
"Foto ini asli dan bukan editan Adrian," ucap teman Adrian yang bernama Arya.
"Apa?, Mungkin Kau salah. Coba Kau lihat sekali lagi," titahnya. Adrian masih tak percaya dengan keaslian foto tersebut.
"Berapa kali pun Aku memeriksanya, foto ini tetap asli Adrian," kekeh Arya.
Adrian mengusap wajahnya kasar. Ia berpikir mungkinkah istrinya tega memeluk pria lain yang bukan suaminya. Apakah Lisa akan membohonginya?.
Adrian terus saja bermonolog dalam hatinya. Rasanya sungguh gusar melihat foto tersebut. Hingga akhirnya Ia pun memutuskan untuk kembali ke rumahnya dan menanyakan perihal foto tersebut kepada istrinya.
Adrian mengemudikan mobilnya dengan perasaan yang tidak menentu. Foto istrinya yang tengah berpelukan dengan pria lain sungguh-sungguh mengobrak-abrik hatinya.
Ia merasa kecewa, kesal dan sangat cemburu melihat foto tersebut.
Hingga tanpa terasa, mobilnya sampai di rumahnya. Dengan langkah cepat Ia pun berjalan memasuki rumahnya. Bibirnya terus saja memanggil nama istrinya.
"Lisa... Lisa...," panggilnya seraya mencarinya di dalam kamarnya.
Tak menemukan istrinya di sana, Adrian pun hendak melangkah keluar dari kamarnya. Namun Ia mendengar suara Lisa yang memanggilnya.
"Kau memanggilku Adrian?," tanya Lisa yang berada di depan pintu bathroom.
Adrian membalikkan badannya menatap Lisa di sana. Ia terlupa untuk mencari istrinya di dalam bathroom.
Adrian berjalan menghampiri Lisa dengan pandangan yang tidak lepas menatap sang istri.
Lisa menatap heran melihat tatapan suaminya yang terlihat begitu berbeda, tidak seperti sebelum-sebelumnya hingga membuatnya mengerutkan keningnya.
Kini mereka saling berhadapan dan saling menatap satu sama lain.
"Kau tadi memanggil ku?, Ada apa?," tanya Lisa.
Namun Adrian masih diam menatap Lisa. Ingin sekali Ia bertanya mengenai foto istrinya yang sedang berpelukan dengan pria lain. Namun Ia begitu takut bila foto itu benar adanya.
"Adrian, kenapa Kau hanya diam saja?, Kau mencintaiku?." Lisa mengulangi pertanyaannya karena Adrian hanya diam saja.
"Apa ada sesuatu yang ingin Kau ceritakan padaku Lisa?. Apakah Kau menyembunyikan sesuatu dariku?," tanya Adrian menatap lekat manik mata istrinya.
__ADS_1
Lisa mengerutkan keningnya mendapat pertanyaan seperti itu dari Adrian. "Aku menyembunyikan apa?, Tidak ada yang ku sembunyikan dari mu Adrian," ucap Lisa.
Adrian memejamkan matanya sejenak, dan mengambil nafasnya pelan. Mungkinkah istrinya berusaha menyembunyikan tentang pria dalam foto tersebut?, Entahlah, Adrian sungguh merasa benci dengan situasi ini. Ia kembali merasakan takut bila orang yang Ia cintai dan percaya membohonginya seperti Mamanya.
Adrian hanya mengusap pelan kepala istrinya dan tersenyum. "Baiklah, kalau begitu Aku ke ruang kerja dulu," ucap Adrian dan langsung melangkah keluar dari kamar.
Sementara Lisa begitu heran dengan pertanyaan suaminya itu. Lisa teringat akan pertemuannya dengan Dimas hari ini. Mungkinkah suaminya tahu tentang pertemuannya dengan Dimas?.
Tapi kenapa Adrian tidak bertanya langsung bila ia mengetahuinya?. Entahlah, Lisa sungguh tidak mengerti akan sikap suaminya yang nampak terlihat aneh siang ini.
***
Malam harinya
Lisa gelisah karena dari siang tadi suaminya belum keluar dari ruang kerjanya. Lisa mengecup pipi putrinya.
"Selamat tidur putri cantik Mama," ucapnya sebelum keluar dari kamar Divya.
Lisa memutuskan untuk menghampiri suaminya di ruang kerjanya. Namun baru beberapa langkah, ponselnya bergetar tanda pesan masuk.
"Dari mana Dimas mengetahui nomor ku?," ucapnya pada dirinya sendiri.
Dalam pesan tersebut, Dimas mengatakan ingin bertemu dengan Lisa. Namun Lisa segera menghapus pesan tersebut dan memblokir nomor Dimas.
Setelah pertemuannya dengan Dimas tadi siang, Lisa memutuskan untuk meluapkan masalalunya. Walaupun dalam hatinya Ia masih bertanya-tanya mengapa Dimas tidak pernah memberinya kabar selama ini kepadanya. Bahkan Dimas juga tidak dapat Ia hubungi.
Lisa ingin melupakan semua masalalunya bersama Dimas. Karena menurutnya saat ini suami dan putrinya lah masa depannya dan kebahagiaannya.
Lisa melanjutkan langkahnya menuju ruang kerja suaminya. Ia ingin mengajak suaminya itu untuk tidur karena sudah larut malam.
Sampai di depan pintu ruang kerja suaminya, Lisa mengetuk pintu tersebut. Namun tak ada jawaban dari dalam. Hingga ia pun memutuskan untuk masuk kedalam ruang kerja suaminya.
Lisa menggelengkan kepalanya saat melihat suaminya yang ternyata tertidur di atas sofa di sana. Dengan langkah pelan, Ia pun mendekati suaminya.
"Kenapa dia malah tidur di sini?, Apa dia tidak tahu kalau Aku sejak tadi menunggunya?," ucap Lisa.
Sejenak Lisa memandang wajah tidur suaminya. Ia teringat dengan semua yang terjadi di antara mereka sehingga kini bisa menjadi pasangan suami istri. Bahkan saat ini Lisa begitu yakin bahwa Ia sangat mencintai suaminya itu.
__ADS_1
Lisa tersenyum dan mengusap pipi Adrian. "Aku sangat mencintaimu," ucap Lisa. Namun tak di dengar oleh Adrian karena masih terlelap dengan tidurnya.
"Jangan pergi!," ucap Adrian mengigau. Matanya masih terpejam, namun raut wajahnya terlihat begitu ketakutan.
"Jangan pergi!," ucapnya kembali. Hingga Adrian terbangun dari tidurnya. Iapun terkejut saat melihat istrinya yang ada di depannya.
Dengan cepat Adrian memeluk tubuh Lisa dengan begitu erat. Adrian bermimpi Lisa meninggalkan putrinya dan meninggalkan dirinya bersama pria lain.
"Apakah Kau akan meninggalkan ku Lisa?," ucap Adrian.
Lisa mengerutkan keningnya mendapat pertanyaan dari suaminya.
"Kau mimpi Apa?, Kenapa Kau terlihat begitu ketakutan Adrian?," ucap Lisa.
"Jawablah pertanyaan ku, Apa Kau akan meninggalkan ku suatu saat nanti bersama dengan pria lain." Adrian kembali bertanya.
"Pertanyaan mu konyol sekali Adrian. Kenapa Aku harus meninggalkan mu demi pria lain?, Lalu bagaimana dengan Putri kita kalau Aku pergi dengan pria lain," ucap Lisa terkekeh.
"Aku akan memegang kata-kata mu, jika suatu saat Kau berani meninggalkan ku, Aku tidak akan pernah memaafkan mu," ucap Adrian.
"Iya-iya, sekarang ayo kita tidur!, Ini sudah malam. Apa Kau tidak tahu kalau dari tadi aku sudah menunggu mu di kamar Divya untuk mengucapkan selamat malam kepada putri kita?."
"Maafkan Aku, Aku ketiduran. Kalau begitu Aku akan ke kamar Divya untuk mengucapkan selamat malam kepadanya. Ucap Adrian yang perlahan melepaskan pelukannya.
Lisa tersenyum menganggukkan kepalanya.
Kini mereka bersama-sama berjalan menuju kamar Divya. Adrian menggandeng tangan Lisa tanpa melepasnya.
"Kenapa Adrian begitu aneh setelah pulang dari kantor tadi siang?." Lisa terus saja bertanya dalam hatinya.
Setelah mereka keluar dari kamar putrinya. Mereka pun memasuki kamar mereka untuk tidur.
Saat keduanya telah membaringkan tubuh mereka. Lisa sebenarnya ingin menceritakan kepada suaminya tentang Dimas.
Namun Ia mengurungkannya, karena menurutnya itu tidak penting. Toh Lisa juga tidak ingin mengingat masalalunya lagi. Yang terpenting sekarang adalah masa depannya bersama pria di sampingnya dan putri kecilnya. Ia tidak akan pernah membiarkan siapapun termasuk Dimas untuk merusak kebahagiaan yang kini tengah Ia rasakan.
***
__ADS_1