Suamiku CEO Kaya

Suamiku CEO Kaya
Bab 10.Pertengkaran


__ADS_3

HAPPY READING GAYS!!!


Sheila yang mendengar Mita panik dan bicaranya terbatagbatapun ikut panik dibuatnya. Terlebih keamanan bar saat ini adalah tanggung jawabnya bisa di pecat ia kalau terjadi keributan yang beasar saat ini.


"kamu tenang dulu sekarang jelasin ke saya Permasalahannya apa? "tanya sheila sembari menyuruh mita untuk tenang, sheila juga ingin mengetahui kenapa perkelahian itu bisa terjadi.


" Ini semua terjadi karna dua orang pria itu memperebutkan satu orang gadis yang ada di ruangan itu buk." jelas mita pada sheila.


Sheila mengerti sekarang, permasalahan ini memang sering terjadi di bar. Rata-rata Semua perkelahian terjadi hanya karna memperebutkan satu cewek.


"Terus kondisinya sekarang giman mit? "tanya sheila sambil berjalan cepat menuju tempat yang di beritahukan mita padanya.


" Situasinya kacau banget buk, banyak darah, semua meja berantakan dan lebih parahnya lagi mereka masih berantem buk. ''


"Terus kenapa ngga ada yang ngelerai? "kesal sheila kemana perginya para pengawal yang lain.


" Ngga ada yang berani ngelerai mereka buk karna pertarungan mereka sangat sengit. "sambung mita lagi sambil terus melihat dua orang laki-laki yang sedang bertengkar dengan sangat sadisnya.


" Orang -orang pada takut kalau mereka ngelerai mereka juga ikutan kena. "jelas mita lagi.


" Penjaga yang lain emangnya kemana?"tanya sheila lagi, yang benar saja penjaga di bar ini bukan hanya dirinya saja banyak penjaga-penjga lain yang sedang bertugas malam ini.


" Saya ngga tau buk pokoknya ibuk harus segera kesini karna kelihatannya kondisi pria yang satunya lagi sangat parah wajahnya udah berlumuran darah. Takutnya dia aut buk." mita terus mendesak sheila untuk segera kesana karna yang hanya bisa menenangkan keadaan seperti ini hanyalah sheila.


Sheila langsung mematikan telfon secara sepihak begitu mendengar kondisi situasi di sana. Sepanjang perjalanan sheila terus menyusun strategi agar hal yang paling ia takuti tidak sampai terjadi di sana.


Sesampainya sheila di sana sheila melihat seorang pria sedang menarik lawannya yang telah berlumuran darah dan tidak berdaya lagi ke arah meja yang banyak berisikan minuman bir.sedangkan di samping pria tersebut terdapat seorang gadis yang sedang menangis dan meminta pria tersebut menyudahi pertarungan itu.

__ADS_1


"Udah, tolong berhenti! "ucap gadis itu menyuruh pria yang sedang menarik lawannya itu menyudahi ini semua.


Gadis itu sepwrtinya sangat polos dia bahkan tidak bisa menenangkan pria yang sepertinya itu adalah kekasihnya.


Pria itu tidak mendengarkan gadis yang ada di sampingnya ia terus menarik lawannya itu walau pria yang menjadi lawannya itu sudah tidak berdaya dan tidak mampu lagi untuk melawannya.


Pria itu berhenti di sebuah meja yang berisikan banyak botol anggur, ia mengambil botol anggur yang ada di atas meja dan hendak memukulkannya ke kepala pria yang berlumuran darah tersebut.


Melihat hal itu dengan cepat sheila berlari ke arahnya dan menahan botol anggur tersebut sebelum mendarat ke kepala pria yang berlumuran darah itu. Bisa mati anak orang jika saja sheila tidak menghentikannya dan jika itu terjadi maka dia akan mendapatkan maslah karna hal ini. Mungkin saja sheila akan terseret ke kantor polisi jika pria itu mati di sini.


"Kamu bisa masuk penjara jika kamu memukulkan botol ini ke kepala dia. "ucap sheila menatap pria yang berwajah mungil, putih dan memiliki bibir yang seksi dengan mata coklat dan bulu mata yang lebat juga lentik sehingga pria tersebut bukannya terlihat ganteng tapi malah terlihat cantik.


Pria itu melepaskan pria yang berlumuran darah kemudian melepaskan tangan sheila dari botol anggur yang ia pegang. Ia menatap sheila dan tersenyum ke arahnya"apaan sih,..." pria itu membuka botol anggur kemudian meneguknya di depan sheila "saya itu cuma mau minum wine, jadi ngga usah lebay." jawab pria itu santay. Pria itu bersikap seolah tidak terjadi apa apa di sana.


Tapi sheila tidak semudah itu percaya pada pria itu, sheila sangat tau jika pria itu belum puas memukuli pria yang menjadi lawannya.


"Apa kamu rela masuk penjara hanya karna gadis jelek seperti dia? "tanya sheila lagi. Ini adalah taktik sheila agar ia bisa membujuk pria itu agar ia mau menyudahi pertarungan ini.


" Saya gay, saya penyuka wanita dan saya tau betul tentang standar kecantiman wanita. Saya punya selera yang tinggi terhadap wanita."tutur sheila mengad-ngada tentang dirinya. Ia tidak peduli apapun tanggapan orang yang kini sedang menyaksikan. Sheila hanya ingin pertengkaran ini selesai dan ia bisa bekerja dengan tenang kembali.


" Jika hanya karna wanita ini kamu rela masuk penjara "sheila menjeda ucapannya kemudian tertawa," kamu bodoh. "lanjutnya mencoba membuka pikiran pria tersebut.


Pria berwajah cantik tersebut mulai termakan ucapan sheila.


" Banyak wanita yang standarnya lebih tinggi dari dia." sambung sheila lagi semakin memanas - manasinya.


Pria itupun berdiri dan menatap gadis juga pria yang berlumuran darah itu dengan tatapan menusuk.

__ADS_1


"Sebaiknya kamu pergi dan bawa laki-laki ini keluar dari sini!"tegasnya pada gadis polos yang dari tadi tak henti-hentinya menangis.


" Pergi sebelum saya berubah pikiran dan membunuh pria ini!" tegasnya lagi pada gadis tersebut.


Gadis itupun terlihat sangat ketakutan, ia membantu laki-laki itu berdiri dan membawanya keluar dari ruangan tersebut.


Pria berwajah cantik itu masih menatap tajam ke arah gadis polos dan pria itu sampai ia tidak terlihat lagi.


Pria itupun beralih menatap sheila, "makasi sudah membuka pikiran saya dan menyadarkan saya." ucapnya berterima kasih pada sheila.


Sheila mengangguk sambil tersenyum menanggapi ucapan pria itu. Sheila lega akirnya ia bisa memengaruhinya sampai ia mau menuruti sheila dan melepaskan pria juga gadis yang menjadi biang masalah dari ini semua.


Saat sheila hendak pergi untuk melanjutkan pekerjaannya, tiba-tiba pria berwajah cantik itu menahan tangan sheila.


"Sebagai ucapan terima kasih, saya mau ngajak kamu untuk minum bareng! "tuturnya meminta sheila untuk minum bersama sebagai balasan karna sheila telah membantunya.


Sheila melepaskan cekalan tangan pria itu dari tangannya," maaf saya ngga bisa saya masih banyak kerjaan yang ngga bisa saya tinggalin. "ucap sheila menolak ajakan pria yang baru saja ia temui itu.


Setelah mengatakan itu sheilapun pergi meninggalkan pria berwajah cantik tersebut.


Pria itu beralih menatap bawahannya yang berdiri tidak jauh darinya.


" Apa pengawal tersebut memang semgaja berpenampilan jelek seperti itu? "tanyanya karna bawahannya sempat menceritakan petugas perempuan tersebut kepadanya.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2