
Adrian terdiam mendengar penuturan dari wanita di depannya itu. Lalu sesaat kemudian Ia pun tersadar.
"Apakah Nona sedang bercanda?, hahaha." Adrian tertawa karena mengira wanita di depannya itu hanyalah candaan.
Namun saat melihat air mata Lisa, Adrian pun kembali terdiam menatapnya. "Nona, kenapa Anda menangis?," tanya Adrian masih belum mengerti situasi saat ini.
"Kau pria yang ada di villa itu kan?," tanya Lisa dengan tangisnya.
Adrian tercekat, Ia mulai teringat dengan gadis yang pernah Ia paksa untuk menolongnya waktu yang lalu.
Tubuhnya mematung saat mulai menyadari yang terjadi saat ini.
"Sekarang Kau sudah mengingatnya?, Kau adalah pria brengsek yang pernah ku temui!, Apa mencoba menolong mu waktu itu, tapi Kau malah berbuat hal buruk padaku!. Dan sekarang lihatlah bayi cantik tak berdosa itu. Dia adalah hasil perbuatan mu waktu itu!, Kau pria jahat,kejam dan egois Tuan, dan Aku begitu membenci mu!," ucap Lisa semakin terisak.
Adrian merasa sangat bersalah kepada wanita di depannya itu. Karena dirinya, wanita di depannya itu menanggung beban yang begitu berat selama ini.
Adrian perlahan melangkah mendekati Lisa dan mulai duduk di sampingnya.
"Maafkan untuk semua perbuatan ku waktu itu Nona. Sungguh itu di luar kendali ku. Waktu itu Aku telah menghirup aroma lilin yang di campur dengan obat sehingga Aku sendiri tidak bisa mengendalikan diri ku sendiri. Hingga membuat Nona menderita seperti sekarang ini. Saya sungguh-sungguh minta maaf Nona."
"Dan mulai saat ini Aku akan bertanggungjawab untuk semuanya. Nona tahu?, Waktu itu saya sempat kembali ke villa dan mencari Anda. Tapi penjaga villa mengatakan bahwa Ia tidak mengetahui di mana tempat tinggal Nona. Wajah Nona waktu itu begitu samar, hingga saya bingung harus mencari Anda kemana."
Lisa terdiam memikirkan apa yang Adrian ucapkan, benarkah semua itu?. Tapi mendengar Adrian mengatakan bahwa Ia akan bertanggungjawab, Lisa merasa sedikit lega karena putrinya akan memiliki seorang ayah.
"Benarkah yang Kau katakan Tuan?, Atau itu hanya alasan Tuan saja agar saya memaafkan Anda?." Lisa merasa ragu.
"Saya bersumpah Nona, mulai sekarang saya akan bertanggungjawab kepada Anda dan putri kita. Walaupun tidak ada cinta di antara kita, tapi saya akan berusaha untuk melakukan tugas saya sebagai seorang Ayah nantinya," ucap Adrian berusaha meyakinkan Lisa.
Lisa masih ragu dengan ucapan Adrian, tapi dia berusaha untuk memberikan kesempatan untuk Adrian. Walaupun tidak ada cinta di antara mereka, setidaknya ada seseorang yang di panggil Papa oleh putrinya nanti.
"Bagaimana Nona?, Maukah Nona menikah dengan ku dan membesarkan putri kita bersama?," tanya Adrian kembali.
Lisa menganggukkan kepalanya menyetujuinya. "Baiklah Tuan, saya akan menikah dengan Tuan dan membesarkan putri kita bersama," ucap Lisa.
"Baiklah, kalau begitu besok kita akan menikah," ucap Adrian membuat Lisa terkejut. "Tapi, apa harus secepat itu Tuan?."
__ADS_1
"Besok kita menikah secara agama dulu, nanti kalau keadaan sudah memungkinkan, baru kita akan meresmikan pernikahan kita Nona," ucap Adrian.
"Baiklah Tuan. Oh ya,saya belum tahu nama Tuan," ucap Lisa mengingatkan.
"Saya Adrian Nona," ucap Adrian tersenyum.
Namun tiba-tiba baby dalam gendongannya menangis, membuat keduanya pun terkejut dan panik.
Dokter pun datang, Ia terkejut saat melihat baby dalam gendongan Adrian belum di susui oleh ibunya.
"Tuan, kenapa bayinya belum di susui?, cepat berikan bayi itu kepada ibunya untuk di susui!," Perintah sang dokter.
Sontak saja Adrian langsung memberikannya kepada Lisa.
Lisa pun segera membuka kancing bajunya hendak menyusui baby-nya. Namun terhenti kala melihat Adrian yang masih menatapnya.
"Tuan, berbalik lah!," Pinta Lisa.
Adrian pun sadar, Ia pun segera membalikkan badannya dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Sementara dokter hanya menggelengkan kepalanya melihat Adrian dan Lisa yang menurutnya adalah pasangan suami istri.
"Baiklah Tuan."
Adrian langsung melangkah keluar dari ruang persalinan tersebut. Sampai di luar, Ia termenung sejenak.
Adrian memikirkan apakah keputusannya untuk menikahi Lisa akan tepat. Sementara tidak ada cinta di antara mereka. Lalu bagaimana di antara mereka nanti setelah menikah malah menemukan cinta yang lain. Apakah mereka akan bernasib sama dengan pernikahan Papa dan Mama Adrian?. Adrian merasa takut dengan hal tersebut.
"Semoga ini keputusan yang tepat," ucap Adrian lalu ia pun pergi melangkah menuju ke ruangan Aya kembali.
Setelah sampai di depan pintu ruangan Aya, Adrian pun langsung memasuki ruangan tersebut.
"Aku kembali Abang ku dan kakak ipar ku tersayang," ucapnya saat memasuki ruangan tersebut.
"Monyet, kenapa Kau kembali lagi?, Apa sudah selesai bertemu dengan Mama mu itu?," ucap Bryan saat melihat Adrian di sana. Namun Ia lega karena mungkin Adrian tidak jadi bertemu dengan Mamanya itu.
__ADS_1
Adrian duduk di sofa ruangan tersebut dan menyilangkan kakinya. Ia tersenyum saat mengingat bahwa Ia juga memiliki seorang baby seperti mereka.
"Aku cuma mau bilang kalau besok Aku mau menikah," celetuk Adrian membuat Bryan dan Aya melongo.
Aya dan Bryan pun terbahak-bahak mendengar ucapan Adrian yang menurut mereka hanya sebatas gurauan saja.
"Kau mau menikah?, Dengan siapa?," tanya Bryan masih dengan tawanya.
"Kalian sungguh meremehkan ku?!, Dan kalian tahu?, Sekarang Aku tidak akan iri lagi pada kalian karena memiliki baby Bintang dan Galaksi, karena Aku sekarang juga memiliki seorang baby yang sangat cantik," ucap Adrian.
Namun Bryan dan Aya malah semakin terbahak mendengarnya. Melihat hal itu membuat Adrian berdecak kesal.
"Ay, kenapa Kau malah ikut-ikutan mentertawakan ku?, Aku sungguh serius akan menikah," ucap Adrian kembali.
"Panggil kakak ipar!, Aku tidak suka Kau memanggil istri ku dengan kata Ay, Kau mengerti!," ucap Bryan penuh penekanan. Membuat Adrian merasa jengah.
"Iya-iya, dasar posesif!," umpat Adrian.
"Memangnya Kau mau menikah dengan siapa Adrian?, Apa dia cantik?, Dan dari mana Kau bisa memiliki seorang baby?. Apa jangan-jangan Kau akan menikah dengan seorang janda yang sudah beranak?," Tanya Aya bergurau.
"Ish, kakak ipar, Kau sama saja dengan suamimu itu!. Asal kalian tahu ya, besok Aku akan menikah dengan seorang ibu dari putriku. Ya putriku, putri kandung ku." Adrian berbicara lantang kepada kedua pasangan suami istri itu.
Untunglah baby Bintang dan Galaksi tidak terbangun mendengar percakapan mereka.
"Memangnya kapan Kau membuatnya?," tanya Bryan yang mulai penasaran.
"Tuh kan, Abang mulai kepo, besok lihat sendiri. Karena Aku akan mengundang kalian sebagai saksi pernikahan ku. Tapi besok baru pernikahan secara agama dulu," tutur Adrian.
Bryan dan Aya pun semakin penasaran dengan penuturan Adrian. Keduanya saling berpandangan satu sama lain.
"Yasudah, kalau begitu Aku mau menemui putriku saja, dari pada kalian terus mentertawakan ku, lebih baik Aku menemani putri kecil ku," ucap Adrian kembali melangkah seraya membayangkan wajah menggemaskan baby-nya.
"Sayang, kenapa Aku merasa Adrian berkata jujur dengan pernikahannya. Tapi kenapa tiba-tiba dia akan menikah?, Dan baby yang Ia katakan itu, apakah benar Adrian memiliki baby?," tanya Aya pada suaminya.
Namun Bryan hanya memainkan kedua bahunya. "Kita lihat saja besok sayang."
__ADS_1
***
Maaf, banyak typo yang bertebaran 🙏. Perjalanan cinta Adrian dan Lisa baru akan di mulai. Di tunggu kelanjutannya ya 😉. Jangan lupa like comen dan vote nya 😘😘.