Suamiku Arogan

Suamiku Arogan
Bab 68


__ADS_3

Pagi ini seperti biasanya, Adrian dan Lisa menyantap sarapannya bersama di meja makan.Β 


Tak ada obrolan pagi ini, hanya dentingan sendok dan piring yang terdengar di meja makan.


"Lisa, Aku berangkat ke kantor dulu," ucap Adrian mencium kening istrinya.


Lisa menganggukkan kepalanya.


Adrian segera melangkahkan kakinya meninggalkan meja makan.


"Adrian," panggil Lisa. Sejak semalam Lisa merasakan gelisah. Hatinya seperti ada yang mengganjal. Lisa ingin memberitahukan tentang pertemuannya dengan Dimas kemarin kepada suaminya.


Adrian pun menghentikan langkahnya,Β ia menoleh ke arah istrinya. " Ya Lisa, ada apa?," tanya Adrian.


Lisa berlari dan memeluk suaminya, membuat Adrian heran dengan sikap istrinya itu.


"Apa ada masalah Lisa?," tanya Adrian.


"Aku mencintaimu Adrian, aku mencintaimu," ucap Lisa dengan sepenuh hatinya.


Adrian terpaku mendengar ungkapan cinta dari wanita yang sudah membuatnya jatuh cinta itu. Rasanya Adrian begitu bahagia mendengar pengakuan cinta dari Lisa.


"Sungguh Kau mencintaiku Lisa?."


"Ya, Aku sangat mencintai mu Adrian. Aku tidak ingin Kau meninggalkan ku. Aku sangat mencintaimu," ucap Lisa kembali.


Adrian pun membalas pelukan Lisa dengan begitu erat. Ia tidak akan pernah melepaskan wanita dalam pelukannya ini.


"Ada yang ingin ku katakan padamu Adrian," ucap Lisa. Membuat Adrian terdiam.


Dalam pikirannya ia kembali mengingat foto-foto yang ia lihat mengenai istrinya kemarin.


"Apakah Lisa akan mengatakan tentang siapa pria itu?. Bagaimana kalau Lisa mengatakan kalau pria itu adalah seseorang yang ia tunggu sejak dulu?." Adrian terus saja bergelut dengan hatinya.


Ia begitu takut bila istrinya itu akan meninggalkannya.


"Apa yang ingin Kau katakan Lisa?," tanya Adrian khawatir.


"Lisa semakin mengeratkan pelukannya, rasanya ia begitu enggan untuk menyebut nama seseorang yang pernah mengisi hatinya.


Namun Lisa tidak ingin bila nanti suaminya mengetahui tentang pertemuannya dan Dimas dari orang lain.


"Aku bertemu dengannya Adrian," ucap Lisa parau.


Deg


Ini yang Adrian takutkan, Adrian begitu takut bila istrinya akan pergi darinya untuk seseorang yang pernah Lisa cintai.


Ia takut istrinya akan mengatakan bahwa ia masih mencintai pria itu.


Adrian menghembuskan nafasnya panjang. Ia berusaha menguatkan hatinya bila istrinya itu mengatakan sesuatu yang ia takutkan.


"Si-siapa yang Kau maksud Lisa?," ucapnya berpura-pura tidak tahu.


Lisa kini sudah memantapkan hatinya untuk menceritakan tentang pertemuannya dengan Dimas kemarin siang.


"Pria yang pernah ki ceritakan padamu waktu itu Adrian. Pria yang selalu ku tunggu kedatangannya," ucap Lisa.


Sungguh mendengar penuturan dari Lisa membuat Adrian merasakan sakit pada hatinya. Lebih sakit dari ribuan sebilah pisau yang me..nu..suk hatinya.


Adrian memejamkan matanya sejenak. Ia terus bergelut dengan hatinya, apakah Lisa akan meninggalkannya?. Sungguh Adrian merasakan ketakutan yang luar biasa.


"Apa kau masih mencintainya?," tanya Adrian menahan luka hatinya.

__ADS_1


Lisa terdiam, dan itu membuat Adrian semakin yakin bahwa istrinya itu masih mencintai pria dari masa lalunya.


"Aku ikhlas bila Kau lebih memilihnya daripada Aku Lisa. Aku tidak akan pernah menghalangi mu untuk meraih cintamu. Tapi ku mohon padamu, tolong jangan pisahkan Aku dari putriku," ucap Adrian menahan sesak di dadanya.


Lisa mengerutkan keningnya. "Apa maksudmu Adrian?. Apa Kau ingin Aku kembali bersamanya?," tanya Lisa tak percaya dengan ucapan suaminya.


"Jika itu membuat mu merasa bahagia, Aku akan berusaha untuk ikhlas," ucap Adrian.


Namun sedetik kemudian Lisa melepaskan pelukannya dan memukul kepala suaminya membuat Adrian mengaduh kesakitan.


"Kenapa Kau malah memukul ku Lisa?," ucap Adrian mengusap-usap kepalanya.


Lisa menatap suaminya dengan kesal. "Kenapa dengan mudahnya Kau malah mengikhlaskan ku untuk kembali dengannya?, Apa Kau tidak mencintai ku huh!, Apa Kau begitu ingin Aku pergi dari sisimu?!. Aku membenci mu Adrian!," sungut Lisa.


Lisa menginginkan Adrian mengatakan bahwa suaminya itu mencintainya dan akan mempertahankannya.


Namun sungguh ucapan suaminya itu membuatnya begitu kesal. Kini ia pun mengerucutkan bibirnya pertanda ia begitu kesal pada suaminya.


"Kenapa Kau malah marah Lisa?, Apa ada yang salah dengan kata-kata ku?, ucap Adrian heran melihat kekesalan istrinya.


"Tentu saja Aku merasa sangat kesal, Kau itu begitu bodoh Adrian, apa Kau tidak mendengar ku tadi?. Aku sudah mengatakan bahwa Aku sangat mencintaimu. Mana mungkin Aku mencintai dua pria sekaligus Adrian. Apakah Kau begitu bodoh sehingga Kau malah mengikhlaskan ku bersama pria lain?. Aku menginginkanmu untuk mempertahankan ku dan tidak akan pernah membiarkan ku pergi darimu. Kau sungguh menyebalkan, sangat menyebalkan!," ucap Lisa kesal.


Adrian terkejut. Ia mencerna setiap ucapan dari istrinya . Ia berpikir istrinya masih mencintai pria dari masa lalunya.


"Jadi Kau tidak akan meninggalkan ku dan kembali padanya?. Sungguh?, Kau memilih ku dan putri kita?." Adrian berucap dengan bahagianya.


Sementara Lisa masih kesal pada suaminya itu.


"Tentu saja Aku memilih mu, mana mungkin Aku memilih seorang yang bukan suamiku!. Sungguh menyebalkan!," gerutu Lisa dan langsung berjalan menjauhi suaminya.


"Eh Lisa, Kau mau kemana?," tanya Adrian yang melihat Lisa hendak meninggalkannya.Dengan cepat ia pun menyusul istrinya.


Lisa terus saja berjalan tanpa menghiraukan suaminya itu.


"Kenapa Kau mengikuti ku?, Bukankah Kau musti ke kantor?. Cepat pergi sana!," titah Lisa.


Namun Adrian tak mengindahkan ucapan istrinya. Rasanya ia sudah tidak berselera lagi untuk pergi ke kantornya.


Adrian lebih memilih untuk bersama istrinya seharian ini. Hingga ia terus saja mengikuti kemanapun Lisa melangkah.


"Sayang, kenapa Kau marah?, Aku hanya ingin Kau bahagia, apakah itu salah?" ucap Adrian masih mengikuti langkah Lisa.


Lisa menghentikan langkahnya lalu menatap lekat suaminya itu.


"Apa Kau tidak tahu bahwa kebahagiaan ku ada bersamamu?!. Aku sangat mencintaimu Adrian,apa Kau tidak mengerti huh!." Lisa nampak mulai menangis.


Namun secepat kilat Adrian membungkam bibir istrinya dengan bibirnya dan membuat Lisa terdiam seketika.


Adrian masih menempelkan bibirnya pada bibir istrinya. Dan kini perlahan ia mulai me..lu..mat bibir Lisa dengan lembut.


Sementara Lisa mulai terbawa dalam permainan bibir suaminya. Hingga ia pun membalas lu..ma..Tan dari suaminya.


Merasakan setiap hembusan nafas dan sapuan lembut bibir suaminya dengan memejamkan matanya.


Rasanya keduanya begitu terbawa arus cinta yang begitu memabukkan di antara pasangan suami istri tersebut.


Lisa mulai mengalungkan tangannya ke leher suaminya. Keduanya saling menikmati cecapan demi cecapan yang begitu lembut.


Adrian terus saja mengeksplor lidahnya dan membelit lidah istrinya. Hingga mereka menginginkan hal yang lebih untuk saling memuaskan has..rat di antara keduanya.


Adrian mulai mengangkat tubuh istrinya dan membawanya menuju ke kamarnya tanpa melepaskan tautan bibir keduanya.


Dan akhirnya mereka pun sampai di kamar. Adrian segera membaringkan tubuh istrinya dan mulai membuat tubuh istrinya itu polos.

__ADS_1


Adrian mulai melepaskan pakaian miliknya hingga sama polosnya dengan istrinya.


Lisa terkejut melihat tingkat milik suaminya yang terlihat begitu berbeda dari biasanya.


Namun Lisa begitu tergiur menyentuhnya.


"Bolehkah Aku menyentuhnya?," tanya Lisa malu-malu.


Adrian langsung mengambil tangan istrinya dan mengarahkannya pada tongkat miliknya.


Lisa mulai mengusap tongkat milik suaminya dan membuat Adrian memejamkan matanya menikmati sensasi sentuhan sang istri.


Entah mendapat ide dari mana Lisa malah membenamkan bibirnya pada tongkat milik Adrian.


"Sssst, ah,ya sayang. Kau sungguh luar biasa," racau Adrian saat tongkat miliknya terbenam sempurna di dalam mulut istrinya.


Lisa mulai memaju mundurkan kepalanya dan menikmati tongkat suaminya dengan memejamkan matanya.


Sementara Adrian terus saja meracau merasakan sesuatu di bawah sana yang meronta ingin keluar.


"Ah... sayang...!," Pekik Adrian saat sebuah lahar panas dan hendak keluar memenuhi bibirnya dan membawanya pada satu titik kenikmatan yang luar biasa.


Lisa segera berlari menuju bathroom dan memuntahkan lahar panas suaminya yang berada dalam mulutnya.


Lisa tidak menyangka bahwa lahar suaminya akan tumpah di mulutnya.


Namun Lisa begitu terkejut saat merasakan tubuhnya yang tiba-tiba melayang.


Dan ternyata suaminya mengangkatnya dan membawanya ke atas kasur dan membaringkannya dengan hati-hati.


Adrian kembali membungkam bibir istrinya dengan bibirnya. Dan membuat Lisa kembali terbuai.


Namun ciuman suaminya itu perlahan mulai turun ke leher jenjang Lisa. Dan membuat suara de..sa..han Lisa memenuhi ruangan kamarnya.


Dan sampailah bibir suaminya di atas bukit kembar miliknya. Adrian terus saja bermain-main di sana. Sehingga membuat Lisa tak tahan di buatnya.


"Adrian..." Pekik Lisa saat tiba-tiba ia merasakan bibir suaminya yang sudah berada di bawah sana.


Lidah Adrian mulai menyapu milik istrinya di bawah sana. Hingga membuat tubuh Lisa bergetar hebat.


"Ahh... Adrian.. Aku...mau...ah..."


Tubuh Lisa bergetar hebat saat sesuatu di bawah sana mulai membanjiri miliknya.


Hingga rasa lega itu pun mulai menderanya. Sementara Adrian tersenyum puas melihat istrinya yang di buat tak berdaya akibat ulahnya.


Namun semua itu belum berakhir. Adrian kembali memposisikan dirinya dan kembali memasukan tongkat saktinya ke dalam milik istrinya.


Hingga membuat Lisa terkejut.


"Semua belum berakhir sayang, kita akan kembali terbang ke nirwana bersama-sama,". baiknya di telinga istrinya.


Sementara Lisa hanya menikmati sensasi tongkat suaminya yang terus saja menghujam miliknya dengan ganasnya. Namun malah membuat dirinya merasakan sesuatu yang terasa begitu nikmatnya.


Adrian terus saja memompa milik istrinya dan membuat keduanya saling menyebutkan nama satu sama lain. Hingga sesuatu yang dahsyat itu pun membuat tubuh keduanya bergetar hebat.


"Lisa..."


"Adrian..."


Keduanya saling memeluk satu sama lain. Hingga peluh membasahi tubuh polos keduanya, namun itu adalah saksi bahwa pagi ini sepasang suami istri itu tengah menikmati indahnya cinta.


***

__ADS_1


πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ Jari othor terkontaminasi , mohon di maafkan πŸ™ˆπŸ™ˆ


__ADS_2