Suamiku CEO Kaya

Suamiku CEO Kaya
Bab 61. Melancarkan rencana


__ADS_3

" Mau kemana lagi kamu?" Baru saja sheila keluar dari kamar untuk berangkat kerja tapi nenek kebeyan sudah menghadang dan mengkepoinya.


"Yah... Ketemu nenek kebayan lagi. "keluh sheila begitu melihat Stela.


"Sheila mau berangkat kerja oma." jawab sheila yang sebenarnya malas jika berhadapan dengan omanya xavier. Karna sejak awal sheila melihat stela sheila langsung tau kalau Stela tidak menyukainya.


"Kerja?..... Apa - apaan kamu, memangnya xavier tidak memberikan kamu uang. Atau jangan - jangan uang yang di kasih oleh xavier tidak cukup karna kamu yang terlalu matre . "Stela memandang sheila dengan sinis.


"Bukan begitu oma, tapi sheila..... "sheila berusah menjelaskannya pada stela namun stela selalu saja memotong semua perkataannya.


" Apa?.... Oooo jangan - jangan kamu mau mempermalukan keluarga ini dengan kamu bekerja, iya?"stela semakin menuduh Sheila dengan hal yang tidak - tidak.


Stela mencekal tangan Sheila"apa sih tujuan kamu masuk ke keluarga ini?"


"Kamu mau menguasai harta keluarga ini ? Dan sekarang kamu berpura - pura bekerja agar semua orang di sini care dan prihatin dengan kamu kan?"tanya stela semakin dalam dan semakin mencengkram tangan Sheila.


Sheila meringis kesakitan akibat cengkraman tangan Stela.


" Kenapa kamu berharap suami saya akan menggasihani kamu juga supaya kamu bisa kecipratan warisan nantinya?" stela semakin memojokkan sheila untuk mengaku tujuannya masuk kedalam keluarga alexsander .


Di saat situasi tidak enak seperti itulah Xavier datang dan mendengar penghinaan dari oma tirinya terhadap sheila.


Stela menatap sheila dari atas sampai bawah," Seharusnya perempuan seperti kamu memang tidak pantas berada di keluarga terhormat seperti ini. Perempuan seperti kamu hanya akan menjadi parasit untuk kami semua nantinya." hujat stela habis - habisan.


Sheila masih diam menahan semua emosi dan kekesalan di dadanya.terlebih dengan cengkraman tangan stela saat ini membuatnya hanya bisa menahan rasa sakit.


" Kenapa kamu diam? Kamu mau saya menggasihani kamu juga?"


'' Itu ngga akan pernah terjadi, jangan harap saya akan menganggap kamu sebagai bagian dari keluarga ini. "sambung stela menahan hentakan - hentakan tangan Sheila untuk bisa terlepas dari cengkramannya.


" Memang kami di sini menganggap anda sebagai bagian dari keluarga?" Xavier datang dan langsung melontarkan pertanyaan itu pada stela.


Jelas saja kehadiran xavier yang tiba-tiba membuat Stela kaget. Stela langsung melepas cengkraman tangannya dan bersikap manis di hadapan cucunya itu. Stela hawatir jika xavier mendengar semua perkataannya terhadapa sheila.


" Apa maksud kamu xavier?" tanya Stela berpura-pura seolah - olah tidak ada hal yang terjadi.


Xavier menyeringai membuat stela menjadi merinding di buatnya, "harusnya saya yang bertanya seperti itu pada anda, apa maksud anda mengatai istri saya seperti tadi?"


xavier menatap omanya dengan tatapan tajam" Anda bilang jika sampai kapanpun anda tidaka akan menganggap istri saya sebagai bagian dari keluarga ini?"

__ADS_1


"Xavi bukan begitu maksud oma, "Stela berusaha untuk menyangkal kata ucapan xavier.


" Ssssstttt.... Tidak usah berkilah. Lagian saya dan semua keluarga saya juga tidak pernah menganggap anda sebagai bagian dari keluarga ini."


"Xavier.... "ucap Stela yang sakit hati dengan ucapan xavier.


Xavier tidak mempedukikan Stela, Xavier menarik tangan Sheila dan membawanya keluar dari rumah.


Di dalam mobil xavier sheila masih terlihat sangat kesal dengan perkataan oma xavier terhadapnya tadi.


" Kenapa kamu tidak menjawab semua hinaan dia tadi, kenapa kamu hanya diam seperti patung? "tanya xavier, tidak biasanya sheila bersikap lemah seperti itu. Biasanya sheila selalu membalas semua orang yang menindasnya tanpa rasa takut dan tidak mempedulikan pangkat atau apapun kekuasaannya.


" Dia?.... Maksuda kamu nenek kebayan? "tanya sheila.


Xavier mengerutkan keningnya," nenek kebayan...?" heran xavier.


Sheila tertawa sinis, "Oma kamu itu kayak nenek kebayan dalam cerita upin - ipin tau ngga." jelas sheila yang memunculkan tawa di wajah xavier mendengar penjelasan sheila.


"Dia memang seperti itu, dia selalu tidak suka dengan apapun kesuksesan serta kebahagian saya. "


"Dia dan anaknya selalu berusaha untuk menghancurkan saya agar saya di pandang rendah oleh opa. "


Xavier menggeleng, "Dia bukan oma saya." jawab xavier.


"Bukan oma kamu? "sheila sangat terkejut dengan penuturan Xavier.


" Dia istri kedua opa saya, kesalahan yang dia buat di masa mudanya dulu sampai dia mengandung dan melahirkan stiven."jelas Xavier menceritakan aib keluarganya yang selama ini di sembunyikam oleh keluarganya.


" Oma saya meninggal begitu tau jika opa saya punya istri lain selain dia." jelas xavier.


Sheila tidak menyangka jika ternyata keluarga xavier tidak sebaik yang terlihat.


" Jadi itu sebabnya kamu dan stiven tidak berhubungan baik?"


Xavier mengangguk"Bisa jadi..." jawab xavier yang tidak menjawab pasti pertanyaan sheila.


Karna bukan itu saja yang membuat xavier dan stiven tidak berhubungan baik sampai saat ini.


****************

__ADS_1


"Shel, kamu serius akan melakukan ini? "Stiven tidak menyangka jika rencana yang rashel jelaskan tempo hari akan di lakukan secepat ini.


" Whay not?" jawab Rashel." Sebenarnya kamu niat atau tidak sih, dengan semua keraguan kamu ini cuma bakan menghancurkan rencana saya. "ketus Rashel.


" Saya mau, tapi saya takut kalau semua rencana kamu ini gagal dan saya terseret ke penjara gara-gara ulah kamu." jawab stiven yang tidak mau ambil resiko.


" Ayolah stiven sudah berapa kali saya katakan tidak akan ada orang yang tau kalau kamu tidak memberitahu orang. "


" Lagian saya tidak bertemu langsung dengan orang suruhan saya, saya menyembunyikan identitas kita berdua. "


" Jadi ngga ada yang bakal tau kalau yang melakukan ini semua adalah kita. "


Stiven masih saja takut dengan rencana gila Rashel baru kali ini ia bertemu dengan wanita yang jauh lebih kejam darinya seperti ini .


" Jadi kita tunggu hasilnya dari mereka besok! "ucap Rashel menatap Stiven dengan tatapan tajam.


" Sebentar lagi Frans kamu akan mendapatkan balasan dari saya." batin Rashel terswnyum sinis dengan semua kelancaran rencananya nanti.


***************


" Ada berapa meeting hari ini yang harus saya hadiri?" tanya Leonard pada Reno sembari berjalan menuju ruangannya.


" Pagi ini kita tidak ada meeting pak, namun nanti siang ada dua meeting yang harus bapak hadiri." Jawab Reno melihat jadwal meeting leonard dari maap yang ada di tangannya.


" Yasudah kamu bisa pergi ke ruangan kamu sekarang! "pinta Leonard saat ia sudah sampai di depan ruangannya.


" Baik pak." jawab Reno menuruti.


Setelah Reno pergi leonardpun masuk kedalam ruangannya. Leonardsangat terkejut Saat melihat kedalam ruangan.


" Sheila?" ucap leonard melihat sheila memakai pakaian Office girl dan sedang mengepel ruangannya.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2