
Sean terus mengamati yang Alice lakukan.
Sementara Alice memejamkan matanya. Satu tangannya memegang pergelangan tangan Divya, sementara tangan lainnya memegang batu giok tersebut.
Dan tiba-tiba saja Alice terbatuk mengeluarkan cairan kental berwarna merah.
Seketika itu, percaya tidak percaya Divya menggerakkan jarinya.
Sean yang menyadarinya pun terkejut sekaligus merasa bahagia, senang dan haru. Istrinya kembali lagi.
"Sa-sayang, Kau kembali, Kau sungguh kembali sayang huhuhu...." Sean kembali menangis. Namun kali ini sebuah tangis kebahagiaan.
"Se-sean." Kata pertama keluar dari bibir Divya. Membuat Sean menciumi seluruh wajah istrinya.
"Terimakasih sayang, terimakasih karena telah kembali," ucap Sean.
" Syukurlah Nona Divya masih dapat terselamatkan. Maafkan Saya karena terlambat," ucap Alice lega. Ia pun menyeka cairan berwarna merah di sudut bibirnya.
Sean menatap Alice penuh selidik.
" Siapa Kau sebenarnya Alice?" Sean mencoba bertanya.
Alice hanya tersenyum simpul. Lalu iapun memperkenalkan siapa sebenarnya dirinya.
"Saya Alice Tuan. Alice Bellma, Anda bisa memanggil Saya Albe."
Seketika Sean tercengang. Ia menyadari satu hal.
"Kau tabib itu? Aku sudah mencari mu hingga ke seluruh pelosok pulau M. Dan Kau malah berada di sini? Di kota ini?"
Alice mengangguk tersenyum.
Sementara Sean sungguh tak menyangka seseorang yang sangat ia cari untuk menyembuhkan istrinya ternyata berada di sekitarnya.
"Maafkan saya Tuan, Saya sengaja meninggalkan pulau M karena banyak orang-orang yang mencari saya dengan tujuan yang buruk. Sekali lagi maafkan saya pangeran Sean,"ucap Alice membungkukkan badannya.
Sean pun berdiri menatap Alice. Lalu tanpa di duga, Sean berlutut di depannya.
"Terimakasih, terimakasih Alice. Kau sudah mengembalikan istriku," ucap Sean tertunduk.
"Berdirilah Tuan Sean! Anda tidak perlu berlutut seperti itu. Saya hanya perantara saja untuk menyembuhkan Nona Divya. Karena Tuhanlah yang mengembalikan istri Anda."
Alice menyambut Sean untuk berdiri. Ia tidak menyangka ternyata Sean begitu mencintai sang istri.
"Tapi Aku sungguh berterima kasih padamu Alice. Tuhan sudah mengirimkan mu untuk menyelamatkan istri saya," ucap Sean sekali lagi.
"Sama-sama Tuan," jawab Alice tersenyum tulus.
Sean kembali menghampiri sang istri dan memeluknya. Ia benar-benar merasa sangat bahagia.
__ADS_1
Sementara Lisa mencoba memasuki ruangan tersebut. Ia terkejut melihat Sean yang tengah memeluk putrinya yang kini membalas pelukan suaminya.
Bukankah tadi dokter dan yang lainnya mengatakan bahwa putrinya tidak dapat di selamatkan? Tapi yang ia lihat saat ini malah sebaliknya.
Lisa berteriak memanggil suaminya. Membuat semua orang di luar pun segera memasuki ruangan tersebut.
Sean kini menghampiri Mama mertuanya.
"Mam, lihatlah putri Mama kembali. Tuhan telah mengembalikannya Mam." Sean berkata dengan pancaran kebahagiaan.
Lisa berjalan mendekat ke arah Divya. Lidahnya tak mampu berkata. Air matanya terus mengalir menatap putrinya yang kini juga nampak mengeluarkan cairan bening dari kelopak matanya.
"Di, putri Mama. Kau tidak meninggalkan Mama mu. Kau tidak meninggalkan kami. Terimakasih Tuhan, terimakasih karena sudah mengembalikan putriku." Lisa menangis sembari memeluk tubuh putrinya.
Sementara yang lainnya pun kini mulai mendekati ibu dan anak yang tengah berpelukan itu.
Mereka sungguh menyaksikan sebuah keajaiban.
Dokter segera memeriksa kondisi Divya. Sungguh ini adalah sebuah keajaiban. Denis merasa begitu bahagia. Ia tidak menyangka bahwa Divya kembali.
Denis mengerutkan keningnya saat selesai memeriksa kondisi Divya. Karena dari diagnosis tubuh Divya begitu sehat.
"Bagaimana kondisi istri saya Denis?"
"Ya, bagaimana kondisi putri Saya Dok?" ucap Lisa menimpali.
Denis terdiam sejenak. Lalu ia menyampaikan tentang kondisi Divya dari hasil pemeriksaannya.
"Apa yang dokter maksud kan?" tanya Lisa tidak mengerti.
"Dari perkiraan saya penyakit Divya sudah sembuh. Tapi saya belum bisa memastikan. Jadi nanti Saya akan melakukan sejumlah tes untuk memastikannya."
Semua orang menjadi terkejut mendengar penuturan dari dokter Denis.
"Kalau begitu saya permisi, Saya harus menyiapkan sarangkaian tes tersebut," pamit Denis.
Kini semua orang benar-benar bahagia. Setelah tadi mendengar sebuah kabar yang membuat mereka begitu bersedih.
"Semuanya! Keajaiban yang Divya alami sekarang karena seseorang," ucap Sean.
Hingga mereka semua pun menatap ke arah Sean.
"Apa maksudmu kak?" tanya Eve.
Sean nampak sedang mencari seseorang. Ya, Sean mencari Alice. Namun ia tidak menemukan Alice di ruangan tersebut.
Sean berjalan ke arah pintu dan membukanya. Melihat ke sekeliling berharap Alice berada di sekitar sana.
Tapi yang ia cari seakan tak mau menampakkan dirinya.
__ADS_1
"Sebenarnya siapa yang Kau cari nak Sean?" tanya Adrian heran.
Sebenarnya bukan hanya Adrian saja yang heran. Semua orang pun juga heran menatap Sean.
"Aku sedang mencari seseorang yang telah mengobati istriku hingga Divya kembali bersama kita," papar Sean.
"Siapa dia nak? Kita harus berterima kasih kepadanya."
"Sean tidak tahu pa. Tadi Alice berada di antara kita. Tapi sekarang Sean tidak tahu dimana dia. Dia adalah seorang tabib yang Sean cari untuk menyembuhkan penyakit Di." ucap Sean dan membuat semua orang di sana saling memandang.
"Apa seorang wanita paruh baya yang tadi keluar? Tadi Aku melihatnya keluar dari ruangan ini saat kita masuk kedalam sini," ucap Bintang.
"Jadi Alice keluar dari ruangan ini? Mungkin Alice pulang ke rumah," pikir Sean.
"Tenanglah nak Sean nanti kita cari seseorang yang telah mengobati Divya bersama. Kita harus bertemu dengannya dan harus berterimakasih Kepadanya."
Sean menganggukkan kepalanya setuju.
***
Satu bulan berlalu.
Sean merasa begitu bahagia karena istrinya benar-benar di nyatakan sembuh total dari penyakitnya. Itu adalah keajaiban bagi mereka.
Namun setelah kejadian waktu itu, Sean sudah tidak mendapati Alice lagi. Sebelumnya ia berpikir mungkin Alice kembali ke rumahnya.
Tetapi saat dirinya pulang ke rumahnya, Alice sudah tidak ada di sana. Alice menghilang bak di telan bumi.
Sean juga sempat menemukan sebuah surat dari Alice yang mengatakan bahwa ia sangat berterimakasih Kepada Sean dan Divya karena sudah mengizinkannya untuk tinggal di rumahnya.
Sungguh Sean merasa begitu berhutang budi kepada Alice. Sean dan Divya hanya bisa berdoa semoga Alice selalu baik-baik saja.
Dan kini, tibalah saatnya untuk Sean dan Divya merayakan pesta pernikahan mereka dengan sangat meriah.
Divya menjadi pengantin paling cantik hari ini. Ia juga nampak bahagia karena Tuhan memberikannya kesempatan hidup sekali lagi untuknya.
"Kak Di sangat cantik. Aku yakin kak Sean akan menerkam kakak habis-habisan setelah pesta ini selesai," bisik Eve, membuat Divya membelalakkan matanya.
Ia menggelengkan kepalanya mendengar kata-kata Eve yang menurutnya begitu frontal. Apakah itu karena pengaruh dari Galaxy? Divya hanya bisa menepuk keningnya sendiri.
"Eve, kenapa sekarang bicaramu menjadi seperti ini? Apa Ax yang mengajarkan mu menjadi wanita mesum seperti ini?!"
Eve terkekeh, " kak Ax selalu menerkam ku setiap malam kak Di," ucap Eve pelan dan sedikit malu-malu.
"Ya ampun." Divya kembali menepuk keningnya sendiri.
End...
***
__ADS_1
Sudah end ya genks 🎉🎉😁 terimakasih karena sudah setia mengikuti karya remahan othor ini 🥰🥰🥰. Tunggu karya baru othor yang berjudul 'Sepenggal Asa (Hanya Istri Bayaran)' yang akan publish sebentar lagi 😘😘😘. Tapi tunggu extra part dari episode ini dulu yah😉.
Sebelumnya author mau mengucapkan Minal aidzin wal Faidzin mohon maaf lahir dan batin kepada para reader ku tercinta 🎉🎉. Mohon maaf bila selama ini ada kata-kata dan penulisan othor yang menyinggung kalian. Selamat hari raya idul Fitri gais 🥰🥰😘😘🤗🤗.