
Ax terus saja mencari di mana keberadaan Eve saat ini. Namun pencariannya seakan sia-sia. Ax sudah menyewa hacker untuk mengetahui dimana keberadaan sang pujaan hatinya. Dan hasilnya pun nihil.
"Sebenarnya kemana pria itu membawa mu Eve?, kenapa tidak ada satu hacker handal pun yang bisa menemukan keberadaan mu?" ucap Ax begitu frustasi.
Ax melakukan pencarian terhadap Eve tanpa sepengetahuan dari keluarganya. Sebenarnya setelah Ax menemukan di mana Eve, Ia bermaksud untuk membawa Eve pergi jauh dari keluarganya. Karena Ia ingin menikahi Eve.
Namun sebelumnya, Ax harus memutuskan hubungannya dengan Ayumi. Ia tidak ingin memberikan sebuah harapan kepada Ayumi.
Karena, seberusaha bagaimanapun, Ax tetap tidak bisa mencintai gadis lain selain Eve. Dan itu termasuk Ayumi.
Ax menelpon Ayumi untuk bertemu di sebuah kafe.
Ax memantapkan hatinya untuk menemui Ayumi. Ia akan memutuskan gadis itu.
Semenjak Eve pergi bersama Karl, Ax menjadi kehilangan arah.
Ia memutuskan untuk menetap di Indonesia dan terus mencari di mana keberadaan Eve saat ini.
"Ayumi, Aku ingin mengatakan sesuatu padamu," ucap Ax seraya menghembuskan nafas panjangnya.
"Ya Ax, apa yang ingin Kau katakan?, apa Kau ingin melamar ku?" Tanya Ayumi mengambangkan senyumnya.
"Maaf Ayumi, tapi Aku ingin kita berjalan sendiri-sendiri. Aku sudah memaksakan untuk menumbuhkan cinta untukmu, tapi Aku sampai saat ini Aku tidak bisa. Maafkan Aku," ucap Ax.
Seketika Ayumi langsung terlihat begitu marah.
"Kau tidak bisa memutuskan hubungan kita seperti ini Ax!. Aku tidak akan pernah menerimanya!" Marah Ayumi.
Ayumi berdiri dan kembali berkata, "Aku tahu Kau memutuskan ku karena adikmu itu kan?!, Kau mencintai adikmu?, bukankah begitu?" Ucap Ayumi membuat Ax terkejut.
"Apa maksudmu Ayumi?"
"Kau tidak usah berpura-pura Ax, Aku sudah tahu tentang semua rahasia yang Kau sembunyikan itu. Bahwa Kau mencintai adikmu sendiri kan?!," seringai Ayumi.
"Darimana Kau mengetahui semua itu Ayumi?!"
"Kau lupa dulu Kau pernah mabuk?. Dan saat itu Kau terus saja menyebut nama Eve, Eve dan Eve!, Dan Aku sangat membenci itu!. Kau tidak akan pernah bisa lepas dari ku Ax, Kau ingat itu!" Ancam Ayumi dan langsung meninggalkan Ax di sana.
Ax mengusap kasar wajahnya, kini semuanya menjadi runyam. Ayumi yang tidak ingin berpisah darinya pun membuatnya begitu bingung bagaimana caranya membuat Ayumi mengerti.
Ia pun segera meninggalkan tempat itu dengan perasaan yang tidak menentu.
Sementara Ayumi, entah kemana gadis itu pergi. Setelah Ax berniat memutuskan hubungannya waktu itu, Ayumi menghilang bak di telan bumi.
***
3 bulan berlalu.
Ax masih melakukan pencariannya. Dan sampai sejauh ini ia masih belum menemukan di mana keberadaan Eve.
Sementara Bryan dan Aya juga begitu merindukan Putri mereka. Sudah dua bulan ini Eve sudah tidak pernah menghubungi mereka lagi.
"Sayang, Kenapa Putri kita belum kembali?, dan dia sudah tidak menghubungi kita lagi. Bahkan nomor ponselnya tidak bisa lagi di hubungi," ucap Aya begitu cemas dan sedih.
"Tenanglah sayang, Aku yakin Putri kita baik-baik saja." Bryan berusaha untuk membuat tenang istrinya.
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan gadis itu, sayang?" tanya Aya kepada Bryan.
"Seperti dugaan ku, orang suruhan ku mengatakan bahwa ia pergi dengan seorang pria misterius. Dan ternyata pria misterius itu adalah putra dari Mafia yang paling kejam di dunia bawah. Tapi Aku lega gadis itu meninggalkan putra kita sayang," ucap Bryan.
"Ya, semoga saja dia tidak kembali," tandas Aya. Ia begitu berharap Ayumi tidak mendekati putranya lagi.
***
Sementara itu, Eve dan Sean akhirnya berhasil membalaskan dendamnya kepada pembunuh orang tua mereka.
Dalam 3 bulan, Eve menjadi wanita paling tangguh di dunia mafia. Namun Eve tidak ingin berlama-lama berada di sana. Eve sangat merindukan keluarga yang sudah membesarkan dan merawatnya. Eve memutuskan untuk kembali bersama keluarga Askara.
Eve menyampaikan keinginannya kepada Sean untuk kembali ke keluarga Askara. Namun Sean menolaknya. Sean ingin menjodohkan Eve dan Karl dan tidak ingin adiknya itu pergi lagi.
"Maafkan Ashy kak, bukannya Ashy tidak menghormati kakak. Tapi Ashy tidak bisa menikah dengan kak Karl. Ashy sudah mencintai orang lain kak," tolak Eve kepada keputusan Sean.
"Apa?!, tapi bukannya Kau menyukai Karl Ashy?. Selama 3 bulan ini kalian selalu bersama. Bahkan kalian adalah pasangan bertarung tertangguh. Kakak pikir kalian saling menyukai," ucap Sean menerka.
"Tapi Aku sudah menyukai seorang pria sejak dulu kak," tandas Eve.
Sean mengerutkan keningnya,ia begitu penasaran, sebenarnya pria mana yang sudah membuat adiknya itu begitu kekeh mencintai pria itu.
"Boleh kakak tahu siapa yang sudah membuat adik kakak ini begitu mencintai seseorang?" tanya Sean penasaran.
"Dia adalah seseorang yang begitu dekat dengan ku sejak kecil kak," jawab Eve. Dan semakin membuat Sean begitu penasaran.
"Ayolah katakan Eve, siapa pria itu?!" desak Sean.
Eve rasanya begitu ragu untuk mengatakan siapa pria itu. Eve takut kakaknya tidak akan menyetujui hubungannya dengan Galaxy.
Sean terkejut, lalu iapun menyunggingkan senyumnya.
"Apa dia juga mencintaimu Ashy?," tanya Sean memastikan.
Eve pun menundukkan kepalanya, ia tidak tahu apakah Ax juga mencintainya. Ia tidak bisa menyimpulkan yang terjadi diantara mereka waktu itu apakah di landaskan cinta atau bukan.
"Aku tidak tahu kak apakah dia mencintai ku atau tidak. Yang jelas, sejauh apapun Aku pergi, tapi bayangan kak Galaxy tidak pernah bisa hilang," ucap Eve begitu sendu. Ia teringat dengan yang terakhir ia dan Ax lakukan.
Eve telah menyerahkan mahkotanya kepada pria yang begitu Eve cintai. Namun ia tidak tahu bagaimana yang terjadi selanjutnya.
"Baiklah, kalau begitu Kau akan kakak nikahkan dengannya!" tegas Sean membuat Eve terbelalak.
"Apa?!, tapi kak, bagaimana kalau kak Ax menolaknya. Lagipula dia juga sudah memiliki kekasih kak. Kakak tidak bisa berbuat semau kak Sean?" Protes Eve dengan keputusan kakaknya yang mendadak itu.
"Kakak tidak mau tahu, kakak akan mengirimkan undangan kepada keluarga mu untuk mau menikahkan putranya dengan adik kakak yang cantik ini," ucap Sean yang tidak bisa di ganggu gugat .
"Tapi nanti apa kata Mama dan Papa. Mereka pasti tidak akan setuju dengan semua ini kak. Mereka sudah menganggap ku dan kak Ax sebagai kakak dan adik. Mereka pasti akan sedih dengan semua itu kak," sarkas Eve.
"Keputusan kakak tidak bisa di ganggu gugat. Kakak akan mengundang mereka secara khusus. Dan mau tak mau mereka harus menikahkan putra mereka dengan mu!". Ucap Sean kembali menegaskan. Lalu iapun pergi meninggalkan Eve yang masih terbengong disana.
***
Dan benar saja, Sean telah mengutus seorang untuk memberikan lamaran kepada putranya yang bernama Galaxy untuk menikah dengan adiknya.
Namun Sean tidak menggunakan nama kerajaannya. Sean menggunakan nama perusahaan terbesar di As yaitu WM Group yang sangat terkenal.
__ADS_1
Sean memang sudah membeli 80% saham perusahaan tersebut. Jadi hampir seluruhnya perusahaan tersebut kini telah menjadi miliknya.
"Kau sungguh tidak apa-apa Aku menjodohkan adikku dengan pria itu Karl?" Tanya Sean.
Saat ini mereka tengah berada sebuah tempat bermain golf. Sean ingin bertanya kepada Karl dengan suasana yang tenang.
Sean tahu bagaimana perasaan Karl kepada adiknya Ashy sejak kecil.
"Tentu saja Sean, Aku akan bahagia bila melihat Ashy bahagia," ucap Karl tulus. Ia sudah mengikhlaskan Eve untuk orang lain.
Ia tidak mungkin memaksakan sebuah cinta pada Eve. sedangkan ia tahu bahwa hati Eve sudah di miliki oleh pria lain.
"Kau memang pria yang baik Karl. Suatu saat nanti Kau pasti akan mendapatkan gadis yang baik juga. Atau Kau juga mau ku jodohkan dengan seorang gadis?" Goda Sean.
"Hei kawan, Kau pikir Aku tidak bisa mencari jodoh ku sendiri apa?, sehingga Kau juga mau menjodohkan ku. Kau yang seharusnya mencari jodoh untuk mu. Lihatlah usiamu saat ini, Kau sudah berkepala tiga, tapi Kau tetap menjomblo dan tidak memiliki seorang kekasih. Kau terlalu sibuk mengurus istana dan anggota kelompok kita," cibir Karl sehingga membuatnya mendapatkan tatapan tajam dari Sean.
"Diamlah!, Kau sendiri tahu kan kalau menikah itu adalah hal yang akan membuat ku seperti pria-pria lainnya yang akan tunduk dengan istrinya. Aku tidak akan pernah tunduk kepada seorang wanita manapun! Kau harus mengingat kata-kata ku ini Karl," ucap Sean dan mendapatkan gelengan kepala dari Karl.
"Kau akan melakukan kebalikan dari ucapan mu itu setelah Kau jatuh cinta Sean. Dan Aku menantikan semua itu," ucap Karl menyeringai.
"Tidak akan pernah," ucap Sean dengan begitu yakin.
"Baiklah, kita lihat saja nanti."
***
Bryan terkejut saat mendapat lamaran dari pemilik perusahaan terbesar di dunia untuk menikahkan adiknya dengan putranya Galaxy.
Bryan heran bagaimana bisa pemilik perusahaan tersebut mengetahui tentang keluarganya, bahkan meminta Galaxy untuk menikah dengan adiknya.
Bryan pun mengatakan semuanya kepada Aya tentang lamaran tersebut. Bila Bryan menolak lamaran tersebut, maka seluruh aset perusahaannya menjadi taruhannya.
Ia pun ingin menanyakan kepada Galaxy mengenai perjodohan tersebut. Ia akan menerima setiap keputusan dari putranya tersebut.
Kalaupun Galaxy menolaknya, ia akan menerimanya. Karena kebahagiaan keluarganya lebih penting daripada seluruh kekayaannya.
"Ax, Bagaimana keputusan mu nak?" Tanya Bryan setelah menceritakan semuanya kepada Ax.
Ax terus berpikir keras. Di sisi lain ia begitu mencintai Eve dan ingin menikah dengan gadis itu. Namun di sisi lain ia juga tidak bisa mempertaruhkan keluarganya.
"Eve, kenapa selalu saja banyak rintangan yang menghalangiku untuk mendapatkan mu," batin Ax.
Ax pun memutuskan untuk menyetujui lamaran dari perusahaan terbesar tersebut. Ia akan mengorbankan cintanya demi keluarganya.
"Baiklah Pa, Ax menerima lamaran ini," jawab Ax begitu berat.
Bryan tak percaya dengan keputusan Ax. Ia tahu putranya begitu sedih untuk mengambil keputusan tersebut.
"Ax, Kau boleh menolaknya. Papa tidak ingin mengorbankan kebahagiaan mu hanya untuk menolong Papa," ucap Bryan.
"Keputusan Ax sudah bulat pa, Ax tidak ingin membuat Mama bersedih," ucap Ax dan langsung pergi dari sana.
Di kamarnya, Ax merasakan hatinya yang begitu hancur karena tidak akan pernah bisa bersatu dengan gadis pilihannya.
Hingga Bryan dan keluarganya pun datang ke perusahaan tersebut untuk bertemu dengan pemiliknya.
__ADS_1
***