Suamiku Arogan

Suamiku Arogan
Bab 102 (season 2)


__ADS_3

Divya terkekeh menyadari ia telah merepotkan pria yang sudah membantunya itu.


"Baiklah Kau bisa menurunkan ku, tapi jangan pergi dulu karena Aku masih membutuhkan mu untuk menggendong ku ke keluarga ku," ucap Divya dan membuat Sean begitu geram dengan gadis yang menurutnya begitu merepotkan itu.


Sean hanya diam tak membalas perkataan Divya. Ia pun segera menurunkan Divya yang nampak pincang karena kakinya keseleo.


Sementara Eve terkekeh melihat kakaknya yang nampak kesal itu.


"Kak Sean, kalian terlihat begitu serasi," ucap Eve dan mendapat tatapan tajam dari Sean.


Divya terbengong mendengar Eve mengenali pria yang telah menggendongnya itu.


"Kak Sean?, Kau mengenalnya Eve?" tanya Divya menatap Sean dan Eve bergantian.


"Aku bukan hanya mengenalnya kak Di, tapi Aku sangat mengenalnya," timpal Eve terkekeh.


"Oh, jadi kalian saling mengenal. Jadi, siapa dia Eve?" tanya Divya berbisik di telinga Eve.


"Dia kakak ku kak Di," jelas Eve.


Sementara Divya hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Namun ia membelalakkan matanya kala menyadari sesuatu.


"Eve, apakah Kau gadis yang Paman Bryan jodohkan dengan Ax?, Kau adik dari pemilik perusahaan terbesar di dunia?" tanya Divya memastikan.


Sementara Ax pun juga ingin tahu akan hal itu. Ia masih bingung dengan semua keadaan ini.


Eve pun menganggukkan kepalanya, "ya, Aku adalah gadis itu kak Di, maafkan Aku karena tidak memberitahu kalian," ucap Eve merasa bersalah.


Ax dan Divya pun terkejut, tapi Ax lega karena akhirnya Eve bisa menjadi miliknya tanpa harus takut melakukan hubungan yang terlarang karena berpikir Eve adalah adiknya.


Namun berbeda dengan Divya. Ia sudah membuat orang besar seperti Sean menggendongnya kesana-kemari.


Rasanya ia begitu malu saat ini, ingin sekali Divya menenggelamkan wajahnya. Ia malu bila harus menatap Sean di belakangnya.


"Eve, apakah Kau bisa membantuku untuk membawa ku ke tempat keluarga ku?" tanya Divya canggung.


"Hei!, Apa Kau tidak tahu kalau adikku itu adalah pengantin?!. Dia akan tetap di sana!" ucap Sean tegas.


Sean kembali menggendong tubuh Divya dan membawanya ke tempat dimana keluarganya berada.


"Ah, Kau mau membawa ku kemana?" tanya Divya terkejut.


"Bukankah Kau ingin menyusul keluargamu?."


"Ta-tapi Aku bisa sendiri," ucap Divya begitu canggung. Kini wajahnya semerah tomat karena terlalu malu dengan Sean.


"Baiklah kalau begitu Aku akan menurunkan mu."


"Jangan!" cegah Divya.


"Bukankah Kau yang menyuruh ku untuk menurunkan mu?. Kau itu sungguh merepotkan," decak Sean.


"Kalau Kau menurunkan ku, bagaimana Aku bisa berjalan ke sana?" kilah Divya membuat Sean begitu jengah dengan ocehan Divya.


Sean pun segera membawa Divya ke tempat Bryan dan seluruh anggota keluarganya.


Lisa dan Adrian langsung mendekati putrinya yang kini berada dalam gendongan Sean.


"Divya sayang, Kau kenapa nak?, Kenapa Tuan Sean bisa menggendongmu seperti ini?!" tanya Lisa begitu cemas.


sementara Bryan dan yang lainnya pun ikut menghampiri mereka.

__ADS_1


"Aku tadi terpeleset Mam, dan kebetulan ada Tuan ini yang membantuku," ucap Divya dengan sedikit menyengir.


Sean langsung menurunkan Divya. Wajahnya kini nampak begitu datar.


"Lain kali tolong jaga Putri kalian jangan sampai menyusahkan orang lain seperti ini lagi!" ucapnya datar.


"Maafkan putri kami Tuan Sean, putri kami memang sangat ceroboh," ucap Lisa dan Adrian.


"Kali saya memaafkan putrimu Nyonya. Tapi bila sekali lagi dia merepotkan ku, maka saya akan menghukum putrimu!" tandas Sean.


"Baiklah Tuan, terimakasih sudah membantu Putri kami," ucap Lisa dan Adrian sekali lagi.


Sean menganggukkan kepalanya. "Baiklah, kalau begitu saya permisi," pamit Sean kepada mereka semua. Hingga langkah kakinya pun membawa Sean pergi dari sana.


Setelah kepergian Sean, semua anggota keluarga besar tersebut menatap Divya tajam. Membuat sang empunya tertawa cengengesan.


"Kenapa Kau sering sekali ceroboh nak, lihatlah Kau membuat Tuan Sean kesal," tegur Lisa.


"Hehehe, sorry Mam. Entahlah, mungkin kaki Di minta di kasih mata biar bisa lihat dan tidak sering terjatuh lagi," ucap Divya membuat semua orang menggelengkan kepalanya.


***


Setelah selesai melangsungkan pesta pernikahan yang begitu megah itu. Kini tiba saatnya Eve dan Ax pun istirahat.


Sean telah mempersiapkan sebuah hotel yang begitu mewah untuk mereka berdua.


Eve merasa begitu gelisah saat ini. Setelah acara pesta pernikahannya, Ax tak berbicara dengannya. Apa Ax mungkin menyesal karena di jodohkan dengannya?, begitulah pikir Eve.


Hingga Eve mendengar suara bathroom dalam hotel tersebut hendak terbuka. Dan itu sukses membuatnya menundukkan kepalanya.


Sementara Ax kini memperhatikan Eve yang tengah terduduk di atas kasur dengan menundukkan kepalanya berpikir Eve saat ini tengah malu-malu karena tengah menantikan malam pertama mereka. Oh tidak, ralat maksudnya malam kedua mereka.


Tadi setelah pesta pernikahan tersebut berakhir. Ax dan Eve pun menemui Papa dan Mamanya. Ax bertanya kepada kedua orang tuanya tentang kebenaran apakah Eve memang bukanlah adik kandungnya.


Dan akhirnya Aya dan Bryan menceritakan yang sebenarnya kepada Ax dan Aya.


Eve juga meminta maaf kepada Bryan dan Aya karena tidak memberitahu mereka tentang perjodohan yang di lakukan kakaknya untuk dirinya dan Ax. Eve takut keluarganya akan marah padanya.


Namun tanpa di duga, ternyata Aya begitu bahagia karena ia dan Ax menikah. Aya sangatlah bahagia karena ia tidak perlu repot-repot lagi untuk membuat Eve selalu menjadi putrinya. Begitu juga dengan Bryan dan Bintang.


Lisa, Adrian dan Divya turut bahagia melihat keluarga Bryan yang kini nampak bahagia.


Kini Ax duduk di sebelah Eve, menatap lembut gadisnya yang kini tengah menundukkan kepalanya.


"Kak Ax," panggil Eve lirih.


"Ya, ada apa Eve."


"Aku tahu kak Ax sebenarnya tidak menginginkan pernikahan ini. Aku minta maaf untuk kak Sean yang bersikap seenaknya dengan menikahkan kita. Aku juga tahu kak Ax sebenarnya tidak mencintai ku. Kak Ax hanya mencintai kak Ayumi kan?. Jadi kakak bisa menceraikan ku dan kembali bersama kak Ayumi," tutur Eve membuat Ax terkejut.


Secepat kilat Ax langsung mengukung tubuh Eve di bawahnya hingga membuat mata mereka saling berpandangan.


Eve terkejut dengan yang Ax lakukan.


"Apa Kau tidak mencintai ku lagi Eve?" tanya Ax menatap dalam mata Eve.


"A-aku..."


"Apa Kau tidak ingin menikah dengan ku?" tanya Ax lagi.


Eve ingin menjawabnya, namun kini malah air matanya yang keluar dari pelupuk matanya.

__ADS_1


"Kak Ax, maafkan Aku. Aku sungguh tidak bisa menghilangkan kak Ax dari hatiku,"ucap Eve terisak.


"Maka jangan pernah menghilangkan ku dari hatimu Eve. Karena Aku juga tidak akan membiarkan mu menghilangkan ku dari hatimu," sahut Ax dengan tatapan dalamnya.


"Apa maksud kak Ax?"


"Apa Kau tidak tahu kalau Aku juga sangat mencintaimu Eve?. Dan apa Kau tahu kalau Aku hampir gila hanya karena mencintaimu. Aku sangat mencintaimu Eve. Dari dulu hingga sekarang, perasaan itu tetap sama untuk mu," ucap Ax membuat Eve terkejut dengan pengakuan Ax.


"Dari dulu hingga sekarang?, Sebenarnya apa maksud kakak?." Eve kembali bertanya.


"Apa Kau tahu Eve, sejak kecil Aku begitu menyukai mu. Aku pikir itu hanya rasa suka terhadap seorang adik saja. Tapi seiring berjalannya waktu, perasaan suka itu berubah menjadi perasaan cinta yang begitu besar untuk mu Eve."


"Aku sadar waktu itu perasaan ku salah karena sudah mencintai adikku sendiri. Dan itu juga alasan kenapa Aku pergi kuliah di Korea. Itu semua semata kulakukan untuk membuat ku melupakanmu, tapi semua itu malah membuat ku semakin dalam mencintai mu Eve."


Eve sungguh terkejut mendengar penuturan dari Ax. Jadi selama ini cintanya tidak pernah bertepuk sebelah tangan. Ternyata Ax pun juga mencintainya.


Namun Eve mengerutkan keningnya saat mengingat Ax yang waktu itu nampak begitu dalam saat berciuman dengan Ayumi.


"Lalu kenapa waktu itu kak Ax begitu mendalami saat berciuman dengan Ayumi?!" tanya Eve kesal.


"Waktu itu karena Aku membayangkan sedang mencium mu Eve. Kau sudah membuat hidupku begitu kacau. Dan Aku begitu bahagia saat menyadari bahwa yang menikah dengan ku adalah Kau Eve." Ax terus saja mengutarakan semua tentang perihnya perpisahan mereka.


Dan kini yang ada hanyalah sebuah kebahagiaan. Ax berjanji akan melindungi dan mencintai gadis yang kini tengah berstatus menjadi istrinya.


Hingga dalam hitungan detik, Ax langsung meraih bibir ceri milik istrinya. Dan mereka pun terlarut dalam suasana yang begitu syahdu malam ini.


Ciuman Ax perlahan mulai menyusuri leher Eve, hingga lenguhan pun keluar dari bibir istrinya.


Rasanya ada sesuatu yang terus mendesak di bawah sana. Hingga Ax perlahan mulai membuat tubuh Eve polos seketika.


Pandangannya terus saja tertuju pada bukit kembar milik istrinya yang seakan tengah menggodanya. Hingga ia pun menenggelamkan kepalanya kedalam dua bukit kembar tersebut.


Suara de..sa..han pun melesat indah dari bibir Eve, dan membuat libidonya begitu tinggi. Tangannya me..re..mas satu bukit kembar itu. Sedangkan bibirnya terus memilin pucuk bukit kembar satunya lagi.


Eve semakin men..de..sah tak karuan saat merasakan gelenyar dalam tubuhnya yang di sebut dengan ke..nik..ma..tan.


Ax semakin gencar saat melihat Eve yang nampak begitu menikmati permainan yang ia berikan. Hingga Ax kembali meneruskan kegiatannya dengan semakin lincahnya.


bibirnya semakin turun ke bawah dan terus turun kebawah dan sampailah di sebuah sarang yang akan menjadi tempat tinggal juniornya itu.


Bibirnya kini mulai bermain di bawah sana, dan membuat sang empunya terus menjerit merasakan sesuatu yang hampir meledak di bawah sana.


"ahhh... kak...," desisnya ketika sesuatu yang luar biasa membuat tubuhnya bergetar hebat dan melepaskan ledakan di bawah sana.


"Ya sayang, Aku menunggu ini," ucap Ax tersenyum menyeringai setelah puas dengan permainannya itu.


Eve berusaha mengatur nafasnya setelah merasakan kelegaan setelah ledakan itu menderanya. Namun Ax kembali melakukan aksinya dan memposisikan tubuhnya memasuki sarang yang membuat juniornya ingin memasukinya.


Ax terus memompa tubuhnya dan membuat Eve kembali men..de..sah merasakan kembali permainannya.


Rasa nikmat itu kembali mendera dua anak manusia yang kini tengah menyebutkan nama satu sama lain.


"Ah...kak.. Eve mau...ah...!" Pekiknya saat sebuah ledakan yang lebih dahsyat itu kembali menderanya.


"Bersama sayang...," erang Ax saat dirinya juga hampir meledak.


"Aaahhh..." de..sah keduanya saat mereka merasakan sebuah ledakan yang begitu luar biasa itu.


"Terimakasih sayang," ucap Ax mencium kening istrinya saat rasa lelah itu menderanya. Lalu ia menarik tubuh Eve ke dalam pelukannya dan kini mereka tertidur dengan memeluk satu sama lain.


****

__ADS_1


__ADS_2