
Bila sebelumnya Lisa begitu membenci Papanya. Kini setelah membaca surat dari almarhum mamanya, Ia begitu menyesali selama ini telah membenci sang Papa.
Sebuah kenyataan telah menampakkan kebenarannya. Lisa terus menangis dan menyesali semuanya. Sebuah kata maaf terus terucap dari bibirnya untuk Papanya yang kini telah pergi menyusul almarhum mamanya.
Lisa mulai mengusap air matanya. Perlahan Ia pun beranjak keluar dari kamarnya. Ia berlari, berlari menuju ke kamar mama sambungnya.
Lisa mengetuk pintu kamar Santi dengan tidak sabarnya. Tangannya terus saja mengetuk pintu tersebut. Air matanya pun terus berjatuhan saat ini.
Hingga pintu kamar tersebut pun terbuka dan menampakkan wajah seorang wanita paruh baya yang terlihat masih cantik namun terlihat sembab karena mungkin juga tengah menangis.
"Lisa, Kau kenapa nak?," tanya Santi menatap wajah Lisa yang berderai air mata.
Tanpa menjawabnya, Lisa langsung memeluk Santi, sehingga membuat Santi begitu terkejut dan terhenyak.
"Maafkan Lisa, maafkan Lisa Mama," ucap Lisa semakin terisak.
Santi semakin terkejut mendengar Lisa memanggilnya dengan sebutan Mama. Karena sebelumnya Lisa tidak pernah sekalipun memanggilnya seperti itu.
"Li-sa, Kau memanggil ku apa nak?, benarkah Kau memanggil ku Mama?. Ucapkan sekali lagi sayang, Mama ingin mendengarnya," ucap Santi menitihkan air matanya.
"Mama"
Santi segera memeluk Lisa dengan perasaan terharu dan bahagia. Sekian lama Lisa tidak pernah menganggapnya ada. Kini pertama kalinya Lisa memanggilnya Mama. Itu adalah kebahagiaan tersendiri baginya.
"Mama, maafkan Lisa ma, maafkan Lisa. Lisa sungguh sangat menyesal ma. Lisa sudah membenci Papa dan Mama selama bertahun-tahun. Maafkan Lisa ma, Lisa sudah tahu semuanya. Mama Wina menulis semuanya untuk Lisa." ucap Lisa begitu merasa bersalah.
"Kau tidak salah nak, kami yang bersalah karena tidak mengatakan yang sebenarnya kepada mu. Terimakasih karena Kau sudah mau memanggil ku Mama." Santi kembali memeluk tubuh Lisa.
Dalam surat yang Lisa baca. Mamanya mengatakan bahwa Ia sendiri yang memaksa Papanya untuk menikah lagi.
Karena sebuah penyakit, Mama Lisa begitu mempercayakan Lisa pada Mama sambungnya Santi. Tapi yang ada, Lisa malah membenci keduanya.
Lisa menganggap Papanya tidak mencintai Mamanya, dan kematian Mamanya disebabkan oleh karena papanya yang menikah lagi. Sungguh Lisa tidak pernah menduganya.
Hingga tangis keduanya pun pecah. Lisa yang menangis karena sebuah penyesalan. Sementara Santi yang menangis karena begitu bahagia dan terharu karena Lisa memanggilnya Mama.
Santi begitu menyayangi Lisa, dia adalah sahabat Wina sejak kecil. Makanya Wina begitu mempercayakan putri dan suaminya pada Santi.
__ADS_1
"Terimakasih sayang, karena sudah mau menerima Mama Santi," ucap Santi penuh haru. Lalu Ia menciumi wajah Lisa yang selama ini begitu Ia sayangi seperti putrinya sendiri.
Sementara itu, Adrian terkejut saat melihat Lisa dan Mamanya yang menangis itu. Hingga membuatnya berjalan mendekati keduanya.
"Mama, Lisa, kenapa kalian menangis?," tanya Adrian begitu khawatir.
Keduanya pun menoleh ke arah Adrian, lalu mereka pun tersenyum. "Kami tidak apa-apa, kami hanya sedang bahagia. Bahagia karena Aku masih memiliki Mama Santi," ucap Lisa.
Adrian begitu lega mendengarnya, kalau sebelumnya Ia selalu melihat kebencian di mata istrinya saat memandang Mamanya. Kini semua itu sudah tidak ada lagi.
"Kenapa Kau hanya memeluk Mama, Apa Kau tidak ingin memeluk suamimu ini?." Adrian menaik turunkan kedua alisnya.
Membuat kedua wanita di depannya itu pun tertawa. Melihatnya Adrian begitu bahagia karena kembali melihat senyum istrinya.
***
Beberapa hari berlalu, pengacara keluarga Agra membacakan surat wasiat yang di tuliskan oleh Papanya.
Dalam surat wasiat tersebut tertulis, bahwa Agra memberikan 95% aset-asetnya perusahaannya untuk Lisa. Dan 5% lagi untuk Santi.
Lisa harus menggantikan dirinya menjadi pemimpin perusahaan papanya itu. Dan rumah beserta isinya Ia juga mewariskannya untuk Lisa dan keluarga kecilnya.
"Ma, untuk saat ini Lisa belum siap untuk mengelola perusahaan Papa. Lisa mohon Mama saja dulu yang mengelolanya." Ucap Lisa.
"Tapi sayang, Mama tidak akan mampu melakukannya." Santi berusaha untuk menolaknya.
Namun tetap saja Lisa mengatakan bahwa dirinya belum ingin mengelolanya. Jadi mau tidak mau Ia harus mengelolanya untuk sementara, selama Lisa belum siap.
***
Siang ini Lisa dan Adrian memutuskan untuk kembali ke rumah mereka.
Sebenarnya Santi begitu sedih bila Lisa harus meninggalkan rumah itu. Namun Lisa kekeh tidak ingin tinggal di sana. Lisa sudah mempercayakan semuanya kepada Mamanya. Jadi Ia bisa sedikit merasa tenang.
"Sayang, Kau yakin tidak ingin mengelola perusahaan Papa?, Aku bisa mengajarimu untuk semua itu," ucap Adrian. Tapi Lisa tetap menolaknya.
Sementara Adrian yang tadinya Santi suruh untuk mengelola perusahaan keluarga Agra pun menolaknya. Karena Ia sendiri pun sudah sangat sibuk mengelola perusahaan milik keluarganya.
__ADS_1
Hingga kini pun mereka sampai di rumah milik mereka.
"Lisa, lusa adalah hari ulang tahun perusahaan. Aku ingin mengajakmu dan putri kita dan memperkenalkan mu di sana," ucap Adrian.
"Apa Aya juga ada di sana?," tanya Lisa.
"Tentu saja, Bryan dan keluarga besar kita juga akan ada di sana. Aku juga mengundang perusahaan milik mu untuk datang ke sana nanti."
"Benarkah?, Jadi Mama juga akan hadir di sana?," tanya Lisa dengan binarnya, dan dianggukki oleh suaminya.
Sontak Lisa langsung memeluk suaminya itu.
"Aku ingin menagih sesuatu yang belum sempat terlaksana waktu itu Lisa," bisik Adrian saat Lisa masih memeluknya.
Lisa melepaskan pelukannya dan menatap tak mengerti dengan apa yang suaminya itu katakan.
"Menagih Apa?."
Tanpa berkata, Adrian langsung menggendong tubuh Lisa dan membawanya masuk kedalam kamarnya.
Lisa terkejut dengan perlakuan suaminya itu.
"Apa yang Kau lakukan Adrian...," teriaknya seraya berpegangan pada leher suaminya karena takut terjatuh.
Namun dengan cepat Adrian langsung membungkam bibir istrinya dengan bibirnya. Dan akhirnya siang itu menjadi siang yang begitu panas dalam kamar tersebut.
(Kalian bayangkan sendiri saja ya 😂😂)
***
Sementara di sisi lain, dua orang wanita tengah berbincang di sebuah salon. Mereka tengah menjalani perawatan yang sering mereka lakukan setiap hari.
"Tante, sepertinya akan susah memisahkan kak Adrian dengan istrinya," ucap Leta.
"Kau tenang saja sayang, lusa adalah acara ulang tahun perusahaan milik Adrian. Di sana nanti Mama akan umumkan bahwa Kau adalah calon istri putra Mama"
"Kau tahu sendiri kan, bahwa Adrian dan gadis miskin itu hanya menikah siri. Dan belum menikah secara negara. Tante yakin setelah Tante mengumumkan bahwa Kau adalah calon istri dari Adrian Pratama, gadis itu akan sadar diri bahwa dia tidak pantas mendampingi putraku Adrian. Karena dia bukanlah siapa-siapa, sedangkan Kau adalah putri dari keluarga Soehadi." Ucap Alika dengan yakinnya.
__ADS_1
Sementara Aleta pun tersenyum menyeringai karena Mama Adrian berpihak kepadanya dan mendukungnya. Ia pun juga merasa yakin bahwa nanti Ia akan mengalahkan Lisa.
***