Suamiku CEO Kaya

Suamiku CEO Kaya
Bab 103.sepi


__ADS_3

"Periksa tensi pasien! "ucap dokter tersebut menyuruh suster yang ada di dalam ruang rawat untuk mengecek keadaan sheila serta bayinya.


" Tensinya tinggi dok." jawab suster tersebut.


Dokter tersebut melepas stetoskop yang ia gunakan, "tidak ada detak jantung bayinya lagi." ucap dokter tersebut.


"Lalu bagaimana dok?"


"Kita harus segera mengeluarkan janin yang ada di dalam perut pasien." jelas dokter tersebut.


"Cepat beritahu suami pasien untuk menandatangani persetujuan oprasi ! "sambungnya lagi.


" Baik dok." ucap suster itu keluar dari ruang IGD.


*************


" Iya ma," ucap xavi yang sedang bertelfonan dengan mamanya. Xavi mengabari kabar buruk yang ia dapati tentang kematian mama mertuanya.


" Mama sheila meninggal karna luka bekas oprasinya kembali terbuka, karna mama sheila jatuh."


"Apa,.... "karina terdengar terkejut ketika mendapatkan kabar buruk itu dari anaknya.


" Mama.. Mama kesana sekarang. "


" Iya ma"


Suster dari dalam ruangan IGD keluar, sontak saja xavi langsung berbalik dan menghampiri.


Bagaimana keadaan istri saya? "tanya xavi pada suster tersebut.


Nona sheila mengalami keguguran pak.


" Apa.... Keguguran" lagi - lagi xavi meneteskan air mata, ia baru saja kehilangan mama mertuanya dan sekarang ia harus kehilagan calon anaknya juga.


"Iya tuan muda, maka dari itu dokter meminta tuan muda untuk menanda tangani surat persetujuan oprasi nona sheila. "jelas suster itu lagi.

__ADS_1


Xavi menghela nafas panjang sembari mengusap air matanya." Baik kalau begitu lakukan sekarang! "ucap xavi.


Xavi menanda Tangani surat persetujan oprasi sheila walaupun ia sangat berat melakukan ini semua. Xavi sudah terlanjur sayang pada anak yang di kandung sheila, ia sangat mengharapkan kehadiran anak itu tapi sekarang...... Semuanya hilang, hancur dan sepi.


*************


Xavi berjongkok menaburkan bunga di makam mama mertuanya, ia masih tidak menyangka jika perpisahannya dengan qania akan secepat ini.


Karina memegang bahu anaknya, "Kamu yang sabar ya, mama tau pasti ini berat untuk kamu tapi kamu juga harus ingat jika sheila saat ini sangat membutuhkan kamu." ingat karina.


"Iya maa. "


"Ini cobaan untuk kamu jadi Jangan terlalu berlarut-larut. "ingat papa xavi.


" Iya pa." jawab xavi sambil berdiri.


" Papa dan mama pulang dulu." ucap karina yang di angguki oleh xavi yang masih menatap sendu ke arah makam qania.


" Aku juga harus balik ke rumah sakit er." ucap sandra menatap xavi.


***********


Terdengar suara ribut dari kamar sheila saat xavi baru saja sampai di depan ruangannya. Karna hawatir xavipun langsung bergegas masuk kedalam ruangan itu.


"Kasian ya kamu mama mati, anak mati untung aja suami kamu ngga ikutan mati." ucap helen yang tengah berdiri di sisi ranjang sheila.


"Jaga ucapan kamu ya, mama saya belum mati dia masih ada. "


" apa - apa belum mati?.... Jelas - jelas mama kamu itu udah di kubur kalau kamu ngga percaya saya punya foto kuburan mama kamu." helen memperlihatkan foto kuburan dengan batu nisan yang bertuliskan nama qania.


Air mata sheila semakin bercucuran," Ngga anda pasti membohongi saya, saya tau betul betapa liciknya anda. "


Helen tertawa," Terserah kamu sih tapi saya kesini hanya ingin mengucapkan bela sungkawa atas kematian mama kamu walaupun saya juga berharap kamu ikut mati sih."


Pergi PERGI!

__ADS_1


"saya tunggu kabar kematian kamu." ucap helen yang membuat xavi naik pitam.


"Saya yang akan menunggu kabar kematian kamu. "ucap xavi berjalan penuh amarh menuju helen.


Helen terlihat gemetar melihat kedatangan xavi." Xa.. Xavi. "ucap helen.


" KELUAR!" bentak xavi yang membuat helen kikuk dan langsung bergegas keluar.


Sheila beralih menatap xavi," Mas dimana mama?"tanya dengan mata yang berkaca-kaca.


Xavi terdiam dengan mata yang ikut berkaca-kaca.


" Mama ngga meninggalkan?"


" Mama masih ada kan?" tanya sheila lagi meneteskan air mata.


Xavi tidak sanggup untuk menjawab semua pertanyaan sheila. Dari pada menjawab xavipun beralih memeluk sheila dengan erat, xavi menyembunyikan air matanya dari sheila yang saat ini tengah terisak.


Ngga - ngga mungkin, mama.... Mama ngga meninggal. "sheila memukul - mukul wajahnya" ini cuma mimpikan mas, ini pasti mimpi buruk kan mas iyakan? "ucap sheila terus memukuli wajahnya.


Xavi menahan tangan sheila," ini nyata sayang, mama udah ngga ada. "jawab xavi sambil terus menahan tangan sheila.


Termasuk anak kita?" tanya sheila lagi yang semakin membuat xavi berat untuk mengatakan kenyataan ini semua.


"Iya.." jawab xavi yang semakin membuat sheila terisak.


Hari itu hari yang paling berat dan paling menyakitkan yang pernah sheila rasakan dalam hidupnya. Kehilangan dua orang sekaligus, mama serta calon bayinya. Hidup sheila terasa hampa, sepi dan tidak ada kebahagian. Orang yang ia perjuangkan mati - matian kini telah pergi meningalkannya. Sheila merasa sendiri sekarang tidak ada satupun orang yang bisa mengerti hidupnya.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2