
Sheila keluar dari ruangan papanya, percakapan singkat tadi membuat luka lama yang selama ini ia pendam kembali terbuka lebar. Sakit hati atas kedatangan leonard yang sangat terlambat membuat sheila merasa sangat kecewa. Sosok ayah tak lagi di rindukannya yang tersisa dalam hatinya adalah dendam dan cara menghancurkan keluarga papanya sebagaimana papanya menghancurkannya dan mamanya dulu.
"Perkataan semanis apapun itu tidak akan membuat saya luluh pada kamu leonard. Kamu hanya musuh bagi saya." ucap sheila menatap sinis ke arah ruangan leonard.
Sheila berjalan menjauh dari ruangan leonard menuju toilet untuk membersihkan make up yang berantakan karna air matanya.
Di sisi lain helen juga berada di dalam toilet untuk melimpahkan kemarahannya pada leonard, entah racun apa yang di katakan oleh anak haram itu sampai membuat sifat leonard sangat kasar kepadanya.
"Apa yang di lakukan anak haram itu di sini?"
"Apa dia bekerja di sini?"
"Atau jangan - jangan mas leonard diam - diam memberikan perusahaannya pada anak haram itu?" Helen segera menggeleng.
"Ngga ini ngga boleh saya biarkan, Yang jadi pewaris perusahaan ini harus Rashel. Pokoknya saya tidak akan membiarkan sekecil apapun harta mas leonard jatuh ke tangan anak haram itu." ucap helen sembari menatap pantulan dirinya di cermin.
Sheila tersenyum sinis di balik dinding toilet mendengar perkataan helen yang hanya menghawatirkan harta kekayaan suaminya.
" Dasar perempuan Matre, bukannya mencari cara untuk memperbaiki rumah tangganya tapi dia malah menghawatirkan kekayaan suaminya." gumam sheila.
Sheila keluar dari tempat persembunyiannya, sheila berdecak beberapa kali melihat ke arah helen. "Lihat betapa menderitanya mama tiri saya sekarang!" ucap sheila menatap helen dengan tatapan mengejek.
"Berani kamu anak haram!" geram helen menatap sheila penuh amarah.
Sheila tertawa kecil, "Saya selalu berani, apa lagi sekarang status saya jauh di atas di bandingkan anda."
Sheila berjalan mendekat ke arah helen"Anda tau kenapa saya berada di sini? "tanya sheila.
Helen tersenyum sinis," Tentu saya tau, perempuan seperti kamu pasti ingin menguasai harta suami saya, iyakan? "jawab helen.
Helen menunjuk sheila dengan tangan kirinya," Apapun rencana kamu saat ini, itu tidak akan pernah berhasil. "ujar helen penuh penekanan.
" Tapi sayangnya rencana saya berjalan dengan sangat lancar."
Sheila menatap helen dari atas samai bawah," Anda lihat sekarang saya dengan papa tercinta saya sekarang sangat dekat dan sebentar lagi saya akan menggantikan dia sebagai pimpinan di perusahaan ini. "
" Dan tidak akan ada satu orangpun yang bisa menghalangi keputusan seorang leonard dirgantara. Termasuk anda sekalipun." sheila semakin memanas manasi helen agar semakin merasa sangat marah.
'' Saya tunggu kedatangan anda di acara pengangkatan saya sebagai pimpinan baru di perusahaan ini nanti." tegas sheila yang senyum penuh kemenangan di hadapan helen.
"Itu tidak akan pernah terjadi." tegas helen.
__ADS_1
Sheila menaikkan kedua bahunya, "itu akan terjadi." sheila mendekatkan wajahnya ke telinga helen. "Jadi tunggu saja kehancuran anda seperti yang saya katakan dulu!" bisik sheila yang kemudian keluar dari toilet.
"Kurang hajar, anak haram itu sekarang memanfaatkan leonard untuk menghancurkan saya. "ucap helen penuh amarah.
******************
Rico mengendarai mobilnya menuju kediaman keluarga alexsander untuk bertemu dengan stiven. Rico tidak mood untuk kembali ke rumah dan bertemu dengan Rashel saat ini.
Sesampainya di sana rico langsung menuju kamar stiven namun saat ia masuk ke kamar stiven ia tidak menemukan keberadaan stiven di dalam kamarnya.
Rico merogoh ponsel untuk menelfon stiven, untuk memberitahu jika saat ini ia sedang berada di rumahnya.
Rico berdecak saat panggilannya tak diangkat oleh stiven. Mau tidak mau terpaksa Rico mencari keberadan stiven di sekeliling rumah. Karna tidak mungkin jam segini Stiven masih berada di kantor. Seorang pemalas seperti stiven tidaka akan mau berlama-lama berkutik dengan pekerjaan.
Rico mengelilingi rumah besar tersebut dengan perasaan kesal. Rico bertekad akan memukul stiven jika nanti ia menemukannya.
"Kemana sih dia? "kesal Rico karna sudah sebagian rumah ia kelilingi namun ia belum juga menemukan stiven.
Saat rico mengunjungi taman belakang rico malah melihat sheila sedang melamun sembari menatap ke arah langit.
" Kenapa dia sendirian di sana? Apa dia ada masalah dengan xavi?" pikir Rico menerka- nerka hal yang di lamunkan sheila.
Rico berjalan mendekati sheila. Rico duduk di samping sheila tanpa meminta izin terlebih dahulu. Sheila terkejut dengan kedatangan Rico yang tiba-tiba.
"Sheila tunggu!"ucap Rico saat sheila hendak pergi.
Sheila berhenti namun dalam posisi membelakangi Rico." tolong berikan waktu sedikit saja untuk saya bicara dengan kamu! "Rico berkata penuh permohonan pada sheila.
" Saya ingin mengatakan sesuatu pada kamu. Saya ingin mengatakan sesuatu yang selama ini selalu mengganggu saya. "
" Tolong berikan saya waktu sebentar saja! Saya janji setelah ini saya tidaka akan mengganggu kamu lagi! "
Sheila menghela nafas panjang kemudian kembali duduk untuk mendengarkan apa yang akan di katakan Rico kepedanya.
" Katakan cepat! , saya tidak punya banyak waktu untuk mendengarkan kamu." ucap sheila yang enggan menatap Rico.
" kamu ingat pertemuan singkat kita di bar waktu itu?" tanya Rico yang hanya di diamkan oleh sheila.
"keberanian kamu untuk melerai saya membuat saya kagum dengan kamu. Saya tidak tau sihir apa yang kamu lakukan samoai saya mau menurut seperti itu pada kamu.
" Awalnya saya kira penampilan kamu waktu itu sangatlah aneh, tapi saya tidak peduli dengan penampilan kamu yang jelas saat itu saya tertarik dengan kamu."
__ADS_1
"Sampai saya tidak sengaja melihat kamu menghapus semua make up kamu. Saya melihat wajah kamu yang asli saat itu. Saat itu saya sangat terkasima dengan kecantikan kamu."
"Saya kira kita tidak akan bertemu lagi saat saya tau jika kamu sudah tidak bekerja di bar itu lagi tapi ternyata tanpa sengaja kita bertemu di rumah sakit. Suatu kebetulan yang mengejutkan untuk saya. Karna itu adalah pertama kalinya saya melihat wajah kamu yang asli dengan sangat jelas. "
" Kamu sangat cantik tapi sayang kamu sangat dingin. Kamu seperti es yang sulit untuk di cairkan. "
"Saat itu saya bertekat untuk menjadi satu - satunya orang yang bisa mencairkan kamu. "
Sheila berdecak kemudian berdiri, "Saya rasa percakapan kita cukup sampai di sini, saya sudah tau inti dari perkataan kamu." ucap sheila yang sangat menyesal karna sudah membuang waktunya untuk mendengarkan perkataan tidak penting dari Rico.
"Sheila. "Rico menahan tangan sheila agar ia tidak pergi.
Stiven yang baru saja pulang sehabis pertemuannya dengan Rashelpun tidak sengaja melihat sheila dan Rico sedang berpegangan tangan di halaman belakang rumahnya. Tentu saja spot yang menarik untuk di jadikannya bahan fitnah ini tidak ia sia - siakan. Stiven langsung mengambil potret kemesraan sheila dan Rico tersebut.
Sheila saya suka pada kamu. Saya sangat mencintai kamu lebih dari xavier.
"Rico lepaskan saya, status kita susah berbeda. Kamu adalah suami Rashel dan saya adalah istri sah dari xavi jadi jangan pernah kamu mengharapkan saya lagi! "tegas sheila menghentakkan tangan Rico.
" Sheila!"Rico menarik tangan sheila yang membuat sheila kaget dan terjatuh. Namun Rico dengan cepat menangkao tubuh sheila agar ia tak jatuh ke tanah.
Stiven tersenyum sangat bahagia, saat sheila dan rico terlihat seperti sedang berpelukan. Potret sheila dan rico sangatlah romantis.
"Akirnya saya menemukan cara agar bisa menghancurkan rumah tangga kamu sheila. "
"Sebentar lagi kamu dan Xavi akan perang dan rumah tangga kalian akan hancur. "
"Kamu akan di cap sebagai wanita murahan dan tidak akan di terima di keluarga ini. "ucap Stiven yang kini masih sibuk memotret kemsraan sheila dan Rico.
" Tidak semudah itu stiven." Xavier mengambil ponsel stiven dari tangannya. Stiven yang sibuk memotret tidak sadar debgan kehadiran xavier yang telah berad di belakangnya.
" Xavier." kaget stiven, "kembalikan ponsel saya!" tegas stiven.
Xavier menghapus semua foto yang di ambil oleh stiven secara permanen di ponselnya. Setelah selesai xavierpun melempar ponsel stiven ke taman di depannya.
"Tidak semudah itu kamu menghancurkan rumah tangga saya stiven.''
" Rumah tangga saya tidak akan hancur hanya karna cara receh seperti ini. "ucap xavier yang kemudian pergi setelah melihat sheila pergi meninggalkan rico.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung