Suamiku Arogan

Suamiku Arogan
Extra part 1


__ADS_3

Sean menatap bahagia pengantinnya yang kini nampak tersenyum malu menatapnya.


Dapat di lihat dari pancaran wajah Divya bahwa saat ini Ia nampak begitu bahagia.


Divya menatap Sean yang berjalan ke arahnya. Senyum malu-malu nampak di terukir di sudut bibirnya.


Sean kini berdiri tepat di depan Divya. Merekapun saling berpandangan diiringi sebuah senyuman.


Sementara semua orang menatap kedua pengantin tersebut dengan begitu bahagia. Ada juga yang baper melihatnya.


Sean meraih kedua tangan Divya dan membawanya berjalan menuju altar dengan saling bergandengan mesra.


Sean berbisik di telinga istrinya hingga terlihat Sean sedang mencium Divya. Dan semua itu membuat semua orang yang ada di sana bersorak begitu riuhnya menatap pemandangan yang membuat mereka begitu iri.


"Aku mencintaimu Di," bisik Sean.


Divya tersenyum malu. Ia begitu malu saat orang-orang menyorakinya dan suaminya.


"Aku tahu. Tapi kumohon berhentilah Sean! Aku malu," ucap Divya manja.


"Biarkan mereka yang menderita melihat kemesraan kita sayang," ucap Sean membuat Divya melongo tak percaya dengan sikap Sean yang semakin hari semakin mirip dengan Galaxy.


***


Di malam yang gelap dengan di iringi hujan yang mengguyur bumi. Membuat kedua pasang suami istri yang baru saja melangsungkan pesta pernikahan tersebut nampak begitu malu-malu.


Namun semua itu hanya berlaku pada Divya. Karena Sean tak mungkin malu-malu. Justru ia seperti singa yang sedang kelaparan.


Sean sudah berpuasa menahan libidonya kepada istrinya selama ini. Dan malam ini adalah saatnya ia melepaskan keperjakaannya. (😂)


Sean mendekat ke arah Divya yang tengah duduk di atas kasurnya. Rasanya ia sudah tidak dapat lagi membendung segala gai..rahnya untuk menerkam sang istri.

__ADS_1


Tangannya mengulur lembut dagu Divya agar mengarah padanya. Pandangannya mulai berkabut kala menatap wajah cantik istrinya.


"Apa Kau siap sayang," bisiknya lembut. Nafasnya berhembus di telinga sang istri.


Merasakan nafas hangat Sean, membuat sebuah sensasi yang menggetarkan tubuhnya. Rasanya begitu menggelitik di hati dan menyalurkan sebuah gelenyar indah.


Divya hanya memejamkan matanya saat perlahan nafas hangat Sean mulai menjalar ke pipinya. Mengecupnya lembut dan beralih pada bibir merah Divya.


Rasanya begitu bergelora. Memberikan rasa hangat, nyaman dan tentunya membuat gai..rah keduanya semakin tersulut.


Sean me..lu..mat habis bibir istrinya dengan begitu memburu. De..sa..han yang keluar dari bibir istrinya membuatnya semakin bersemangat untuk memulai aksinya.


Ini adalah pengalaman pertama bagi keduanya. Walaupun mereka belum pernah melakukannya, namun naluri yang telah menuntun mereka untuk melakukan hubungan suami-istri.


Sean terus saja mel..u..mat bibir istrinya. Sementara tangannya berusaha untuk melepaskan piyama istrinya.


Perlahan tapi pasti. Sean kini telah membuat tubuh Divya polos dengan mudahnya.


Sean mulai melepaskan tautan bibirnya. Namun bibir itu berjalan menyusuri leher jenjang Divya dan membuat sang empunya mendesis kala Sean mengigit kecil di area leher istrinya.


Sementara Divya merasakan sedikit sakit, namun juga begitu nikmat. Beribu-ribu gelenyar indah menghantam dirinya bibir suaminya mengarah kepada pucuk buah kembar miliknya.


"Aahh...," Desisnya saat li..dah Sean menari-nari di atas pucuk gunung kembarnya, sementara satu tangan Sean berada intinya.


Rasa yang begitu mengobrak-abrik hati dan libidonya.


Suara Divya terus saja menggema dalam kamar kedap suara tersebut. Rasanya ia tak dapat mengontrol suara de..sahnya lagi.


Hingga ia tidak menyadari bahwa kini kepala Sean sudah berada di inti miliknya. Lid..ahnya mengobrak-abrik di bawah sana.


"Se..an... Aku...ahhh...!"

__ADS_1


Tubuh Divya bergetar merasakan sebuah ledakan dahsyat di bawah sana. Nafasnya berhembus tak teratur saat ledakan itu terjadi.


Rasa yang sebelumnya tertahankan kini berubah menjadi sebuah rasa lega. Dan mengakibatkan tubuhnya lemas tak berdaya.


"Ini sungguh manis sayang, tapi Aku baru akan memulainya. Jadi bersiaplah sayang," bisik Sean.


Ia pun kembali menautkan bibirnya pada istrinya. Tangannya terus saja memberikan sebuah sentuhan yang membuat Divya kembali merasakan gelenyar indah itu.


Sean melepaskan seluruh pakaiannya dan mengukung tubuh istrinya.


Sementara Divya merasa terkejut saat merasakan sebuah benda tumpul yang mengeras di bawah sana, dan menggesek gesekkan ke arah miliknya.


Merasa penasaran, Divya mulai mencuri pandang ke arah bawah sana.


"Aaaaaaaaaa! Apa itu Sean?" teriak Divya saat melihat sebuah benda tumpul yang berdiri dengan gagahnya di bawah sana.


Sean tersenyum, namun tidak memberikan jawaban kepada Divya. Bibirnya kembali ia satukan kepada bibir istrinya.


Membuat Divya terdiam dan terbawa arus lautan gai..rah.


"Aku akan memulainya sayang, tahanlah sebentar. Mungkin Kau akan merasakan sedikit kesakitan," bisik Sean kembali.


Sean memposisikan miliknya memasuki milik istrinya. Dan


Jleb... perlahan miliknya mulai memasuki inti istrinya.


"Aaaahhhh... sakit Sean!" pekik Divya saat merasakan sakit yang luar biasa di bawah sana.


Ujung kukunya mulai menusuk punggung suaminya ketika rasa sakit menderanya.


Air mata mulai membasahi pipinya ketika rasa sakit di bawah sana terus menggodanya. Sehingga Divya pun menggigit pundak suaminya.

__ADS_1


***


__ADS_2