Suamiku Arogan

Suamiku Arogan
Bab 78


__ADS_3

Sementara Bryan, jangan ditanya lagi. Dia begitu risau memikirkan istrinya yang akan bertemu dengan koleganya yang seorang pria.


"Tidak, ini tidak bisa di biarkan!, Aku harus segera mencegah istri ku untuk bertemu pria lain," ucap Bryan yang terus uring-uringan di dalam kamarnya.


Setelah Aya berangkat tadi, Bryan pun menyuruh putra-putranya untuk bermain dengan pengasuhnya. Dan beruntung kedua putranya itu begitu penurut. Hingga dia pun kembali ke kamarnya dan terus saja menggerutu memikirkan istrinya.


Bryan langsung mengambil benda pilihnya dan menghubungi Adrian.


Tuuuut...


Tuuuut...


Tuuuut...


Panggilan pun tersambung


"Iya ada apa?," ucap Adrian dari sebrang telpon.


"Apa Kau sudah menyelidiki tentang kecelakaan yang menimpaku dan istriku waktu itu?," tanya Bryan.

__ADS_1


Adrian terdengar tertawa cengengesan di seberang sana.


"Iya sudah, hehehe, maaf Abang ku sayang, Aku lupa untuk menghubungi mu." Adrian berkata seolah tanpa dosa.


"Dasar adik semprul!, apa Kau tidak tahu kalau Aku menunggumu untuk mengabari ku?!. Kau tahu?, Aku sampai harus membuat istri ku menangis hanya karena menunggu kabar darimu. Cepat katakan!," sentak Bryan. Ia begitu tak habis pikir dengan adik sepupunya itu.


Namun Adrian malah tertawa terbahak-bahak membuat Bryan begitu kesal.


"Iya-iya, setelah Aku mencari tahu, ternyata semuanya murni kecelakaan. Maafkan Aku karena telat memberi tahu mu Abang ku sayang," ucap Adrian terkikik geli.


"Huh!, kenapa Kau tidak memberi tahu ku dari kemarin?!. Sekarang Aku harus menyusul istri ku," ucap Bryan dan langsung memutuskan panggilan telpon selularnya.


Bryan segera bersiap untuk menyusul istrinya menuju kantor. Bryan kembali menggunakan pakaian kantornya. Walaupun tubuhnya sedikit terlihat kurus, tapi tetap saja ia begitu terlihat tampan.


Dengan mempercepat langkahnya, Bryan segera mengambil kunci mobil miliknya. Ia sudah tidak sabar lagi ingin mengatakan kepada istrinya bahwa ia begitu mencintainya dan sangat merindukannya.


Sementara Aya saat ini menuju kantor setelah bertemu dengan seseorang. Aya begitu kesal saat kembali mengingat suaminya itu.


Ya, Aya sudah mengetahui bahwa suaminya itu tidak benar-benar melupakannya. "Baiklah suamiku, Aku akan mengikuti semua permainan mu," ucap Aya tersenyum menyeringai.

__ADS_1


Sebenarnya ia begitu bahagia mendengar bahwa suaminya itu sudah mengingat semuanya, bahkan termasuk dirinya dan putra-putranya. Namun iapun begitu merasa kesal karena suaminya itu berbohong kepadanya.


Akhirnya mobil Aya sampai di parkiran kantor. Aya pun segera melangkah memasuki kantor.


Seperti biasa, Aya selalu menyapa karyawannya saat memasuki kantor. Dan mereka pun juga begitu menghormati Aya.


Citra merasa lega karena melihat Aya sampai di kantornya. Dengan segera, Citra menghampiri Aya.


"selamat pagi Citra?," sapa Aya.


"Pagi Nona," citra membalas sapaan Aya. Lalu iapun membackan laporan jadwal Aya untuk hari ini.


"Nona, hari ini Tuan Jack mempercepat pertemuan kita menjadi pukul satu siang. Apa Anda menyetujuinya Nona?."


"Baiklah, Kau persiapkan semuanya Citra," ucap Aya.


"Oh iya Nona, saya juga sudah menaruh beberapa berkas untuk Anda tanda tangani di meja kerja Anda." Citra kembali mengingatkan.


"Baiklah, terima kasih Citra, kalau begitu Aku ke ruangan ku dulu," pamit Aya dan langsung menuju ruangannya.

__ADS_1


Sedangkan Bryan saat ini begitu kesal karena mobilnya mengalami ban mobil yang pecah."Kenapa nasibku hari ini begitu sial?!," gumam Bryan sembari berdecak.


***


__ADS_2