Suamiku Arogan

Suamiku Arogan
Bab 84(season 2)


__ADS_3

Pagi hari pun tiba, sepasang kelopak mata cantik itu pun mulai membuka matanya. Menatap ke sekeliling ruangan yang terasa begitu asing baginya.


"Ini di mana?," ucap Eve masih melihat sekeliling ruangan tersebut.


Lalu telinganya mendengar suara ketukan dari luar pintu.


"Eve,apa Kau sudah bangun?," tanya Ax dari balik pintu.


seketika Eve pun menepuk keningnya sendiri, bagaimana ia bisa lupa kalau dirinya saat ini berada di apartemen Ax.


Dengan rambut yang masih acak-acakan itu, Eve mulai turun dari kasurnya dan berjalan menuju pintu kamar itu.


Eve membuka kenop pintu kamar tersebut, disana menampilkan Ax yang tengah membawakan sarapan pagi untuk Eve.


"Kau baru bangun tidur Eve?." Ax menggelengkan kepalanya.


"Kau ini seorang perempuan Eve, Dan Kau adalah adikku yang malas," ucap Ax kemudian.


"Kak Ax, Eve masih lelah. Kakak seperti Mama saja," cibir Eve.


Ax pun langsung masuk kedalam kamar Eve. Ia meletakkan sarapan Eve di atas nakas. Lalu iapun berjalan menghampiri Eve dan menggiringnya menuju bathroom untuk membersihkan dirinya.


"Cepat masuk dan bersihkan badamu, lalu kita akan sarapan bersama," ucap Ax yang kini menutup pintu bathroom setelah memasukkan Eve ke dalamnya.


Eve pun mengerucutkan bibirnya di dalam bathroom, namun ia juga melakukan apa yang kakaknya itu perintahkan.


Beberapa saat kemudian, Eve pun selesai membersihkan badannya. Kini tubuhnya sudah terasa begitu segar. Namun ia lupa membawa baju gantinya ke dalam sana. Karena tadi ia belum sempat mempersiapkannya.


"Hais..., gara-gara kak Ax, Eve jadi lupa membawa baju ganti," ucap Eve yang terus menggerutu kesal.


Eve segera memakai handuknya dan berteriak dari dalam bathroom memanggil nama kakaknya.


"Kak Ax...!," Teriaknya.


Ax pun segera mendekati pintu. "Ada apa Eve, kenapa Kau berteriak seperti itu!," Tanya Ax.


"Kak, Aku lupa membawa pakaianku. Apa kakak bisa membantuku untuk mengambilnya?," teriak Eve kembali.


"Kau itu!, Kenapa tadi tidak membawanya?!," Cibir Ax.


"Hei!, Kenapa kakak malah menyalahkan Eve?. Kakak yang sudah mendorong ku memasuki bathroom, apa kak Ax lupa?." Eve tak mau kalah dengan Ax.

__ADS_1


Ax hanya bisa menggelengkan kepalanya dan berjalan menuju koper Eve dan membukanya. Ia mulai memilah pakaian untuk Eve.


Di ambilnya baju rumahan milik Eve, lalu ia pun melihat ke arah pakaian dalam Eve. "Apa Aku juga harus mengambilnya?," Ucap Ax merasa malu sendiri.


Dengan cepat Ax mengambil CD dan kacamata milik Eve dan menyelipkannya kedalam pakaian yang akan Ax berikan kepada adiknya itu.


"Merepotkan saja," gumam Ax saat berjalan menuju pintu bathroom.


"Eve, buka pintunya!," titah Ax.


Eve membuka sedikit pintu bathroom dan menjulurkan tangannya.


"Mana kak Ax?."


"Ini, Kau itu merepotkan kakak saja," gerutu Ax.


Eve menerima pakaian tersebut dan kembali menutup pintu bathroom. Ia pun segera memakainya. Setelahnya ia pun keluar dari bathroom dan menghampiri Ax.


"Kak Ax, sekarang Eve sudah mandi, dan sekarang Aku sangat lapar," ucapnya merengek.


Ax menatap rambut Eve yang masih masih begitu berantakan, sehingga membuatnya menggelengkan kepalanya. Ax pun menarik tangan Eve dan mendudukkannya di pinggir tempat tidur.


Ia segera mengambil sisir dan menyisir rambut panjang Eve.


"Kalau dengan tidak menjadi dewasa kakak bisa terus perhatian pada Eve, maka Eve tidak ingin menjadi dewasa," ucap Eve membuat Ax mengerutkan keningnya


"Dasar Kau ini, selalu saja manja dengan kakak mu ini." Ax hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan tingkah adiknya itu.


"Sudah, sekarang kita sarapan. Kakak sudah membuat sandwich dan susu hangat untuk kita," ucap Ax dan di angguki oleh Eve.


Eve begitu senang dan bahagia saat Ax begitu perhatian padanya. Rasanya ia menjadi egois dan tidak ingin Ax juga perhatian terhadap wanita lain, termasuk kekasihnya, Ayumi.


Mereka menyantap sarapan pagi mereka dengan lahap, sesekali Eve menyodorkan sandwich miliknya agar Ax memakannya.


Eve menatap Ax lekat. Ia tersenyum dan begitu bahagia saat berada di dekat kakak kesayangannya itu. Dan di saat itu juga, Ax pun melihat ke arah Eve yang tengah menatapnya.


"Kenapa Kau menatap ku seperti itu Eve. Apa Kau Jatuh Cinta dengan kakakmu yang tampan ini?," ucap Ax mengerlingkan kedua matanya. Kini ia terlihat begitu mirip dengan Bintang.


"Kenapa kak Ax menjadi seperti kak Bintang?,kakak begitu narsis," cibir Eve.


"Kami kembar kalau Kau lupa," ucap Ax mengingatkan.

__ADS_1


"Iya-iya, terkadang sifat kalian juga sama. Tapi Aku bisa membedakan mana kak Ax dan mana kak Bintang.


"Sungguh?,"ucap Ax tak percaya.


"Tentu saja, kakak tahu?, Aura kalian terasa begitu berbeda," ucap Eve, lalu ia mulai meminum susunya yang sudah hampir dingin.


Ax hanya menggelengkan kepalanya dengan apa yang Eve ucapkan, ia pikir Eve hanya membual untuk mencari perhatiannya. Padahal Eve memang pandai dalam membaca aura seseorang. Entah itu kemampuan dari mana, tapi Eve selalu bisa membaca aura orang yang tidak ia kenal.


"Kak Ax, kakak ajak Eve jalan-jalan ya, Eve ingin liburan kali ini begitu berkesan untuk Eve." Pintanya dengan penuh harap.


"Oke, kakak akan mengajakmu keliling ke berbagai tempat liburan di kota ini. Tapi kakak akan mengajak kak Ayumi juga, nanti kalian bisa saling mengobrol. Kakak ingin kalian bisa lebih akrab nantinya," ucap Ax dan langsung membuat mood Eve turun seketika.


Rasanya Eve begitu tidak menyukai Ayumi, ia dapat membaca aura Ayumi yang membuatnya tidak menyukainya. Eve ingin mengatakannya kepada Ax. Tapi, apakah Ax akan percaya padanya?, Sementara saat ini Ayumi adalah kekasih kakaknya.


***


"Bagaimana?, apakah kalian sudah menemukannya?!," tanya seorang pria muda kepada bawahannya.


"Maaf Tuan, tapi kami sudah mengerahkan seluruh anggota, tapi tetap saja tidak ada hasilnya. Kami semua belum menemukan adik Anda Tuan," ucap bawahan pria tersebut.


"Terus cari!, Aku tidak ingin mereka lebih dulu menemukan adikku!," ucap pria itu kembali.


Ia pun segera membubarkan anggotanya untuk kembali mencari seseorang yang ia cari.


***


Eve Sepenjang perjalanan hanya diam saja, bukan ini liburan yang ia inginkan. Ia menginginkan menghabiskan liburan semesternya berdua saja dengan kakaknya, Galaxy.


Namun saat ini ia malah melihat gadis lain yang tengah merengek kepada kakaknya itu.


Namun pandangannya teralihkan pada sosok seseorang yang membuatnya begitu tertarik. Eve dapat melihat aura unik seseorang tersebut.


Kebetulan seseorang tersebut menatap ke arah Eve, lalu iapun tersenyum dan langsung mendekati Eve.


Entah mengapa tatapan mata Eve tidak ingin teralihkan pada sosok pria tersebut. Ia terus saja menatapnya hingga pria itu berdiri tepat di hadapannya.


"Aku menemukanmu," ucap pria tersebut tersenyum.


Dan itu membuat Eve bingung. "Maafkan saya kak, apa kakak mengenal saya?," tanya Eve ingin tahu.


Aura pria di depannya itu sangat kuat, Eve rasanya tak ingin mengalihkan tatapannya menatap pria di depannya.

__ADS_1


"Sebenarnya siapa kakak ini?, Kenapa rasanya Aku mengenalnya?," ucap Eve dalam hati.


***


__ADS_2