Suamiku CEO Kaya

Suamiku CEO Kaya
Bab 81.Rumah qania


__ADS_3

" Bukan siapa - siapa buk, itu tadi cuma orang gila." jawab penjaga tersebut.


Qania mengangguk lalu kembali masuk kedalam rumah.


Leonard dan sheila keluar dari persembunyiannya.


"Kita bicara di sana! "ucap sheila menunjuk tempat yang agak jauh dari rumah qania.


Leonard mengangguk lalu mengikuti sheila.


" Ada apa anda ke rumah mama saya, apa anda mau membuat mama saya drob lagi?" ucap sheila begitu sampai di tempat yang ia tunjuk.


" Bukan begitu maksud papa sheila, papa ke sini cuma mau memastikan keadaan kamu. Papa hawatir dengan kamu yang dua hari ini tidak masuk ke kantor."


" Oh ya, peduli sekali anda?" ucap sheila yang enggan menatap papanya.


"Sheila papa benar-benar takut terjadi hal buruk pada kamu, makannya papa ke sini."


"Sudah terlambat, sudah terjadi hal buruk pada saya dan itu gara istri dan anak anda yang terlalu licik sampai sampai membuat saya terfitnah dan rumah tangga saya hampir hancur di buatnya."


"Maksud kamu apa sheila?, apa yng sudah di lakukan helen pada kamu? "


"Apa seingin tahu itu anda tentang hal licik apa yang telah dia perbuat pada saya? "ucap sheila menaikkan satu alisnya.


Leonard mengangguk," Iya, papa akan menegur mama kamu langsung jika benar dia pelakunya sheila. "jwab leonard.


" Kalau begitu anda tanya sendiri pada istri tercinta anda itu apa yang sudah ia perbuat pada saya sampai saya terusir dari keluarga alexsander." ucap sheila lalu pergi.


" Sheila!" panggil leonard berlari menuju sheila.


" Sheila tolong jelaskan dulu pada papa!" leonar berhenti karna pinggang bagian kanannya terasa sangat sakit.


" Sheila... Aaaakkhhh" ucap leonrd meringis kesakitan.


*************


Paar....


Helen menampar Rashel saat Rashel bilang jika anak yang di kandungnya bukanlah anak Rico.


"Kamu melakukan hal gila dengan orang lain di saat kamu berstatus istri Rico? "


"Apa yang kamu perbuat ini hanya akan menghancurkan kehidupan kamu sendiri. Kenapa bisa kamu melakukan itu sampai kamu hamil seperti ini? "ucap helen yang bahkan ia tidak mengerti harus berbuat apa pada anaknya itu.

__ADS_1


Rashel memegang pipinya yang di tampar oleh helen, Rashel tidak percaya jika mamanya bisa berlaku seperti ini kepadanya.


" Ma.. Mama pikir aku mau seperti ini, aku tau ini akan menghancurkan hidup aku ma."


" Tapi ini semua bukan kehendak aku ma, itu kesalahan yang ngga pernah inginkan." air mata Rashel tak dapat ia bendung lagi, tetes demi tetes air mata jatuh bertubi - tubi. Orang yang paling ia harapkan untuk mengerti dirinya ternyata malah bersikap sebaliknya, ia kecewa juga marah entah pada dirinya atau mungkin pada mama yang tidak bisa memahaminya.


"Jadi kalau sekarang mama tanya siapa yang paling stress dan menderita di sini itu aku ma, aku marah, aku kesal aku ngga tau harus apa, AKU FRUSTASI MA! "ucap Rashel yang kemudian keluar dari kamar.


" Rashel.... Rashel denger mama dulu!" ucap helen mengejar Rashel keluar dari kamar.


" Rashel mama ngga bermaksud seperti itu, mama emosi, mama syok mama ngga tau harus bereaksi seperti apa." tahan Helen mengejar anaknya.


Rashel terlanjur kecewa pada mamanya ia tidak bisa menerima apapun penjelasannya. Rashel menepis tangan mamanya lalu turun dari tangga.


" Rashel... Rashel tolong dengerin mama dulu nak!"


Rashel tidaak peduli ia terus turun dari tangga dan berjalan entah kemana.


"Rashel.... Rashel tolong berhent! i. Kamu ngga bisa bersikap seperti ini kamu ingin masalah ini selesai. "


"Terserah ma, aku kecewa sama mama. "ucap Rashel berbalik badan mengarah pada mamanya yang masih berdiri di tangga.


" Ada apa ini ma?" Rashel berbalik begitu mendengar suara itu.


Helen segera memasukkan tespek yang ia pegang kedalam tasnya ketika melihat menantunya yang tiba-tiba saja datang.


" Rico kamu ngga kerja?" tanya helen berjalan menuju mereka berdua.


" Lagi ngga ada kerjaan ma, makannya aku pulang. Cjawab Rico melupakan pertanyaannya tadi.


" Kamu kenapa basah - basah gini, masih pake handuk lagi. Kamu abis ngapain?" tanya Rico melihat ke arah Rashel yang sangt berantakan dengan mta sembabnya.


" Tadi mama ngga sengaja nyiram air ke aku. "jawab Rashel yang di angguki oleh helen.


" Yaudah kalau gitu aku ganti baju dulu." smbung Rashel yang kemudian berjalan menuju kamrnya.


" Yaudah kalau gitu ayo kita ke meja makan, mama udah siapain makanan. Dan pas banget kamu dateng." ucap helen menarik tangan menantunya itu.


*****************


" Mama..." berteriak masuk kedalam rumah dengan wajah yang ia paksakan untuk tersenyum walau moodnya saat ini sangat hancur dengan xavi maupun dengan kejadian tadi.


" Astaga sheila, kamu hampir buat mama jantungan tau. "ketus helen menghampiri anaknya itu sambil membawa cemilan yang ia buat dengan ART nya tadi.

__ADS_1


Sheila berusaha untuk tertawa menanggapi ucapan mamanya itu.


" Ini kamu coba, mama baru buat kerupuk pangsit balado." ucap Qania menyodorkan makanan yang ia buat pada sheila.


"Wah... Pasti rasanya enak. "puji sheila sebelum ia mencoba.


Sheila mengambil cemilan yang di buat oleh mamanya itu, ia mengambilnya beberapa kali sambil memuji makanan itu.


" Gimana pernikahan kamu dan xavi, baik - baik sajakan?" tanya qania yang tanpa sadar membuat wajah sheila memurung.


"Baik kok ma. "jawab sheila terus mengunyah cemilan yang di buat oleh mamanya.


" Bener? Wajah kamu berkata sebaliknya loh." ucap qania yang sangat tau jika anaknya saat ini sedang berbohong.


Sheila memegang wajahnya," dikit ma.. "ucap sheila sembari tersenyum


Qania menghela nafas," Kamu berantem sama xavi? "


" Ya kurang lebih gitu lah ma tapi ngga papa kok semua baik - baik aja. Sheila bisa hendel itu semua." jawabnya percaya diri.


Qania memegang bahu sheila lalu mengelusnya," Sheila, mama memang tidak punya hak untuk ikut campur urusan rumah tangga kalian tapi mama harap kamu bisa menjalani rumah tangga kamu ini dengan serius dan bahagia. "


" Mama tidak mau melihat kamu dengan wajah murung seperti ini datang ke sini agar bisa menghindari xavi. Mama ingin kalian berdua datang bercerita tentang kebahagiaan rumah tangga kalian."


Qania mengelus pipi anaknya," Mama ingin kamu bahagia sayang, mama mau kamu menikmati hidup kamu. "


Sheila memegang tangan mamanya," Iya ma sheila akan coba. "jawabnya yang kemudian memeluk qania.


*************


" Saya pergi ke rumah mama, untuk menenangkan diri. Berada di rumah kamu setelah kejadian kemarin membuat saya tidak nyaman. Tidak usah hawatirkan saya saya akan pulang jika saya ingin!" isi pesan dari sheila yang baru di baca oleh xavi.


"Saya tau tidak mudah untuk kamu melupan itu semua, begitupun dengan saya."


" Apa lagi kamu tau jika kamu saat ini sedang mengandung. Saya tidak bisa bayangkan akan seperti apa reaksi kamu nanti." sambung xavi lagi yang masih mencari waktu yang tepat untuk bilang ini semua pada sheila.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2