Suamiku Arogan

Suamiku Arogan
Bab 55


__ADS_3

Adrian pun kembali ke tempat Lisa, kini Lisa dan baby-nya sudah di pindahkan dari ruang bersalin. Dan kebetulan ruangan itu tepat berada di sebuah ruangan Bryan dan Aya.


Hingga lagi-lagi Adrian pun kembali ke ruangan Aya.


"Hai lagi kakak dan kakak ipar hehehe." Adrian tersenyum nyengir menatap keduanya yang mulai terlihat jengah dengannya.


"Kau lagi Adrian?, Kenapa lagi?!," ucap Bryan jengah.


"Tidak, Aku hanya ingin mengatakan bahwa calon istri ku dan anakku berada di ruangan sebelah," ucapnya dan langsung pergi lagi dari sana.


Bryan dan Aya pun kembali saling berpandangan.


"Sayang, kenapa Aku jadi penasaran dengan siapa calon istri Adrian?, Apa Kau mau melihatnya untuk ku?," tanya Aya.


Bryan menganggukkan kepalanya, Ia sendiri juga merasa penasaran dengan ucapan adik sepupunya itu.


Dengan segera, Bryan berjalan keluar dan mengetuk pintu ruangan kamar di sebelahnya.


"Eh Abang ku, masuk bang," ucap Adrian cengengesan. Membuat Bryan menatapnya tajam.


Bryan mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam. Ia mengerutkan keningnya saat melihat seseorang yang di kenalnya.


"Lisa," panggil Bryan.


Sontak Lisa menoleh ke arah Bryan dan terkejut.


"Tuan Bryan," ucapnya pelan.


Lalu Bryan kembali menatap Adrian. "Apa yang Kau maksud Nona Lisa ini calon istri mu?," tanya Bryan penuh selidik.


"Ya, seperti yang Kau lihat. Tapi tunggu, Kau mengenal Lisa Bry?," tanya Adrian.


Bryan tidak menjawab pertanyaan Adrian, Ia berjalan mendekat ke arah Lisa dan baby-nya di sana.


"Nona Lisa, Anda sudah melahirkan?, Lalu di mana suamimu?," tanya Bryan.


Lisa bingung harus menjawab apa, Ia sebenarnya malu untuk mengatakan bahwa Ia tidak memiliki suami. Ia pun hanya menundukkan kepalanya.


Adrian yang melihatnya pun langsung menghampiri Bryan. "Aku adalah calon suaminya kak, bukankah tadi Aku sudah mengatakannya. Dan lihatlah putriku ini, cantik bukan?."


Pandangan Bryan teralihkan pada sosok baby perempuan yang wajahnya begitu mirip dengan saudaranya itu.


Bagaimana bisa bayi itu begitu mirip dengan saudaranya itu?.


Bryan lantas menarik Adrian menuju ke luar ruangan itu.


"Katakan, sebenarnya ada apa ini?. Bagaimana mungkin bayi itu bisa mirip dengan mu?!," tanya Bryan tak mengerti.

__ADS_1


Adrian menghela nafasnya panjang. "Kau ingat tentang kejadian di villa milik Deyo waktu itu?."


"Ya, kenapa?."


"Aku tidak mendapatkan obat penawarnya, dan Kau bisa menebaknya apa yang terjadi," ucap Adrian.


"Apa?!, Jadi Kau memperkosa Lisa?!." Bryan berbicara lantang sehingga Adrian langsung membekap mulut saudaranya itu.


"Abang, pelan kan suaramu itu!."


Bryan pun langsung melepaskan tangan Adrian dari mulutnya. "Tapi bagaimana Lisa bisa berada di sana?."


"Dia waktu itu sedang membantu membersihkan villa Deyo untuk tambahan uang," ucap Adrian.


Bryan mengangguk-angguk mengerti.


"Lalu bagaimana bisa Abang ku ini kenal dengan Lisa?." Adrian menatap Bryan penuh selidik.


"Jangan menatapku seperti itu atau ku congkel matamu itu!. Itu tidak seperti yang Kau bayangkan," ucap Bryan tahu apa maksud tatapan Adrian padanya.


"Lalu?."


"Lisa beberapa hari yang lalu sudah menolong istri ku yang hampir tertabrak. Karena dia istri dan bayi dalam kandungan istri ku selamat. Dan Kau tahu?, Aya dan Lisa berteman." Tutur Bryan.


Sekarang giliran Adrian yang mengangguk-angguk mengerti. "Ternyata, dunia begitu sempit. Aku sudah berbulan-bulan mencarinya, tidak menemukannya."


"Kau ini, tanganmu ringan sekali!," cibir Adrian seraya mengusap-usap kepalanya.


"Yasudah, aku pergi dulu," ucap Bryan hendak pergi dari sana.


"Eh, mau kemana?."


"Aku mau memberi tahu istri ku kalau teman barunya akan menjadi adik iparnya," ucap Bryan.


Adrian lalu kembali ke dalam.


"Tuan Bryan kemana Tuan?," tanya Lisa tidak mendapati Bryan kembali.


"Dia sedang memberitahu istrinya bahwa Kau akan menjadi adik iparnya. Oh ya, Kau jangan memanggilku Tuan, panggil Aku dengan nama saja," ucap Adrian menatap Lisa.


"Baiklah Tuan, eh maksudnya A-adrian," ucap Lisa canggung.


"Yasudah, sekarang tidurlah. Besok Aku akan mengantarmu pulang sekaligus meminta restu dari orang tuamu," ujar Adrian tersenyum.


Lisa pun menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan Adrian.


Lisa mulai membaringkan tubuhnya, sementara Adrian tidur di sofa yang ada di ruangan tersebut.

__ADS_1


Lisa merasa lega karena Adrian mau bertanggungjawab terhadap dirinya dan putri kecilnya. Tapi apakah nanti pernikahan mereka akan bahagia?. Lisa tidak mau memikirkannya, yang paling penting adalah kebahagiaan putrinya kelak.


***


Keesokan harinya Adrian mengantarkan Lisa dan putrinya pulang ke rumah kediaman Agra. Adrian terkejut mengetahui bahwa ternyata Lisa adalah putri dari Agra.


"Nona muda, Anda sudah pulang?, Syukurlah, Tuan begitu menghawatirkan Nona. Kalau begitu saya akan memberi tahu Tuan dan Nyonya sebentar," ucap pelayan di rumahnya.


Lisa pun mengajak Adrian untuk masuk ke dalam rumah.


"Masuklah Adrian," ajak Lisa.


"Baiklah."


Agra yang mendengar bahwa putrinya sudah pulang, segera turun untuk menemui putrinya. Ia turun bersama dengan istrinya Santi.


Mereka turun ke bawah menemui Lisa. Namun Agra mengerutkan keningnya saat melihat Lisa tengah bersama seorang pria dan tengah menggendong seorang bayi.


"Lisa, Kau kemana saja, kami semalam mencarimu nak?," tanya Santi hendak memeluk Lisa. Namun Lisa menghindarinya.


"Anda tidak perlu bersikap manis, Kau lihat sendiri kan bahwa Aku baik-baik saja," ucap Lisa dingin. Membuat Santi merasa begitu sedih.


"Lisa, jaga ucapanmu pada Mama mu!," ucap Agra kepada putrinya. Namun Lisa hanya membuang muka.


Adrian yang melihat hal itu pun mengerutkan keningnya. "Ada apa dengan hubungan Lisa dan Mamanya?," ucap Adrian dalam hati.


Agra menatap ke arah Adrian yang tengah menggendong seorang bayi. Ia juga memperhatikan perut putrinya yang sudah rata.


"Lisa, siapa dia?, Dan bayi itu, apakah cucuku?." tanya Agra menatap Adrian dan bayi dalam gendongannya.


Adrian pun langsung mengenalkan dirinya.


"Perkenalkan Tuan, saya Adrian Pratama, saya adalah ayah dari cucu Anda," ucap Adrian mulai memperkenalkan dirinya.


Agra begitu terkejut mendengarnya. "Jadi Kau yang sudah membuat putriku menderita seperti ini?!." Agra pun mulai marah.


"Iya Tuan, tapi kedatangan saya saat ini adalah untuk menikahi putri Anda, dan memberikan status seorang Ayah untuk putriku," ucap Adrian.


Mendengar ucapan Adrian, Agra merasa lega karena Adrian mau bertanggungjawab untuk putrinya. Ia juga tahu bahwa Adrian adalah putra dari Pratama.


"Baiklah, saya memberikan restu untuk kalian berdua. Tapi bila Kau sekali saja menyakiti putriku, maka Kau akan berurusan dengan ku!," ancam Agra.


"Saya berjanji akan berusaha untuk membahagiakan putri Anda Tuan. Saya juga sudah menghubungi asisten saya untuk membawa penghulu ke mari. Saya akan menikahi putri Anda saat ini juga secara agama. Dan untuk meresmikannya kita bisa melakukannya nanti."


Agra menyetujuinya. Hingga akhirnya penghulu pun datang. Dan kini mereka telah resmi menjadi pasangan suami istri yang sah di depan agama.


***

__ADS_1


__ADS_2