Suamiku Arogan

Suamiku Arogan
Bab 81


__ADS_3

Bryan terus saja memeluk erat tubuh istrinya itu. Hingga tubuh yang bergetar karena isakkan tersebut pun perlahan mulai tenang.


Dengan lembut Bryan melepaskan pelukannya dan menatap wajah istrinya. "Sayang, maafkan Aku, Aku sudah berkali-kali membuat air mata mu ini menetes. Sungguh sayang, Aku tidak berniat melakukannya. Aku hanya ingin menyelidiki tentang kecelakaan yang kita alami waktu itu. Aku tidak ingin menyakiti mu sayang. Aku sangat mencintaimu," Bryan mengusap lembut sisa-sisa air mata istrinya.


Sementara Aya hanya terdiam, ia menundukkan kepalanya. "Apa Kau tahu yang kurasakan selama ini sayang?. Aku terus berdoa agar Kau cepat sadar, karena Aku sendiri pun sangat membutuhkanmu saat itu."


Bryan kembali menarik istrinya ke dalam pelukannya. "Maafkan Aku, maafkan Aku Aya," ucap Bryan sekali lagi. "Aku juga ingin berada di samping mu saat itu sayang, Aku tahu yang Kau lalui sangat berat. Papa sudah menceritakan semuanya kepada ku. Kau adalah istri terbaik, Kau kuat, dan Aku beruntung menjadi suamimu. Terima kasih karena sudah setia menunggu ku," ucap Bryan begitu tulus.


Hingga Aya pun memeluk erat tubuh suaminya mendengar semua penuturan yang terdengar dari bibir suaminya itu.


"Aku mencintaimu," ucap Aya. Ia begitu bahagia saat ini.


"Aku lebih mencintaimu sayang." Bryan menciumi kening, pipi dan terakhir bibir istrinya.


Mereka berciuman meluapkan rasa bahagia yang mereka rasakan saat ini. Sebuah ciuman yang begitu penuh arti.


Hingga beberapa saat, ciuman itu pun berhenti. Bryan mengusap sudut bibir istrinya yang basah akibat ciuman itu.


"Mulai sekarang tidak akan lagi yang akan memisahkan kita sayang. Dan Kau tidak boleh bekerja!. Apa kau tahu kalau Aku sangat cemas hanya dengan memikirkan mu?!."


"Kenapa?, Aku hanya menggantikan mu untuk mengurus perusahaan. Apa salahnya?." Aya mengerutkan keningnya.


"Kau terlihat begitu cantik menggunakan pakaian kerja mu. Apalagi Kau tidak memakai kacamata mu. Bagaimana bila nanti pria lain menyukaimu?. Seperti Jack yang meminta mu untuk meninggalkan ku dan meminta mu untuk menikah dengannya!." Bryan nampak gusar bila mengingat rekaman video yang ia terima tadi.


Sementara Aya merasa bingung bagaimana suaminya itu bisa mengetahui tentang semua hal itu. Aya pun mengerutkan keningnya.


"Bagaimana Kau bisa tahu semua itu sayang?," tanya Aya heran.


"Tentu saja Aku tahu. Aku akan mengetahui apapun yang Kau lakukan sayang."


Aya pun semakin di buat penasaran, bagaimana suaminya itu bisa tahu?.


"Apa Kau memata-matai ku sayang?," tanya Aya mengerutkan keningnya.


Bryan menggelengkan kepalanya. "sudahlah sayang, pokoknya Aku akan tahu dengan apa yang Kau lakukan. Dan sekarang Aku melarang mu untuk bekerja di perusahaan. Karena Aku ingin Kau hanya mengurusku saja," ucap Bryan yang tak bisa di ganggu gugat.


"Ish, Kau ini. Ingat Aku pun juga harus mengurus kedua putra kita." Ajeng merasa jengah melihat tingkah suaminya yang kembali posesif.


"Ya, tapi tetap harus Aku yang nomor satu," sahut Bryan sekali lagi.


Aya pun hanya memutar bola matanya.


Akhirnya kini di antara mereka tidak lagi terjadi perselisihan dan kesalahpahaman. Bahkan mereka berjanji tidak akan pernah membohongi satu sama lain.


Sekarang yang ada hanyalah kebahagiaan yang melingkupi pasangan suami istri tersebut.


Aya begitu bersyukur dengan takdir yang Tuhan berikan padanya. Takdir telah mengubah segalanya dalam hidupnya. Ia tak pernah menyangka pria yang begitu dia benci, kini malah menjadi pria yang begitu ia cintai.

__ADS_1


Bryan pun menjalankan mobilnya menuju ke rumah utama.


Bryan mengatakan kepada Aya bahwa ia ingin mengajak keluarga kecilnya untuk pindah ke rumah mereka sendiri. Ia akan mengajak mereka untuk pindah ke rumah pemberian Papanya.


Sesampainya di rumah utama, Bryan mengatakan kepada Bagaskara bahwa dirinya telah mengingat semuanya. Ia juga mengatakan bahwa dirinya sempat berpura-pura melupakan segalanya untuk menyelidiki tentang kecelakaan waktu itu.


Bagaskara sempat marah kepada putranya itu. Bagaskara tahu bagaimana perjuangan menantunya selama ini. Namun Aya mampu meredam kemarahan Tuan Bagaskara, sehingga Bagaskara pun memaafkan putranya.


Bryan juga menyampaikan keinginannya yang ingin memboyong keluarganya ke rumah yang Tuan Bagaskara berikan waktu ulang tahun Bryan.


Bagaskara harus merelakan putranya dan keluarganya pergi dari rumahnya. Walaupun sebenarnya ia begitu tidak rela ditinggalkan. Apalagi pasti ia akan merindukan kedua cucunya yang begitu menggemaskan itu.


Namun ia tetap menghormati keputusan putranya yang menginginkan hidup mandiri bersama keluarga kecilnya.


"Terimakasih Papa, karena sudah membantu kami selama ini." Bryan memeluk Bagaskara.


Bagaskara hanya bisa merelakan Anaknya untuk mengambil keputusannya sendiri. Ia pun menepuk punggung putranya seraya berkata. "Sepertinya baru kemarin Kau beranjak dewasa, sekarang Kau sudah menjadi orang tua dan juga kepala keluarga untuk keluarga mu nak, Semoga kalian selalu berbahagia."


"Tentu pa," ucap Bryan begitu yakin.


***


Keesokan harinya, Bryan, Aya beserta cucu-cucunya berpamitan kepada Bagaskara untuk menempati rumah baru yang sudah Bagaskara berikan kepadanya.


"Genpa dak itut Intang dan Aci?," tanya bintang kepada kakeknya.


Bocah kecil itu tampak berpikir, dan itu terlihat begitu sangat menggemaskan.


"Baik denpa, tapi denpa janji ya seling datang," ucap Galaxy menimpali Bintang.


Para orang dewasa tertawa melihat kelucuan kedua bocah kecil itu.


Lalu Bryan dan Aya berpamitan kepada Bagaskara untuk meninggalkan rumah utama.


"Dada...denpa...," untuk Bintang dan Galaxy melambaikan tangannya saat mobil Bryan mulai meninggalkan rumah utama.


Tanpa terasa air mata Tuan Bagaskara pun menetes. Rasanya ia begitu sedih, namun ia juga begitu bahagia.


Bryan tersenyum menatap istrinya, apalagi saat mereka menatap ke arah belakang. Terlihat putra-putranya yang kini tengah terlelap.


"Lusi, Sari, istirahatlah, kalian pasti lelah. Perjalanan masih sedikit jauh," ujar Aya kepada para pengasuh putranya.


"Baiklah Nona," ucap mereka.


Hingga tanpa terasa, akhirnya mereka pun sampai di rumah yang akan menjadi rumah mereka nantinya. Sebuah rumah yang begitu mewah dan besar yang terletak dekat dengan pantai.


Sungguh itu adalah rumah impian Bryan waktu kecil. Dan kini ia memboyong keluarganya untuk menempati rumah itu.

__ADS_1


"Sayang, ini sangat indah," ucap Aya saat melihat rumah tersebut.


"Ini adalah rumah impian ku saat masih kecil sayang. Dan ini akan menjadi tempat tinggal kita sekarang. Apa Kau suka?" tanya Bryan menatap istrinya.


"Sangat suka sayang, ini seperti rumah yang ada di Drakor itu sayang," ucap Aya terkikik.


Namun Bryan tidak tahu rumah yang dimaksud istrinya. Karena dia tidak pernah menonton Drakor seperti yang istrinya tonton itu.


Aya mulai membangunkan putra-putranya dan para pengasuh putranya.


Bintang dan Galaxy begitu menyukai rumah baru mereka, saking senangnya mereka berlarian kesana-kemari dengan begitu riangnya.


"Bintang, Galaxy, jangan berlarian seperti itu nak!," ucap Aya memperingatkan kedua putranya.


"Ok Mama," ucap mereka berdua.


Mereka pun mulai memasuki rumah tersebut. Aya begitu kagum melihat bagian dalam rumah tersebut, tak terkecuali kedua putranya.


Bryan sudah hafal dengan ruangan-ruangan di rumah itu. Karena Bagaskara membangun rumah itu persis seperti rumah impian Bryan waktu kecil.


"Bintang, Galaxy, kamar kalian berada di dekat kamar Mama dan papa. Ayo kita lihat!," ajak Bryan dan langsung menggendong kedua putranya.


Disana juga sudah ada pelayan yang bekerja di sana. Bagaskara telah menyiapkan segalanya untuk mereka.


Malam hari pun tiba. Bryan memeluk istrinya yang kini tengah berada di balkon kamarnya menatap ke arah laut yang terlihat membentang dari sana.


"Sayang, Aku punya sebuah kejutan untuk mu," ucap Bryan berbisik di telinga istrinya.


"Kejutan?"


"Ya, ini adalah kejutan untuk mu," ucapnya seraya memberikan tiket liburan kepada istrinya.


"Tiket ke Hawaii, sungguh kita akan ke sana?," ucap Aya begitu senang.


"Ya, tentu saja. Kita akan ke sana sekeluarga. Aku yakin Bintang dan Galaxy akan sangat menyukainya," ucap Aya begitu senang.


"Tentu saja mereka akan senang. Tapi sebelum ke sana, ada yang harus kita lakukan saat ini," ucap Bryan mengerlingkan kedua matanya.


Aya heran melihat suaminya yang mengerlingkan kedua matanya. "Melakukan apa sayang," tanya Aya.


Namun Bryan langsung menggendong tubuh istrinya dan masuk kedalam kamar. Membuat Aya terkejut, tapi kini ia tahu apa maksud dari suaminya itu.


Dan malam itu menjadi malam yang begitu panjang bagi pasangan suami istri tersebut. Malam yang membuat keduanya begitu terbuai dengan nikmatnya surga dunia. Hingga peluh pun keluar bercucuran dalam ruangan ber AC itu. Keduanya saling meluapkan rasa cinta yang begitu dalam itu.


End


***

__ADS_1


Untuk part Aya dan Bryan sudah end ya. Untuk selanjutnya othor akan buat cerita untuk kedua putra mereka yang pastinya bakal lebih seru lagi. Karena juga akan ada adegan action-nya 🥴. Tunggu bab selanjutnya yah😉


__ADS_2