
Sheila berlari ke luar kamar namun belum sampai di pintu kamar sheila mendengar suara air dari dalam kamar mandi yang membuat sheila mulai bernafas lega.
Sheila meletakkan termos makanannya di meja samping tempat tidur mamanya kemudian berjalan menuju kamar mandi.
"Mama, "sheila mengetuk pintu kamar mandi kemudian membukanya.
Sheila melihat mamanya sedang merapikan rambut dan memakai riasan tipis di wajahnya.
" Mama, mama dandan?" sheila terlihat heran melihat mamanya berpenampilan rapi dan cantik seperti ini.
Qania tersenyum, "iya, mama ingin berbelanja hari ini. Jadi kamu temenin mama ya!" ucap qania yang lagi- lagi membuat sheila heran. Pasalnya dari mana mamanya bisa tau jika hari ini ia gajian. Dan kenapa mendadak seperti ini ingin mengajaknya berbelanja?.
'' Mama tau dari mana kalau aku gajian hari ini?"sheila menatap heran ke arah qania yang masih fokus pada penataan rambut dan riasannya.
"Kamu gajian hari ini? "heran qania menatap putrinya yang kini sedang tersenyum ke arahnya. .
Sheila tersenyum kemudian memamerkan uang gajiannya yang lumayan besar kepada mamanya." iya ma, dan aku juga dapet bonus. "ucap sheila sangat bahagia." Aku kira mama tau hari ini aku gajian. "ucap sheila sembari menyenderkan tubuhnya di westafel.
Awalnya qania ikut tersenyum melihat anaknya sebahagia itu tapi kemudian raut wajah qania berubah
Senyum sheila memudar melihat mamanya yang terlihat tidak senang" Mama kenapa? "tanyanya bingung.
Qania menghembuskan nafas kasar,qania memegang pundak anaknya itu dengan lembut. " sheila mama tau gaji kamu itu besar di pekerjaan kamu sekarang. Tapi pekerjaan kamu ini terlalu beresiko sayang, terlebih kamu itu perempuan."
"Maksud mama? "sheila tidak mengerti kenapa mamanya mulai membahas pekerjaannya saat ini padahal kemarin- kemarin mamanya tidak memeprsalahkan pekerjaannya walau sheila tau dari awal mamanya memang tidak setuju dengan ia bekerja di bar.
" Mama mau kamu mengundurkan diri dari pekerjaan kamu yang sekarang ini sheila! "ucap qania memperjelas maksudnya.
__ADS_1
Sheila terbelalak mendengar permintaan mamanya itu, tentu saja sheila tidak ingin melepaskan pekerjaannya saat ini terlebih dengan gajinya yang besar dan bonus yang melimpah. Sheila sangat menikmati pekerjaannya saat ini.
" Tapi ma aku bekerja berdasarkan kekuatan aku, dan bos aku sangat menghargai itu ma." sheila tidak mau melepaskan pekerjaannya begitu saja pokoknya apapun caranya ia harus membuat mamanya mengizinkannya lagi untuk bekerja.
" Sheila, mama ngga mau terjadi sesuatu yang buruk dengan kamu. Pekerjaan ini sangat beresiko sayang. Pokoknya mama ngga mau tau kamu harus berhenti bekerja di bar itu!"qania bersikeras agar anaknya itu berhenti bekerja di tempat seperti itu.
Sheila memegang tangan mamanya lembut" Ma Sheila bisa jaga diri sheila, ngga akan terjadi apa- apa sama sheila. Dan selama ini sheila bekerja sheila baik-baik aja ngga ada hal buruk terjadi sama sheila .." sheila berusaha membujuk mamanya agar tidak memintanya untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya.
" Sheila mama ngga mau ada bantahan apapun dari kamu selain kamu bilang kamu setuju untuk berhenti dari pekerjaan itu. "tegas qania tidak mempan dengan usaha sheila yang membujuknya.
" Lagian Xavi sudah janji sama mama kalau dia akan merawat dan membahagiakan kamu nantinya."Qania melepas pegangan tangan sheila kemudian beralih menatap cermin.
Qania memegang pundak anaknya lagi kemudian mengelusnya lembut. "jadi kamu tidak perlu lagi bekerja keras karna xavi akan mencukupi semua kebutuhan kamu! "jelas Qania tersenyum ke arah sheila.
sheila tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan mamanya saat ini.Namun sheila tidak ingin membantah atau bertanya dulu ia ingin mendengarkan semua penjelasan mamanya agar ia bisa mengerti.
"Xavi? Maksud mama apa?" tanya sheila, dari tadi ia berusaha keras mencerna ucapan mamanya tapi tetap saja ia tidak mengerti.
"Itu kata singkatan baru ya? "tanya sheila, ia berfikir xavi yang di katakan mamanya adalah kata singkatan atau bahasa gaul yang belum ia ketahui.
Qania memelototi sheila,karna anaknya itu tidak tau siapa nama tunangannya sendiri" kamu tidak tau siapa nama tunangan kamu sendiri? "Jelas saja pertanyaan sheila membuat Qania marah. bisa-bisanya anaknya itu tidak tau nama tunangannya sendiri. Padahal mereka sudah merencanakan pernikahannya .
" Oooo.... jadi orang yang mama bicarain dari tadi itu Xavier Alexander?" sheila baru sadar jika orang yang di bicarakan mamanya adalah CEO bejat itu.Sheila tidak tau nam pangilan CEO bejat itu makannya ia bingung dengan apa yang di bicarakan mamanya itu.
"iya sheila, emangnya tunangan kamu siapa selain Xavi?" qania sangat kesal dengan putrinya itu.
"Emang kapan Xavier dateng ke sini ma? "tanya Sheila karna Xavier tidak mengabarinya perihal tentang pertemuan ini.
__ADS_1
" Xavi dateng ke sini tadi pagi, katanya dia memang ingin menemui mama secara khusus." jelas Qania.
" Secara khusus?" heran Sheila.
" Iya , xavi emang cowok yang baik ya sayang dia bahkan bela - belain buat jenguk mama padahal dia pasti sibuk banget. "puji Qania.
" Mama yakin kamu pasti akan bahagia dengan dia nantinya sayang." sambung qania mengelus rambut sheila.
Sheila tidak mengacuhkan ucapan mamanya yang memuji-muji xavier, sheila malah berpikir dengan apa saja yang sudah xavier katakan pada mamanya, dan rencana apa lagi yang sedang ia rencanakan, apa belum cukup waktu itu ia menjelek-jelekkan dirinya kepada mamanya.
"Apa yang sudah di katakan pria itu sampai sikap mama bisa berubah seperti ini. "pikir sheila yang menduga-duga kalau xavier telah mengatakan sesuatu yang buruk tentangnya kepada mama.
" Apa jangan-jangan dia sudah menceritakan hal yang sebenarnya yang terjadi? "pikir sheila.
" Ngga-ngga, kalau dia menceritak itu pasti saat ini mama bakal marah besar. Mana mungkin mama memuji dia seperti ini." sangkal sheila lagi menepis pikirannya.
" Lalau apa yang sebenarnya pria itu bicarakan dengan mama?" Sheila frustasi dengan kedatangan Xavier swcara tiba-tiba seperti ini. Apa lagi ia datang di saat ia sedang tidak di samping mamanya.
" Apa yang sebenarnya telah cowok bejat itu janjikan,? "Sheila teringat dengan perkataan mamanya tadi kalau xavier akan menanggung semua kebutuhannya.
" Pokoknya bagaimanapun caranya aku harus ketemu sama dia."Sheila bertekad akan menemui Xavier untuk menanyakan perihal apa yang sudah ia bicaraka dengan mamanya ketika ia sedang tidak ada tadi. Dan kenapa bisa mamanya bisa berubah pikiran seperti ini bahkan menyuruhnya untuk meninggalkan pekerjaannya yang jelas-jelas sudah di bergaji besar.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung