Suamiku Arogan

Suamiku Arogan
Bab 87 (season 2)


__ADS_3

Entah berapa lama mereka saling membalas ciuman satu sama lain. Rasanya ciuman itu tidak akan pernah cukup untuk meluapkan rasa di hati mereka.


Ax sungguh tak dapat lagi menahan pertahanannya selama ini. Semua rasa yang Ax rasakan selama ini telah ia tutupi, bahkan dari hatinya sendiri.


Ya, memang Ax selama ini begitu mencintai Eve,adik kecilnya. Ia sadar Eve adalah adiknya, namun ia tak dapat membendung perasaan yang muncul begitu saja saat bersama dengan Eve.


Tapi ia tidak mungkin menjalani cinta terlarang itu, Eve adalah adiknya, dan bila ia menuruti hatinya,maka cinta sedarah akan terjadi.


Selama ini Ax menghindari rasa cintanya dengan mengambil kuliah di luar negeri. Ia terus saja berusaha untuk membuang jauh perasaannya kepada Eve. Bahkan Ax mencoba untuk menjalani suatu hubungan dengan Ayumi, namun tetap saja hatinya hanya untuk adik kecilnya itu.


Apalagi saat ini Eve berada satu apartemen dengannya. Setiap hari Ax terus saja bergelut dengan hatinya agar tidak goyah untuk memiliki Eve.


Dan kini akhirnya pertahanannya runtuh seketika. Ax begitu menikmati ciuman itu. Bahkan ini adalah ciuman keduanya bersama Eve. Karena ciuman pertamanya ia lakukan dulu saat menemani Eve tidur di kamarnya karena adik kecilnya itu takut akan hujan petir.


Namun kelebatan wajah kedua orang tuanya membuatnya kembali tersadar dan melepaskan tautan bibirnya dari bibir Eve.


Ax begitu bahagia saat Eve berkata bahwa ia mencintainya, ternyata adiknya memiliki perasaan yang sama terhadapnya. Namun Ax tidak ingin egois, ia harus mengubur dalam perasaannya itu. Orang tuanya pasti akan sangat sedih bila mengetahui yang Ax lakukan pada Eve saat ini.


"Kak, Eve sangat mencintai kak Ax, dan Eve yakin bahwa kakak juga mencintai Eve kan?, buktinya kak Ax mencium bibir Eve," ujarnya begitu bahagia. Eve meyakini bahwa Ax juga mencintainya.


"Eve, maafkan kakak. Sebaiknya kita lupakan apa yang terjadi barusan. Harusnya kakak tidak melakukan itu padamu, maafkan kakak Eve," ucap Ax membuat Eve menggelengkan kepalanya. Sungguh Eve tak bisa menerimanya, ia begitu yakin bahwa Ax mencintainya. Tapi Ax malah meminta maaf dan menyuruhnya untuk melupakan yang terjadi di antara mereka.

__ADS_1


"Tidak kak, kenapa kakak minta maaf?. Eve yakin kakak juga mencintai Eve!," Eve berkata dengan air mata yang berjatuhan. Ia mulai turun dari pangkuan Ax dan berjalan mundur.


"Eve, kita adalah saudara, sebaiknya kita lupakan yang telah terjadi barusan. Kuharap Kau mengerti Eve," ucap Ax sendu.


Eve membalikkan badannya membelakangi Ax, air matanya berjatuhan menahan rasa sakit di dadanya.


"Eve, maafkan Aku," ucap Ax dan langsung beranjak dari kamar Eve.


Ax menuju kamarnya dan menutupnya. Ia mengepalkan tangannya dan memukuli tembok berkali-kali hingga cairan kental berwarna merah itu pun mengalir dari kepalan tangannya.


"Kenapa?!, kenapa Tuhan menjadikan mu sebagai adikku Eve?!!. Aku tahu Kau begitu terluka dengan perkataan ku. Tapi Aku tidak ingin terjadi hubungan sedarah di antara kita. Aku pun juga merasakan sakit Eve, rasanya Aku ingin sekali membawamu pergi jauh dan menyembunyikan mu. Kakak sangat mencintaimu Eve!," ucapnya dengan terus memukul benda keras itu. Air matanya pun ikut runtuh mengingat takdir Tuhan yang menurutnya begitu kejam.


***


Sementara Ax terus saja berusaha untuk menghindari Eve.


"Eve, sebentar lagi Ayumi akan kemari, kakak harap Kau bisa menjaga sikapmu padanya," ucap Ax datar.


Eve tak menjawab ucapan Ax, ia tetap akan berusaha membuat Ax sadar bahwa Ax sebenarnya tidak mencintai Ayumi, karena hanya dirinya lah yang Ax cintai.


Hingga bel pun berbunyi, Ax tahu bahwa itu adalah Ayumi. Ia segera membuka pintu apartemennya. Dan benar saja, Ayumi datang bersama teman mereka yang bernama Max.

__ADS_1


"Hai sayang, Aku sangat merindukanmu," ucap Ayumi dan langsung memeluk tubuh Ax. Membuat Eve yang dengan jelas melihat mereka pun begitu kesal.


"Hai Ax, Ayumi mengatakan bahwa Kau mengadakan makan malam bersama dengannya, bolehkah Aku ikut kawan?," tanya Max berbasa-basi.


"Tentu saja Max, ayo masuklah!," ajak Ax.


Mereka pun masuk kedalam apartemen dengan Ayumi yang bergelayut di pinggang Ax, dan Max di belakang mereka.


Ax tahu adiknya nampak kesal saat ini, namun ia harus membuat Eve sadar bahwa hubungan antara mereka hanyalah sebatas adik dan kakak saja.


Max melihat sesosok gadis cantik yang tengah duduk di meja makan Ax. "Siapa dia Ax, kenapa ada gadis cantik di apartemen mu?," tanya Max dengan terus menatap Eve di sana.


"Dia adikku Max," ucap Ax.


"Waw, kenapa Kau tidak pernah bilang padaku kalau Kau memiliki adik secantik ini," ucap Max kembali.


"Jangan coba-coba untuk mengganggu adikku Max, atau Kau akan tahu akibatnya!," ucap Ax memperingati.


Namun Max tidak mengindahkan peringatan Ax. Ia langsung duduk di samping Eve dan tersenyum padanya.


"Hai, Aku Max," ucap Max mengenalkan dirinya.

__ADS_1


Eve sekilas menatap Max dan memaksakan senyumnya.


"Eve," ucapnya. Pandangannya kembali menatap ke arah Ayumi yang begitu manja terhadap Ax.


__ADS_2