Suamiku Arogan

Suamiku Arogan
Bab 85 (season 2)


__ADS_3

Eve masih menatap pria di depannya, ia mengerutkan keningnya kala melihat pria itu tersenyum menatapnya. Ia tidak pernah mengenal pria ini, lalu mengapa hatinya bergetar saat berada di dekat pria itu?. Sebuah pertanyaan yang membuat Eve begitu ingin tahu.


"Aku sudah lama mencari mu, syukurlah Kau baik-baik saja," ucap pria tersebut.


"Apa kita saling mengenal?," tanyanya kembali.


Pria itu hanya tersenyum dan mengangguk. "Ya, Aku sangat mengenal mu. Kau adalah..."


"Eve...!," panggil Ax dari arah belakang Eve.


Eve pun menoleh ke belakang, ia melihat Ax yang kini berjalan mendekatinya.


"Aku akan menemui mu lagi gadis kecilku," ucap pria di depan Eve dan langsung pergi dari sana.


Mendengar ucapan pria tersebut, Eve kembali menoleh ke depan, namun pria tersebut sudah tak ada di sana. Ia pun menajamkan pandangannya ke sekeliling tempat itu. Tapi tetap saja pria yang berbicara pada tadi sudah menghilang bak di telan bumi.


"Kau sedang apa Eve?. Kami sedang menunggu mu, apa yang Kau lakukan di sini?," tanya Ax.


"Tadi Aku bertemu dengan seseorang kak, dia mengatakan kalau dia mengenalku. Tapi tiba-tiba saja dia menghilang entah kemana."


Ax mengerutkan keningnya. "Kau baru pertama kali ke sini,mana mungkin ada seseorang yang mengenal mu. Mungkin saja itu hanya sebuah modus penipuan. Jangan mudah percaya dengan orang yang tidak dikenal. Sekarang yang harus Kau lakukan tetaplah di samping kakak, kakak tidak ingin terjadi apapun dengan mu nanti!." Ax langsung menggandeng tangan Eve agar tidak kehilangannya lagi.


Sementara Ayumi menatap kesal saat menunggu Ax dan Eve yang baru datang.


"Eve, Kau itu sudah dewasa. Kau jangan terus merepotkan kakakmu," ucap Ayumi mencibir.


Eve pun menatap tak suka terhadap perkataan Ayumi. Sementara Ax,kini menghampiri Ayumi. Ia tahu bahwa kekasihnya itu saat ini sedang kesal. Sebab keduanya tadi sempat berdebat saat Ax mengatakan akan mengajak Eve untuk pergi bersamanya.


"Sudahlah Ayumi, lebih baik sekarang kita segera pergi membeli tiket," ucap Ax berusaha untuk membuat Ayumi tenang.


Ia segera menggandeng tangan Ayumi, untuk membeli tiket. Mereka berencana untuk menonton film di bioskop, seperti rencana mereka sebelumnya.


Eve pun merasa kesal melihat keduanya, lalu mau tidak mau iapun mengikuti keduanya di belakang mereka.


Di dalam bioskop, Eve semakin merasa kesal saat kakaknya mengabaikannya.


"Cih, tahu kak Ax akan mengabaikan ku seperti ini, lebih baik Aku tidak ikut tadi!." gumamnya dalam hati.


Namun tiba-tiba saja ada sebuah suara tembakan dari dalam bioskop tersebut. Hingga membuat kegaduhan dan kepanikan di dalam bioskop tersebut.


"Ax, aku takut!," ucap Ayumi menarik Ax.

__ADS_1


"Kak Ax...!," pekik Eve saat seseorang tiba-tiba menariknya.


Ax yang menderanya pun langsung berdiri dan menatap ketempat Eve duduk tadi. Dan di sana kosong tak ada siapapun.


"Eve...!," teriak Ax berusaha mencari keberadaan adiknya.


Namun suara Eve tak lagi terdengar di telinganya. Ia begitu khawatir, rasanya ia ingin menerobos kerumunan kegaduhan itu dan mencari keberadaan adiknya.


Namun sebuah pistol yang menempel di belakang kepalanya membuatnya terkejut.


"Di mana gadis yang duduk di samping mu!?," ucap sebuah suara di belakangnya.


"Siapa Kau!," ucap Ax dingin.


"Jangan banyak bicara!, cepat katakan dimana gadis di samping mu tadi!," sentak pria di belakangnya.


"Kau lihat sendiri kan, tidak ada siapapun di sana?!," sahut Ax.


Pria tersebut menatap ke sekitar Ax, ia melihat Ayumi yang nampak ketakutan dan tidak melihat gadis yang ia cari di sana.


Melihat pria di belakangnya lengah, Ax segera menendagkan kakinya ke belakang. Lalu iapun berbalik, dan dengan cepat Ax kembali menendang pistol pria tersebut hingga pistol itu pun terjatuh. Ax segera mengambilnya dan menodongkan pistol tersebut ke arah pria yang tak di kenalnya. Kini posisinya terbalik dan membuat pria tersebut terkejut.


Ax mendekati pria itu, Ia yakin Eve lah yang di maksud oleh pria tersebut.


"Sial!, siapa sebenarnya pria ini. Aku yakin ada seseorang di balik semua ini. Lalu apa hubungannya dengan Eve?!," ucap Ax dalam hati.


Lalu iapun teringat Eve yang tiba-tiba menghilang. "Eve!, Aku harus segera mencarinya," ucapnya dan langsung pergi dari sana. Ia bahkan meninggalkan Ayumi disana.


***


Eve merasa begitu ketakutan saat ini, ia teringat akan kejadian barusan. Seseorang telah membawanya ke ruang tangga darurat.


Di lihatnya pria yang menggunakan jubah hitam tersebut, rasanya ia begitu mengenal aura pria berjubah tersebut.


"Siapa Kau?!," tanyanya kepada pria tersebut.


Pria itupun membalikkan badannya dan membuka penutup kepalanya.


Betapa terkejutnya Eve saat melihat pria tersebut ternyata adalah pria yang di temuinya tadi.


"Siapa Kau sebenarnya?!," tanya Eve.

__ADS_1


"Aku adalah pria yang akan melindungi mu," ucap pria itu begitu singkat.


"Apa maksudmu?, melindungi ku dari siapa?!."


Pria tersebut mendekati Eve dan memegang pundak Eve dengan kedua tangannya.


"Mereka telah mengetahui siapa dirimu, dan sekarang nyawamu dalam bahaya. Aku akan selalu melindungi mu, karena itu adalah misi dari kakakmu," jelas pria itu.


"Kak Ax?," tanya Eve.


"Bukan, dia bukanlah kakak mu yang sebenarnya. Aku dan kakak kandung mu sudah mencari mu selama bertahun-tahun, dan akhirnya kami menemukan mu," ucap pria itu membuat Eve sangat terkejut.


Benarkah yang pria ini katakan?, apa benar kalau dirinya bukanlah putri Mama yang sudah membesarkannya itu?. Timbul berbagai macam pertanyaan di dalam isi kepala Eve.


"Sebenarnya siapa Kau?, Aku tidak percaya dengan yang Kau katakan. Kau pasti berbohong padaku!." Eve berusaha untuk menolak ucapan pria di depannya itu.


"Aku adalah Karl, anak kecil yang dulu begitu bahagia saat melihat mu lahir ke dunia ini. Keluarga mu dan keluarga ku masih satu klan Eve. Tapi waktu itu ada seseorang yang telah membantai klan keluarga kita. Aku dan kakamu sembunyi di suatu tempat saat mereka membantai keluarga kita. Hingga Papa mu dan pengasuh mu mencoba untuk menyelamatkan mu, namun Paman harus bernasib sama seperti yang lainnya. Hanya pengasuh mu waktu itu yang membawamu. Dan ia juga terbunuh, sehingga kami bingung harus mencari mu kemana lagi." Ujar Karl membuat Eve terpaku di tempatnya.


Ia masih merasa bingung dan tidak percaya dengan semua yang di ucapkan oleh Karl.


"Eve, ikutlah denganku, kakak mu sangat merindukanmu dan ingin bertemu dengan adiknya," ajak Karl.


Namun Eve menggelengkan kepalanya, ia masih belum bisa menerima ucapan dari pria yang bernama Karl tersebut.


"Tidak!, Kau pasti berbohong!. Aku tidak mau ikut dengan mu!." ucapnya dan segera berlari dari tempat itu dan mencari pintu keluar.


Eve melihat pintu keluar dari sana dan segera membukanya. Ia segera berlari sekencangnya. Rasanya semua yang terjadi barusan hanyalah sebuah mimpi.


Ia meyakinkan dirinya bahwa dia adalah Putri dari Mama dan papanya.


Hingga iapun menabrak tubuh seseorang.


brugh...


"Eve," ucap Ax.


Ya, pria yang Eve tabrak adalah Ax.


"Kak Ax, Aku sangat takut!," ucap Eve memeluk erat tubuh kakaknya itu.


"Tenanglah, kakak disini bersamamu," ucap Ax membalas pelukan Eve.

__ADS_1


***


__ADS_2