
Daniel menghentikan mobilnya di depan gedung tersebut, sheila melihat jika di dalam dan di sekitar gedung sudah tidak ada orang lagi, di sana hanya ada satpam dan beberapa pengaman acara yang berjaga.
"Ini kita telat ya? '' tanya Sheila pada Daniel.
Daniel mengangguk," Harusnya kita datang dari setengah jam yang lalu. "jawab Daniel, akibat terlalu lama di salon tadi membuatnya datang terlambat.
" Kamu pergi saja ke dalam tuan muda sudah nunggu kamu di sana!" ucap Daniel menyuruh sheila untuk segera ke dalam.
Sheilapun turun dan masuk kedalam gedung besar tersebut. Daniel bilang jika ruangan pesta ada di lantai atas sebelum rooftop.
Sesampainya di atas sheila langsung mencari ruangan pesta teraebut.
" Ini mana sih ruangannya? "sheila sangat bingung melihat begitu banyak ruangan yang ada di sana.
Sheila membuka ruangan satu persatu untuk melihat ruangan mana yang di jadikan tempat untuk pesta ulang tahun perusahaan ini.
Sudah tiga ruangan di buka oleh sheila namun ruangan pesta belum ia temui juga. Sheila sangat kesal rasanya ingin bertanya tapi tidak ada satupun orang yang berada di sana jadi terpaksa ia harus berkeliling tidak jelas seperti ini.
Tibala di suatu ruangan yang sheila yakini pasti itu adalah ruangan pesta karna dari dalam terdengar suara yang cukup berisik. Sheila membuka pintu ruangan tersebut dengan kedua tangannya sehingga pintu itu terbuka sangat lebar.
Kedatangan sheila di tengah - tengah acara membuat semua orang langsung terfokus pada sheila yang saat ini sedang berdiri di tengah-pintu besar.
"Bodoh!, Harusnya saya ngga buka pintu selebar ini. "kutuk sheila pada dirinya sendiri.
" Siapa gadis itu? "
" Cantik sekali dia?"
" Di seperti putri, siapa pasangannya?"
Bisik para tamu undangan melihat sheila yang sangat cantik dan elegan.
Sheila mengitari matanya mencari keberadaan xavier.
" Itu dia." ucap sheila ketika melihat xavier berada di ujung ruangan.
Sheila berjalan di tengah-tengah ruangan untuk menghampiri xavier. Semua tamupun terfokus pada ke mana arah sheila akan pergi.
Para tamu sangat terkejut begitu tau wanita cantik bak putri itu ternyata adalah pasangan dari CEO dingin dan arogan seperti xavier.
"Dan ini pasangan fenomena kita." ucap host yang berada di panggung tertuju pada sheila juga xavier.
"Beri tepuk tangannya! "ucap host itu lagi. Semua tamu undanganpun langsung bertepuk tangan meriah dengan pasangan yang menurut mereka itu sangat serasi.
" Mereka cocok banget yang satu ganteng yang satu cantik. "
" Cocok banget itu mereka"
"Jodoh emang ngga pernah salah ya"
"Baru sekali ini loh liat tuan muda gandeng cewek."
Bisik para tamu lagi, sheila dan xavier menjadi trending di pesta ulang tahun perusahaan ardiartama bukan hanya tamu namun host yang memandu acara itu juga ikut memanas - manasi mereka.
Sheila dan xavier terlihat sangat risih dengan keadaan sekarang ini, kenapa mereka malah menjadi bahan omongan dan pusat perhatian seperti ini sekarang?.
"Mumpung pangeran dan princess kita lagi ada di sini gimana kalu kita suruh mereka untuk dansa? Setuju? "Sorak host itu lagi.
" Setuju!" jawab Para tamu undangan kompak.
Xavier dan sheila saling bertatapan mereka tidak tau bagaimana cara menanggapi permintaan host juga para tamu tersebut.
" Ini kenapa terfokus sama saya ya, inikan acaranya pak ardi?" Protes xavier dengan permintaan juga ide gila host tersebut.
"Ngga papa tuan muda lagian pak ardi tidak masalah dengan ini. Benarkan pak ardi?" tanya Host tersebut yang langsung di acungkan jempol oleh ardi selaku pemilik perusahaan.
"Tuhkan tuan, jadi lebih baik sekarang tuan muda dan nona prinses ikutin apa maunya para tamu!"Paksa host tersebut.
__ADS_1
" Tap______"
" Dansa! "
"Dansa! "
"Dansa!! "
Ucap para tamu di ikuti dengan tepuk tangan saat xavier hendak kembali memprotes lagi.
" Tuh tuan muda kasian loh kita semua udah nunggu lama!"
Sheila berbisik ke arah xavier, "Saya ngga bisa Dansa. Jangan ngelakuin yang aneh-aneh deh!" ketus sheila yang semakin tidak nyaman dengan ini semua.
"Saya juga ngga bisa tapi mau gimana lagi. "tutur xavi.
" Tapi saya ngga bisa." ketus sheila.
" Kita sama - sama ngga bisa jadi lakuin apa aja yang kita bisa biar ini semua ngga makin panjang! "ucap xavier yang langsung menarik tangan sheila ke tengah -tengah ruangan sebelum sheila mengatakan penolakan lagi.
Semua tamupun menyingkir dan memberikan ruang untuk sheila dan xavier berdansa.
" Tepuk tangan yang meriah! "ucap host tersebut ketika xavier akan memulai dansanya.
Alunan lagu romantispun di putar semua orang yang ada di sana terfokus pada Xavier juga sheila yang mulai berdansa.
Sheila mengikuti alunan musik juga langkah kaki xavier.
" Ini udah lebih dari balas budi saya ke kamu. "bisik sheila.
" Hmmm..." ucap Xavier hanya berdehem mengiyakan ucapan sheila.
********
Rico dan Rashel akirnya sampai di pesta perayaan ulang tahu perusahaan ardiartama walau terlambat karna Rashel yang terlalu lama memilih baju dan make up.
" pak ardi. "sapa Rico menyapa pak ardi yang sedang berbincang dengan sesama rekan bisnisnya.
" Pak Rico." ucap ardi begitu melihat rico, merekapun saling berjabat tangan.
" Ini pasti tunangannya pak Rico ya?" tanya Ardi melihat ke arah Rashel yang berdiri di sebelah Rico.
Rashel tersenyum, sembari mengenalkan dirinya." Rashel pak. "ucapnya menyambut jabat tangan ardi.
" Yayaya... Yasudah kalau begitu silahkan nikmati pestanya! "ucap ardi mempersilahkan Rico dan Rashel.
" Iya pak." jawab Rico yang kemudian berjalan menjauh untuk melihat-lihat juga menikmati pesta ini.
*********
Setelah selesai berdansa sheilapun berpamitan pada xavier untuk pergi ke toiket, bukan karna apa-apa hanya saja ia tidak mau xavier menyangka jika ia kabur atau khawatir ia hilang.
"Saya mau ke toilet dulu, kaki saya sakit gara-gara dansa sama kamu. "ucap sheila yang langsung mendapatkan tatapan keheran dari xavi.
" Kamu mau ketoilet karna kaki kamu sakit, apa hubungannya emangnya di toilet ada tukang pijet?" sewot xavi pada sheila.
" Ya Suka - suka saya kok kamu malah sewot kayak gitu, mulut - mukut saya yang ngomong yang sakit juga kaki saya jadi terserah sayalah." ucap sheila yang tak terima dengan perkataan xavi yang sewot dengan ucapannya.
" Iya saya tau tapi perkataan kamu tadi ngga ada hubungannya." tambah xavi lagi.
" Kamu itu kenapa sih? Kayaknya semua yang ucapin itu selalu aja kamu jadiin bahan debat."
"Saya ngga jadiin bahan debat tapi ucapan dan tanggapan kamu yang bikin kita debat."
"Lagin apa susahnya bilang iya terus klarifikasi, selesaikan." sambung Xavi yang ingin Sheila mengakui jika perkataannya tadi memang salah.
"Sheila menggeleng, susah ya ngomong sama laki-laki ngga berperasaan kayak kamu."
__ADS_1
"Dari pada saya ngeladenin omongan kamu yang ngga penting lebih baik saya ke toilet." Ucap sheila yang kemudian keluar dari ruangan untuk menuju ke toilet.
"Ada ya cewek yang senyebelin kayak dia. "ucap xavi yang tak habis pikir dengan sheila.
*'*********
Rashel dan Rico mengelilingi ruangan pesta sembari menyapa sesama rekan bisnisnya. Namun saat Rico dan Rashel sedang berjalan Rashel malah tiba-tiba berhenti dan melepas gandengannya.
Rico melihat Rashel yang saat ini sedang memperbaiki rambutnya. "kamu kenapa, kok berhenti?" tanya Rico.
rashel masih memperbaiki rambutnya yang saat ini sedang tersanggul dengan poni yang di biarkan terjulur."Rabut aku kayaknya berantakan deh sayang, ini iketannya juga kayaknya kurang pas deh. Aku ketoilet dulu ya mau permaikin ini. Lagin ngga enak masak penampilan aku berantakan apalagi di sinikan banyak rekan bisnis kamu." jelas Rashel.
Rico menghela nafas, Rico merasa jika Rashel terlalu ribet dan merepotkan. Padahal tidak ada yang salah sedikitpun dengan penampilannya saat ini.
" Aku ketoilet sebentar ya sayang,kamu ngga papakan? '' tanya Rashel yang di angguki oleh Rico.
"By sayang. "ucap Rashel yang kemudian berjalan keluar ruangan.
************
" Iiiiih.... kenapa sih dia nyebelin banget, suka banget buat orang marah."
" Ternyata tingkat kebejatan dan nyebelin dia itu sama aja. "
Sheila melupakan kekesalannya di dalam toilet di depan kaca westavel. Mengingat perdebatannya tadi membuat shela sangat kesal juga marah. Sheila menganggap jika xavi senang sekali membesar-besarkan masalah.
" Harusnya dari awal saya ngga ketemu sama dia. "
"Ngga nolongin dia, pasti saat ini hidup saya ngga makin susah seperti ini." Keluh sheila menyesali pertolongan yang ia berikan pada xavi waktu itu.
Sheila menyalakan keran westavel dan mencuci tangannya,sheila melihat wajahnya di cermin.
" Tapi kalau saya ngga ketemu dia, saya pasti juga kesulitan buat biayain pengobatan mama." ucapnya sadar jika xavi sudah membantu banyak terutama biaya rumah sakit mamanya.
" Coba saja dia ngga suka bikin saya marah dan kelakuannya juga ngga bejat mungkin saya bisa suka sama dia. "gumam sheila.
Sheilapun berbalik badan untuk keluar dari toilet karna sudah merasa cukup lama di dalam sana. Namun saat sheila akan keluar dari toilet sheila tidak sengaja menyenggol seorang gadis yng baru saja masuk.
Bahu sheila dan gadis itu bertabrakan, sheingga mumbuatnya juga gadis itu merintih kesakitan. pikiran sheila yang belum stabil membuatnya tidak fokus berjalan.
Sadar dengan kesalahannya sheilapun langsung meminta maaf.
"Maaf mbak saya ngga sengaja." ucap sheila yang kemudian melihat gadis yang ia tabrak.
Mata sheila langsung membulat begitu ia tau jika ternyata gadis yang ia tabrak adalah kakak tirinya sendiri.
" Maaf-maaf,makannya kalau jalan itu pake mata" Ketus Rashel yang masih kesakitan karna tabrakannya dengan sheila.
Sheila mengangguk,dan menundukkan wajhnha ''sekali lagi say minta maaf "ucap sheila yang langsung segera pergi dari sana. Sheika sangat takut jika Rashel mengenalinya.
Sheila berdiri di depan pintu tolilet" Kenapa rashel bisa ada di sini?' 'pikir sheila.
"Pokonya dia ngga boleh ngenalin saya, ngga boleh saya ngga mau sampai itu terjadi. "batin sheila yang hendak kembali ke pesta untuk mengajak xavi untuk segera pulang.
Namun Saat sheila baru ingin melangkah tngannya lngsung di cekal dan membuatnya tidak jadi melangkah.
Sheila melihat orang yang sudah mencekal tangannya begitu erat.
" Rashel? '' batin sheila begitu tau jika ternya rashellah yang sudah menahan tangnnya.
"Kamu sheila kan? "tanya Rashel yang membuat sheila langsung terbelalak dan terdiam seribu bahasa.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung