Suamiku CEO Kaya

Suamiku CEO Kaya
Bab 57.susunan rencana


__ADS_3

"Siapa kamu sebenarnya?"


"Kenapa kamu bisa mendapatkan vidio itu?"


'' Brengsek.... "


Setelah melihat isi vidio yang di kirim oleh orang yang tidak ia kenal tersebut tubuh Rashel serasa melemah, jantungnya berdegubb sangat kencang kekhawatiran yang ia rasakan waktu itu kembali ia rasakan bahkan lebih parah saat ini.


" Brengsek... Jawab!" bentak Rashel dari balik Telfon. Rashel langsung menghubungi orang yang mengirim vidio itu. Rashel ingin tau siapa dia dan bagaimana ia bisa mempunyai vidio itu.


"Tenang... Tenang Rashelia anastasya leonard! "jawab orang dari balik telfon dengan di iringi tawa.


" Vidio itu ngga akan saya sebar kalau kamu ngasih saya uang satu milyar. "


" Paling berapa sih uang satu mliyar buat kamu, kecilkan? "


" Jadi mendingan sekarang kamu kirim uangnya ke saya maka rahasia kamu bakal aman! "


Ujar orang tersebut.


"Kurang ajar, siapa sebenarnya kamu?" ucap Rashel baru kali ini ia mati ketakutan karna ancaman orang seperti ini. rashel ingin tau siapa pria brengsek yang sudah berani memerasnya itu.


"Sudah saya bilangkan tadi, kamu ngga perlu tau siapa saya. Cukup saya yang tau siapa kamu dan rahasia kamu ini." jawab pria itu sangat tenang.


"Hapus Vidio itu, kamu ngga bisa memeras saya seperti ini!"


"Hapus sekarang atau saya......''


"Saya apa ha..... "potong pria itu.


" Lapor polisi?" pria itu tertawa.


"Silahkan saya tidak takut Rashel. Saya masuk penjara kamu dan keluarga kamu hancur. "ancamnya balik.


" Sialan......" umpat Rashel.


"Jangan lupa transferannya ya sayang... Bye. "ucap Pria tersebut mengakiri telfon.


" AAAAAAAAAA...." Teriak Rashel yang sangat begitu marah.


" Brengsek!....."


" Sialan"


Umpat Rashel dengan air mata yang tak hentinya menetes." Ini semua pasti rencana Stiven. Liat saja saya akan buat perhitungan dengan kamu!" ucap Rashel menuduh Stiven adalah dalang dari ini semua.,


**************


" Kamu sudah memikirkan cara membalas semua perbuatan mama tiri kamu?" tanya Xavi membuka pembicara di selakeheningan mereka.


" Hmmm... "jawab Sheila sembari menatap ke luar jendela mobil.


" Kamu tidak berencana membunuh mama tiri kamukan?" tanya xavi lagi, takut jika sheila melakukan sesuatu yang hanya akan merugikannya.

__ADS_1


Sheila beralih menatap xavi dengan tatapan serius." Kalau bisa, mungkin sudah dari dulu saya membunuh dia." jawab sheila.


" Tapi jika itu saya lakukan mama saya pasti akan membenci saya dan dia juga akan sangat menderita. "


"hanya mama saya satu - stunya alasan saya untuk tidak menggunakan cara itu." sambung sheila.


"Ternyata walaupun otak kriminal dia masih sangat memikirkan mamanya. "batin xavi. Yang tanpa sadar mengagumi pola pikir sheila


" Lalu kalau bukan melakukan cara itu kamu akan apa? '' tanya xavi sangat penasaran dengan rencana sheila.


Sheila tersenyum sinis, "Cara yang paling ampuh untuk balas dendam adalah mendekati musuh itu sendiri." jawab sheila yang lagi - lagi semakin membuat xavi penasaran.


"Kita sudah sampai tuan, nona. "ucap Daniel memotong pembicaraan mereka berdua. Jadilah mau tidak mau xavi tidak lagi melanjutkan pembicaraan ini dan fokus untuk berpura-pura menjadi pasangan romantis dengan sheila untuk masuk kedalam rumah.


Keluar dari mobil sheila dan xavi saling merangkul untuk memamerkan kemesraan mereka sebagai pasangan baru pada umumnya. Dengan semua bakat ekting yang mereka punya mereka masuk kedalam rumah dengan senyuman palsu dari wajah mereka masih - masing.


"Sheila, xavi "kejut Qania melihat kedatangan anak serta mantunya ke rumah secara tiba-tiba.


Qania langsung berjalan mendekat dan memeluk sheila.


" Mama sehatkan?" tanya sheila setelah qania melepas pelukannya.


" Mama sangat sehat, apalagi di sini sudah ada bibik dan juga bodygard yang berjaga jadi mama aman dan tidak merasa kesepian." jelas qania.


"Bodygard? "heran sheila yang merasa tidak menyewakan bodygard untuk mamanya.


" Iya saya yang menyuruh salah satu bodygard untuj berjaga di sini. "jawab xavi.


"Untuk keamaan mama kamu, saya takut kalau nanti mama tiri kamu masih nekad untuk mengganggu mama kamu." jelas Xavi.


Qania megang pudak sheila, "terima kasih ya xavi." ucap helen yang di angguki oleh xavi.


"Apa mama bilang xavi itu orang baik dia bahkan sampai seperhatian ini pada mama, kamu beruntung bisa memiliki dia. " ucap qania memuji xavi di hadapannya.


Sheila melirik xavi "Dia sangat pandai mengambil hati mama." batin sheila memutar matanya.


Xavi tersenyum sinis, entah kenapa ia merasa sangat gemas melihat wajah sheila yang terlihat sangat tersaingi seperti itu.


"Yasudah ayo kita ruang makan, mama dan bibir baru saja selesai masak." ajak qania sembari menarik tangan sheila.


**************


Parr.....


Rashel menampar pipi Stiven cukup keras.


"Brengsek.... Ternyata kamu bukan hanya menodai saya tapi juga memvidiokan itu semua."


" Sebenarnya apa mau kamu? Apa harta kekayaan kamu kurang banyak sampai - sampai kamu menyuruh orang untuk memeras saya "Rashel menatap tajam ke arah stiven.


" Sebenarnya apa mau kamu ha,?..... Apa belum cukup atas semua kehancuran yang sudah kamu buat dalam hiduo saya?"Rashel tidak peduki dengan siapa ia berhadapan sekarang yang terpenting saat ini adalah masalah ini selesai Dan vidio itu bisa lenyap.


" Kamu berpikiran kalau saya yang melakukan itu?" tanya Stiven beralih menatap Rashel yang menangis.

__ADS_1


" Kalau bukan kamu siapa lagi ha.... Di sana jelas - jelas cuma ada kita berdua ngga ada orang lain lagi! "


"Siapa lagi kalau bukan kamu yang memvidiokan itu." Rashel semakin memperkuat tuduhannya pada Stiven.


"Bukan saya yang melakukan itu, bagaimana saya bisa melakukan itu dalam keadaan mabuk berat. "bantah stiven.


" Lalu kalau bukan kamu siapa? Siapa orang yang sudah berani mengancam saya seperti ini?" Rashel melemparkan ponselnya yang berisi chat ancaman ke arah Stiven.


Stiven membaca itu dan melihat nomor yang mengirimkan itu pada Rashel.


" Ini Frans... Dia yang ngancem kamu. "


" Sialam si Frans.... Brengsek tu orang!" ucap Stiven yang kini malah marah - marah sendiri.


Rashel menarik bahu Stiven untuk menatapnya"Frans? Apa maksud kamu? "tanya Rashel.


" Ini nomornya Frans, menejer bar tempat kita melakukan itu waktu itu." jelas Stiven.


" Menejer bar,..... Tidak mungkin menejer bar melakukan itu kamu tidak usah berkilah dan melampiaskan ini semua pada orang lain."


Saya tidak berkilah memang dia pelakunya. Dia yang sudah memvidiokan kita di saat kita sedang mabuk berat.


" Saya sudah menyuruh dia untuk menghapus semua vidio dan jejak kita di bar tapi setelah dia tau siapa kamu dia malah menjadikan vidio ini sebagai senjata untuk mengancm dan memeras kita."


"Bukan hanya kamu yang di ancam dan di peras tapi saya juga. "jelas Stiven yang saat ini juga sangat pusing dengan masalah ini.


" Kamu pikir saya percaya dengan alasan kamu.?" ucap Rashel yang tidak mempercayai stiven.


Stiven membuka ponselnya dan memperlihatkan isi chat frans kepada Rashel." Kamu lihat ini, saya benar - benar di ancam. Si brengsek sialan ini juga mengancam saya." ucap Stiven.


" Sssssiiiittttt....." umpat Rashel ketika membaca isi chet yang ada di ponsel Stiven.


"Pokoknya kita harus cari cara untuk merebut vidio itu dari dia!" ucap Rashel.


"Iya, saya juga tidak mau di ancam seperti ini oleh dia. "


Rashel meremas jari - jemarinya, "lantas apa yang harus kita lakujan sekarang?" tanya Rashel.


"Untuk saat ini kita turuti kemaun dia, nanti setelah ini baru kita susun strategi untuk menghapus semua vidio yang dia punya. "saran Stiven.


Rashel mengangguk, lalu kembali melyangkan tatapan sinis pada stiven," Ini semua terjadi gara - gara kamu, saya ngga akan rela jika rumah tangga saya hancur karna permasalahan ini!


"Awas saja kalau saya sampai hancur gara - gara ini. Saya tidak akan tinggal diam saya akan buat kamu juga hancur bahkan lebih dari saya." Ancam rashel.


" Inget itu!" ucap Rashel menunjuk Stiven.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2