Suamiku Arogan

Suamiku Arogan
Bab 88 (season 2)


__ADS_3

Max terus saja mengajak Eve untuk berbicara, namun fokus Eve mengarah kepada Ax dan Ayumi yang seakan dengan sengaja bermesraan di depannya.


"Eve, boleh Aku meminta nomor ponsel mu," ucap Max dengan matanya yang terus menatap Eve.


"Ya," ucap Eve yang hanya asal berkata, karena ia terus saja memperhatikan Ax dan Ayumi.


"Sungguh?." Max nampak begitu girang.


Eve pun tersadar, " maaf Max Kau tadi bertanya apa?," tanya Eve dan langsung membuat Max lemas seketika. "Jadi dari tadi Kau tidak mendengarkan ucapan ku?." Max menepuk keningnya.


"Aku ingin minta nomer ponsel mu, bolehkah?," tanya Max kembali.


"Baiklah," ucap Eve tersenyum. Eve mengambil ponselnya dan bertukar nomor dengan Max.


"Thanks Eve," ucap Max tersenyum, ia segera menyimpan nomor Eve.


Sementara Ax merasa kesal melihat Eve bertukar ponsel dengan Max. Ya, walaupun sejak tadi ia mengabaikan Eve, namun ia memperhatikan Eve dalam diam.


Tangannya mengepal di bawah meja makan itu, rasanya hatinya begitu cemburu melihat Eve yang berbicara kepada Max.


"Sayang, Kau mau makan apa?, biarkan Aku yang mengambilkannya untuk mu," ucap Ayumi tersenyum manis.


Namun Ax terdiam dan tidak mendengarkan ucapan Ayumi, tiba-tiba saja perhatiannya teralihkan pada Max dan Ayumi yang kini tengah bercanda dan tertawa. Itu sungguh membuat hatinya menjadi panas.


"Mereka baru mengenal, kenapa Eve begitu dekat dengan Max?!!." Tangannya terus saja mengepal, hingga luka di tangannya kembali mengeluarkan cairan merah yang merembes dari kain kasa yang melilit di tangannya.


Tanpa sengaja Ayumi melihat tangan Ax yang mengeluarkan darah. "Ax, tangan mu kenapa?," pekik Ayumi, hingga membuat Eve dan Max menoleh ke arah Ax.


Eve membelalakkan matanya melihat tangan Ax yang mengeluarkan darah di sana. "Kak Ax, tanganmu mengeluarkan darah," ucap Eve dan segera beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri kakaknya.


Eve menyentuh tangan Ax yang terluka dan merasa begitu paniknya. "Kak Ax, ini kenapa bisa sampai seperti ini?!," ucap Eve panik.


Namun Ayumi langsung mengambil tangan Ax dari pegangan Eve. "Biarkan Aku yang mengobatinya," ucap Ayumi ketus.

__ADS_1


"Tidak, kak Ayumi lebih baik melanjutkan makan saja, biarkan Eve yang mengobati luka kak Ax," sergah Eve.


"Eve, seharusnya Kau yang melanjutkan makan mu, Aku kekasih kakakmu, jadi Aku lebih berhak mengobati luka Ax daripada mu!," tegas Ayumi membuat Eve terdiam.


Ayumi langsung mengajak Ax untuk pergi dari meja makan dan mengambil kotak obat untuk mengobati luka Ax.


"Sudahlah Eve, sudah ada kekasih Ax yang akan mengobati luka Ax. Lebih baik kita lanjutkan saja makan malam kita," ucap Max. Ia begitu senang karena bisa makan berdua saja dengan Eve.


Namun berbeda dengan Eve, hatinya mencelos mendengar ucapan Ayumi. Ya, Ayumi memang berstatus sebagai kekasih Ax, berbeda dengannya yang hanya berstatus sebagai adiknya.


Eve pun kembali duduk di dekat Max, namun pikirannya tak berada di sana. Ia terus memikirkan Ax dan Ayumi.


"Kak Max, Aku mau ke toilet sebentar," ucap Eve dan langsung beranjak dari sana.


Hatinya begitu tak tenang saat membiarkan Ax berdua saja bersama Ayumi.


Eve berjalan sambil mencari dimana keberadaan Ax dan Ayumi. Langkahnya terhenti saat berada di ruang tengah. Tubuhnya seakan lemas seketika, hatinya hancur melihat pemandangan di depannya. Ax tengah berciuman dengan Ayumi, dapat Eve lihat Ax begitu menikmati ciuman itu. Air mata Eve luruh seketika, rasanya ia tak mampu untuk menopang lagi tubuhnya. Namun ia berusaha untuk menguatkannya. Eve berlari menuju kamarnya dengan air matanya yang berjatuhan. Dengan keras Eve menutup pintu kamarnya dan segera menguncinya.


"Kenapa kak Ax, kenapa kakak menyakiti ku hingga seperti ini?!," Eve menangis seraya memukuli dadanya.


Ax terkejut saat melihat Ayumi di depannya yang tersenyum menatapnya. "Sial!, kenapa Aku bisa membayangkan Eve tadi. Apakah Eve melihat ku dan Ayumi berciuman? Sial...sial...sial!!," umpat Ax dalam hati.


"Sayang, terimakasih, Aku pikir Kau tidak benar-benar mencintai ku, sekarang Aku yakin bahwa Kau begitu mencintai ku," ucap Ayumi tersenyum.


Ax hanya tersenyum sekilas, hatinya merasa gusar memikirkan Eve saat ini. Namun ia kembali berpikir, mungkin ini lebih baik agar Eve bisa menjauhinya.


"Hei, apa kalian melihat Eve," ucap Max yang datang menghampiri Ax dan Ayumi.


"Aku tidak tahu," ucap Ayumi acuh.


"Mungkin Eve tidur di kamarnya Max, lebih baik Kau pulang saja, jangan mengganggu adikku!," ucap Ax. Ia masih begitu kesal melihat Eve yang tertawa bersama Max tadi.


"Kau itu, Aku kan hanya ingin berteman saja dengan adikmu," ucap Max mencibir.

__ADS_1


"Sudahlah, lebih baik kalian pulang," ucap Ax.


"Tapi sayang, Aku belum ingin pulang, Aku ingin kita berciuman lagi," rengek Ayumi.


"Apa, jadi kalian berciuman?!, kalian ini sungguh keterlaluan!. Kalian tidak memikirkan ku yang tidak memiliki kekasih ini," ucap kesal Max.


"Makanya Kau cari kekasih Max," sahut Ayumi.


"Ya, Kau benar. Bagaimana kalau Aku menjadikan Eve sebagai kekasih ku?," ucap Max tersenyum menatap Ax.


"Jangan pernah coba-coba, atau Kau akan merasakan akibatnya!," marah Ax. "Sekarang lebih baik kalian pulang!," ucap Ax kemudian.


"Tapi sayang, Aku masih merindukan mu."


"Besok kita bisa bertemu lagi Ayumi, Aku sangat lelah dan ingin istirahat," ucap Ax.


"Baiklah, sayang, kalau begitu Aku pulang dulu. Terimakasih untuk malam ini," ucap Ayumi mengecup pipi Ax.


"Kalian ini membuat ku iri saja," cibir Max.


Ayumi dan Max pun segera pergi dari apartemen Ax. Sementara Ax langsung berlari ke kamar mandi membersihkan bibir dan wajahnya. Rasanya ia tidak ingin bekas bibir Ayumi menempel padanya.


Ax berjalan menuju kamar Eve, ia berdiri tepat di depan pintu kamar Eve. Saat Ax mau mengetuknya,ia mengurungkannya. Ia hanya berdiri dan menundukkan kepalanya di depan pintu kamar Eve. Bibirnya bergumam dengan terus mengucapkan kata maaf berulang kali.


Ax kembali ke kamarnya saat hampir tengah malam. Ia yakin bahwa Eve sudah tertidur.


Sementara di dalam kamarnya, Eve menangis terisak memikirkan Ax yang berciuman dengan Ayumi.


"Apakah kak Ax sungguh tak ingin Eve mencintai kakak. Apakah Eve salah menduga saja?," ucapnya masih terisak.


"Baiklah kalau itu yang kak Ax inginkan, Eve tidak akan mengganggu kak Ax dan kak Ayumi," ucap Eve kembali. Lalu ia mengambil benda pipih miliknya dan memesan tiket penerbangan ke Indonesia secara online dengan penerbangan tercepat besok pagi.


Eve tidak ingin lagi mengganggu Ax, mungkin dengan menjauh dari Ax, itu akan menjadi lebih baik.

__ADS_1


***


__ADS_2