Suamiku Arogan

Suamiku Arogan
Bab 59


__ADS_3

Lisa mematut dirinya di depan cermin. Hari ini Ia akan mengantarkan makan siang suaminya ke kantor.


Lisa mengenakan dress selutut tanpa lengan berwarna putih dan ada sedikit motif bunga disana.


Dengan menggunakan make up tipis sehingga membuat Lisa begitu cantik. Rambutnya pun Ia gerai.


Lisa melangkah keluar dari kamarnya menuju dapur untuk mengambil bekal makan siang yang sebelumnya sudah Ia siapkan.


Lisa kali ini ke kantor suaminya bersama supir. Karena berpikir Tidak akan lama di sana, Lisa menitipkan putrinya kepada pengasuhnya di rumah.


Lisa juga sudah menyiapkan beberapa botol stok ASI di rumah. Jadi Ia merasa tenang bila harus bepergian.


"Bi, Aku titip Divya sebentar. Kalau Divya minta susu lagi, di kulkas ada beberapa botol. Aku tinggal dulu ya Bi," ucap Lisa sebelum berangkat.


Lisa mencium pipi putrinya, baru setelah itu Ia melangkah meninggalkan putrinya di rumah.


Lisa merasa senang, karena ini pertama kalinya Ia pergi ke kantor suaminya. Ia terus menatap bekal makan siang itu, berharap suaminya akan menyukainya.


Hingga tak terasa mobilnya pun sampai di parkiran kantor Adrian.


"Tunggu sebentar ya pak, Aku tidak akan lama," ucap Lisa pada supirnya.


Lisa melangkah memasuki kantor tersebut. Hingga sampailah Ia di lobi perusahaan.


Lisa bertanya kepada resepsionis di mana ruangan suaminya berada.


"Permisi mbak, ruangan Tuan Adrian di mana ya?," tanya Lisa.


Pegawai resepsionis itu menatap Lisa dari atas ke bawah. Ia berpikir Lisa adalah para wanita yang selalu berpura-pura mengenal bosnya, seperti sebelum-sebelumnya.


Karena sebelumnya banyak sekali wanita yang mengaku dirinya adalah kekasih Adrian. Jadi pegawai resepsionis itu takut bila itu kembali terjadi.


"Maaf Nona, Apa Anda sudah membuat janji dengan Tuan Adrian sebelumnya?."


"Sudah mbak, kemarin dia sendiri yang menyuruh ku untuk datang kemari. Aku juga sudah membawakan makan siang untuknya," ucap Lisa memperlihatkan bekal makanan yang Ia bawa.


"Seperti sebelumnya, Aku yakin wanita ini hanya berpura-pura mengenal Tuan Adrian. Aku yakin dia hanya modus," ucap pegawai resepsionis tersebut.


"Tunggulah disana Nona, nanti akan ku sampaikan pada Tuan Adrian," ucap pegawai resepsionis tersebut. Namun itu hanya ucapanya, kenyataannya petugas resepsionis itu tidak memberitahu Adrian bahwa Lisa tengah menunggu di bawah.


Lisa sedikit merasa kecewa. Lalu Ia duduk di kursi tunggu yang ada di depan sana.


Sementara itu di dalam ruangannya, Adrian terus melihat jam tangannya. Ia sedang menunggu Lisa datang membawakan makan siangnya.


"Kenapa Lisa belum datang, apa dia tidak jadi membawakan ku makan siang kemari?," gumamnya.


Hingga pintu ruangannya pun terbuka.


"Kak Adrian, Aku membawa bekal makan siang dari rumah. Kita makan bersama ya?," ucap Leta yang kini sudah duduk di depan Adrian dan menaruh kotak bekalnya di meja Adrian.

__ADS_1


Leta mulai membuka bekal makan siangnya di depan Adrian. Lalu Ia mulai menyendokkan makanan itu dan menyuapkannya pada Adrian.


"Makanlah kak, kak Adrian pasti lapar kan?," ucap Leta.


Adrian kembali melihat jam tangannya, Ia berpikir Lisa tidak akan datang. Iapun menerima suapan dari Leta.


Saat menerima suapan keduanya, ponsel Adrian pun berdering. Dan itu panggilan dari Lisa, sontak saja Adrian langsung mengangkatnya.


"Halo Lisa, Kau di mana?, Apakah kau tidak jadi datang?," tanya Adrian.


"Aku menunggumu di bawah sejak tadi Adrian," ucap Lisa dari sebrang telepon.


Aleta merasa begitu kesal mengetahui yang menelpon Adrian adalah istrinya. Iapun tersenyum penuh arti.


"Kak Adrian buka mulutnya lagi kak, Aku tahu kak Adrian sangat lapar," ucap Aleta dengan sedikit mengeraskan suaranya. Ia ingin Lisa mendengar suaranya.


Dan benar saja, Lisa mendengar suara Aleta. Hatinya tiba-tiba merasakan kekecewaan yang mendalam terhadap suaminya.


"Jadi Kau tidak kunjung menemui ku di bawah karena Kau sudah menikmati makan siang bersama Aleta," ucap Lisa dalam hati.


"Sepertinya Kau sudah makan siang Adrian, dan Kau juga kelihatannya sedang sibuk sehingga Aleta menyuapi mu. Yasudah nikmati makan siang mu, Aku akan kembali pulang," ucap Lisa dan langsung mematikan panggilnya.


"Kenapa hatiku rasanya sakit sekali," ucap Lisa memejamkan matanya sejenak. Lalu Ia pun beranjak berdiri hendak meninggalkan kantor suaminya.


Lisa mulai melangkahkan kakinya, rasanya Ia sia-sia datang ke kantor ini membawakan makan siang untuk suaminya. Toh kini suaminya malah tengah menikmati makan siangnya dengan Aleta.


"Lisa!."


"Adrian," ucapnya terkejut saat melihat Adrian yang terlihat ngos-ngosan di sana.


"Jangan pergi!," ucapnya kembali mengatur nafasnya yang ngos-ngosan karena berlari.


Mendengar Lisa yang akan meninggalkan kantor, Adrian pun segera berlari keluar dari ruangannya dan meninggalkan Leta.


Adrian tidak ingin Lisa pergi dari kantornya, entah mengapa Adrian pun ingin sekali bertemu dengan Lisa.


"Tapi bukankah Kau sedang makan siang bersama Aleta?, Jadi lebih baik Aku pergi saja Adrian," ucap Lisa kembali akan melangkah.


Suara Aleta dari sebrang telepon tadi membuatnya terus menerus memikirkannya.


"Kau tidak boleh pergi!," Tegas Adrian dan langsung menghampiri istrinya.


Tangannya menggapai tangan istrinya dan menggandengnya berjalan bersamanya.


"Apa Kau tahu Aku sudah menunggu mu sejak tadi Lisa?. Sekarang Kau harus menemani ku makan siang!." Adrian berucap sambil berjalan menggandeng tangan Lisa.


Sementara pegawai resepsionis tersebut terkejut melihat bosnya yang menggandeng tangan Lisa.


"Jadi Nona itu sungguh mengenal Tuan Adrian?. Matilah Aku," ucapnya takut.

__ADS_1


Adrian langsung membawa Lisa menuju ke ruangannya.


Sedangkan di sana masih ada Aleta yang tengah menunggu Adrian kembali.


"Leta, Kau keluarlah, Aku akan makan siang bersama istri ku!," suruh Adrian.


"Tapi kak, bukankah tadi Kau mau makan siang dengan ku?. Kau juga makan dari suapan ku tadi," ucap Leta berusaha membuat Lisa cemburu.


Namun Lisa hanya menatap kearah lain, tidak di pungkiri bahwa hatinya merasa begitu sakit mendengar ucapan Leta.


"Tadinya Aku tidak tahu kalau istri ku ada di lantai bawah. Dan sekarang kumohon keluar lah, karena Aku hanya ingin makan berdua saja bersama Lisa!," ucap Adrian dengan teganya.


Leta merasa sangat kesal, Ia merasa Lisa sudah mengganggunya bersama Adrian. Mau tidak mau Leta pun keluar dari ruangan Adrian.


Lalu Adrian mengajak istrinya untuk duduk di sofa ruangan itu.


"Sekarang suapi Aku!," ucap Adrian duduk di samping Lisa.


Lisa menganggukkan kepalanya dan membuka bekal makan siang yang Ia bawa tadi.


"Kenapa Kau malah menunggu di bawah dan tidak langsung keatas mencari ku?," tanya Adrian menatap istrinya.


"Tadi resepsionis mengatakan bahwa Aku harus menunggu mu di sana. Dia mengatakan akan memberi tahu mu. Jadi Aku menunggu mu di sana," ujar Lisa.


Adrian mengerutkan keningnya, sedari tadi tidak ada yang memberitahunya bahwa Lisa telah menunggunya di bawah.


Iapun menggeram kesal, karena karyawannya itu bertindak seenaknya sendiri.


Lalu Lisa pun menyuapi Adrian. Adrian merasa begitu senang istrinya menyuapinya. Ia terus saja memperhatikan Lisa yang nampak begitu cantik hari ini.


Hingga makanan itu tandas, Adrian masih saja menatap wajah Lisa. Hingga membuat Lisa pun bersemu merah.


Namun tiba-tiba Lisa merasa ASI-nya begitu penuh dan terasa begitu sakit.


"Ahh," pekik Lisa.


Adrian terkejut melihat istrinya yang terlihat kesakitan.


"Lisa, Kau kenapa?!," tanyanya begitu cemas.


"Sakit sekali Adrian," ucap Lisa mendesis seraya memejamkan matanya menahan sakit.


"Mana yang sakit?."


"ASI ku sudah terlalu penuh, Aku harus segera mengeluarkan ASI-nya Adrian. Tapi kalau Aku harus menunggu sampai di rumah, itu pasti akan semakin sakit nanti. Dan alat untuk mengeluarkannya ada di rumah," ucap Lisa masih menahan sakitnya.


Adrian merasa bingung dengan apa yang harus Ia lakukan agar istrinya tidak lagi kesakitan.


Sementara Lisa semakin merasakan sakit pada dadanya.

__ADS_1


***


Selanjutnya, apakah ada yang bisa menerka apa yang akan terjadi 🤔🤔. Adakah yang bisa menebak Apa yang ada di otak othor 😂😂😂


__ADS_2