
"AAAAAAAAAA...... "suara pekikan Sheila terdengar sangat keras ketika ia baru saja bangun.
Xavi yang masih tertidur pulus langsung terbangun karna pekikan sheila yang terasa berada tepat di telinganya.
" Ngapain kamu meluk - meluk saya? "bentak sheila, sheila berteriak karna tubuh mungilnya sudah berada dalam pelukan Xavi, walau lebih tepatnya sheilalah yang mememuk xavi.
Sheila duduk dan langsubg mengecek kelengkapan pakaiannya. Melihat pakaiannya yang masih lengkap sheilapun sedikit lega kemudian ia berengsut ke atas kasur bagiannya.
"Udah? "tanya xavi melihat sheila dengan tatapan dingin.
" Belum, kamu belum jawab kenapa kamu meluk saya? Jangan - jangan kamu ngambil kesempatan di saat saya sedang tertidur pulas ya?" walau tau bahwa dirinyalah yang memeluk xavi tapi sheila tetap saja menyalahkan xavi
Dengan tenang xavi menarik nafas dalam kemudian menatap sheila," Sekarang siapa yang udah ngelewatin batas, saya atau kamu? "xavi menaikkan satu alisnya menatap ke arah sheila.
Sheila melihat guling pembatas di antara mereka, dan mengingat posisinya tadi.
" Sudah tau siapa yang salah?" tanya xavi melihat raut wajah sheila yang memerah karna malu akibat ucapannya sendiri.
Dengan cepat sheila merubah raut wajahnya, walaupun tau ia yang salah tapi sheila tidak mau di salahkan. "tetap saja pasti kamu yang sudah sengaja membuang bantal itu ke bawah supaya saya melewati batas dan berdekatan dengan kamu."
Xavier berdengus kesal, perempuan ini sama sekali tidak mau di salahkan walaupun sudah jelas - jelas ia yang salah. "Terserah kamu, saya tidak mau berdebat. Lebih baik saya mandi dari pada berdebat dengan kamu yang tidak mau di salahkan." ucap xavier yang langsung beranjak. Xavier lebih memilih menghindar dari pada harus berdebat dan ujung-ujungnya bertengkar dengan sheila.
***********
Drttt.... Drrrrtttt..... Dddrrrrrt
Suara ponsel Rashel yang tak henti-hentinya berbunyi membuat sarapan paginya dengan Rico terganggu.
Rashel melihat layar ponselnya dan terlihat satu panggilan dari nomor yang tidak di kenal menelfonnya.
Rashel merijek pangilan tersebut karna ia malas sekali menjawab telfon yang tidak penting seperti itu.
"Kenapa ngga di angkat? "tanya Rico melihat Rashel yang kembali meletakkan ponselnya di atas meja.
" Ngga penting sayang, lagian nomornya aku ngga kenal." jawab Rashel yang di angguki oleh Rico.
Ting...
Ting..
Deretan chat masuk tak lama dari pangilan nomor tak di kenal tersebut. Namun karna di meja makan masih ada Rico Rashel tidak terlalu mempedulikan notifikasi chat tersebut.
" Saya pergi dulu." ucap Rico menyudahi sarapannya.
__ADS_1
Dengan cepat Rashel berdiri dan berjalan mengiri rico untuk mengantarnya keluar rumah.
"Kamu hati - hati ya sayang! "ucap rashel sembari menggandeng tangan Rico.
Rico tidak menghiraukan ucapan Rashel, Rico melepas gandengan Rashel lalu masuk kedalam mobilnya.
"ngga lama lagi kamu akan mencintai aku sampai kamu ngga bisa lepas dari aku." gumam Rashel sembari kembali masuk kedalam rumah.
**************
"Kurangajar si Frans. "Stiven melempar ponselnya ke atas kasur.
" Aaaaaaakkkkh..." Stiven berteriak menghempaskan semua barang - barang yang ada di meja.
FLASHBACK
" Halo "
" ada apa kamu nelfon saya lagi? "tanya Stiven karna Frans lagi - lagi menghubunginya.
Terdengar dari balik telfon frana tebgah tertawa lepas mendengar perkataan Stiven.
" Kenapa kamu ketawa, kamu sudah menghapus Vidio itukan?" tanya Stiven lagi.
" Kurang hajar jadi kamu belum menghapus vidio itu? "bentak Stiven
" Tentu belum Stiven karna vidio ini akan menjadi ladang uang untuk saya. "
" Apa maksud kamu?" tanya Stiven karna frans terlalu bertele - tele.
" kirimkan uang satu miliyar sekarang juga pada saya kalau kamu tidak mau vidio kamu ini tersebar!!!" Ancam Frans.
"Kurang hajar, kamu tidak tau siapa saya. Saya bisa menjebloskan kamu kepenjara sekarang juga." ancam stiven balik.
"Lakukan saja, karna saya jamin setelah kamu melakukan itu Vidio ini akan tersebar dan keluar terhormat kamu itu akan hancur. "
Saya tunggu transferan dari kamu! "sambung Frans yang kemudian menutup telfon.
Stiven mengepal tangannya di atas meja dengan menatao tajam ke arah cermin, " Lihat saja saya akan dapatkan vidio itu dari kamu. Dan setelah itu saya akan jebloskan kamu ke penjara." ucap Stiven denhan api amarah.
" Aakkkkhhhh..... Brengsek!" teeiak Stiven menghempas barang - barang yang ada di kamarnya.
*******************
__ADS_1
Sheila dan xavier keluar dari hotel untuk kembali ke kediaman xavier. Sebenarnya masih ada satu hari lagi bagi mereka untuk menghabiskan waktu bulan madu yang indah namun sheila memaksa xavier untuk menyudahi ini semua untuk segera pulang.
Sesampainya di depan pintu keluar hotel, Daniel langsung menyambut dan menolong sheila dan Xavier mengangkat koper - koper mereka.
"Pokoknya saya mau malam ini kita menginap di rumah mama saya, saya tidak peduli kalau kamu tidak mau dan memilih pulang kerumah kamu duluan. Yang jelas saya akan menginap di rumah mama saya. "kekeh sheila semenjak keluar dari hotel.
" Terserah kamu, saat ini saya ikuti apa kemaun kamu. Saya sedang tidak mood berdebat dengan kamu hari ini." jawab Xavier yang terlihat pasrah dengan apapun ucapan sheila. Sebenarnya saat ini xavier masih merasa sangat lelah tidurnya semalam serasa tidak puas karna sheila berteriak pagi - pagi sekali sehingga ia tidak bisa bangun siang dan tidur sepuasnya.
" bagus kalau kamu tidak mood berdebat dengan saya, jadi saya tidak perlu capek - capek berbicara pada kamu." Sewot Sheila.
"Mari tuan muda, nona! "ucap Daniel membukakan pintu mobil untuk mereka berdua begitu ia selesai memasukkan barang kedalam bagasi mobil.
Sheila dan xavi pun masuk di ikuti oleh daniel yang tak lama juga masuk dan melajukan mobilnya
*************
Rashel meraih ponsel yang ia letakkan di atas meja makan tdi. Rashel penasaran dengan deringat notifikasi chat yang beruntun saat ia sarapan tadi.
Dua alis rashel melihat Chat dari nomor yang tidak di kenal. Rashel mebuka isi cahat tersebut dan terlihat ancaman beruntun yang ia lontarkan di iringi dengan Vidio di bawahnya.
"Kirimkan uang satu miliyar sekarang juga!!!
" Kalau tidak saya akan menyebarkan Vidio ini pada semua orang dan kamu pasti akan malu dan yang lebih parahnya lagi rumah tangga kamu dan Rico akan hancur. "
Rashel mendownlod vidio yang di kirimkan oleh orang yang tidak ia kenal sembri membaca lebih lanjut isi chat tersebut.
" Kamu tidak perlu tau siapa saya yang jelas saya punya banyak arsip Vidio ini, kalau kamu sampai macam-macam saya jamin hidup kamu dan nama baik keluarga kamu akan berakir sampai di sini."
"Saya tunggu transfer dari kamu!"
"Salam untuk Rico. "akir dari chat tersebut.
Rashel terdiam cukup lama setelah membaca isi chat tersebut ia tidak kenal bahkan tidak mengerti dengan vidio apa yang di maksud oleh orang yang berani mengancamnya ini.
" memang Vidio apa sih?" ucap Rashel yang kemudian memutar Vidio tersebut.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1