Suamiku Arogan

Suamiku Arogan
Bab 63


__ADS_3

Aya menatap para putra-putranya dengan begitu gemas. Tak hentinya Ia tersenyum sambil mengusap kedua pipi baby Bintang dan Galaksi.


"Sayang, cepatlah tumbuh besar ya, Mama jadi tidak sabar menantikannya," ucapnya seraya membayangkan bagaimana bila anak-anaknya nanti sudah besar.


Aya terkikik geli saat membayangkan bagaimana dirinya nanti yang sudah menjadi tua.


Lalu Ia teringat akan undangan Adrian untuk menghadiri acara ulang tahun perusahaan miliknya.


"Ah Iya, Aku belum membeli gaun untuk acara lusa," ucapnya menepuk keningnya sendiri.


Aya pun langsung menghubungi suaminya untuk meminta izin pergi membeli gaun. Namun suaminya itu tidak mengangkat panggilannya.


"Bryan kemana?, Ah sudahlah, lebih baik Aku pergi membelinya, setelah itu Aku akan menghampirinya di kantor," ucap Aya.


Aya pun segera memanggil pengasuh baby Bintang dan Galaksi untuk menjaganya selama Ia pergi membeli sebuah gaun.


Aya segera pergi bersama supir. Ia akan pergi ke rumah Adrian untuk mengajak Lisa menemaninya.


Saat sampai di rumah Adrian, pelayan segera mempersilahkan Aya untuk bertemu dengan Lisa.


"Lisa, Kau di mana?, Aku datang yuhuuu," ucap Aya memanggil nama temannya itu.


Aya memang sudah begitu akrab dengan Lisa. Mereka sudah seperti kakak dan adik yang terkadang suka heboh sendiri.


"Lisa yuhuuu, Aku datang loh," panggilnya lagi.


Mendengar suara Aya yang terlalu berisik, Lisa segera datang menghampiri Aya dengan menekuk wajahnya.


"Ay, Kau terlalu berisik!, Lihatlah Divya terbangun karena mu," ucap Lisa cemberut.


Sementara Aya hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Maaf," ucap Aya dengan nyengir kuda.


Lalu Ia pun berjalan menghampiri Lisa dan mengambil baby Divya dari gendongan Lisa.


"Divya sayang, maafin Aunty ya?, Uluh-uluh sayangnya Aunty," ucapnya seraya menciumi pipi gembul baby Divya.


"Kenapa Kau kemari Ay, lalu dimana baby Bintang dan Galaksi?," tanya Lisa celingukan menoleh ke belakang Aya.


"Bintang dan Galaksi di rumah Lis," ucap Aya seraya menoel-noel pipi Divya.


"Kenapa tidak Kau ajak kemari Ay, Aku juga pengen gendongin mereka tahu."


"Karena Aku kemari untuk mengajak mu pergi keluar Lis," ucap Aya.


Lisa pun mengerutkan keningnya. "Keluar?."


"Ya, bukankah lusa adalah hari ulang tahun perusahaan suamimu?. Aku ingin mengajakmu pergi ke butik membeli gaun untuk acara itu." Ucap Aya.


"Tapi Divya gimana?."


"Sudah Nona pergi saja, biarkan bibi yang mengajak Nona muda kecil. Lagipula Nona muda kecil selalu anteng ikut bibi. Jadi Nona jangan khawatir," ucap pengasuh Divya.


Lisa terlihat nampak berfikir. Lalu Ia pun menyetujui ajakan Aya. Lagipula dirinya juga jarang pergi berbelanja keluar. Jadi tidak ada salahnya jika Ia menerima ajakan Aya.


"Baiklah, ayo kita berangkat," ajak Lisa.


Namun Aya mengerutkan keningnya. "Kau akan pergi dengan menggunakan baju daster?. Kita memang emak-emak berdaster, tapi ya nggak gitu juga kali Lis," ucap Aya memutar bola matanya.


Lisa memperhatikan pakaiannya, lalu Ia pun terkikik geli melihat penampilannya itu.


"Maaf Ay, terlalu bersemangat, jadi lupa diri," ucapnya nyengir.


"Yasudah sana ganti dulu!," perintah Aya.


"Siap." Lisa segera mengganti pakaiannya menuju kamarnya.


Dan tak lama kemudian, Ia pun keluar. Kini mereka pun pergi bersama.


"Tinggal dulu ya Bi, nitip Divya," ucap Lisa sebelum berangkat.


"Siap Nona."


Keduanya pun berangkat menggunakan mobil Aya. Lisa merasa senang bisa pergi keluar bersama Aya. Karena sebelumnya Ia jarang sekali untuk keluar hanya sekedar membeli sebuah pakaian.


Dulu Lisa lebih sering memakai pakaian kasual bila harus kemana-mana. Walaupun apapun yang Ia inginkan selalu terpenuhi, tapi Lisa bukanlah tipe wanita yang suka menghamburkan uang dengan berbelanja seperti gadis lainnya.


Hingga sampailah mereka di sebuah butik baju ternama. Aya dan Lisa pun mencari baju yang pas untuk mereka pakai nanti.


"Lisa, apakah ini cocok dengan ku?," tanya Aya saat mencoba salah satu gaun.


Lisa menggelengkan kepalanya. "Apa suamimu akan mengizinkan mu menggunakan pakaian yang sedikit terbuka seperti itu Ay?.


"Tidak, baiklah Aku akan menggantinya lagi," ucap Aya kembali masuk ke dalam ruang ganti.


Lalu Aya kembali keluar mengenakan sebuah gaun berwarna putih dengan lengan panjang namun terkesan begitu elegan.

__ADS_1


"Waw, Kau cantik sekali Aya," ucap Lisa takjub melihat Aya menggunakan gaun yang sangat cocok untuknya.


"Benarkah?."


"Ya, Aku yakin suamimu pasti akan terkesima melihat mu."


"Ish, Lisa, Aku kan jadi malu," ucap Aya tersenyum malu-malu. Membuat Lisa terkekeh melihatnya.


"Yasudah, kalau begitu Aku akan mengambil yang ini. Apa kau sudah dapat gaunmu juga?," tanya Aya.


Lisa menganggukkan kepalanya, Ia sedari tadi memang sudah sangat menyukai salah satu gaun disana. Dan Ia langsung mengambil gaun tersebut untuk acara lusa.


Kini mereka sudah mendapatkan apa yang mereka inginkan. Namun mereka memutuskan untuk pergi ke pusat perbelanjaan di sana.


"Nona, kami sedang melakukan promosi besar-besaran pada salon kecantikan kami. Maukah Nona-Nona ini mencoba salon kami?. Kami akan memberikan separuh harga dari biasanya untuk kalian," ucap seorang karyawan salon kecantikan yang ada di dalam mall.


Lisa dan Aya saling berpandangan. Mereka terdiam sejenak dengan saling pandang. Dan sesaat kemudian mereka pun saling tersenyum dan masuk kedalam salon kecantikan tersebut.


Mana mungkin mereka akan menolaknya. Mereka tahu salon kecantikan tersebut adalah salon ternama yang sudah tersebar di seluruh kota itu.


Tentu saja mereka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut.


Dan setelah beberapa jam kemudian.


Mereka keluar dari salon kecantikan tersebut dengan berbinar. Rasanya mereka terlihat lebih fresh dan terlihat sangat cantik.


Mereka pun tertawa bersama saat keluar dari sana. "Ternyata kita masih berjiwa emak-emak berdiskon ya Lis?," ucap Aya dengan tawanya.


"Tentu saja, mana ada orang yang bisa menolak melakukan perawatan di salon ternama, separuh harga pula," jawab Lisa tertawa.


"Lisa, bagaimana kalau kita menemui suami kita ke kantor." Ajak Aya.


"Baiklah, Aku juga ingin melihat apakah Adrian akan pas memakai dasi yang ku belikan tadi," ucap Lisa.


"Apa?, Kau curang. Kenapa Kau tidak mengatakan kalau Kau akan memberikan hadiah untuk suamimu. Tahu begitu kan Aku juga akan membelikan Bryan hadiah," ucap Aya mengerucutkan bibirnya.


Namun Lisa malah tertawa melihat raut wajah Aya yang sedang marah itu.


"Sudahlah, Kau berikan hadiah lain saja untuk suami mu," ucap Lisa


Aya pun berfikir hadiah apa yang akan Ia berikan pada suaminya nanti. Hingga sebuah ide gila pun muncul dalam otaknya.


Membuat Aya tersenyum menutup wajahnya malu-malu. Kini wajahnya terlihat sangat merah.


Lisa yang melihatnya pun heran dengan tingkah temannya itu. "Apa yang sedang Kau pikiran?. Kau seperti orang gila saja tersenyum sendiri," ucap Lisa dan langsung berlari masuk kedalam mobil sebelum mendapat amukan Aya karena ucapannya.


"Kau tidak mau mampir ke kantor suamiku Lis?," tawar Aya setelah sampai di parkiran kantor.


"Tidak, karena Aku juga mau cepat-cepat ke kantor suamiku," jawab Lisa.


"Baiklah, kalau begitu Aku masuk dulu ya."


"Pak supir, antarkan Nona Lisa ke kantor suaminya ya pak. Awas jangan sampai temanku yang cantik ini lecet ya pak," ucap Aya cengengesan.


"Siap Nona," ucap pak supir.


Lalu Aya melambaikan tangannya ketika mobil tersebut mulai meninggalkan parkiran kantor.


Aya segera melangkahkan kakinya menuju kedalam kantor suaminya.


Para karyawan temannya dulu begitu takjub melihat Aya yang terlihat begitu cantik hari ini tanpa mengenakan kacamatanya. Mereka juga memberi hormat kepada Aya dan disambut senyuman ramah oleh Aya.


"Gila!, Ibu Aya sangat cantik. Tahu begitu, dulu pas masih jadi teman kerja kita Aku jadikan pacar," celetuk karyawan pria setelah Aya memasuki lift.


"Dasar Kau itu, dulu saja saat ibu Aya di bully teman kita saja Kau juga ikut diam saja. Bila Tuan Bryan mendengar ucapan mu pasti Kau akan di pecat," ucap karyawan lainnya.


Dan benar saja, Bryan baru saja dari ruang meeting dan melewati beberapa karyawannya. Sehingga mereka semua pun terdiam dan tersenyum memberikan hormat kepada bosnya itu.


Bryan hendak berjalan memasuki lift untuk menuju ke ruangannya. Namun tiba-tiba kolega bisnisnya memanggilnya dan akhirnya menghentikan langkah Bryan.


"Tuan Bryan!."


"Ya, Tuan Austin, ada Apa?."


"Saya ingin membicarakan hal yang begitu penting dengan Anda mengenai perusahaan. Ada perubahan rencana yang ingin saya sampaikan. Bagaimana Tuan, apakah kita bisa membicarakannya?." tanya Tuan Austin.


"Baiklah, kalau begitu mari kita ke ruangan saya. Kita bicarakan saja di sana," ucap Bryan. Lalu mereka pun menaiki lift menuju ruangan Bryan.


Sementara Aya kini berada di dalam ruangan istirahat suaminya. Ia akan memberikan kejutan kepada suaminya.


Saat Aya mendengar suara pintu ruangan suaminya terbuka, pun segera berlari keluar dengan girangnya.


"Kejutan...!, Aku datang sayang!," ucap Aya tersenyum.


Namun Ia terkejut bahwa ternyata disana bukan hanya ada suaminya. Melainkan ada orang lain bersama dengan suaminya.


Bryan membelalakkan matanya, tak terkecuali dengan Tuan Austin.

__ADS_1


Melihat istrinya yang terlihat sangat cantik dan tidak menggunakan kacamata tebalnya. Bryan segera berlari menghampiri istrinya dan membuka jasnya.


Ia menutupi wajah istrinya menggunakan jas miliknya dan menggiringnya masuk ke dalam ruangan istirahat di sana.


"Sayang, kenapa Kau tiba-tiba muncul di sini. Dan mana kacamata milikmu, kenapa Kau tidak memakainya?. Lihatlah, Tuan Austin jadi melihat mu yang seperti ini," ucap Bryan setelah membawa Aya masuk kedalam ruang istirahat tersebut.


"Sudah, Kau tunggu di sini sebentar. Aku tidak akan lama," ucap Bryan dan langsung keluar dari sana.


Aya hanya melongo tidak percaya dengan kelakuan suaminya itu. Iapun menunggu suaminya di sana.


"Maafkan mengenai hal tadi Tuan," ucap Bryan seraya berdehem.


Tuan Austin menahan senyumnya. "Saya mengerti Tuan, Anda pasti sangat mencintai istri Anda," ucap Tuan Austin memaklumi.


Bryan pun tersenyum canggung menanggapi ucapan Tuan Austin. Dan mereka pun segera membicarakan hal mengenai perubahan rencana yang sudah mereka sepakati.


Dan tidak berapa lama akhirnya pembicaraan tersebut selesai. Mereka pun saling berjabat tangan.


"Senang bisa bekerja sama dengan perusahaan Anda Tuan," ucap Tuan Austin.


"Semoga kerja sama kita lancar kedepannya Tuan."


Akhirnya Tuan Austin pun meninggalkan ruangan Bryan. Sehingga Bryan langsung berlari ke arah tempat dimana istrinya berada.


Aya tersenyum manis menatap suaminya yang memasuki ruangan tersebut. Namun Bryan menatap Aya dengan tatapan menyelidik.


"Kau dari mana?, Kenapa Kau tidak memakai kacamata mu?. Dan kenapa Kau terlihat sangat cantik hari ini?, apakah Kau mau pergi berkencan dengan pria lain," ucapnya dengan masih memperhatikan istrinya.


"Sayang, Aku tidak berkencan dengan pria lain. Aku baru saja dari salon, Aku ingin memberikan kejutan pada mu. Bagaimana?, Apa Aku terlihat begitu cantik sayang?," tanya Aya tersenyum.


"Tidak, Kau sangat jelek. Bukankah sudah kukatakan padamu sayang. Kau harus memakai kacamata mu itu ke manapun. Kau terlihat sangat cantik, dan Aku tidak ingin orang lain melihat kecantikan mu itu. Karena itu semua hanya untuk ku. Kau mengerti?," ucap Bryan.


Aya menepuk keningnya. Ia tidak menyangka bahwa suaminya akan menjadi sangat posesif kepadanya.


Aya pun berjalan mendekati Bryan. Lalu Ia mengalungkan tangannya di leher suaminya, membuat Jantung suaminya berdetak begitu kencang.


Bryan tidak mampu menahan libidonya, sehingga Ia pun langsung menerkam istrinya dengan liarnya.


Dan terjadilah hal panas untuk beberapa jam kedepan. Hingga tubuh keduanya di penuhi dengan peluh yang membuat keduanya terkapar lemas sore itu.


***


Dua hari berlalu.


Kini tiba saatnya acara ulang tahun perusahaan Pratama di adakan. Banyak sekali para tamu undangan yang datang.


Aya, Bryan dan Bagaskara pun juga hadir di sana. Mereka memberikan selamat kepada Adrian.


Lisa terlihat begitu cantik saat ini. Adrian terus saja menggandeng tangan Lisa sejak tadi. Rasanya Ia tidak ingin sekali pun melepaskannya.


"Lisa, tunggulah sebentar, Aku akan mengambilkan minuman untuk mu," ucap Adrian.


Lisa pun tersenyum mengangguk.


Setelah kepergian Adrian, Lisa tengah berbicara dengan Aya mengenai putra-putri mereka.


Namun tiba-tiba ada seseorang yang dengan sengaja menabrak Lisa dan menumpahkan minuman tersebut ke baju Lisa.


"Ups, maaf kak Lisa, Aku tidak sengaja," ucap Aleta berpura-pura membersihkan baju Lisa.


Dan itu menyita perhatian beberapa orang di sana.


"Kenapa Kau harus membantu wanita kelas rendah seperti dia sayang. Biarkan saja dia, lagi pula Aku yakin kalau baju itu di beli dengan uang anak Tante," ucap Alika dengan sinisnya.


"Mama," ucap Lisa berusaha memanggil Alika.


"Diamlah wanita rendahan, Kau itu tidak pantas berada di sini bersama putraku. Putraku itu lebih pantas bersama dengan Aleta, sudah jelas dia putri dari keluarga Soehadi. Keluarga kaya di kota ini," ucap Alika berusaha membanggakan Aleta.


"Mama, Apa yang Mama katakan?, Aku adalah istri dari Adrian Ma, dan Aku adalah menantumu!," Ucap Lisa.


"Menantu?!, Aku tidak pernah mengakui mu sebagai menantu ku. Lagi pula mana surat nikah kalian?!, Tidak punya kan?. Kau jangan pernah mengaku-ngaku sebagai istri dari putraku!. Karena Aku akan menikahkan putraku dengan Aleta, putri keluarga Soehadi!." Ucap Alika dengan lantangnya.


Sehingga semua mata tertuju pada mereka.


"Tante Alika, Lisa adalah istri dari Adrian. Dan Tante tidak bisa seenaknya menghinanya!," ucap Aya membela Lisa.


"Kau jangan memanggilku dengan sebutan Tante, karena Kau itu juga sama rendahan seperti dia!," Tunjuk Alika pada Lisa.


Aya pun mulai tersulut emosinya. "Kau yang begitu rendahan karena tidak bisa menjaga mulutmu itu!," ucap Aya, membuat Alika melayangkan tangannya hendak menampar Aya.


Namun sebuah tangan kekar menangkap tangan Alika dan menghempasnya.


"Berani Kau menyentuh istriku dengan tangan kotor mu itu, Kau akan berhadapan dengan ku!," ucap Bryan penuh penekanan.


Melihat sebuah pertengkaran, Bryan segera menghampiri pertengkaran tersebut. Dan ternyata itu adalah ulah dari wanita yang sangat Ia benci.


***

__ADS_1


Udah dua ribu kata lebih gengks, lanjut besok lagi yak 😜😂😂


__ADS_2