Suamiku Arogan

Suamiku Arogan
Bab 101 (season 2)


__ADS_3

Sean meninggalkan pesta pernikahan adiknya ke luar dari gedung megah tersebut. Ia ingin mencari hawa segar setelah merasa hatinya sedikit tak tenang.


Sean sebenarnya sangat bahagia melihat pernikahan sang adik. Namun hatinya rasanya masih tak percaya bila harus kembali kehilangan adiknya.


Baru saja kemarin Sean menemukan Eve setelah bertahun-tahun lamanya. Dan sekarang ia akan kembali lagi kehilangan Eve.


Namun kali ini dirinya sendiri yang telah menyerahkan sang adik kepada Ax. Walaupun begitu, Sean merasa bahagia melihat Eve menikah dengan pria yang adiknya cintai.


Setidaknya ia dapat memberikan hal yang Eve inginkan selama ini. Sean terus berdoa untuk kebahagiaan Eve.


Sean perlahan mematikan puntung rokok yang di pegangnya dan menginjaknya perlahan. Ia akan kembali memasuki ruangan pesta pernikahan Eve untuk memberikan sebuah hadiah spesial yang sudah ia persiapkan.


Namun samar-samar ia mendengar suara seorang wanita yang tengah meminta tolong di sekitar sana.


Sean mulai menajamkan pendengarannya dan perlahan melangkah mencari ke arah suara.


Hingga iapun akhirnya melihat selulit tubuh seorang perempuan yang tengah terduduk di sana dengan mengenakan sebuah gaun.


"Hei Nona, apakah Anda tamu undangan pesta pernikahan ini?" tanya Sean mengerutkan keningnya.


Divya pun mendongakkan kepalanya menatap ke arah seseorang yang akhirnya dapat ia lihat di sana untuk menolong dirinya.


"Ah syukurlah Aku bertemu dengan seseorang. Tuan, apakah Anda bisa membantuku?. Lihatlah kakiku terkilir, dan Aku tidak bisa kembali ke keluarga ku di dalam. Maukah Anda membantuku untuk membawa ku ke dalam?" pinta Divya begitu berharap.


Divya terjatuh saat di dalam toilet, dan ia sudah bersusah payah sampai ke tempat tersebut dan menunggu ada seseorang yang melintas di sana untuk ia mintai pertolongan.


Dan kini ia bernafas lega karena ada seseorang di sana.


Sean menatap gadis di depannya yang menatapnya penuh harap. Sebelumnya Sean tidak pernah bersentuhan dengan seorang wanita kecuali Eve.


Dan kini di depannya ada seorang gadis yang tengah meminta dirinya untuk menolongnya. Ia begitu ragu untuk menolong Divya.

__ADS_1


"Maaf Nona, tapi saya tidak bisa membantumu," tolak Sean dan berniat pergi dari sana. Sean tidak ingin berurusan dengan seorang wanita dalam hidupnya. Ia berniat untuk menghindari seorang wanita, jadi ia memutuskan untuk tidak menolong gadis di depannya.


Mendengar pria di depannya menolak untuk menolong dirinya, Divya terbelalak. Kalau saja ponselnya tidak tertinggal di mobil, ia pasti akan repot-repot untuk meminta tolong kepada pria sombong di depannya itu.


Sean hendak berjalan meninggalkan Divya. Namun Divya tidak ingin kehilangan kesempatan untuk bisa kembali bersama keluarganya di dalam.


Setelah hampir satu jam ia menunggu ada seseorang yang melintas di sana untuk ia mintai pertolongan. Dan kini Divya tidak ingin kehilangan kesempatan itu.


"Tuan tunggu!. Ayolah Tuan, apa Kau tidak punya peri kemanusiaan?. Ada seseorang yang tengah kesusahan meminta pertolongan dari mu, dan Kau mengabaikannya tidak ingin menolong?. Kau adalah pria yang paling kejam yang pernah ku kenal. Dan Aku juga yakin bahwa Kau juga tidak memiliki seorang kekasih karena menjadi seorang pria yang begitu kejam!" ucap Divya panjang lebar untuk membuat pria di depannya itu menolongnya.


Sean kembali berbalik, "Kau!" tunjuknya yang terlihat menahan marahnya menatap Divya.


Inilah yang Sean tidak sukai dari seorang perempuan, mereka terlalu cerewet menurut Sean.


"Apa?, Bukankah benar yang ku ucapkan?. Aku yakin Kau tidak memiliki seorang kekasih. Dan mana ada wanita yang mau dengan pria kejam seperti mu. Aku pun juga tidak akan mau walaupun di dunia ini sudah tak tersisa pria manapun." Divya berusaha agar Sean mau menolongnya.


Sean begitu geram dengan semua ucapan Divya. Rasanya ia ingin menyumpal mulut gadis di depannya itu.


Hal itu membuat Divya begitu terkejut. "Ah, apa yang Kau lakukan?" kaget Divya karena tiba-tiba Sean menggendongnya ala bridal style.


"Diamlah cerewet!, Atau Aku akan menjatuhkan mu!" ancam Sean membuat Divya berhenti berucap.


Sean menggendong tubuh Divya memasuki pesta pernikahan tersebut.


Banyak orang-orang yang menatap ke arah mereka.


"Cepat katakan di mana keluarga mu!" seru Sean.


"Mereka di sana," tunjuk Divya. Namun pandangan Divya teralihkan pada sosok pengantin wanita yang begitu ia kenal.


"Eve, bukankah itu Eve?. Mataku tidak salah kan?" gumamnya.

__ADS_1


"Eh, tunggu!, Aku berubah pikiran. Aku ingin Kau mengantarku ke sana," tunjuk Divya ke arah pengantin yang berada di altar.


"Apa?!, Tidak!, Kau sungguh merepotkan ku saja!." Sean menolaknya.


"Ayolah, sudah sejauh ini, Aku ingin bertemu dengan pengantin wanita, dia nampak seperti sahabatku," ucap Divya membuat Sean memutar bola matanya.


Ia pun membawa Divya ke tengah altar menuju ke arah pengantin pria dan wanita.


Sementara Adrian dan Lisa terkejut melihat putrinya yang digendong Tuan Sean berada di depan sana menuju ke arah pengantin. Tak ayal, Bryan, Aya dan Bintang pun juga terkejut dan tak percaya dengan apa yang mereka lihat itu.


Ax dan Eve mengerutkan keningnya saat melihat Sean yang tengah menggendong Divya dan berjalan ke arah mereka.


"Divya!, Apa yang Kau lakukan?, Kenapa Kau berada di gendongan Tuan Sean?" tanya Ax terkejut.


"Kakiku terkilir, dan Aku meminta tolong kepada pria ini untuk menolong ku," ucap Divya tertawa nyengir. Lalu ia pun menatap Eve di samping Ax


"Eve, apakah itu Kau?, Sungguh itu Kau Eve?" tanya Divya tak percaya.


"Ya kak Di, ini Aku Eve," ucap Eve dan membuat Divya begitu girang. Kalau saja kakinya tidak sakit saat ini, pasti ia akan memeluk Eve.


"Akhirnya, kalian menikah juga. Ku pikir Ax menikah dengan adik dari pemilik perusahaan terbesar di dunia. Tapi ternyata menikah dengan mu, syukurlah Aku lega melihatnya," ucap Divya dan membuat Ax dan Eve saling berpandangan satu sama lain. Lalu mereka pun menatap ke arah Sean yang menggelengkan kepalanya perlahan.


Ax pun tersadar dengan ucapan Divya yang menyetujui hubungannya dengan Eve. Ia pun mengerutkan keningnya. "Di, kenapa Kau tidak melarang ku untuk menikah dengan Eve, Kau tahu kan Eve adalah adikku?" tanya Ax. Ia juga heran dengan Sean yang mengakui Eve sebagai adiknya.


Semua itu membuat Ax begitu bingung dengan semua keadaan ini.


"Ax, maafkan Aku karena tidak mengatakan ini padamu. Tapi sebenarnya Eve bukanlah adik kandung mu, Kau juga bisa menanyakannya pada Paman dan bibi," papar Divya membuat Ax begitu terkejut.


"Apa?, jadi selama ini mereka mengetahuinya?," Ax pun merasa begitu bahagia mendengar bahwa ternyata kenyataan Eve bukan adik kandungnya. Ternyata takdir tidak mempermainkan dirinya, justru takdir telah membawa Eve padanya.


"Apa Kau sudah selesai?!, Tanganku sangat pegal menggendong mu!" ucap Sean hingga membuat Ax, Eve dan Divya pun menatapnya.

__ADS_1


***


__ADS_2