Suamiku Arogan

Suamiku Arogan
Bab 91 (season 2)


__ADS_3

"Nanti Kau akan mengetahuinya sendiri Ashy. Karena kekuatan mu perlahan akan Kau ketahui. Dan untuk menyempurnakannya, di saat ulang tahun ke 20 nanti Kau harus menggunakan kalung yang secara khusus sudah Papa mu buatkan untuk mu." ucap Karl.


Dan itu semua semakin membuat Eve begitu penasaran. Eve menganggap ucapan Karl mungkin hanyalah sebuah candaan semata. Karena mana mungkin ada orang yang memiliki kekuatan macam super Hiro.


Eve tertawa begitu geli memikirkan ucapan Karl padanya.


Melihat Eve yang tertawa membuat Karl tersenyum. "Sebenarnya apa yang Kau tertawan Ashy?," tanya Karl.


Rasanya hanya dengan melihat Eve tertawa seperti itu membuatnya juga ingin tertawa. Dan akhirnya iapun juga ikut tertawa melihatnya.


Eve mengusap air di sudut matanya karena tertawa terbahak.


"Kenapa kak Karl ikut tertawa?," tanya Eve masih dengan sedikit tawa di bibirnya.


"Entahlah Ashy, rasanya dengan melihat mu tertawa, membuatku juga ingin tertawa," sahut Karl.


"Memangnya ada ya, tertawa yang menular?," tanya Eve menghentikan tawanya dan menatap ke arah Karl.


"Mungkin, buktinya Aku tertular tawamu itu. Memangnya apa yang Kau tertawakan hum?," tanya Karl.


"Aku tertawa karena tidak percaya dengan yang kak Karl katakan. Kekuatan macam super Hiro hanya ada di film-film kak,lah ini kak Karl ngigau yah?," ucap Eve kembali terbahak.


Karl pun hanya tersenyum menggelengkan kepalanya melihat Eve yang tertawa begitu kencangnya.


"Eve, Aku ingin mengajak mu untuk bertemu dengan kakak mu. Dia begitu merindukanmu, apakah Kau mau?," ajak Karl .


Eve pun menghentikan tawanya, lalu ia menatap Karl dengan pandangan menelisik.


"Kalau kakak kandung ku begitu merindukan ku, mengapa tidak dia sendiri yang mencari ku dan menemui ku?," tanya Eve membuat Karl terdiam sejenak.


"Ashy, tanggung jawab kakak mu begitu besar. Ia harus memimpin apa yang Papa mu tinggalkan. Terlebih ia juga harus mengurus pemerintahan yang almarhum Mama mu tinggalkan juga. Dia harus merangkap semua itu, dan dia menyerahkan pencarian mu kepadaku. Kakak mu membutuhkan mu untuk membantunya mengurus semua itu Ashy," tutur Karl membuat Eve berpikir keras.


"Jadi Mama ku juga sudah tiada kak?." ucap Ashy begitu sendu.


"Ya, dia begitu menyayangi mu. Mama mu ratu Moana terbunuh setelah para musuh menghabisi Papa mu, yaitu Paman Damish." ucap Karl membuat Eve mengerutkan keningnya.


"Ratu?, apa maksudmu kak?."

__ADS_1


Karl mengambil nafasnya panjang, ia pun kembali menceritakan tentang keluarga Eve yang sesungguhnya.


"Ya, Mama mu adalah ratu Moana dari pulau matahari Ashy. Tidak ada yang mengetahui pulau tersebut. Bahkan peta dunia tidak dapat mencakup pulau tersebut. Namun pulau tersebut hanya menjadi desas desus orang-orang. Mungkin ada yang percaya pulau tersebut ada, namun sebagian juga hanya menganggap pulau tersebut hanyalah mitos saja," ucap Karl. Dan itu sungguh membuat Eve menjadi pusing memikirkannya. Benarkah dirinya berasal dari bagian mereka?. Eve sungguh tak dapat berkata lagi.


"Kak Karl, bolehkah Aku tidak mempercayainya, entahlah tapi Aku belum bisa menerima semua ucapan kakak. Semuanya terasa begitu asing di telinga ku. Dan menurutku itu semua tampak seperti dunia hayalan saja," ucap Eve belum bisa percaya dengan perkataan Karl.


"Itu terserah padamu Ashy, yang jelas Aku akan selalu melindungi mu. "


***


Eve sungguh tak percaya dengan ucapan Karl. Sampai di rumah pun ia masih belum bisa mencerna semuanya. Ia menganggap dunia mafia itu hanya ada di film-film saja, apalagi dengan kekuatan supranatural, itu hanya dunia halu saja menurutnya.


Eve pun tak ingin lagi memikirkan ucapan Karl yang menurutnya hanya bergurau saja itu.


Ia lebih memikirkan tentang ulang tahunnya lusa, apakah Mamanya akan merayakannya seperti sebelumnya?. Eve sudah tidak sabar lagi untuk meminta hadiah ulang tahun kepada Mama dan papanya.


Eve dengan raut wajah senang berjalan mencari di mana keberadaan Aya.


"Mama...!," panggil Eve. Ia berjalan menuju kamar Mamanya.


Melihat pintu kamar Mamanya yang terbuka, Eve pun masuk kedalam sana. Ia melihat Mamanya yang tengah memoleskan make up pada wajahnya.


"Mama...!, Mama mau kemana, kenapa memakai make-up?," tanya Eve mengerutkan keningnya.


Aya pun tersenyum dengan tangannya yang masih memoleskan make up di wajahnya. "Mama ada pertemuan arisan dengan teman-teman Eve. Mungkin Mama akan menginap di villa milik teman Mama, jadi Mama mungkin akan pulang lusa," ucap Aya membuat Eve terkejut.


Bukankah hari ulang tahunnya tinggal besok, apakah mungkin Mamanya melupakannya?. Tapi di tahun-tahun sebelumnya Aya selalu mengingat hari ulang tahun Eve. Tapi kenapa sekarang Aya melupakannya?. Eve bertanya-tanya dalam hatinya.


"Ma, apa Mama tidak melupakan sesuatu?, mungkin hari yang begitu spesial?," tanya Eve berusaha untuk mengingatkan Aya tentang hari ulangtahunnya.


Aya mengerutkan keningnya. "Memangnya hari spesial apa sayang?, Mama sudah mengingat-ingat tidak ada yang spesial untuk satu Minggu ke depan," ucap Aya menahan tawanya di depan Eve.


Dapat Aya lihat raut wajah kekecewaan dari putrinya itu. "Yasudah sayang, Mama sudah selesai, sekarang Mama berangkat dulu ya?," ucap Aya seraya mencium kedua pipi Eve.


Eve hanya terdiam mematung, rasanya ia begitu kecewa karena Aya melupakan hari spesialnya.


Eve hanya memperhatikan punggung Mamanya yang mulai menghilang dari balik pintu.

__ADS_1


"Apakah Mama benar-benar melupakan hari ulang tahunku?," ucap Eve sedih. Ia pun berjalan keluar dari kamar Mamanya dan berniat untuk mencari Bintang.


Eve melihat selulit tubuh Bintang yang tengah memasuki kamarnya. Eve memutuskan untuk bertanya kepada kakaknya, pasti Bintang akan mengingat hari ulang tahunnya, pikir Eve.


"Kak Bintang!," panggil Eve, namun Eve mengerutkan keningnya saat melihat Bintang yang sedang memasukkan bajunya ke dalam tasnya.


"Ada apa Eve?," tanya bintang tanpa menatap Eve. Tangannya dengan sibuk memasukkan baju kedalam tas miliknya.


"Kak Bintang mau ke mana?."


"Oh, kakak mau pergi ke acara reuni yang ada di Bogor, jadi kakak akan kembali pulang mungkin lusa. Apa ada masalah Eve?," tanya Bintang.


"Apakah kak bintang juga melupakan hari ulang tahunku," ucap Eve dalam hati. Iapun kembali merasa kecewa.


"Tidak kak, tidak ada masalah," ucap Eve lesu.


"Oh iya, Papa juga akan pergi ke luar kota untuk perjalanan bisnis. Jadi nanti kakak akan mengantar mu ke rumah Divya." ucap Bintang.


Eve rasanya begitu sedih saat ini. Keluarganya tidak ada yang mengingat ulang tahunnya. Dengan langkah gontai iapun berjalan untuk keluar dari kamar Bintang.


"Kau mau kemana Eve?," tanya bintang yang melihat Eve berjalan keluar.


"Bukankah tadi kak Bintang mengatakan bahwa akan mengantar Eve ke rumah kak Divya?. Eve akan bersiap-siap kak," ucap Eve malas.


Bintang tersenyum dan mengangguk. "Baiklah."


***


Setelah mengantarkan Eve ke rumah Divya, Bintang kembali ke rumahnya. Sementara Aya dan Bryan juga kembali ke rumah, mereka ingin mempersiapkan kejutan untuk Eve.


Aya juga sudah menelpon Galaxy untuk pulang dan turut membantu dalam kejutan pesta ulang tahun Eve. Dan Galaxy pun memutuskan untuk pulang, namun Ayumi terus saja merengek ingin ikut Galaxy pulang ke Indonesia.


"Sayang, pokoknya Aku harus ikut kamu untuk bertemu dengan keluarga mu," rengek Ayumi.


"Tapi Ayumi..."


"Tidak ada tapinya, pokoknya Aku akan ikut!."

__ADS_1


Hingga Ax pun terpaksa harus menuruti Ayumi.


***


__ADS_2