Suamiku Arogan

Suamiku Arogan
Bab 93 (season 2)


__ADS_3

"Kau kenapa sih kak Di?, Aku kan tadi belum selesai mengobrol dengan kak Karl!," protes Eve.


"Aku tidak ingin Kau berbicara pada orang asing. Sekarang lebih baik kita pulang, Aku akan mengantar mu ke rumahmu."


"Loh, kenapa tiba-tiba kak Di mengantar ku ke rumah?, bukankah di rumah Eve tidak ada orang, kecuali para pelayan," ucap Eve heran.


"Ada barangku yang tertinggal di sana," ucap Divya singkat. Mereka pun akhirnya memasuki mobil Divya dan menuju ke rumah Eve.


Tak berapa lama pun mobil Divya sampai di sana. Divya cepat-cepat turun dan berjalan memasuki rumah tersebut. "Aku mau ke toilet dulu Eve, Aku duluan masuk yah," ucap Divya dan langsung berlari menuju rumah.


Eve hanya melongo dan terkekeh melihat Divya. Lalu iapun ikut turun dari mobil dan memasuki rumahnya.


Eve terus saja berjalan memasuki rumahnya, namun ia merasa ada yang berbeda, karena rumahnya nampak sangat sepi.


Kemana semua pelayan?, biasanya mereka sering terlihat membersihkan ruangan ini," ucap Eve begitu heran. Ia pun kembali melangkahkan kakinya menuju ruang tengah.


Namun baru baru beberapa langkah saja, tiba-tiba ia terkejut saat mendengar suara riuh berkata. "Kejutan.....!," ucap orang-orang yang Eve kenali dan tengah berkumpul di ruang tengah dengan dekorasi ruangan tersebut yang nampak begitu indah.


Eve terdiam menatap mereka semua, ia mengeluarkan cairan bening dari sudut matanya.


Sementara Aya tersenyum dan menghampiri putrinya itu.


"Sayang, selamat ulang tahun," untuk Aya seraya memeluk putrinya.


Eve semakin terisak, ia tidak menyangka bahwa ternyata keluarganya memberikan sebuah kejutan ulang tahun untuknya.


"Eve pikir kalian semua melupakan ulang tahun Eve," ucapnya diselingi suara isakkan.


Aya melepaskan pelukannya dan menatap putrinya yang kini sudah beranjak dewasa. Tangannya mengulur untuk mengusap lembut air mata putrinya.


"Mana mungkin kami melupakan hari spesial mu sayang," ucap Aya tersenyum. Lalu ia menggandeng tangan putrinya dan berjalan ke arah semua orang.


Deg...


Eve begitu terkejut saat melihat Galaxy berada di antara seluruh keluarganya. Namun ia pun segera mengalihkan pandangannya.


"Selamat ulang tahun Eve," ucap semua orang yang ada di sana.


Eve merasa begitu terharu dengan kejutan yang keluarganya berikan.


"Selamat ulang tahun nak, semoga Kau selalu bahagia," ucap Bryan memeluk Eve.


"Terimakasih pa." ucap Eve.


Hingga satu persatu keluarga Eve mengucapkan selamat kepada Eve.

__ADS_1


"Hai Eve, bagaimana?, apa Kau terkejut dengan kejutan dari kami," ucap Divya cengengesan menggoda Eve.


"Kak Di jahat, ternyata kak Di juga ikut andil mengerjai ku," kata Eve mengerucutkan bibirnya.


Galaxy pun mulai menghampiri Eve. Sejak tadi ia terus saja memperhatikan gadisnya itu. Ingin sekali Ax memeluk Eve.


"Eve"


Eve menoleh ke belakang Divya, dilihatnya pria yang ingin ia hindari. Rasanya ia ingin lari dari sana untuk menghindari Ax, namun ia tidak bisa melakukannya.


"Eve, Aku kesana dulu," ucap Divya dan langsung kabur dari Eve.


Ax segera mendekati Eve. "Selamat ulang tahun Eve." Ax mengulurkan tangannya bermaksud untuk menjabat tangan Eve.


Eve memaksakan senyumnya dan membalas jabatan tangan Ax.


"Terima kasih kak Ax," ucap Eve dingin.


"Bolehkah Aku memeluk mu Eve," ucap Ax begitu sendu. Ax begitu merindukan Eve, rasanya ia ingin sekali menculik Eve dari sana dan membawanya pergi sejauh mungkin. Namun itu tidak akan pernah mungkin baginya. Karena Eve adalah adiknya.


Eve hanya terdiam tanpa menjawab permintaan dari Ax. Dan di saat itu juga, Ayumi datang menghampirinya dan menggandeng lengan Ax.


"Selamat ulang tahun Eve, semoga Kau cepat memiliki seorang kekasih," ucap Ayumi tersenyum.


"Terimakasih kak Ayumi, dan mungkin saja doamu itu akan segera terkabul," ucap Eve ambigu.


Mendengar penuturan Eve, Ax mengerutkan keningnya. Ia bertanya-tanya dalam hatinya apakah Eve sedang menyukai seseorang saat ini. Rasanya ia begitu tidak rela bila itu memang benar.


"Eve sayang, Mama ingin memberikan sesuatu untuk mu nak," ucap Aya mendekat ke arah Eve.


Aya membawa sebuah kotak kecil di tangannya. "Mama ingin memberikan ini kepada mu Eve," ujar Aya menunjukkan kotak kecil tersebut.


"Apa ini Ma?," tanya Eve begitu penasaran.


"Bukalah sayang, Kau pasti akan sangat menyukainya," ucap Aya kembali.


Eve menerima kotak kecil tersebut dan segera membukanya.


Sebuah kalung yang sangat indah membuat Eve begitu terperanjat. "Ini sangat indah Ma, terimakasih." Eve memeluk Aya begitu senang dengan hadiahnya.


"Sebenarnya ini bukan dari Mama sayang," ucap Aya membuat Eve melepaskan pelukannya dan menatap Mamanya.


"Maksud Mama?."


"Ini adalah kalung yang sudah di amanat kan seseorang untukmu saat Kau masih bayi.

__ADS_1


Eve mencerna ucapan Mamanya, ia jadi teringat akan ucapan Karl yang mengatakan bahwa Papa kandungnya membuatkannya sebuah kalung untuknya. Dan Eve harus memakainya di saat usianya 20 tahun.


"Dan Mama belum memberikan hadiah Mama untuk mu Eve. Kau bisa menentukan hadiah mu Eve, Kau mau apa dari Mama?," tanya Aya.


Belum sempat Eve menjawabnya, seseorang pun datang ke sana dengan membawa rangkaian bunga yang begitu indah.


"Permisi," ucap orang itu hingga membuat semuanya menoleh ke arahnya.


Eve terkejut melihat orang tersebut, lalu iapun tersenyum saat melihat pria yang membawa rangkaian bunga mawar putih dan berjalan ke arah Eve.


Semua orang pun merasa heran dengan kehadiran seseorang yang tidak mereka kenal.


Namun berbeda dengan Eve dan Divya.


"Orang itu?," ucap Divya membuat Bintang menoleh ke arah Divya.


"Kau mengenalnya?," tanya bintang mengerutkan keningnya.


"Tidak, tapi pria itu terlihat begitu akrab dengan Eve tadi," ucap Divya dengan mata yang masih menatap ke arah pria yang tak lain adalah Karl.


"Kak Karl," ucap Eve membuat Aya dan Ax menoleh ke arah Eve.


"Kau mengenalnya sayang?," tanya Aya.


"Selamat siang Nyonya, saya adalah teman Eve. Nama Saya Karl Nyonya," ucap Karl berkata dengan sopannya.


"Benarkah Kau berteman dengan pria tampan ini sayang?," tanya Aya menatap Karl tersenyum.


Eve pun menganggukkan kepalanya.


Sementara Bryan mendengar ucapan istrinya yang memuji Karl tampan pun langsung berjalan ke arah istrinya itu.


"Sayang, siapa yang Kau sebut tampan hum?," ucap Bryan yang langsung memeluk pinggang istrinya posesif.


Aya pun merasa jengah dengan suaminya yang begitu posesif. Pasalnya semakin bertambah tua umur mereka, Bryan menjadi yang lebih posesif terhadap Aya.


"Hei pria muda, perkenalkan siapa dirimu dan bagaimana Kau bisa kenal dengan putriku!,"ucap Bryan datar namun begitu tegas.


"Saya Karl Tuan Bryan, Saya mengenal Putri Anda saat berada di Korea waktu itu." ucap Karl.


"Dari mana Kau mengenal Eve, di Korea Eve tidak pernah keluar dari apartemen, bahkan saat keluar pun itu bersama ku!," sahut Ax dan langsung mendekati Eve. Ia melepaskan pelukan Ayumi dari lengannya dan langsung menggandeng tangan Eve.


Karl menyipitkan matanya menatap Galaxy, lalu senyum tipis tersungging di sudut bibirnya. Ia sudah bisa menebak siapa pria itu.


***

__ADS_1


__ADS_2