang dan Via sepakat hanya beberapa saudara dan kenalan mereka saja yang mereka undang. Bahkan Bintang melarang adanya awak media yang datang.


Bryan dan Aya tidak mempermasalahkan hal tersebut. Mereka berharap Bintang dan Via bahagia dengan pernikahan mereka.


Dalam pernikahan tersebut yang menjadi wali Via adalah Pamannya. Sebenarnya Via juga memiliki seorang ibu. Namun saat ini ibu Via sedang berada di rumah sakit karena sedang sakit. Jadi beliau tidak bisa hadir.


Tapi sebelumnya Bintang sudah meminta izin untuk menikahi putrinya.


Bryan dan Aya menatap putra-putrinya yang kini sudah dewasa dan memiliki pasangan masing-masing. Sungguh itu adalah kebahagiaan tersendiri bagi mereka.

__ADS_1


Mereka berharap anak-anaknya bahagia dengan pernikahannya.


"Sayang, tidaklah Kau tahu rasanya ditinggalkan putra putri kita sekarang. Aku sangat sedih, tapi juga sangat bahagia. Karena kini mereka sudah memiliki kebahagiaan mereka sendiri." Aya menyenderkan kepalanya di bahu suaminya.


"Ya, Aku berharap mereka bahagia. Dan sekarang tidak akan ada yang mengganggu kita untuk bermesraan setiap hari sayang." Bryan berbicara begitu manjanya dan melingkarkan tangannya di pinggang istrinya.


"Ish, kita ini sudah tua sayang. Kau genit," cibir Aya mencubit pelan lengan suaminya.


***


Satu tahun berlalu.


Eve melahirkan seorang Putri yang begitu cantik dan di beri nama Brianna Akisya.


Sementara Divya melahirkan seorang putra yang juga tampan. Yang bernama Arjuna Damish.


Kedatangan para malaikat kecil itu semakin meramaikan keluarga besar tersebut.


Namun berbeda dengan Via. Sudah satu tahun pernikahannya namun ia belum hamil juga.


Kini keluarga besar tersebut tengah berkumpul bersama.


Via begitu antusias melihat dua baby yang begitu menggemaskan baginya. Hingga ia pun terus saja menggendong baby Juna dan baby Rianna.


"Kalian sungguh menggemaskan," ucap Via dengan mengusap lembut pipi gembul kedua baby tersebut.


"Kak Via kapan menyusul kita? Sudah satu tahun lho kakak menikah. Kak Via dan kak Bi harus berusaha lebih keras lagi. Kalian juga belum honey moon setelah menikah. Jadi menurut Eve kalian harus honey moon Minggu ini." Eve terus saja cerewet kepada Via.


Sementara Via hanya tersenyum canggung kepada Eve dan Divya.


"Sayang, Aku mencari mu dari tadi. Ternyata Kau di sini bersama mereka," ucap Bintang memeluk pinggang Via dari belakang.


Via terkejut, lalu iapun tersenyum.


"Maafkan Aku karena Aku berangkat ke rumah Mama duluan."


"Tidak apa-apa sayang. Maafkan Aku juga karena telat pulangnya. Tadi ada meeting penting di kantor," ucap Bintang seraya mengecup lembut pipi Via.


"Ish, kalian ini membuat kami iri saja kak.


Sudah sana kalian pergi saja," dengus Eve dan di angguki oleh Divya.


"Kasihan," goda Bintang. Ia sangat senang menggoda Eve dan Divya.


Lalu ia pun menggiring Via pergi dari sana.


***


Bintang dan Via kini telah sampai di rumah milik mereka. Setelah menikah Bintang memang membeli sebuah rumah mewah untuknya tinggal bersama istrinya.


Via hendak keluar dari mobil saat mobil Bintang berhenti di garasi rumahnya.


"Lain kali Kau jangan pernah mengambil keputusan sendiri. Kalau Aku belum sampai ke rumah jangan pernah pergi sendirian tanpa ku! Apa Kau mau mereka tahu tentang semuanya huh!?" Bintang berbicara dengan nada tinggi.


Sementara Via hanya mematung. Rasanya begitu sakit mendengar ucapan dari suaminya. Matanya berkaca-kaca, namun ia menundukkan kepalanya untuk menutupi lelehan air mata yang hampir menetes itu.


Sementara Bintang langsung keluar dari mobil dan memasuki rumahnya. Meninggalkan Via sendirian di sana.


"Aku harus kuat, ini memang sangat sulit bagiku. Tapi ini semua demi ibu. Sebentar lagi Via, sebentar lagi." Via terus saja menyemangati dirinya sendiri.


***


Hai semua, untuk karya ini sudah tamat sepenuhnya ya. Tidak akan ada extra part lagi okey 😉. Untuk kisah Bintang dan Via, akan author buat di karya baru author yang berjudul Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran). Jangan lupa nanti mampir yah 😉. Terimakasih sudah setia membaca karya remahan othor ini. Sampai jumpa di karya othor selanjutnya 😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2