Suamiku Arogan

Suamiku Arogan
Bab 32


__ADS_3

"Rena, Aku sudah kenyang, Kau lanjutkan saja makan mu, Aku ada meeting penting sekarang." Bryan menyeka mulutnya dengan tissue. Lalu Ia pun berdiri dan hendak meninggalkan Rena yang masih asik menikmati makanannya.


"Tapi Bry, Kau baru makan sedikit." Suara Rena menghentikan Bryan.


"Aku sudah kenyang Ren, dan nanti Kau tidak perlu menunggu ku. Karena mungkin meeting kali ini akan sangat lama." Ucapnya lalu segera meninggalkan ruangannya.


Rena menghentikan makannya dan menatap Bryan yang mulai menjauh dan akhirnya menghilang dari balik pintu.


"Kenapa Aku merasa Bryan berubah, apa mungkin hanya perasaanku saja," ucap Rena.


Karena merasa bosan pun akhirnya Rena beranjak dari sana dan pergi meninggalkan kantor Bryan.


Sedangkan Bryan yang melihat Rena mulai pergi dari perusahaannya tersenyum seraya mengelus dadanya lega.


"Akhirnya Rena pulang juga," ucap Bryan merasa lega. Kini Ia segera mengambil ponselnya dari sakunya dan menelpon istrinya itu.


***


Sementara itu Aya hendak memasukkan satu suapan makanannya pun menghembuskan nafasnya kasar. Aya mendengus ketika mendengar ponselnya berdering.


Tanpa melihat nama seseorang yang menelponnya, Aya pun segera mengangkatnya.


"Halo, biasa tidak jangan menggangguku makan, Aku sangat kelaparan. Bahkan Aku hampir mati sekarang!." Ketus Aya ketika menerima panggilan tersebut.


"Kau membentak ku?!." Suara seorang dari sebrang telepon tersebut pun menaikan suaranya karena kesal.


Aya terbelalak, Ia tidak melihat siapa yang menelponnya. Dengan segera Aya menatap benda pipih itu, dan Ia pun terbelalak melihat ternyata Bryan lah yang menelponnya.


Ia menaruh kembali sesuap nasi itu dan segera berdiri karena merasa panik.


"Maaf, iya ada Apa?."


"Kembali ke ruangan ku,kita belum makan siang bersama?.".tukas Bryan dan langsung menutup panggilan tersebut.


"Apa?!!. Kenapa dia menyuruhku ke sana lagi?!, Bukankah dia sudah makan siang bersama kekasihnya itu?." Gumamnya pada dirinya sendiri.


Dengan kesal Aya pun segera menuju ruangan Bryan dan meninggalkan nasi bungkusnya yang sudah Ia beli tadi.


"Kenapa dia suka sekali mengganggu ku sekarang?!." Dengusnya kesal.


Setelah sampai di ruangan Bryan, Aya masih terkejut melihat banyak makanan di sana.

__ADS_1


"Kenapa lagi Bryan, Apa kau mau pamer kalau Kau dan kekasih mu itu makan bersama. Apa kau tahu Aku sangat kelaparan sekarang!. Kau sudah mengganggu makan siang ku berkali-kali!." Keluh Aya.


"Kau duduklah, Aku yang akan menyiapkan makan siang mu sekarang. Maafkan aku Aya." Ujar Bryan.


Aya mengerutkan keningnya dan terpaku untuk sesaat kala mendengar maaf dari Bryan.


"K-kau minta maaf?." Tanyanya tak percaya.


"Ya, Aku minta maaf karena sudah membuat acara makan siang kita jadi kacau. Jadi sekarang Aku akan menebusnya dengan menyuapi mu." Cetus Bryan membuat Aya terbelalak.


"Ti-tidak usah, Aku bisa makan sendiri." Tolak Aya.


"Tidak Aya, sekarang Aku akan menyuapimu." Ucapnya yang kini sudah duduk di sampingnya. Lalu Bryan memutar kursi Aya hingga menghadapnya.


"Tidak usah Bryan, Kau itu apa-apaan." Aya melengos karena merasa begitu malu dan canggung.


"Kau jangan membantahku!." Tegas Bryan dan mulai menyuapi istrinya itu.


"Bagaimana?,enak?." Tanyanya kepada Aya.


Aya hanya menganggukkan kepalanya, Ia masih merasa begitu canggung saat ini.


Sikap Bryan membuatnya tersipu, jantungnya kembali berdetak kencang.


Setelahnya Bryan memberikan satu gelas air putih untuk Aya.


"Apa Kau sudah kenyang?." Tanyanya.


Aya pun menganggukkan kepalanya dan memaksakan senyumnya.


Sebenarnya Aya masih merasa lapar saat ini, bohong kalau dia mengatakan bahwa ia sudah kenyang. Karena akhir-akhir ini Aya selalu makan dengan porsi yang sangat banyak.


Bryan mengambil tissue dan mengelap bibir istrinya dengan lembut.


Bryan terus saja menatap Aya, sehingga kini Aya menundukkan kepalanya merasa begitu malu dan risih.


Perlahan Bryan mendekatkan wajahnya, tangannya menarik dagu Aya hingga pandangan mereka bertemu.


Bryan mulai melepaskan kacamata tebal istrinya itu.


Matanya terus saja menatap bibir merah Aya. Libidonya kembali tak teratur kala melihat wajah cantik dari balik kacamata tebal istrinya itu.

__ADS_1


Aya menggigit bibir bawahnya saat wajah Bryan terus saja mendekat ke wajahnya. Ia tidak tahu saat dirinya menggigit bibir bawahnya, justru itu malah semakin membuat Bryan semakin ingin merasakan bibir manisnya.


Dan cup...


Akhirnya bibir suaminya mendarat sempurna pada bibirnya. Aya hanya bisa memejamkan matanya, tubuhnya kembali berdesir merasakan gelenyar aneh yang membuatnya tidak ingin berhenti.


Satu kata yang Aya rasakan saat ini, yaitu 'nikmat'.


Bryan sangat pandai memainkan li.dah.nya memasuki rongga mulut istrinya. Dengan sedikit menggigit, mencecap, mereka berdua benar-benar merasa tidak ingin berhenti melakukannya.


Nafas keduanya begitu memburu, hingga tangan Bryan kini sudah membuka beberapa kancing baju milik istrinya.


Ciuman itu mulai turun hingga sampai di da.da istrinya yang terlihat menyembul dengan diiringi deru nafas yang begitu memburu.


Rasanya Bryan sudah tidak tahan lagi. Tangannya mulai membuka seluruh kancing baju istrinya dan menyingkap satu kain di dalam yang masih menutupi aset kembar yang terus saja menggodanya sejak tadi.


Bryan segera melahap aset kembar itu dengan begitu rakusnya. Libido telah menguasainya.


Sedangkan Aya mendesis tertahan, menggigit bibir bawahnya seraya mencengkeram rambut Bryan.


Nafas keduanya terus memburu, Bryan menginginkan hal yang lebih.


Dengan sigapnya Bryan menggendong tubuh istrinya menuju ke ruangan khusus yang ada di ruangannya itu.


Hingga tanpa Aya sadari kini tubuhnya sudah polos tanpa sehelai benang pun. Aya tidak munafik, Bryan sudah begitu lihainya untuk memancing dirinya hingga kini Ia pun menginginkan hal yang lebih.


Aya tercekat saat merasakan tangan suaminya yang sudah berada di bawah sana dan mulai menembus masuk dengan perlahan.


Hingga suara de..da..han.. pun keluar dari bibir Aya. Dan itu membuat Bryan semakin gencar melakukan sesuatu di bawah sana dengan ja..rinya.


Suara Aya semakin tertahan saat merasakan sesuatu di ba..wah sana ingin meledak-ledak.


"Bryaaan..." Ucapnya ketika sesuatu di bawah sana benar-benar meledak. Tubuhnya bergetar seiring gejolak dahsyat menghantamnya. Hingga kini berganti dengan kelegaan setelah ledakan yang cukup dahsyat itu.


Tubuhnya seakan terasa begitu lemas saat ini, rasa lelah dan mengantuk mulai menghampiri Aya.


Eits, tidak secepat itu, karena Bryan belum menuntaskan sesuatu dari dalam dirinya. Dengan gerakan cepat Ia memposisikan dirinya dan memulai aksinya.


Hingga keduanya pun terlarut dalam sebuah rasa yang di sebut dengan 'surga dunia'. Yang membuat pasangan suami istri itu terbuai oleh nikmatnya.


Mereka pun terlelap setelah sebuah rasa itu mendera dan membuat keduanya tertidur dengan saling berpelukan satu sama lain sesaat setelah Bryan mengecup lembut kening istrinya.

__ADS_1


***


🙈🙈🙈🙈😂😂😂🙏🙏🙏


__ADS_2