Suamiku CEO Kaya

Suamiku CEO Kaya
Bab 8.Telfon


__ADS_3

HAPPY READING GAYS!!!


Sheila masih kebingungan dengan semua yang ia dapatkan saat ini, padahal sheila hanya ingin memindahkan ruangan mamanya pada ruangan yang lebih bagus tapi bukan ke ruangan yang jauh lebih mewah seperti ini. Ia juga tidak memberikan perintah untuk memindahkan ruangan mamanya lagi tapi anehnya tiba - tiba saja ia di minta untuk ikut dan ruangan mamanya di pindahkan. Tim dokter dan wakil kepala rumah sakit seolah sengaja menyambutnya dan memberikan layanan dan pengobatan terbaik seperti ada yang menyuruh mereka untuk melakukan semua ini.


"Apa dia yang sudah memerintahkan ini semua? "pikir sheila menerka jika semua ini adalah ulah xavier, calon suaminya.


" Tapi untuk apa, aku rasa aku tidak memintanya seperti itu tadi?" pikir sheila lagi.


Pandangan sheila teralih saat melihat mamanya sudah mulai sadar.


Qania mengerjabkan matanya beberapa kali untuk mengumpulkan kesadarannya. Qania menatap sekeliling ruangan yang jauh berbeda dari ruangan yang ia tempati tadi.


Sheila mendekat, dan memegang tangan mamanya dengan erat.


"Sheila... "lirih qania lembut memanggil anaknya.


" Iya ma..." jawab sheila berkaca - kaca dengan senyum bahagia .


"kenapa sekarang ruangan mama beda sayang?" tanya qania yang bingung dengan lingkungan barunya.


"Kau memindahkan mama lagi? "ucap qania dengan tatapan penuh tanya.


"iya ma, gimana? Apa mama menyukainya? . "tanya sheila yang tersenyum bahagia melihat mamanya itu telah sadar. Ia yakin pasti mamanya sangat senang bisa mendapat ruang inap yang nyaman dan mewah seperti ini.


"Perawatan di sini sangat lengkap, dokter dan perawat selalu standby di sini. Dan diluar juga ada pengawal yang akan menjaga mama dari orang gila itu. ." jelas sheila mengungkapkan keunggulan serta keistimewaan kamar yang sedang di tempati mamanya itu.


"Sheila"raut wajah qania seperti tidak senang dengan fasilitas yang telah di berikan sheila padanya.


" Kamu tidak perlu melakukan ini untuk mama. Mama tidak apa-apa berada di kamar kecil tanpa fasilitas apapun. Mama hanya obat dan perawatan di sini bukan fasilitas mewah seperti yang ada di hotel - hotel!." qania terpikir dengan biaya rumah sakit apa lagi dengan ruangan dan fasilitas lengkap seperti ini pasti biayanya sangat memberatkan anaknya.


" Kamu dapea uang dari mana, gaji kamu fi bar tidak mungkin cukup membayar semua ini.?Mama tidak mau membuat kamu keeja mati - matian hanya untuk menyenangkan mama seperti ini. " Sheila bingung dengan apa yang harus ia katakan pada mamanya perihal dari mana ia mendapatkan ini semua.


qania tau jika sheila akan mendapatkan uang apapun caranya bahkan ia rela kerja matigmatin hanya untuk membahagiakannya.


" Mama tidak mau kamu sakit dan menderita karna mama!" qania membelai rambut sheila"Kita kembali saja ke ruangan biasa ya sayang! Mama lebih nyaman dan tenang di sana! "tutur Qania memohon pada sheila.


Qania tidak ingin anaknya itu terbebani karna penyakitnya ini, sudah cukup rasanya qania selama ini membuat hidup anaknya itu dalam penderitaan.


Awalnya sheila cemas dan bingung akan bicara apa pada qania namun sesuatu terpikir dalam benak sheila yang membuat Sheila tersenyum ke arah mamanya," mama... "shila mengusap rambut mamanya," Mama tidak perlu hawatir soal biaya. Karna fasilitas dan ruangan ini yang membiayai adalah calon menantu mama. "ujar sheila menghibur mamanya. Sekalian sheila ingin memberikan kesan yang baik tentang xavier pada mamanya.


Qania teelihat bingung dengan perkataan putrinya itu.


" Calon menantu mama?" tanya qania, sejak kapan anaknya itu mempunyai tunangan. Ia bahkan tidak tau jika sheila memikiki hubungan spesial dengan pria.

__ADS_1


" Iya, dia sudah mempersiapkan ini semua untuk mama. Dia tidak mau calon ibu mertuanya sakit terlalu lama, dia ingin mama segera sembuh dan menyaksikkan pernikahan kami berdua. . "sambung sheila lagi memuji- muji xavier di hadapan mamnya. Kalau saja bukan di depan mamanya mana mungkin sheila mau memuji CEO bejat itu.


Qania masih tidak percaya dengan ucapan putrinya itu, "kamu tidak sedang membohongi mamakan? ?"Sheila sangat pandai merangkai kata - kata agar ia tidak hawatit jadi qania berpikir kalau saat ini sheila hanya membual agar ia tidak kepikiran.


"Tidak ma, Sheila sedang tidak berbohong ini semua memang dari xavuer calon menantu mama.... Jika mama tidak percaya sheila akan menelfonnya agar mama bisa bicara dan menanyakan ini semua langsung kepadanya." "terpaksa sheila harus menelfon ceo bejat itu lagi walaupun ia ragu apakah ia masih mau mengangkat telfonnya atau tidak setelah kejadian tadi ia mengata-ngatainya .


Sheila berjalan menuju sofa untuk mengambil ponselnya yang ketinggalan. Sheila mencari nomor telfon xavier untuk ia hubungi.Sheila sangat berharap xavier bisa mengatakan apa yang ia harapkan nantinya.


"Halo sayang. "ucap sheila begitu xavier mengangkat telfonnya.


Xavier cukup terkejut dengan nada bicara sheila yang lembut dan berembel-embelkan panggilan sayang kepadannya.


" Ada apa?" tanya xavier berpura-pura tidak menghiraukan panggilan sheila padanya.xavier yakin jika sheila sengaja bersikap manis kepadanya karna merasa bersalah sudah mengatainya seperti tadi. Xavier juga sangat yakin pasti sheila sangat berhutang budi padanya karna dirinyalah sheila dan mamanya bisa mendapatkan fasilitas mewah dari rumah sakit.


" Ada sedikit salah paham antara aku dan mamaku, dan kesalah pahaman ini hanya bisa di selesaikan olehmu. Kau maukan bicara sebentar dengan mamaku. "lirih sheila sangat lembut dan manis pada xavier.


Sekarang xavier mengerti kenapa sheila bisa bersikap semanis ini kepadanya.


" Tidak aku tidak ingin membantumu. "tolak xavier.


Sheila memaksakan senyum di hadapan mamanya walau hatinya saat ini sangat dongkol dan ingin mengatai xavier.


" Mama ingin berterima kasih kepadamu karna berkatmu mama bisa mendapatkan fasilitas yang sangat bagus dan perawatan terbaik. "


"Mama juga sangat ingin mengenal bagaimana calon menantunya." jelas sheila berusaha untuk membujuk xavier.


Xavier menghela nafas mendengar kata pernikahan dari sheila kalau saja bukan karna dasar tanggung jawab xavier tidak mungkin melakukan ini semua"Yasudah saya akan bicara dengan mamamu! "


"Terimakasih sayang, kau memang sangat pengertian. "ucap sheila masih dengan nada yang lembut. Sheila memberikan ponselnya pada Qania karna xavier calon suaminya akan membatu menjelaskan ini semua pada mamanya.


" Halo." lirih qania lembut pada sang calon menantunya.


" Halo tante,senang bisa bicara dengan tante. "


"Tante juga senang bisa bicara dengan kamu.siapa namamu? "


"Xavier tante, lebih tepatnya xavier alexsander. Saya CEO di perusahan Alexander grup." jelas xavi memperkenalkan dirinya.


"CEO? "tanya qania terkejut karna qania tidak menyangka jika sheila akan menikah dengan orang berpengaruh seperti xavi.


" Iya tante."


" Jadi benar kau yang sudah memindahkan ruangan tante ke ruangan yang sangat mewah seperti ini?"

__ADS_1


" Iya tante karna saya sangat mencintai sheila, karna saya mencintai sheila saya tidak ingin melihat sheila sedih karna terus - terusan melihat tante kesakitan. Saya harap tante mau menerima fasilitas dari saya. Saya mempersiapkan itu kusus untuk tante."


Qania menatap sheila dengan tatapan tidak percaya sedangkan yang di tatap malah tersenyum lebar ke arah qania. Qania tidak menyangka jika yang di katakan putrinya itu benar adanya.


" Saya ingin tante segera sembuh agar saya dan sheila bisa segera melangsungkan pernikahan kami. "


Lagi - lagi qania masih tidak menyangka dengan apa yang baru saja ia dengar, kenapa bisa calon menantunya itu bisa sebaik itu kepadannya padahal ia sendiri belum pernah bertemu langsung dengannya.


" Kenapa kau mau menikah dengan sheila yang tidak mempunyai apapun yang bisa di banggakan bahkan ibunyapun penyakitan seperti ini?"


"Karna sheila memiliki hati yang baik dan selalu tulus dalam melakukan apapun. "jawab xavi yang sebenarnya hampir muntah mengatakan itu semua.


Qania tersenyum melihat ke arah sheila,qania bersyukur karna anak kesayangannya akirnya bisa mendapatkan pria yang tepat untuk mendampinginya.


" Kau yakin dengan kata - katamu? Begitu banyak kekurangan sheila yang harus bisa kau imbangi nantinya. Sheila bukan wanita seperti kebanyakan, prilakunya sangat berbeda dan perlu pemahaman dan kesabaran ekstra untuk menghadapinya. "


"Mama!" tegur sheila.


"Saya pasti akan berusaha tante. Saya akan mencoba memahami dan mengerti sheila. "


Lagi - lagi qania tersenyum. "Terimakasih kaummembuat tente tenang dan merasa kau adalah laki - laki yabg tepat untuk anak tante. Sekali lagi tante berterima kasih dengan semua yang kau berikan ini."


"Iya tan."


"Tante tidak sabar ingin bertemu denganmu."


"Begitupun dengan saya tan. Saya akan menemui tante sesegera mungkin."


Qania mengangguk dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya.


"Baiklah tante kalau begitu saya mohon izin untuk menutup telfonnya, ada urusan penting yang harus saya urus."


"Iya, xavi."


Xavier mematikan telfonnya sambil berulangkali berdecak dan menyesali semua ucapan manisnya pada qania. Rasanya xavier ingin mengatakan semua kejadian sebenarnya agar qania tidak terlalu berharap kepadanya. Tapi sayangnya xavier tidak cukup tega untuk melakukan itu semua.


"Ini waktu yang tepat. "batin xavier seperti sedang merencanakan sesuatu.


" Akkkh... Sapai kapan aku akan bersandiwa seperti ini?" kesal xavier yang lagi - lagi menghempaskan tubuhnya ke atas sofa.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2