
Adrian merasa tidak tahan melihat Lisa yang nampak begitu kesakitan. Iapun meraih ponselnya dan mencari cara untuk membantu istrinya.
Setelah pencariannya pada ponselnya itu muncul, Adrian di buat terbengong membaca hasil pencariannya.
"Ahhh Adrian, ini terasa semakin begitu sakit," pekik Lisa. Iapun menahan sakit dengan menggigit bibirnya.
Adrian tidak punya pilihan lain, dengan cepat Ia pun mengunci ruangannya dan menutup tirai ruangan tersebut.
Adrian kembali menghampiri istrinya. "Lisa, Aku akan membantumu, tapi ku mohon kamu jangan berfikir macam-macam tentang ini," ucap Adrian menatap Lisa.
"Iya Adrian, cepatlah,ini sangat sakit sekali!," ucap Lisa menyetujuinya. Ia sudah tidak tahan dengan rasa sakit tersebut.
Adrian dengan cepat membuka resleting dress Lisa yang kebetulan berada di depan. Dan itu membuat Lisa terhenyak.
"Apa yang Kau lakukan Adrian?!," ucapnya terkejut.
"Aku ingin menolong mu untuk menghilangkan rasa sakit mu Lisa," ucapnya dan kembali meneruskan apa yang akan Ia lakukan.
Adrian susah payah menelan ludahnya saat kedua bukit kembar istrinya terpampang nyata di depannya. Sementara Lisa merasa malu, namun rasa sakit itu menekan rasa malunya.
"Maafkan aku Lisa," ucap Adrian sebelum menyesap bukit kembar istrinya.
Dengan perlahan, Adrian mulai meminumnya. Rasanya Ia seperti bayi yang tengah menyusu ibunya. Bedanya Adrian adalah bayi besar.(😂)
Adrian terus meminumnya bergantian kanan dan kiri. Namun Adrian terus menahan sebuah gejolak yang membuat dirinya ingin sekali menerkam istrinya itu.
Perlahan rasa sakit yang Lisa rasakan pun menghilang. Namun anehnya Adrian tidak kunjung berhenti melakukannya.
"Adrian, Aku sudah tidak merasakan sakit lagi," ucapnya seraya menahan rasa geli dan gelenyar aneh yang Ia rasakan setelah sakitnya mereda.
Adrian tidak mendengar ucapan Lisa. Kini Adrian memang sudah berhenti meminumnya. Tapi kini bibirnya malah begitu asiknya memainkan bukit kembar milik Lisa.
Adrian sungguh tidak bisa menahan sebuah gejolak yang membuatnya menginginkan hal yang lebih. Ia ingin menuntaskan sesuatu yang sejak tadi berteriak ingin keluar.
"Ahhh, Adrian." Kali ini Lisa mendesis bukan karena kesakitan, melainkan karena sebuah rasa nikmat yang telah di ciptakan oleh suaminya itu.
__ADS_1
Adrian semakin menggila, kini Ia telah menciptakan beberapa tanda merah pada tubuh istrinya.
Hingga bibir itu mulai naik menuju leher jenjang Lisa. Dan di sana pun tak luput dari tanda merah ciptaan Adrian.
Pandangannya beralih pada bibir merah istrinya. Dan dengan cepat Adrian pun mel..u..mat bibir manis tersebut dengan begitu lembut. Lidahnya berusaha untuk masuk kedalam bibir manis istrinya.
Lisa seakan terhanyut oleh sapuan lembut bibir suaminya itu. Hingga Ia pun membuka bibirnya, sehingga Adrian begitu leluasa menikmati dan menyecap bibir manis itu dengan ga..i..rahnya.
Lidah mereka saling membelit satu sama lain. Lisa perlahan mulai membalas ciuman suaminya itu. Dan itu semakin membuat Adrian tak mampu lagi untuk menahan sesuatu di bawah sana.
Tangannya mulai me..ra..ba ce..la..na dalam istrinya dan mulai masuk kedalam sana.
Lisa terkejut, namun Ia merasa begitu menikmatinya. Hingga ra..cau..an terdengar begitu nyaring di ruangan tersebut.
Lisa terpekik saat tiba-tiba merasakan sebuah jari yang mulai masuk kedalam miliknya. Bibirnya terus men..de..sah menyebutkan nama suaminya berkali-kali.
Hingga sebuah rasa yang luar biasa membuat tubuhnya menegang dan bergetar hebat. "Adriaaan...," pekiknya saat merasakan sebuah kelegaan.
Tubuhnya rasanya begitu lemas seiring rasa lega yang menderanya. Namun Lisa kembali terkejut kala suaminya itu malah membuat tubuhnya polos.
"A-apa yang akan Kau lakukan Adrian?."
Adrian tidak mendengar perkataan Lisa. Kini Ia kembali me..lu..mat bibir istrinya. Tangannya begitu lihainya memainkan sebuah tombol kecil di atas bukit kembar istrinya.
Hingga ra..cauan itu kembali terdengar dari mulut Lisa.
Adrian mulai memposisikan tongkat miliknya ke arah milik istrinya dan perlahan menggeseknya.
Lisa yang merasa benda keras di bawah sana pun mencengkeram kuat punggung Adrian. Perlahan tapi pasti, tongkat Adrian berhasil memasuki goa milik istrinya.
Dengan perlahan Adrian mulai memacunya. Sungguh ini sangat luar biasa bagi Adrian. Karena di bawah sana masih terasa begitu sempit. Hingga keduanya pun mulai mer..a..cau satu sama lain memanggil nama masing-masing.
Lisa juga tidak merasa sakit seperti dulu saat pertama Adrian melakukannya dengan paksa. Yang ada Lisa malah merasakan kenikmatan yang membuatnya semakin ke awang-awang.
Adrian terus memacu lajunya dengan semakin cepat dan cepat. "Ahhh... Lisa... Kau sangat luar biasa ahhh," Ra..cau..nya. hingga keduanya pun merasa sesuatu di bawah sana mulai berkedut. Hingga keduanya pun menegang, tubuh keduanya bergetar hebat seiring sesuatu di bawah sana menyemburkan lahar panasnya kedalam goanya.
__ADS_1
Rasanya begitu lega, Adrian pun mengecup kening istrinya dan menempelkan keningnya pada kening istrinya.
"Maafkan aku, Aku sungguh tidak bisa menahannya saat berada di dekat mu. Maafkan Aku," ucap Adrian.
Lisa terkejut mendengar kata maaf dari Adrian padanya. Kenapa suaminya itu harus meminta maaf padanya?, Apakah suaminya menyesal melakukan hal itu padanya?.
Lisa terdiam, lalu mereka segera memakai pakaian mereka masing-masing.
Adrian melihat Lisa yang terus terdiam. Ia berpikir Lisa tidak tidak ingin melakukan hal itu dengannya. Hingga itu membuatnya bersalah dan terus meminta maaf kepada istrinya.
"Kenapa Kau terus meminta maaf Adrian?, Aku tahu Aku bukanlah wanita yang Kau cintai. Lagipula kita melakukannya dengan sadar. Jadi Kau tidak perlu meminta maaf." Lisa berdiri dan hendak beranjak.
Hatinya sakit Adrian malah meminta maaf dengan yang mereka lakukan barusan. Kesannya Adrian tidak rela melakukan itu dengannya. Dan semua itu hanya karena nafsu yang membuatnya khilaf dan akhirnya menyentuhnya.
Melihat istrinya yang hendak beranjak, Adrian mencekal tangannya. "Kau mau kemana hum?."
"Aku mau pulang," ucap Lisa begitu dingin.
Namun dengan cepat Adrian menarik tangan Lisa dan memeluk tubuhnya.
"Kau tahu kenapa Aku minta maaf padamu?. Aku berpikir Kau tidak mau melakukannya dengan ku. Jadi Aku minta maaf padamu. Jangan pernah berpikir macam-macam tentang kata maaf ku Lisa. Aku pun sadar melakukan semua itu dengan mu. Dan Aku tidak pernah menyesalinya sama sekali." ucap Adrian.
Lisa mematung dalam pelukan suaminya. Rasanya Ia begitu bahagia mendengar ucapan suaminya itu. Ternyata suaminya tidak menyesali yang mereka lakukan barusan.
Lisa pun membalas pelukan suaminya. Pelukan yang terasa begitu nyaman. Hingga Lisa tidak ingin melepaskan pelukannya.
"Jangan pernah berpikir macam-macam dengan ku Lisa. Karena saat Aku ingin memulai suatu hubungan, maka Aku tidak akan pernah menyerah untuk mempertahankan hubungan tersebut." ucap Adrian.
"Mulai sekarang maukah Kau menjalani pernikahan kita dengan serius Lisa," tanya Adrian.
Pertanyaan Adrian sungguh membuat Lisa bahagia. Iapun menganggukkan kepalanya setuju.
"Aku mau, mari mencoba untuk saling mencintai," ucap Lisa.
***
__ADS_1