Suamiku Arogan

Suamiku Arogan
Bab 77


__ADS_3

Bryan seketika menatap Aya, Lalu iapun berkata.


"Maaf tapi Aku masih belum mengingatnya. Untuk kejadian semalam, Aku minta maaf," ucap Bryan.


Seketika Aya merasa begitu kecewa, iapun meneteskan air matanya. Ia telah salah sangka kepada suaminya . Ia pun menundukkan kepalanya menahan kekecewaannya.


Lalu Aya pun kembali berdiri. " Aku mau kedalam dulu," ucap Aya.


Bryan merasakan nyeri melihat air mata istrinya yang menetes. Tapi ia harus melanjutkan sandiwaranya itu. Bryan ingin memastikan apakah kecelakaan waktu itu benar-benar murni kecelakaan atau sebuah kesengajaan.


"Maafkan Aku sayang," ucap Bryan dalam hati. Ia menatap sendu punggung istrinya yang mulai menjauh.


"Papa, tenapa Mama dak ikut ain tama kita?," Tanya Galaxy yang kembali mendekati Papanya.


Bryan tersenyum dan mulai menggendong Galaxy. Namun Bintang yang melihatnya pun merengek juga minta di gendong. Hingga Bryan akhirnya menggendong kedua malaikat kecilnya.


"Besok, Papa akan mengajak Mama ikut main bersama kita. Papa akan mengajak kalian semua ke suatu tempat yang begitu indah, kalian mau kan?." Bryan menaikkan kedua alisnya menatap kedua putranya.

__ADS_1


"Mau..." ucap kedua putranya serentak. Mereka pun langsung memeluk Papanya. Kedua bocah itu kini nampak begitu bahagia setelah papanya tersadar dari komanya. Mereka kembali melanjutkan bermain bersama dengan tawa yang begitu bahagia.


Sementara Aya di dalam rumah menatap sendu ke arah suami dan kedua putranya yang kini tengah asyik bermain bersama.


"Apakah Kau sungguh belum bisa mengingat semuanya?, kenapa hatiku ragu, kalau Kau memang belum bisa mengingat semuanya, kenapa Kau bisa begitu akrab dengan anak-anak," ucap Aya begitu heran. Aya pun berniat untuk menyelidiki apakah suaminya itu benar-benar melupakannya atau hanya berpura-pura saja.


"Aku harus memastikan semuanya," ucapnya lagi dan langsung melangkah pergi dari sana.


Aya memutuskan untuk kembali bekerja. Dan juga, Aya ingin menemui seseorang nantinya.


Kebetulan suami dan kedua putranya tengah bermain di ruang tengah. Hingga Bryan pun melihat ke arah istrinya yang terlihat nampak sudah rapi dengan pakaian kantornya.


"Kau mau kemana?" tanya Bryan saat Aya menghampiri dirinya dan kedua putranya.


Aya tersenyum begitu manis menatap wajah suaminya. "Aku akan ke kantor sayang. Kau kan belum sembuh dan masih melupakan semuanya, jadi tidak mungkin kan kalau Kau yang ke kantor. Ya, sementara Aku masih menggantikan mu sayang. Dan sekarang sedang ada meeting penting, jadi Aku harus segera ke kantor," ucap Aya tersenyum.


Bryan menatap istrinya dari ujung kaki sampai ujung rambutnya. Sungguh istrinya nampak begitu sangat cantik. Kini berbagai macam pikiran buruk bersarang di kepalanya. Ia begitu khawatir kalau akan ada pria lain yang akan jatuh cinta pada istrinya itu. Terlebih Aya sudah tidak pernah memakai kacamata lagi.

__ADS_1


"Jadi berapa lama Kau akan berada di kantor?, dan bagaimana dengan ku nanti?. Siapa yang akan mengurus ku nanti?!." Bryan berkata seakan tak memperbolehkan istrinya untuk pergi ke kantor.


Aya mengerutkan keningnya, sebuah ide muncul begitu saja dalam otaknya. "Sayang, mungkin Aku akan sedikit telat pulang nanti. Karena sore nanti Tuan Jack mengajak ku untuk membicarakan tentang kerjasama perusahaan di restoran Z," ucap Aya. Aya ingin melihat ekspresi suaminya, bila suaminya benar-benar sudah mengingatnya, pasti suaminya itu akan mencegahnya untuk pergi.


Sementara Bryan saat ini sungguh merasa berapi-api. Mana mungkin ia akan membiarkan istrinya itu bertemu dengan pria lain dengan penampilan istrinya yang menurutnya begitu Perfect, tapi kembali lagi kepada sandiwaranya. Bryan tidak mungkin melarang istrinya, atau nanti sandiwaranya akan terbongkar. Bryan pun hanya bisa mengumpat dalam hati.


"Baiklah, lagi pula di rumah juga ada banyak pelayan. Kalau begitu sampai jumpa nanti," ucap Bryan di buat seolah acuh.


Aya menghela nafasnya, mungkin memang benar suaminya itu belum mengingat semuanya. Tapi untuk memastikannya ia harus menemui seseorang terlebih dahulu.


"Yasudah, kalau begitu Aku berangkat dulu ya sayang," ucap Aya mencium pipi kanan dan kiri suaminya, setelahnya ia juga mencium pipi kedua putranya.


"Kalian jangan nakal sama Papa ya sayang," bisik Aya kepada kedua putranya. Dan putranya itu pun menganggukkan kepalanya.


Aya mulai melangkahkan kakinya menuju mobilnya dan segera berangkat menuju ke tempat seseorang yang menjadi tujuannya.


***

__ADS_1


__ADS_2