Suamiku Arogan

Suamiku Arogan
Bab 50


__ADS_3

Seorang gadis tengah menangis di pinggir pantai, Ia baru saja menangisi ibu angkatnya yang sudah meninggalkan dirinya menuju sang Khaliq.


"Ibu, kenapa ibu meninggalkan Aku sendiri. Sekarang hanya dia yang Aku miliki," ucap gadis itu mengusap perutnya.


Dengan langkah gontai Ia pun kembali ke rumahnya yang tak jauh dari sana.


***


Tiga bulan berlalu


Bryan semakin perhatian kepada istrinya itu. Kalau wanita hamil lainnya mengalami hal yang namanya ngidam, berbeda dengan Aya.


Bryan bahkan sampai bertanya kepada karyawan lain yang sudah pernah mengalami ngidam. Bryan ingin istrinya juga mengalaminya.


Makanya sepulang dari kantor, Bryan membeli banyak sekali makanan untuk Aya.


Namun saat sampai di rumah, istrinya malah mengatakan bahwa Ia sudah kenyang dan menyuruhnya untuk memberikan makanan itu kepada para pelayan.


Alhasil Bryan pun menjadi kesal dan langsung meninggalkan istrinya menuju ke kamar.


"Dia itu kenapa?," ucap Aya dalam hati seraya menatap punggung suaminya yang perlahan mulai menjauh.


Aya pun buru-buru memberikan makanan itu kepada para pelayan, lalu Ia segera menyusul suaminya menuju kamar.


Setelah membuka pintu kamarnya, Aya tak menemukan suaminya di sana. Tapi Ia mendengar suara gemericik air dari dalam bathroom sehingga Aya yakin bahwa suaminya itu berada di sana.


Aya mulai mendudukkan dirinya di kasur dan menyelonjorkan kakinya di sana sembari menanti suaminya itu keluar dari bathroom.


Tak berapa lama kemudian Bryan keluar dengan menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya.


Bryan melihat Aya yang tengah menatapnya, namun Ia tidak mengindahkannya, Ia memilih berjalan melewatinya untuk mengganti pakaiannya.


Sementara Aya, entah mengapa saat melihat tubuh suaminya, sesuatu dalam dirinya seakan bergejolak. Aya menelan salivanya seraya menggigit bibir bawahnya.


Lalu dengan cepat Ia melangkahkan kakinya mendekati suaminya.


Aya memeluk tubuh Bryan dari belakang, sontak saja membuat Bryan begitu terkejut.


"Sayang, Aku emm... Aku mau itu," ucap Aya malu-malu. Membuat Bryan langsung membalikkan badannya menatap istrinya yang kini terlihat wajahnya begitu menggemaskan.

__ADS_1


Namun Bryan masih kesal dengan istrinya itu karena kejadian barusan. Perlahan Bryan pun mulai melepaskan pelukan istrinya dan berjalan melewatinya setelah mendapatkan pakaian yang akan Ia kenakan.


Mendapatkan perlakuan seperti itu dari suaminya, Aya pun mulai menundukkan kepalanya. Matanya berkaca-kaca, dan lelehan air matanya perlahan mulai membasahi pipinya.


"Apa Dia membenci ku, apa Bryan sudah tidak mencintaiku lagi hiks...hiks...," Ucapnya lirih diselingi dengan Isak tangisnya.


Bryan yang sudah mengganti pakaiannya mengerutkan keningnya saat melihat istrinya yang masih berdiri di tempatnya tadi dengan menundukkan kepalanya.


Karena merasa ada yang tidak biasa, Bryan berjalan mendekati Aya.


"Kau kenapa sayang?." Bryan mengusap lembut punggung Aya. Rasanya Ia tidak tega bila harus mengacuhkan istrinya itu.


"Apa Kau sudah tidak mencintaiku lagi?, Apa Kau memiliki perempuan lain yang lebih cantik di luar sana?." Aya tak dapat membendung lagi air matanya.


Unek-unek di hatinya pun Ia keluarkan kepada suaminya itu.


Bryan terkejut mendapati istrinya yang menangis serta menuduhnya memiliki wanita lain. Bryan hanya berkedip saat ini.


"Sayang, kenapa kau berpikir kalau Aku memiliki wanita lain di luar sana hum?. Aku sangat mencintaimu, dan istri ku ini adalah istri paling cantik di dunia ini." Bryan memeluk tubuh istrinya dan mengusap punggungnya.


"Bohong, buktinya Kau mengacuhkan ku. Apalagi kalau bukan karena Kau menyukai wanita lain?." Aya mengerucutkan bibirnya.


Bryan semakin gemas dengan istrinya itu, dengan cepat Ia pun mengecup lembut bibir Aya hingga membuat Aya terdiam seketika.


Hingga ciuman itu pun terus berlanjut dan keduanya larut dalam sebuah rasa yang begitu indah.


Perlahan Bryan melepaskan ciuman itu, membuat Aya seakan tak ingin mengakhirinya.


"Sudah malam,ayo kita tidur sayang," ajak Bryan menggiring Aya ke atas ranjang.


"Hanya seperti ini saja?. Aku ingin yang lebih, Apa dia tidak peka?," ucap Aya dalam hati. Bibirnya sudah mengerucut bak anak kecil yang sedang marah.


Kini mereka bersiap hendak tidur, di saat Bryan ingin memeluk pinggang Aya, Ia begitu terkejut saat Aya malah membalikkan badannya dan tidur membelakanginya.


"Jangan menyentuh ku!," ucapnya sebelum membelakanginya.


Bryan mematung, Ia bingung dengan tingkah istrinya itu. Bryan berpikir mungkin karena hormon ibu hamil suka berubah-ubah.


Bryan pun menggelengkan kepalanya dan tidak ingin mengganggu mood istrinya. Jadi Ia lebih memilih untuk langsung tidur.

__ADS_1


Sementara Aya masih menunggu suaminya kembali memeluknya dari belakang. Namun suaminya itu tak kunjung melakukannya. Hingga Aya pun menoleh ke belakang melihat suaminya.


Aya bertambah kesal karena melihat Bryan yang malah memejamkan matanya. Seketika itu Aya merasa begitu sedih. Ia berharap malam ini bisa melakukannya dengan suaminya. Tapi yang Ia lihat suaminya kini tengah tidur dengan nyamannya.


"Huaaa...!," Aya menangis begitu kencang, membuat Bryan terlonjak dan langsung duduk.


Dilihatnya istrinya yang kini tengah menangis sesenggukan. Bryan pun merengkuh tubuh istrinya perlahan.


"Kau ini kenapa sayang?," tanya Bryan selembut mungkin. Tangannya mengusap-usap punggung istrinya.


"Kau tidak peka!, Apa kau tidak tahu kalau Aku ingin kita bermain sepak bola saat ini juga!," ucap Aya masih terdengar sesenggukan.


Bryan melongo di buat tidak percaya mendengar ucapan istrinya itu. Bukankah kemarin malam mereka baru saja melakukannya?, dan kini istrinya kembali memintanya.


Bukannya Bryan tidak mau melakukannya, dia begitu senang istrinya yang memintanya lebih dulu. Tapi Ia takut akan berdampak pada kehamilan istrinya.


"Bukankah kemarin kita baru melakukannya sayang?," Ucap Bryan lembut.


"Aku ingin sekarang sayang kumohon," rengek Aya dengan tatapan memelas.


"Apa Kau yakin?."


Aya secepat kilat menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, Aku akan melakukannya dengan sangat lembut sayang." bisik Bryan di telinga Aya.


Sebenarnya Bryan merasa heran karena beberapa hari terakhir, Aya sering memintanya. Dan dengan senang hati Bryan pun memenuhi keinginan Aya.


Tak terkecuali malam ini, karena malam ini mereka kembali merasakan sensasi rasa nikmat yang luar biasa seperti malam-malam sebelumnya.


Hingga pergulatan panas keduanya pun selesai. Bryan menjatuhkan dirinya di samping Aya dan mengecup kening istrinya seraya berkata "terimakasih sayang."


***


Disisi lain seorang suruhan dari keluarga kaya telah menemukan persembunyian Nona mudanya selama ini. Ia terus saja mengintai Nona mudanya itu, dan di saat lengah, orang suruhan itu membekap Nona mudanya itu dengan bius.


Setelah melihat Nona mudanya nampak tak bergerak, Ia lantas membawanya ke rumah Tuannya.


"Halo Tuan, saya sudah berhasil membawa Nona muda kembali Tuan," ucap pria itu pada sambungan telepon.

__ADS_1


"Baiklah, bawa pulang segera anak nakal itu!," ucap seseorang dari seberang telepon.


***


__ADS_2