Suamiku Arogan

Suamiku Arogan
Bab 94 (season 2)


__ADS_3

Eve berusaha untuk melepaskan genggaman tangan Ax. Namun genggaman itu pun malah semakin erat.


Sementara Ayumi, menatap kesal mengeratkan kedua tangannya begitu kesal menatap ke arah Ax dan Eve. Rasanya ia ingin sekali menarik Ax dari sana, namun ia harus tetap terlihat baik di depan keluarga Ax.


Sementara Ax masih saja menatap tajam ke arah Karl. Ia tidak pernah tahu bagaimana Eve dan pria di depannya itu bertemu. Tapi hatinya begitu bergejolak saat melihat Karl menatap lain ke arah Eve.


"Baiklah, Aku akan menjawab pertanyaan mu Tuan Galaxy," ujar Karl tersenyum tenang saat Ax menatapnya tajam.


Ax terkejut bagaimana Ax dapat mengetahui namanya, tapi ia lebih ingin tahu tentang bagaimana Karl dapat bertemu dengan Eve.


"Apa Kau ingat kejadian di bioskop waktu itu?," tanya Karl membuat Ax menyelami ingatannya saat Eve menghilang di bioskop dan saat Eve tengah mengatakan bertemu dengan seseorang.


"Ya,saya mengingatnya."


"Aku yang sudah menarik Eve dari bioskop di saat bahaya itu datang," tutur Karl membuat Ax dan Bryan begitu terkejut.


"Apa!, jadi Kau orang yang telah menculik Eve waktu itu?!," ucap Ax merasa begitu marah.


"Aku menculiknya dari bahaya yang mengintai Eve asal Kau tahu." Karl berkata penuh penekanan.


"Aku lebih bisa melindungi adikku dari bahaya itu!, dan Kau tidak perlu lagi melakukan hal itu!," sarkas Ax.


"Tapi ku lihat waktu itu Kau mengabaikan adikmu Tuan Ax, Bukankah waktu itu Kau malah asik dengan wanita itu?," tunjuk Karl kepada Ayumi," jadi Kau tidak layak di sebut melindungi adikmu Tuan Ax," sambungnya.


Ax terdiam mendengar ucapan Karl,ia tidak memungkiri bahwa waktu itu Ax memang sengaja untuk menghindari Eve.


"Oh iya sebenarnya kedatangan ku kemari karena untuk mengajak Eve berlibur ke suatu tempat, dan saya ingin meminta izin kepada Tuan Bryan oleh karenanya," ucap Karl bergantian menatap Bryan.


"Saya tidak mengizinkan mu membawa putriku pergi!," tolak Bryan. Ia tidak mungkin membiarkan orang asing yang tidak ia kenal membawa putrinya.


"Aku juga tidak mengizinkan Eve untuk pergi bersamamu. Kau adalah orang asing Tuan Karl!, Aku tidak akan pernah membiarkan orang asing membawa adikku. Walaupun Kau pernah menyelamatkan Eve, tapi itu tidak bisa menjamin bahwa Kau adalah orang baik Tuan Karl," ucap Ax tak ingin Eve pergi.


Kalau begitu kita tanya Eve, apakah Eve mau menerima tawaran ku untuk mengajaknya berlibur, bagaimana Eve?, apa Kau bersedia untuk pergi berlibur bersama ku?. Kau bisa menganggap bahwa ini adalah hadiah ulang tahun ku untuk mu," tanya Karl kepada Eve.

__ADS_1


Eve nampak berpikir, ia tahu bahwa Karl ingin mengajaknya untuk bertemu dengan kakaknya. Eve sebenarnya juga ingin mengetahui segalanya tentang jati dirinya yang sebenarnya. Hingga ia pun kini menatap ke arah Papa dan Mamanya.


"Mam, bolehkah Aku meminta hadiah ku sekarang?," tanya Eve Kepada mamanya.


"Ya sayang, apa yang Kau inginkan?, Mama akan mengabulkan semua yang Kau inginkan untuk hadiah ulang tahun mu," ucap Aya tersenyum.


"Aku ingin menerima tawaran kak Karl untuk berlibur bersamanya," ucap Eve membuat semua orang tercengang, terlebih Ax.


Tentu ia tidak ingin Eve pergi dengan pria di depannya itu. Ax kembali mengeratkan genggaman tangannya. "Eve, kumohon jangan pergi!, Kakak bisa mengajakmu untuk berlibur ke mana pun yang Kau mau," tawar Ax menatap sendu Eve.


"Aku tidak mau berlibur dengan mu kak Ax, lebih baik kakak mengajak kekasih kak Ax saja," ucap Eve nampak begitu dingin.


Ax merasa sakit mendengar jawaban Eve akan ajakannya.


"Sayang, Papa tetap tidak mengizinkan mu untuk pergi bersamanya!," tegas Bryan.


Tapi Pa, bukankah kalian tadi sudah berjanji akan mengabulkan segala keinginan ku untuk hadiah ku. Papa harus menjadi seseorang yang menepati janjinya." Eve berusaha agar Bryan mengizinkannya.


"Tapi Papa dan Mama sangat menyayangi mu Eve. Papa tidak mungkin membiarkan Kau pergi bersama orang asing ini!." Bryan pun tak ingin terjadi apapun dengan putrinya itu.


"Katakan saja apa yang ingin Kau bicarakan," ucap Bryan.


"Tapi saya ingin membicarakan hal yang begitu penting kepada kalian, dan saya tidak bisa mengatakannya di sini," ucap Karl bersikeras.


Bryan dan Aya saling berpandangan, lalu mereka mengajak Karl menuju ke ruang kerja Bryan untuk berbicara 6 mata.


Sementara Ayumi langsung menarik Ax hingga genggaman Ax pada Eve pun terlepas.


"Ayumi!, apa yang Kau lakukan?!," bentak Ax.


"Kenapa Kau seakan tidak memperdulikan ku?!, Kau lebih memperdulikan Eve dari pada Aku yang kekasih mu?!," Ayumi tidak mau kalah.


"Karena dia adikku Ayumi!, tolong mengertilah!."

__ADS_1


"Bohong!, Aku tahu kenapa Kau begitu sangat perduli dengan adikmu itu, karena Kau...."


"Sudah cukup!!," teriak Eve memotong ucapan Ayumi.


"Lebih baik kak Ax urus kekasih kakak ini," ucap Eve dan segera meninggalkan Ax dan Ayumi di sana.


Eve berjalan menuju ke arah yang lain, mereka melongo seakan tengah menonton film drama di depan mereka.


"Kak Di," panggil Eve seraya menepuk pundak Divya.


"Ah, iya Eve. Eh, kenapa Kau malah kesini, ayolah lawan kekasih Ax," bisik Divya.


"Aku malas berurusan dengan mereka," ucap Eve.


"Eve, bagaimana Kau bisa mengenal Karl?," tanya Divya.


"Seperti yang kak Karl katakan tadi kak Di," Jawab Eve. Lalu ia kembali berbisik kepada Divya. "Nanti akan Eve ceritakan yang sebenarnya kepada kak Di."


"Apa yang kalian bicarakan?, kak Bi juga mau tahu Eve," ucap Bintang menimpali.


Sontak Eve dan Divya menoleh kearah Bintang yang nampak mencuri dengar apa yang mereka bicarakan.


"Kak Bintang kepo deh," ucap Eve begitu jengah.


"Kakak kan juga ingin tahu bagaimana Kau bertemu dengan pria bernama Karl itu, dan apa yang terjadi antara Kau dan kekasih Ax, Eve, kenapa sepertinya Ayumi begitu tidak menyukai mu?," tanya Bintang ingin tahu.


Eve menepuk keningnya sendiri melihat kekepoan Bintang yang seolah seperti emak-emak yang suka menonton sinetron dan ingin tahu kelanjutannya.


"Oke, nanti Eve ceritakan semuanya kepada kakak setelah Eve pulang berlibur bersama kak Karl," ucap Eve mengedipkan matanya.


"Itu pasti sangat lama Eve, ehh, tapi memang Kau benar-benar ingin pergi bersama Karl?, Eve, kita tidak tahu apakah Karl orang baik atau tidak. Kakak tidak ingin sesuatu terjadi padamu Eve," ucap Bintang. Ia begitu mengkhawatirkan adiknya itu.


" Percayalah kak, kak Karl adalah orang baik." Eve tersenyum menatap kakaknya.

__ADS_1


Namun tetap saja Bintang begitu khawatir dengan Eve.


***


__ADS_2